CLASSROOM OF THE ELITE

CLASSROOM OF THE ELITE
12.VOLUME 4 Part 12


__ADS_3

Tengah malam. Atau lebih tepatnya, dua jam lewat dari tengah malam.


Teman sekamarku terlihat terbangun dengan tenang. Berhati-hatilah untuk


tidak membangunkan ketiga orang lainnya yang tertidur di ruangan


tersebut, dia perlahan turun dari tempat tidur.


Karena murid diperintahkan oleh peraturan sekolah untuk tidur dengan jersey mereka, maka mereka meninggalkan kamar mereka saat sedang


memakainya. Setelah memastikan bahwa dia tidak hanya pergi ke toilet, aku juga meraih kunci kartu kamarku dan turun dari tempat tidur sendirian.


Tidak ada jaminan bahwa dia akan melakukan pergerakannya hari ini, tetapi


sepertinya hasil kerja kerasku akhirnya terlihat dengan sendirinya.


Begitu menyadari bahwa aku juga sudah terbangun, dia cepat-cepat berbalik


menatapku. Mata kami bertemu dan tanpa mengalihkan pandang dari


matanya, aku mengatakan kepadanya bahwa ada sesuatu yang perlu aku


bicarakan dengannya. Dia menjawab bahwa dia akan menunggu di koridor.


Lalu dia meninggalkan ruangan, dan di koridor dia menungguku dengan


ekspresi yang keras.


"Apa aku membangunkanmu atau kau sudah terbangun, yang mana yang


benar?" dia bertanya kepadaku.


"Yang terakhir, kupikir kau akan meninggalkan kamar malam ini" jawabku.


"Kenapa kau berpikir seperti itu? Malam ini adalah malam pertama kalinya


aku benar-benar meninggalkan kamar di malam hari"


Aku menilai situasi dan memutuskan untuk bertengkar tidak akan


membawa kami ke mana pun dan bertanya dengan jujur.


"Bukan begitu. hanya saja apa Karuizawa menghubungimu malam ini?"


Dan dengan satu kata itu dia terlihat sudah mengerti semuanya. Seperti yang


diharapkan dari Hirata, Kemampuannya untuk memahami situasi memang


tak ada tandingannya.


"Kau tahu sesuatu?"


"Aku berada di kelompok yang sama dengan Karuizawa, aku tidak tahu


sampai sejauh mana, tapi kurang lebih aku mengerti situasinya,"


Sepertinya Hirata sedang menungguku untuk mengatakan yang lebih


banyak lagi dan tentu saja dengan penjelasan yang aku berikan saat ini,


masih belum cukup menjadi alasan kenapa aku mengikutinya sampai larut


malam.


"Kau pernah mengatakan bahwa kau ingin aku bertindak sebagai jembatan


antara dirmu dan Horikita, bukan?"


"Aku mengerti, jadi kau di sini karena Horikita-san yang memerintahkanmu,


bukan?"


Ini mengurangi kesulitanku untuk menjelaskan lebih banyak kepadanya


sehingga akan sangat mudah bagiku.


"Ya, dia memerintahku untuk melaporkan semua kelompok (kelinci)


kepadanya, termasuk situasi Karuizawa. Jadi, begitu aku mendengar tentang


situasi Karuizawa dan melaporkan itu kepadanya, dia juga


memerintahkanku untuk mengawasimu. Tentu saja dia memerintahkanku


untuk mengupingmu, tapi karena kau mengatakan kepadaku untuk menjadi


jembatan antara kau dan dia, aku pikir aku lebih suka tidak mematai-


mataimu. Ini merupakan kesempatan bagiku untuk mendengarnya darimu


juga, "


"Informasi apa yang dia inginkan?"


"Segala sesuatu yang diketahui Hirata tentang Karuizawa, dan isi


pembicaraanmu dengannya"


Sepertinya Hirata yang belum mengetahui keadaan kelompok (kelinci) ini


menjadi bingung tentang kenapa dia memerlukan informasi tentang


Karuizawa khususnya informasi tentang kelompok itu sendiri. Tetapi paling


tidak dia mengerti bahwa informasi ini cenderung mempengaruhi apa yang


akan terjadi di masa depan.


"Aku tidak yakin berapa banyak yang bisa aku katakan kepadamu, aku masih


harus mempertimbangkan perasaan Karuizawa-san"


Dan dengan begitu, Hirata mulai berjalan menyusuri koridor. Dalam


skenario yang tenang ini, aku tidak merasa sedang mamemaksanya untuk


berbicara sehingga aku mengejarnya dengan langkah tenang yang bebas


dari kekhawatiran.


Meskipun aku sudah berbaring di tempat tidur selama sekitar dua jam,


rambutku masih dalam kondisi yang sempurna. Aku tidak terlalu peduli


pada diriku sendiri, tetapi untuk memastikan agar orang-orang tidak merasa


tidak nyaman saat melihatku, aku harus mempertimbangkan kondisi


rambutku.


"Aku yakin Ayanokouji-kun tidak akan mengatakan apapun yang tidak


penting, tapi apa yang akan aku katakan adalah informasi yang sangat sensitif dan kemungkinan Karuizawa-san akan menolak untuk berbicara dan kembali. Aku hanya ingin kau menyimpan fakta-fakta itu di dalam


pikiranmu"


Selalu ada pilihan untukku menguping mereka sambil menyembunyikan


diri, tetapi tidak mungkin Hirata membiarkan hal yang seperti itu. Karena ini


adalah sesuatu yang Karuizawa tidak ingin orang lain dengar, dia tidak akan


pernah mengizinkanku menguping seperti itu. Jadi yang terbaik di dalam


skenario ini yang bisa aku lakukan adalah mengangguk sebagai jawaban.


Tempat pertemuan berada di depan mesin penjual otomatis yang terletak di


daerah peristirahatan di lantai dua. Itu berada di tengah koridor panjang di


atas kapal. Tempat yang mudah dilihat dan mudah bagi seseorang untuk


memperhatikan jika ada seseorang yang menguping mereka.


Lokasi ini membuatnya sangat sulit untuk menyembunyikan diri dan


mendengarkan. Karuizawa sudah ada di sana, dengan jersey, duduk di sofa


sambil menunggu Hirata. Awalnya saat dia melihatnya, dia tersenyum


sebentar, tetapi saat dia melihatku di belakang Hirata, dia segera berubah


dan terganti menjadi ekspresi marah.


"Kenapa Ayanokouji-kun bersama Hirata-kun?"


"Jangan khawatir, aku memanggilnya dan kami datang bersama"


"Hirata-kun? Kenapa? Aku sudah bilang jika aku ingin berbicara denganmu


sendirian"


“Aku tahu, tapi aku khawatir dengan apa yang Karuizawa-san katakan


kepadaku di telepon, jadi aku membawa Ayanokouji-kun yang sepertinya


mengerti situasi ini. Maaf karena bertindak sendiri seperti ini"


Meskipun Karuizawa terlihat sangat tidak puas dengan kondisi ini,


sepertinya dia tidak akan membentak Hirata.


"Tapi... aku masih ingin berbicara denganmu sendirian..."


"Jika memang begitu, tapi kau tidak pernah mengatakan bahwa kita akan


berbicara hanya berdua di telepon"


Kurang lebih aku sudah bisa menyimpulkan bahwa ini berhubungan dengan


masalah Kelas C yang dipimpin oleh Manabe. Tetapi aku bertanya-tanya


bagaimana Karuizawa akan memulai topik ini. Jika dia hanya ingin menghibur dirinya sendiri dengan berbicara bersama Hirata, tidak perlu bersikeras untuk berduaan bersamanya.


Itu berarti dia ingin membicarakan topik yang tidak bisa didengar oleh orang


luar. Bagaimanapun, tetap diam seperti ini tidak ada gunanya sehingga


Hirata mulai membicarakan isi telpon mereka.


"Kau menceritakan kepadaku tentang pertengkaran yang kau hadapi dengan


Manabe-san dan teman-temannya dari Kelas C. Apa itu benar?"


Menanggapi pertanyaan itu Karuizawa membuka mulutnya sedikit untuk


menjawab, tetapi mungkin dia masih mewaspadai kehadiranku, tidak ada


jawaban yang muncul. Sekali lagi Hirata yang memecahkan kesunyian.


"Apa Ayanokouji-kun sudah tahu tentang pertengkaranmu dengan Manabe-


san dan yang lainnya?"


"Sedikit"


Karena pembicaraan bersamanya terlihat tidak berjalan dengan baik, Hirata


sepertinya berniat untuk bertanya kepadaku. Karuizawa masih merasa tidak


puas dengan situasi ini, namun dengan patuh tetap diam dan mendengarkan


pembicaraan kami. Mungkin karena akulah yang melihat Karuizawa


diganggu oleh Manabe saat itu.


"Dari apa yang Karuizawa-san katakan kepadaku, sepertinya mereka


menuduhnya duluan dan kemudian menyeretnya ke tempat yang sepi dan


hampir menyerangnya dengan brutal"


“Ya, itu benar, aku melihatnya sendiri, Yukimura juga melihatnya”


"Aku mengerti ..." kata Hirata sambil menatapku serius.


Lalu ia memejamkan matanya. Dalam masalah ini, aku bertanya-tanya


bagaimana keputusan Hirata? memanggil Manabe dan yang lainnya dan


menegur mereka? Atau laporkannya ke sekolah?


"Jika Manabe-san dan yang lainnya benar-benar menggunakan kekerasan,


maka kita harus melakukan sesuatu untuk hal ini. Aku tidak bisa


membiarkan sesama teman menggunakan kekerasan satu sama lain"


Mendengar kata-kata itu meluap dengan rasa keadilan yang heroik, aku


melihat Karuizawa tersenyum kepada Hirata sejenak. Tapi begitu dia


menyadari bahwa aku menatapnya, dia segera kembali ke ekspresi marah.


"Karuizawa-san, kau diintimidasi sampai tidak bisa melawan, apa itu benar?"


"Tidak...."


Meski tidak bisa menjawab dengan benar, Karuizawa hanya menatap tanpa


suara. Tapi karena dia tidak menyangkalnya, sepertinya ini benar.


Karuizawa terlihat memiliki sedikit masalah dengan seorang perempuan


bernama Rika di masa lalu. Manabe dan yang lainnya mencoba membuatnya


meminta maaf untuk itu. Tapi pada akhirnya, hal itu hampir meningkat


menjadi kekerasan kepada Karuizawa. Setelah mendengar ceritanya, Hirata


mengangguk.


"Aku mengerti, itu sebabnya kau memberitahukan aku sesuatu sepertu yang


seperti itu"


"Sesuatu yang seperti itu?" Aku bertanya.


"Karuizawa-san menyuruhku membelanya dan membalas Manabe-san dan


yang lainnya" kata Hirata.


Ini jauh lebih mudah daripada yang aku harapkan.


Tapi dari sudut pandang orang yang menerima intimidasi, pola pikir


‘dibunuh atau membunuh’ membuatku terkejut. Dan tentu saja, saat Hirata


mengucapkan kata-kata tersebut, Karuizawa yang diam sampai sekarang,


berbicara.


"Kenapa kau menceritakan semua ini kepadanya?"


"Karena ini bukan Karuizawa-san yang biasa. Kau bukan tipe orang yang


mencoba melawan kekerasan dengan kekerasan, Karuizawa-san"


"Tapi dia sedang diintimidasi, benarkan? Jika kau memang pacarnya, maka


kau memiliki kewajiban untuk menyelamatkannya" kataku kepada Hirata.


"Ya, aku tahu itu masalahnya, tapi aku tidak percaya pada kalimat ‘mata


dibalas dengan mata, kau tau?"


Sisi dari dua hal yang belum aku ketahui, aku merasakan keyakinan yang


berbeda bercampur aduk di sana.


"ayo kita pikirkan bersama-sama, bagaimana berteman dengan Manabe-san


dan kelompoknya!"


"Itu tidak mungkin, aku diserang oleh mereka secara sepiahak. Tolong


mengertilah ..." Karuizawa memohon kepada Hirata.


"Secara sepihak? Bukankah itu karena kau menggertak Morofuji-san duluan,


Karuizawa-san?"


Morofuji, aku yakin yang Hirata maksud adalah perempuan bernama Rika.


Dia juga melakukan penulusuran kepada mereka. aku pikir, itu sangat luar


biasa.


"Tapi itu... aku tidak punya pilihan lain... Shinohara-san dan yang lainnya


memperhatikanku" kata Karuizawa.


"Jadi intinya, karena Shinohara ada di sana, kau tidak punya pilihan lain? apa


maksudmu?" Aku bertanya.


“tutup mulutmu!"


Begitu aku menyuarakan pertanyaanku, Karuizawa langsung meneriakiku


untuk diam. Teriakan itu bergema di koridor.


"Kumohon, tolong lindungi aku... Hirata-kun kau akan melindungiku kan?"


Karuizawa mengemis kepada Hirata.


"Tentu saja aku akan melindungimu, tapi aku juga tidak akan melakukan

__ADS_1


apapun kepada Manabe-san dan yang lainnya. Aku akan mencoba


menemukan jalan bagimu untuk saling berbicara dan berkumpul bersama"


“Aku bilang itu tidak mungkin! Jika itu hal yang mudah, aku tidak akan


memintamu untuk membantuku"


Terlihat sedikit ekstrem, tapi aku bisa mengerti perasaan Karuizawa. Posisi


dia saat ini jauh lebih berbahaya dari yang diperkirakan. Aku tidak akan


terkejut jika ini akan meningkat menjadi insiden kekerasan yang serius.


Sekolah memiliki aturan tertentu. Merokok untuk anak di bawah umur


adalah salah satu contohnya, dan tentu saja, itu adalah peraturan yang ada


di SMA manapun di sebuah negara. Namun, masih ada murid yang berhasil


lolos dari satu atau dua rokok diam-diam.


Dengan kata lain, ada beberapa peraturannya yang tidak bisa mencegah di


sepanjang waktu. Bullying adalah salah satunya. Hirata sepertinya khawatir


dengan Karuizawa, tapi pada saat bersamaan, dia juga khawatir dengan


Manabe. Sepertinya Hirata bertekad untuk menyelesaikan ini dengan


menenangkan kedua belah pihak dengan damai.


Dengan kata lain, Hirata terlihat seperti tidak menganggapnya sebagai


seorang pacar tapi sama seperti teman normal yang lainnya.


"Tidak peduli apa alasannya, aku tidak bisa melakukan apa yang kau


harapkan untuk aku lakukan. Bagiku, Karuizawa-san memang teman sekelas


yang berharga. Jika ada masalah yang mengganggumu, aku akan


melindungimu. Tapi apapun alasannya, aku tidak akan menyakiti orang lain.


Bahkan jika itu adalah murid Kelas C "


"Kau pembohong! Kau bilang jika kau akan melindungiku!" Karuizawa


berteriak kepada Hirata.


"Pembohong? Aku Sudah bilang akan mengambil sikap seperti ini sejak


awal"


Hirata mengatakan sesuatu yang sulit dipercaya oleh murid Kelas D.


"Aku sudah bilang dari awal, bukan? Jika kita bukan sepasang kekasih. Itu


tidak nyata, aku tidak keberatan berpura-pura pacaran denganmu, tapi aku


tidak akan membantumu seperti ini dan kau tidak bisa bergantung


kepadaku"


Sepertinya hubungan yang tidak seorang pun bisa meragukan mereka


berdua sebenarnya sudah dipalsukan.


"... kenapa kau memberitahukan ini sekarang?" Tanya Karuizawa.


Tentu saja ini adalah keluhan terhadap pemberitahuan yang aku dengar


baru saja dan sekarang aku mengerti apa tujuan Hirata, dia menggunakan


Karuizawa untuk mengungkapkan informasi sebagai penghormatan kepada


Horikita. Sesuatu yang seperti itu.


"Aku pikir untuk bisa menyelamatkanmu diperlukan sebuah pendekatan


baru"


Bukan berarti dia benar-benar meninggalkan Karuizawa, dia sedang


berusaha menyelamatkannya dengan caranya sendiri. Dia kemudian mendekati Karuizawa yang terlihat sudah kehilangan ketenangannya, tetapi


dia tidak berusaha menyentuh bahunya yang rapuh.


"Apa yang kau bicarakan... Aku harus menggunakan kekerasan sendirian?"


"Aku tidak bilang seperti itu, aku akan melakukan yang terbaik untuk


menyelamatkanmu. Di pagi hari, aku berencana untuk berbicara dengan


Manabe-san dan yang lainnya, meminta dia untuk berhenti mengganggu


Karuizawa-san. Kau mungkin tidak menyukainya, tapi aku ingin berbicara


kepada mereka bahwa kau ingin meminta maaf kepada mereka"


"Bukan itu yang kuinginkan!"


Tentu saja, sepertinya Karuizawa meminta Hirata untuk membalas dendam


terhadap Manabe dan yang lainnya karena sudah menggertak dia. Dengan


pertimbangan seperti itu, ini terlihat seperti esensi nyata Karuizawa,


Kepribadiannya yang sebenarnya. Lebih dari sumua itu, sepertinya


Karuizawa memiliki sesuatu yang sangat dia takuti.


"Aku mengerti. Jika itu masalahnya tidak ada yang bisa aku lakukan


untukmu. Maaf soal itu" Hirata dengan dingin memberitahunya.


Bahkan dalam situasi seperti ini, ia mampu untuk tetap tenang. Tetapi meski


tetap tenang, Hirata memberi Karuizawa yang tidak bisa melakukan apapun


kecuali bergantung padanya hukuman mati.


"Ayanokouji-kun, jika ada ide tolong beritahu kami"


Sepertinya dia berusaha mendorong peran ini kepadaku.


"Tidak perlu! Jika kau tidak mau mendengarkan permintaanku, maka aku


tidak membutuhkan seseorang sepertimu!"


Karuizawa berteriak sambil menendang sekaleng jus dari mesin penjual


otomatis di koridor. Jus di dalamnya tersebar di lantai dan suara yang


bergema sepanjang koridor.


"Hubungan kita berakhir sampai di sini hari ini. Sudah berakhir!"


Karuizawa menyatakan hal itu kepada Hirata. Daripada kebenaran


hubungan mereka yang sudah terungkap, Hirata terlihat kesal kepada


dirinya karena tidak bisa membantunya. Meski Karuizawa pergi, Hirata


tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mengejarnya. Itu berarti dia sudahmemutuskan bahwa Karuizawa bukanlah orang yang harus dia pedulikan


sekarang.


"Ayanokouji-kun, ada beberapa hal yang tidak bisa kulakukan. Karena itulah


kau disini sekarang, aku ingin kau mengerti itu"


Aku mencoba untuk mengambil informasi tentang Karuizawa dengan


menggunakan Hirata, tetapi sepertinya Hirata menggunakan kesempatan ini


untuk mendorong peran menyelamatkan Karuizawa dari masalahnya


kepadaku.


"Sepertinya kau ingin menjadi lebih dari sekadar jembatan yang


menghubungkan semua orang, kau hanya mementingkan dirimu sendiri.


Apa kau benar-benar sekutu semua orang?" Tanyaku kepada Hirata.


"Ya, aku berada di sisi Karuizawa-san dan aku juga berada di sisi Ayanokouji-


kun, tapi tergantung siapa yang aku ajak bicara, akhirnya aku juga mengubah


sikapku. Kau jauh lebih pintar dari pada apa yang orang lain pikirkan"


"Kau terlalu banyak memujiku"


"Benarkah, aku cukup percaya diri dalam membaca perasaan orang lain.


Aku ingin bertanya lebih lanjut tentang kepercayaan dirinya, tapi aku pikir


berbicara tentang solusi untuk masalah ini muncul duluan.


"Pertama, sekali aku lagi ingin bertanya tentang hubunganmu dengan


Karuizawa. Sepertinya hubunganmu dengan dia hanyalah sebuah kata dan


tidak nyata"


"Itu hanya ungkapan, Apa Ayanokouji-kun sudah menduga hal ini?”


"Sudah hampir empat bulan sejak kau mulai berpacaran dengan Karuizawa,


tapi aku belum melihat ada tanda-tanda hubunganmu yang sudah


berkembang sejak saat itu. Tentu saja, kau bisa mempertimbangkan pilihan


bahwa kau mempertahankan hubungan yang sebenarnya dan persaudaraan


dengannya. Tapi kau selalu menjaga jarak dari dia dan kalian masih saling


memanggil dengan nama belakang kalian"


Bahkan jika hubungan fisik mereka tidak berkembang, jika mereka semakin


dekat secara emosional, tentu saja mereka juga akan mengubah cara mereka


saling memanggil. Tapi untuk menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk lagi, hubungan Hirata dan Karuizawa tidak menunjukkan tanda-tanda


kemajuan yang seperti itu.


Dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, tidak menunjukkan tanda-


tanda kemajuan atau perubahan adalah hal yang aneh.


"Itu benar. Kami tidak benar-benar berpacaran. Kami hanya pergi satu sama


lain karena kami merasa perlu... Apa kau mengerti pertentangan di sini?"


Meski tidak saling berkencan, Itu masih perlu untuk dilakukan. Itu berarti


tujuan mereka adalah bersekutu dan itu artinya apa ada manfaat dari saling


berkencan satu sama lain? Lalu siapa yang meminta hal ini dan siapa yang


menyetujui permintaan itu?


Itu sudah jelas. Karuizawa lah yang meminta Hirata untuk memalsukan


hubungan mereka dan Hirata hanya menjawab permintaannya. Mengetahui


hal itu, tindakannya yang bisa dijelaskan oleh fakta ini sudah meningkat.


"Rumor tersebut dimulai sekitar tiga minggu setelah dimulainya awal


semester dan sejak saat itulah popularitas Karuizawa naik"


Kejadian ini juga bisa dilihat di dalam kelompok kami. Dengan menempelkan


dirinya ke Machida, Karuizawa mampu meyakinkan dirinya menjadi lebih


agresif dari sebelumnya dan pengaruhnya di dalam kelompok juga tumbuh


secara proporsional. Dengan kata lain, begitulah Karuizawa menjadi benalu


bagi Hirata.


"Jadi kau berpura-pura menjadi pacar Karuizawa untuk membantu


meningkatkan statusnya."


Aku meminta kebenaran dan Hirata hanya tersenyum kepadaku. Kupikir ini


adalah kebenaran yang sebenarnya... untuk beberapa saat aku menyadari


bahwa potongan-potongannya masih belum sesuai. Mungkin dia


menggunakan Hirata dan Machida untuk berdiri di puncak sistem kasta


sekolah? Tidak, jika hanya itu situasinya masih belum jelas. Jika dia ingin


mendominasi kelas, yang dia butuhkan adalah meminta Hirata untuk pergi


bersamanya dan Hirata mungkin akan setuju. Permintaannya terlalu tinggi.


Sikap keseharian Karuizawa sangat kuat dan terkadang dia juga berperan


sebagai penyerang dalam situasi intimidasi. Tapi kenapa dia menerima itu


tanpa mempertanyakannya?


Dan... apa Karuizawa benar-benar menggunakan Hirata dan yang lainnya


untuk meningkatkan statusnya di kelas? Itu juga merupakan masalah yang


patut dipertanyakan. Dalam masalah ini, kau tidak bisa mengatakan bahwa


dia menggunakan Machida hanya untuk meningkatkan pengaruhnya di


dalam kelompok.


Jika benar, dia tidak menunjukkan minat kepada proses kelompok tersebut


dan tetap diam sepanjang waktu. Jika demikian, tidak perlu menggunakan


Machida sejak awal.


Jadi apa sebenarnya... pemicu yang menyebabkan dia mendekati Machida?


Akhirnya sekarang aku merasa bahwa aku sudah mengerti dengan


perempuan yang bernama Karuizawa Kei.


'Untuk melindungi dirinya sendiri, ya?’


Dengan proses eliminasi, satu-satunya jawaban yang tersisa adalah sebuah


kebenaran. Tidak salah lagi.


"Kau sudah mengerti ,bukan? Sejujurnya saat aku mendengar jawaban ini


darimu, aku merinding" kata Hirata.


"Aku baru saja mendengarnya dari Horikita, Karuizawa memiliki alasan


sendiri untuk menggunakan Hirata dan yang lainnya,"


Aku mencoba menipunya seperti itu, tapi Hirata bukanlah seseorang yang


sederhana sehingga dia bisa jatuh begitu saja.


"Ayanokouji-kun jika aku harus memberitahumu dengan jujur... mungkin


kedengarannya kasar tapi aku menganggapmu menyeramkan. Seperti


wujud yang tidak menyenangkan. jika aku menyinggung perasaanmu aku


minta maaf"


"Tidak menyenangkan? kenapa kau berpikir seperti itu?"


"Aku sudah melihatmu sejak tahun ajaran dimulai, tapi Ayanokouji-kun saat


itu dan Ayanokouji-kun yang sekarang seperti dua orang yang berbeda.


Kehadiranmu terpancarkan dan kata-kata yang kau gunakan Hampir seperti


kau adalah orang yang berbeda dari biasanya”


Hirata memiliki kemampuan untuk membedakan tindakan dan perilaku


orang-orang di sekitarnya dan tidak pernah mengabaikan hal tersebut. Mau


bagaimana lagi jika dia memperhatikan perbedaan di dalam diriku.


"Aku sudah mengatakannya dengan jujur, ini hanya adalah berkat saran dari


Horikita, aku menceritakan kepada Horikita tentang kelompokku dan aku


mematuhi perintah yang diberikannya kepadaku, itu saja. Kejadian di pulau


itu juga sama. Horikita membuat keputusan yang benar dan membimbing


Kelas D meraih kemenangan sehingga kelas mendapatkan banyak poin


sebagai akibatnya. Dengan kata lain ada keuntungan dalam melakukan ini


untukku juga. Dia sangat buruk dalam komunikasi seperti yang kau tahu, jadi


aku hanya menyampaikan apa yang kau katakan kepadanya dan menerima

__ADS_1


perintah darinya”


Aku menghabiskan banyak waktu dengan Horikita dan Hirata yang


mengenalku dengan baik pasti tidak akan meragukan kata-kata yang aku


katakan.


"Kalau itu Horikita-san, pasti dia menilai jika menyelamatkan Karuizawa-


san akan membawa kelas sebuah keuntungan,"


"Itu benar"


"Tapi kupikir kau masih luar biasa, Ayanokouji-kun. Kau berbeda dengan


Ike-kun atau Yamauchi-kun"


"Aku lebih rendah dari mereka berdua"


"Bahkan jika kau hanya mengikuti perintah Horikita-san, tetap saja kau yang


sedang berbicara denganku saat ini. Tidak seperti pembicaraan yang hanya


mencakup rincian tatanannya. Untuk menyesuaikan dengan arus


pembicaraan dibutuhkan logika yang jelas. Bukan sesuatu yang bisa kau


pikirkan dalam semalam saja”


"......"


Hirata terlihat lebih baik dari perkiraanku. Meskipun juga keinginannya


untuk menyelamatkan dia, ia masih mampu mempertahankan kemampuan


normalnya yang tinggi.


"Itu yang kau katakan tapi, alasan kenapa aku menerima permintaan


Karuizawa-san untuk menjadi pacarnya adalah untuk membantunya


'melindungi dirinya sendiri' Itulah yang dia inginkan. Dia ingin aku


menyelamatkannya. Mungkin sulit bagimu untuk percaya, tapi sepanjang tahun SD dan SMP, selama 9 tahun penuh, dia menerima jumlah yang


mengerikan dari intimidasi”


"Aku tidak meragukanmu, tapi ini adalah cerita yang sebenarnya, bukan?"


Sepertinya hiperventilasi Karuizawa saat itu dipicu oleh masa lalunya.


Karena aku sendiri yang melihatnya, aku tidak bisa membantu tapi percaya


pada truma masa lalunya.


"Tentu saja aku baru bertemu dengan Karuizawa-san setelah dia masuk


sekolah ini, tapi aku mengerti, aku tahu tampilan, bau dan kehadiran


seseorang yang menjadi korban bullying. Itu sebabnya aku setuju untuk


pacaran dengannya. Posisinya sebagai pacarku, Karuizawa-san akan mampu


lolos dari masa mudanya yang diintimidasi. Aku pikir saat ini, sikap yang dia


miliki bukanlah Karuizawa-san yang sebenarnya. Dia sangat berusaha


bersikap keras, bukan? "


Aku pikir normalnya dia tidak bisa mengendalikan perasaannya dengan


baik. Korban bullying biasanya memiliki kepribadian seperti bunga sakura.


Patuh dan lemah. Juga di sisi lain, seseorang dengan kepribadian yang kuat


seperti Karuizawa juga cenderung diintimidasi. Singkatnya, kepribadian


Karuizawa saat ini adalah palsu. Karena itulah dia membutuhkan seseorang


seperti Hirata atau Machida di punggungnya.


Seseorang yang bisa


memerintah lingkungan untuknya. Dengan bertindak seperti itu, dia bisa


mendapatkan kembali pengaruhnya.


"Kurang lebih aku bisa mengerti sekarang. Tapi tunggu dulu, apa untungnya


jika kau melakukan ini?" Tanyaku kepada Hirata.


Ini bisa menjadi ungkapan yang umum, tapi cinta adalah bagian dari remaja


bagi murid. Hirata sangat populer di kalangan anak perempuan. Kemudian


dengan berpura-pura berpacaran dengan Karuizawa, dia akan menyerah


kepada cinta sejati.


"Keuntungannya? Karuizawa-san akan menjalani kehidupan SMA-nya tanpa


diintimidasi. Itu saja"


Dia hanya mengatakan hal tersebut. Ini bukan sebuah kemunafikan atau


cinta dan juga bukan untuk dirinya sendiri.


"Apa kau tidak percaya kepadaku? Jika itu satu-satunya alasanku?"


"Bukam berarti aku tidak mempercayaimu, tapi ada makna yang lebih dalam


di balik itu, bukan?" Aku bertanya padanya sebagai balasannya.


Hirata tidak akan ragu jika itu untuk menyelamatkan teman, tapi dia juga


mengenal Manabe dan yang lainnya sebagai teman. Cara dia peduli dengan


orang lain hampir bisa digambarkan sebagai sebuah penyakit.


Karena dia menceritakan banyak hal tentang hal ini, tidak diragukan lagi jika


Hirata juga merasa perlu memberitahuku tentang hal ini. Dia membeli


beberapa minuman kalengan dari mesin penjual otomatis dan


melemparkannya padaku. Aku menerimanya dengan rasa syukur.


"Sampai tahun keduaku di SMP, jika aku harus jujur mengatakan bahwa aku


adalah orang biasa yang tidak banyak menonjol"


"Hirata ... aku benar-benar tidak bisa membayangkan hal itu"


Kepribadian itu terlalu jauh berbeda dengan laki-laki yang selalu


menunjukkan kepemimpinan yang prima.


"Aku tidak terlalu menonjol dan aku juga tidak terlihat, temanku juga seperti


itu, aku benar-benar normal, aku punya teman yang aku jalani dengan sangat


baik sejak aku masih kecil bernama Sugimura-kun. Selama enam tahun di SD


kami bersama di kelas yang sama dan karena kami adalah tetangga kami


juga selalu pergi ke dan dari sekolah"


kata Hirata dengan suara penuh nostalgia dan Hirata mengingat masa


lalunya.


"Ketika kami masuk di SMP, untuk pertama kalinya, kami dipisahkan


menjadi kelas yang berbeda, namun meski begitu, pada awalnya kami masih


pergi ke sekolah dan kembali ke rumah bersama-sama. Tetapi, hari-hari


yang kami lakukan mulai jarang secara perlahan dan aku mulai bermain


bersama anak laki-laki dari kelas baruku, ini cerita biasa yang bisa kau


dengar dari mana saja"lanjutnya.


Memang normal jika di lingkungan yang baru, seseorang pasti akan


membuat teman yang baru. Tidak ada yang aneh di dalam hal itu sendiri.


"Tapi, kau lihat... meski aku sibuk bermain dengan teman-temanku. Di


belakang, Sugimura-kun benar-benar diintimidasi"


Hirata terus berkata sambil mencengkeram sekaleng jusnya. Bahkan orang


luar pun tahu apa yang terjadi.


"Sugimura-kun sering mengirimi ku permintaan pertolongan berkali-kali,


berkali-kali juga dia muncul dengan wajah yang terluka dan bekas luka di


sekujur tubuhnya, tapi aku malah memprioritaskan bermain dengan teman


baruku dan tidak pernah menganggapnya serius. Sugimura-kun yang


awalnya memiliki kepribadian yang keras kepala, selalu cepat untuk


berkelahi jadi aku tidak pernah memikirkan situasinya secara mendalam.


Tetapi ketika kami berdua menjadi murid kelas 2, kami dipertemukan


kembali. Dan sejak saat itu, Sugimura-kun sudah menjadi sakit hati.


Gambaran yang ceria sudah tidak ada lagi dan bekas yang ditinggalkan oleh


pukulan dan tendanganlah yang tersisa. Dia bahkan tidak diizinkan masuk


ke toilet dan terpaksa ngompol di tengah kelas. Hal semacam itu sudah


menjadi rutinitas... "


"Jadi kau melihatnya dan..."


"Ya, aku pikir kau juga mengerti, tapi aku tidak melakukan apapun, aku tidak


bisa melakukan apapun. Aku terlalu takut jika aku akan menjadi target yang


baru. Aku takut hidupku yang menyenangkan kemudian akan hancur... dan


untuk Sugimura-kun yang selalu bersama denganku, aku terus berpura-pura


tidak melihatnya. Aku percaya suatu hari para pengganggu akan merasa


bosan kepadanya. Suatu hari Sugimura-kun akan berhenti datang ke sekolah


dan bullying akan berhenti atau orang lain akan datang dan


menyelamatkannya. Aku terus memikirkan hal-hal yang meyakini diri


sendiri seperti itu”


"Dan Sugimura itu... apa yang akhirnya terjadi kepadanya?"


"Bahkan sekarang ingatan di hari itu sudah terbakar di kepalaku. Setelah


berlatih sepak bola di pagi hari, aku kembali ke kelasku dan di sana, aku


melihat Sugimura-kun dan memutuskan untuk menunggu sambil mengikuti.


Jujur saja, pada saat itu, aku merasa tidak nyaman. Meskipun dia adalah


teman yang pernah bermain denganku sejak kecil, pada saat dia hampir


merasa seperti orang asing bagiku, aku tidak bisa berhenti berpikir kejam


seperti aku akan diintimidasi bersamanya. Mungkin Sugimura-kun juga


melihat hatiku yang busuk, namun dia tidak mengatakan apapun. Tapi


seperti meminta bantuan... hari itu di tengah kelas, dia melompat keluar


jendela "kata Hirata padaku.


"Lompat keluar? Apa dia sudah mati?"


"Sepertinya dia diaknosa mati otak, namun sampai sekarang pun, orang


tuanya masih menunggu pemulihan Sugimura-kun dan percaya kepadanya.


Tapi apakah dia masih hidup atau mati sekarang, aku tidak tahu. Kejadian


hari itu masih bagitu nyata. Jadi, aku masih bertanya-tanya apakah itu hanya


sebuah mimpi atau halusinasi, itu luar biasa, karena saat Sugimura-kun


melompat, aku menjadi sadar. Dengan menghargai diri sendiri, aku


mendorong temanku yang berharga kepada kematiannya"


Dan begitulah laki-laki bernama Hirata Yousuke lahir.


"Aku tidak berpikir ini akan memberikan keselamatan untuk Sugimura-kun,


tapi, paling tidak, aku ingin berubah dan untuk melakukannya, aku pikir


satu-satunya cara adalah menyelamatkan orang lain seperti dia" lanjut


Hirata.


"Bukan berarti aku tidak mengerti bagaimana perasaanmu, tapi dunia tidak


sesederhana itu. Bahkan saat ini, seseorang di suatu tempat semakin


diintimidasi dan seperti Sugimura yang kau bicarakan, mereka mencoba


untuk menyelamatkan kehidupan mereka sendiri. Kau tidak bisa


menghentikan orang-orang itu, bukan? " Kataku pada Hirata.


"Tentu saja aku mengerti itu, aku bukan pahlawan keadilan. Tapi aku ingin


menyelamatkan orang-orang di depanku. Aku harus menyelamatkan


mereka. Itulah tanggung jawabku yang menanggung dosa"


"Lalu bagaimana kau akan memutuskan masalah ini? kau ingin


menyelamatkan Karuizawa dan Manabe, tapi itu adalah tugas yang tidak


mungkin,"


"Aku tahu ini adalah tugas yang tidak mungkin, karena itulah kau berada di


sini sekarang,"


Aku mengerti, sepertinya dia sendiri memperhatikan kekurangannya


sendiri. Bagaimanapun, dia terlihat tidak mampu dan ingin menyelamatkan


orang yang dia kenal.


"Aku tidak pernah menduga akan tiba saatnya aku akan menceritakan kisah


ini kepada orang lain. Tidak ada orang yang tahu tentang hal ini, itu adalah


bagian kenapa aku memilih sekolah ini" lanjutnya.


Kemudian setelah menghabiskan jusnya, dia melemparkannya ke tempat


sampah.


"Bisakah aku mempercayakan ini kepada Horikita-san?"


"Jika kau bisa berjanji untuk tidak membocorkannya, aku yakin Horikita


akan melakukan sesuatu mengenai hal ini"


"Kalau begitu aku akan memilih untuk percaya kepada kalian berdua, karena


itu juga harapanku" Hirata memberitahuku.


Sepertinya saat ini Hirata tidak akan ikut ke dalam masalah Karuizawa dan


kemungkinan besar mulai sekarang, kapan pun Hirata dalam masalah, dia


mungkin akan bergantung kepadaku. Tapi itu juga berarti bahwa aku sudah


berhasil mengamankan kerja sama dengan Hirata. Itu akan menjadi


kekuatan besar yang aku dapatkan dari sisiku. Wajar jika dia mendapat


upahnya sendiri juga.


"Hirata, karena kau memiliki jaringan sosial yang besar, aku ingin meminta


bantuanmu, maukah kau mendengarkanku?"


Dan dengan kalimat itu, aku menyerahkan Hirata selembar kertas. Dan


setelah membacanya, Hirata menerima permintaanku tanpa membuat


wajah yang tidak nyaman.


"Dan juga Ayanokouji-kun, sejak ujian dimulai, masih ada satu hal yang aku


sembunyikan darimu. Aku tahu siapa ‘target’ terakhir di antara murid Kelas


D ..." katanya.

__ADS_1


***


__ADS_2