CLASSROOM OF THE ELITE

CLASSROOM OF THE ELITE
9.VOLUME 4 Part 9


__ADS_3

CHAPTER 3


DOUBLE QUESTION


"...apa kau bercanda?"


Horikita memanggilku dengan nada yang menyalahkan.


"Sayangnya memang benar jika Kouenji tiba-tiba bertindak dan mengakhiri


ujian di kelompoknya" balasku padanya.


"Apa kau bodoh? kenapa kau tidak menghentikannya dan mengamuk di


sana? Itu adalah tanggung jawambmu sebagai teman sekamarnya"


"Itu mustahil, tidak ada gunanya menangis seperti susu yang tumpah saat


ini"


Rencana kasar yang Kouenji gunakan untuk mengakhiri ujian di


kelompoknya telah menyebar dikalangan murid dan menyebabkan kelas tersebut menjadi heboh. Karena itulah saat pembicaraan kemarin,


Horikita langsung saja ingin bertemu denganku. Sepertinya dia masih belum


yakin saat dia menggelengkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain.


"Aku akan memarahinya lain kali ketika aku bertemu dengannya. Aku ingin


menghindari kejadian seperti itu lagi masa depan"


“Kau harus tahu jika itu tidak ada gunanya, kata-kata seperti itu tidak akan


sampai kepadanya, kau akan terseret oleh langkahnya. untuk saat ini,


berkonsentrasilah kepada kelompok kita sendiri" kataku sebagai tanggapan.


Karena dia teman sekamarku, mungkin aku akan disalahkan karena tidak


menghentikannya tepat waktu, jadi aku memutuskan untuk mengganti topik


pembicaraan.


"Itu benar. kelompokku penuh dengan musuh yang merepotkan, tetapi aku


tidak akan kalah dari mereka"


Sikapnya kuat seperti sebelumnya, dan kurasa aku harus menyerahkan


masalah ini kepadanya.


Di akhir, aku juga mengalami sedikit masalah karena berurusan dengan


Ichinose yang Hoshinomiya-sensei kirim untuk memata-mataiku.


“Omong-omong, karena kau juga seorang gadis, aku ingin bertanya sesuatu


kepadamu" kataku padanya.


"Apa maksudmu? Aku adalah seorang gadis sejak awal, kau tahu" dia


langsung membalas.


karena salah mengerti, dia menganggap kata-kataku sebagai sebuah


sindiran saat dia menatapku dengan mata yang sedikit kecewa.


"Tidak, bukan begitu, aku hanya mengatakan bahwa aku ingin bertanya


kepadamu sebagai perempuan"


Karena sepertinya dia akan menjadi semakin marah jika aku terus berusaha


membuat alasan seperti itu, aku segera terjun ke intinya.


"Aku ingin informasi tentang Karuizawa" kataku padanya


Karena aku berencana untuk melakukan kontak dengan Karuizawa, aku


memerlukan informasi tentang dia. Jika dia membuat peringkat anak laki-


laki di kelas, aku pasti berada di posisi terbawah.


"Jadi kau ingin meminta saran denganku tentang masalah Karuizawa?"


Aku mengangguk.


"Aku ingin melacak anggota kelompokku, tapi aku merasa sedikit kesulitan,


aku bisa saja menghadapi Sotomura dan Yukimura, tapi Karuizawa adalah


masalahnya. Setelah ujian di pulau itu selesai, kau pernah diundang makan


siang oleh Karuizawa, kan?"


"Kau harus tau jika aku sudah menolaknya, aku sama sekali tidak tertarik


dengan Karuizawa-san. Jika kau menginginkan informasi tentangnya,


kenapa kau tidak bertanya dengan Hirata-kun? Jika dia, itu pasti bisa


membantumu"


Itu benar, tetapi sebelum ujian dimulai, aku sudah melewatkan kesempatan


untuk makan siang bersama Karuizawa dan Hirata. Tentu saja Hirata juga


mengingat kejadian itu, jadi aku menghindar untuk bertanya kepadanya saat


ini.


"Apa kau khawatir jika dia mungkin adalah ‘target’ atau semacam itu?"


Horikita tiba-tiba bertanya padaku.


"Sebagian, tapi untuk saat ini, mustahil aku bisa mengerti dengan tingkah


laku Karuizawa, aku hanya penasaran" kataku padanya.


"Buang-buang waktu saja, tidak ada apa pun dibalik tingkah lakunya. Jika


kau peduli padanya, itu hanya akan membuang-buang waktu saja"


"Horikita, aku rasa tidak baik membicarakan orang lain"


"Membicarakan orang lain? Apa maksudmu?" dia bertanya padaku


"Tentu saja sejauh ini kau hanya pernah melihat sisi Karuizawa yang egois


dan menyebalkan, tapi kau tahu, dia mungkin juga memiliki sisi yang baik?”


"Apa memang ada sisi yang baik? Aku tidak bisa membayangkannya,


bukankah dia hanya penuh dengan kegagalan?"


Tentu saja, saat ini sejauh kerja sama yang terjalin aku harus mengakui


bahwa Horikita sama atau lebih baik dari dia.


"Ketika pertama kali bertemu dengan seseorang, naluri pertama adalah


menilai mereka dari penampilan mereka, bukan? Apakah mereka keren atau


imut atau semacamnya, kemudian kau akan menilai mereka dengan kata-


kata untuk melihat ke dalam diri mereka sendiri apakah mereka makhluk


sosial atau agresif atau pasif dan sejenisnya”


Karena itu, Horikita menyilangkan lengannya dan menunggu kata-kata yang


berikutnya.


"Tapi itu masih penampilan luar, pola pikir sebenarnya tidak akan segera


terlihat dengan hal seperti itu. Contohnya Kushida atau Ibuki atau bahkan


aku misalnya, kepribadian 'depan' dan kepribadian 'belakang' terbagi


dengan baik"


"Apa Karuizawa-san juga memiliki perpecahan seperti itu?"


"Ini adalah sesuatu yang dimiliki oleh kebanyakan orang, bahkan jika


mereka tidak menyadarinya. Horikita, kau juga memilikinya"


Karena setiap kali dia berada di depan kakaknya, dia selalu menunjukkan


sifatnya yang sebenarnya dan sangat rapuh.


"Aku masih belum sepenuhnya yakin, tapi aku bisa mengerti bahwa kau


akan mengenalnya dengan lebih baik dengan kontak langsung"


Tentu saja itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, karena jika aku


tidak memutuskan untuk berusaha, aku tidak akan pernah bisa mengetahui


sifat asli Karuizawa.


"Dan apa gunanya dengan Karuizawa-san?" Horikita bertanya padaku


"Aku belum bisa menjelaskannya dengan jelas, tapi jika aku harus


mengatakannya, itu adalah 'kemampuan untuk memerintah'. Dia memiliki

__ADS_1


inisiatif dan tidak bisa disangkal bahwa statusnya di Kelas D tidak


tergoyahkan"


Namun, di kelompok kami (Kelinci), aku belum pernah melihat sisi itu


dirinya. Inilah sebabnya aku berpikir untuk memastikan sifat asli Karuizawa


secepat mungkin.


"Dengan asumsi bahwa dia memiliki kemampuan seperti itu, apa yang akan


kau lakukan? Apa kau akan membawa Karuizawa-san ke dalam kelompok


kita juga?" dia bertanya padaku.


"Aku juga ingin tau tentang hal itu" kataku padanya.


Sementara aku bertanya-tanya atas jawabanku, Laki-laki yang kemarin


datang kembali kepada kami.


"Yo, kalian berdua, apa kalian sedang berkencan di tempat yang teduh?"


Ryuuen yang mengatakan kalimat itu.


Dia tidak bersama Ibuki hari ini, namun mendekati kami dengan senyum


menyeramkan di wajahnya.


"Kau cukup melakukan sesuatu seenaknya. Bahkan jika kau menyudutkanku


seperti ini, tidak ada yang kau dapatkan" Horikita memarahi Ryuuen.


"Akulah yang memutuskan hal itu. Jadi, Apa kau sudah memutuskan untuk


mencoba dan menemukan ‘target’ itu?"


Dan lagi, Ryuuen duduk di kursi terdekat tanpa izin.


"Apapun rencanaku, aku tidak akan memberitahumu" kata Horikita.


"Itu memalukan, aku berpikir untuk mendiskusikannya denganmu, tapi


sepertinya kau belum membuat kemajuan dengan pencarianmu lagi"


"Itu menarik, apa kau ingin mengatakan bahwa kau tahu siapa ‘target’ saat


ini?"


Menatapnya dengan ekspresi yang aneh, Ryuuen menjawabnya seolah-olah


dia sudah menduga dia akan menanyakan hal itu sejak awal.


"Aku sudah menemukan siapa ‘targetnya’, bisakah kau mempercayaiku jika


aku mengatakan itu?"


"Tidak, tidak, kau bukan seseorang yang seperti Ichinose-san atau Katsuragi-


kun dengan sekutu di sisimu, kau hanya memiliki musuh. Tidak ada yang


bisa mengumpulkan informasi semacam itu untukmu" Horikita membalas


Ryuuen.


"Itu tidak benar, aku tidak berada di klub 'berteman' seperti mereka, tapi


berteman dan mengumpulkan informasi adalah dua hal yang sangat


berbeda"


Dia berbicara dengan Horikita dengan sikap yang hampir menyerupai


seorang guru yang kecewa dengan murid mereka karena tidak mendapatkan


jawaban yang benar.


"Sayangnya, aku sudah mencelupkan tanganku ke dalam ujian ini.


Bergantung kepada situasinya, Kelas C mungkin adalah pemenangnya,"


"T-tidak mungkin".


Tidak, apa yang dia katakan mungkin benar.


Sekolah selalu membuat ujian berdasarkan kriteria yang sangat spesifik.


Ujian tengah semester sama, akhir sama dan ujian di pulau juga sama. Jika


kau memahami 'peraturan' di balik sebuah ujian, sesuatu yang mungkin


untuk mencapai nilai yang tinggi dan menghasilkan hasil yang baik.


Jika memang benar, ujian ini tidak berbeda. Jika itu adalah Ryuuen, dia pasti


"Ini sangat sederhana, kau hanya perlu menemukan ‘target’ saja.


Membongkar struktur kelompok dan menganalisanya sampai kau


menemukan jawabannya”


"Itu benar, siapa pun pasti pernah memikirkannya, tetapi apakah mereka


akan menjawab dengan jujur? Sejak sekolah tersebut menjamin sebuah


anonimitas, seseorang dapat tetap diam dan mendapatkan 500.000 poin


dengan cara yang seperti itu."


Horikita mengatakannya kepada Ryuuen, tetapi Ryuuen menjawab dengan


tenang menanggapi keraguan Horikita.


"Aku hanya harus memastikan bahwa hal itu merupakan situasi di mana


mereka akan menjawab dengan jujur tanpa kebohongan"


"Situasi yang membuat mereka menjawab dengan jujur tanpa kebohongan?"


Horikita bertanya padanya.


"Karena aku meminta kontak semua orang, aku mampu bertanya satu per


satu tanpa sekolah ketahui.”


"Apa kau gila? Itu dilarang oleh sekolah. Jika ketahuan, kau akan di drop out"


Horikita bertanya kepadanya dengan kaget.


"Tidak masalah, aku berdiri disini sekarang karena itu bukanlah sebuah


masalah, kau mengerti maksudnya?"


Itu adalah rencana kasar yang bisa digunakan Ryuuen karena dia memiliki


gambaran seorang tiran yang sebenarnya. Jika dia dengan paksa melihat


ponsel murid kelas lain, tidak diragukan lagi, Ryuuen akan dilaporkan dan


dikeluarkan, namun Ryuuen mendominasi Kelas C. Apapun yang dia


lakukan, tidak ada yang mau mengacuhkannya.


Dan jika tidak ada keluhan, tidak masalah. Ini berarti tindakan Ryuuen masih


dalam batas aman dari peraturan sekolah. Pasti strategi Ryuuen seperti itu.


Strategi yang secara paksa melepaskan semua rahasia dari Kelas C. Dan jika


memang benar, Ryuuen dapat memiliki identitas sampai tiga ‘target’. Itu


akan menjadi petunjuk besar baginya dalam ujian ini.


Agar lebih mudah dimengerti, itu lebih seperti menulis pertanyaan dan


jawaban di sisi panel yang berbeda. Biasanya kau tidak akan tahu jawaban


itu kecuali kau membalikan panel tersebut. Tetapi jika panel dilipat seperti


kertas, mungkin saja untuk mendapatkan sedikit petunjuk jawaban dari sisi


yang lain. Pada dasarnya, Ryuuen mungkin sudah tahu nama semua "target"


dalam ujian ini.


"Sepertinya kau akhirnya mengerti situasi ini"


"... Ya, tapi jika kau sudah tahu jawabannya, bukankah seharusnya kau


mengirimkannya ke sekolah?" Horikita bertanya padanya.


"Mungkin aku hanya ingin bermain-main"


"Kau tidak tahu kapan orang lain akan mengambil jawabannya, kau tidak


seharusnya sangat lengah seperti itu," kata Horikita menanggapi.


Tidak ada bukti, tapi aku punya perasaan bahwa asumsi Horikita itu benar.


Jika dia sudah tahu jawabannya, tidak ada gunanya menunda hal itu.


Seharusnya dia mengakhirinya saat itu juga jika dia bisa.


"Jadi, akhirnya aku berada di tahap yang terakhir"


"Ryuuen-kun, ngomong-ngomong bisakah aku menanyakan sesuatu?

__ADS_1


Kemarin saat ujian kelompok monyet berakhir, apa pendapatmu tentang hal


itu?" Horikita bertanya padanya.


"Tidak ada yang spesial, aku tidak peduli dengan apa yang dilakukan orang


lemah"


Ryuuen hanya meninggalkan kata-kata itu saat dia berjalan pergi.


"Aku tidak tahu seberapa banyak dari apa yang dia katakan itu benar"


Horikita memiliki ekspresi bingung di wajahnya sambil menatap bagian


belakang Ryuuen yang sedang berjalan pergi. Dan kemudian dengan percaya


diri, aku melihat ke bawah kursi Horikita dan di sana aku menemukan satu


ponsel dengan mode perekamannya diaktifkan.


Di ponsel tersebut, ada satu chat. Hanya satu chat. yang dikirimkan. Tidak


ada suara atau getaran yang diaktifkan. Dan tidak melihat semua isi


chatingan tapi untuk sesaat, aku melihat kata-kata "maaf atas yang


kemaren" yang ada nama Ryuuen di atasnya.


Mungkin ada yang salah dengan kelasnya? Aku tidak ingin menggali lebih


dalam lagi dan kembali ke posisi normalku di kursiku. Horikita cepat-cepat


memahami situasinya juga, dan dengan cepat mengeluarkan ponselnya


sendiri dan mengetik ini padaku.


"Jika ponsel itu memang miliknya, lebih baik tidak bicara sembarangan"


Apa yang dia katakan memang benar.


"Menurutmu, apa yang Ryuuen katakan itu benar? Apa yang dia katakan


tentang menangkap ‘target’ dari setiap kelas.”


Horikita menatapku kaget sesaat tapi kemudian dia cepat mengerti maksud


di balik kata-kataku.


“Aku ingin tahu. Aku tidak bisa mengatakan dengan 100% kepastian, tidak


ada banyak waktu untuk ujian ini".


"Kau juga sangat angkuh".


"Aku akan akan membuatmu bekerja sampai ke tulang, kita juga harus


menemukan ‘target’ secepat mungkin"


"Lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tidak mungkin aku bisa


melakukan itu" kataku padanya.


"Aku juga tidak berharap banyak darimu, tapi aku hanya menginginkan


informasi tentang kelompok (Kelinci) darimu" katanya.


Dengan pembicaraan seperti ini, aku mampu menyoroti bakat Horikita dan


ketidakmampuanku sendiri. Dengan melakukan hal tersebut, kecurigaan


akan dialihkan dariku sampai ke tingkat tertentu.


Lagipula, Ryuuen memang mencoba menguping menggunakan ponselnya


sendiri.


"Jika tidak ada harapan spesial kepadaku, aku akan mencobanya"


Lalu tanpa berkata apa-apa lagi, Horikita menekan sebuah tombol di lift dan


pergi. Sekarang, haruskah aku kembali ke kamarku dan tidur? Atau datang


dengan strategi untuk ujian?


Tidak ada keraguan tentang penilaian guru yang kemarin dan penilaian


Ryuuen sendiri. Jika kami hanya mengejar kemampuan akademis, Yukimura


pasti juga ada di sana bersama Hirata dan Horikita. Tentu saja dia tidak akan


puas dengan ditempatkan di kelompok (Kelinci).


Yukimura memang menghindari penggunaan namanya secara langsung


tetapi dia menatapku dengan saksama. Tidak ada yang bisa aku lakukan


bahkan jika kau mengatakan hal itu. Kemudian aku memutuskan untuk pergi


ke tempat tidurku dan menunggu sampai Hirata kembali. Tetapi Yukimura


menatapku dengan mata curiga sepanjang jalan.


"Ayanokouji, aku hanya ingin memastikan, tapi kau bukan" ‘target’ kan?"


Yukimura bertanya padaku.


"Aku akan menyangkalnya, tapi apa yang kau maksud dengan memastikan?"


"Tentu saja, di dalam ujian ini 'kerja sama' adalah kuncinya. Dengan kata


lain, jika kau bekerja sama, kita tidak akan kalah" katanya kepadaku.


"Itu benar, sayangnya aku bukan ‘target’ di sini"


"Itu benar, kan? Sebaiknya kau tidak mencoba mengambil poin untuk dirimu


sendiri" Yukimura memberitahuku.


Sepertinya kebijaksanaan pribadinya adalah meragukan orang lain, tidak


mengherankan bagaimana respons Yukimura kepadaku.


"Aku bukan ‘target’, Bisakah aku percaya jika kau juga bukan ‘target’


Yukkimura?”


"Tentu saja tidak. Omong-omong Sotomura juga bukan ‘target’, kau tahu"


Ini adalah sebuah konfirmasi antar teman, hampir seperti sebuah kata kode


yang mengisyaratkan 'jangan mengkhianati satu sama lain'.


"Aku juga bertanya kepada Karuizawa dan dia juga menyangkalnya, tetapi


percaya kepada kata-katanya adalah masalah yang berbeda"


Sepertinya Yukimura yang tidak menyukai Karuizawa, cenderung tidak


mempercayai kata-katanya. Tentu saja, untuk mengetahui itu secara pasti,


dia bisa saja memeriksa ponselnya, tetapi mengingat hubungan di antara


mereka, sepertinya akan sulit dilakukan.


Sepertinya Yukimura sudah puas untuk saat ini karena dia tidak bertanya


lebih jauh. Aku mengubur wajahku di bantal dan memejamkan mata. Aku


merasa tidak nyaman karena ada seseorang di ruangan itu yang melihatku


tidur, tapi itu tidak terlalu menyebalkan.


Aku mampu menjadi adaptif seperti bunglon pada saat diperlukan, dalam


hal berteman juga. Sepertinya Yukimura sudah mulai mengakuiku sebagai


teman. Aku kemudian tertidur setelah mendengar sedikit desah Yukimura


lagi dari seberang ruangan.


"Aku juga bertanya kepada Karuizawa dan dia juga menyangkalnya, tetapi


percaya kepada kata-katanya adalah masalah yang berbeda"


Sepertinya Yukimura yang tidak menyukai Karuizawa, cenderung tidak


mempercayai kata-katanya. Tentu saja, untuk mengetahui itu secara pasti,


dia bisa saja memeriksa ponselnya, tetapi mengingat hubungan di antara


mereka, sepertinya akan sulit dilakukan.


Sepertinya Yukimura sudah puas untuk saat ini karena dia tidak bertanya


lebih jauh. Aku mengubur wajahku di bantal dan memejamkan mata. Aku


merasa tidak nyaman karena ada seseorang di ruangan itu yang melihatku


tidur, tapi itu tidak terlalu menyebalkan.


Aku mampu menjadi adaptif seperti bunglon pada saat diperlukan, dalam


hal berteman juga. Sepertinya Yukimura sudah mulai mengakuiku sebagai


teman. Aku kemudian tertidur setelah mendengar sedikit desah Yukimura


lagi dari seberang ruangan.

__ADS_1


__ADS_2