
Tengah malam. Atau lebih tepatnya, dua jam lewat dari tengah malam.
Teman sekamarku terlihat terbangun dengan tenang. Berhati-hatilah untuk
tidak membangunkan ketiga orang lainnya yang tertidur di ruangan
tersebut, dia perlahan turun dari tempat tidur.
Karena murid diperintahkan oleh peraturan sekolah untuk tidur dengan jersey mereka, maka mereka meninggalkan kamar mereka saat sedang
memakainya. Setelah memastikan bahwa dia tidak hanya pergi ke toilet, aku juga meraih kunci kartu kamarku dan turun dari tempat tidur sendirian.
Tidak ada jaminan bahwa dia akan melakukan pergerakannya hari ini, tetapi
sepertinya hasil kerja kerasku akhirnya terlihat dengan sendirinya.
Begitu menyadari bahwa aku juga sudah terbangun, dia cepat-cepat berbalik
menatapku. Mata kami bertemu dan tanpa mengalihkan pandang dari
matanya, aku mengatakan kepadanya bahwa ada sesuatu yang perlu aku
bicarakan dengannya. Dia menjawab bahwa dia akan menunggu di koridor.
Lalu dia meninggalkan ruangan, dan di koridor dia menungguku dengan
ekspresi yang keras.
"Apa aku membangunkanmu atau kau sudah terbangun, yang mana yang
benar?" dia bertanya kepadaku.
"Yang terakhir, kupikir kau akan meninggalkan kamar malam ini" jawabku.
"Kenapa kau berpikir seperti itu? Malam ini adalah malam pertama kalinya
aku benar-benar meninggalkan kamar di malam hari"
Aku menilai situasi dan memutuskan untuk bertengkar tidak akan
membawa kami ke mana pun dan bertanya dengan jujur.
"Bukan begitu. hanya saja apa Karuizawa menghubungimu malam ini?"
Dan dengan satu kata itu dia terlihat sudah mengerti semuanya. Seperti yang
diharapkan dari Hirata, Kemampuannya untuk memahami situasi memang
tak ada tandingannya.
"Kau tahu sesuatu?"
"Aku berada di kelompok yang sama dengan Karuizawa, aku tidak tahu
sampai sejauh mana, tapi kurang lebih aku mengerti situasinya,"
Sepertinya Hirata sedang menungguku untuk mengatakan yang lebih
banyak lagi dan tentu saja dengan penjelasan yang aku berikan saat ini,
masih belum cukup menjadi alasan kenapa aku mengikutinya sampai larut
malam.
"Kau pernah mengatakan bahwa kau ingin aku bertindak sebagai jembatan
antara dirmu dan Horikita, bukan?"
"Aku mengerti, jadi kau di sini karena Horikita-san yang memerintahkanmu,
bukan?"
Ini mengurangi kesulitanku untuk menjelaskan lebih banyak kepadanya
sehingga akan sangat mudah bagiku.
"Ya, dia memerintahku untuk melaporkan semua kelompok (kelinci)
kepadanya, termasuk situasi Karuizawa. Jadi, begitu aku mendengar tentang
situasi Karuizawa dan melaporkan itu kepadanya, dia juga
memerintahkanku untuk mengawasimu. Tentu saja dia memerintahkanku
untuk mengupingmu, tapi karena kau mengatakan kepadaku untuk menjadi
jembatan antara kau dan dia, aku pikir aku lebih suka tidak mematai-
mataimu. Ini merupakan kesempatan bagiku untuk mendengarnya darimu
juga, "
"Informasi apa yang dia inginkan?"
"Segala sesuatu yang diketahui Hirata tentang Karuizawa, dan isi
pembicaraanmu dengannya"
Sepertinya Hirata yang belum mengetahui keadaan kelompok (kelinci) ini
menjadi bingung tentang kenapa dia memerlukan informasi tentang
Karuizawa khususnya informasi tentang kelompok itu sendiri. Tetapi paling
tidak dia mengerti bahwa informasi ini cenderung mempengaruhi apa yang
akan terjadi di masa depan.
"Aku tidak yakin berapa banyak yang bisa aku katakan kepadamu, aku masih
harus mempertimbangkan perasaan Karuizawa-san"
Dan dengan begitu, Hirata mulai berjalan menyusuri koridor. Dalam
skenario yang tenang ini, aku tidak merasa sedang mamemaksanya untuk
berbicara sehingga aku mengejarnya dengan langkah tenang yang bebas
dari kekhawatiran.
Meskipun aku sudah berbaring di tempat tidur selama sekitar dua jam,
rambutku masih dalam kondisi yang sempurna. Aku tidak terlalu peduli
pada diriku sendiri, tetapi untuk memastikan agar orang-orang tidak merasa
tidak nyaman saat melihatku, aku harus mempertimbangkan kondisi
rambutku.
"Aku yakin Ayanokouji-kun tidak akan mengatakan apapun yang tidak
penting, tapi apa yang akan aku katakan adalah informasi yang sangat sensitif dan kemungkinan Karuizawa-san akan menolak untuk berbicara dan kembali. Aku hanya ingin kau menyimpan fakta-fakta itu di dalam
pikiranmu"
Selalu ada pilihan untukku menguping mereka sambil menyembunyikan
diri, tetapi tidak mungkin Hirata membiarkan hal yang seperti itu. Karena ini
adalah sesuatu yang Karuizawa tidak ingin orang lain dengar, dia tidak akan
pernah mengizinkanku menguping seperti itu. Jadi yang terbaik di dalam
skenario ini yang bisa aku lakukan adalah mengangguk sebagai jawaban.
Tempat pertemuan berada di depan mesin penjual otomatis yang terletak di
daerah peristirahatan di lantai dua. Itu berada di tengah koridor panjang di
atas kapal. Tempat yang mudah dilihat dan mudah bagi seseorang untuk
memperhatikan jika ada seseorang yang menguping mereka.
Lokasi ini membuatnya sangat sulit untuk menyembunyikan diri dan
mendengarkan. Karuizawa sudah ada di sana, dengan jersey, duduk di sofa
sambil menunggu Hirata. Awalnya saat dia melihatnya, dia tersenyum
sebentar, tetapi saat dia melihatku di belakang Hirata, dia segera berubah
dan terganti menjadi ekspresi marah.
"Kenapa Ayanokouji-kun bersama Hirata-kun?"
"Jangan khawatir, aku memanggilnya dan kami datang bersama"
"Hirata-kun? Kenapa? Aku sudah bilang jika aku ingin berbicara denganmu
sendirian"
“Aku tahu, tapi aku khawatir dengan apa yang Karuizawa-san katakan
kepadaku di telepon, jadi aku membawa Ayanokouji-kun yang sepertinya
mengerti situasi ini. Maaf karena bertindak sendiri seperti ini"
Meskipun Karuizawa terlihat sangat tidak puas dengan kondisi ini,
sepertinya dia tidak akan membentak Hirata.
"Tapi... aku masih ingin berbicara denganmu sendirian..."
"Jika memang begitu, tapi kau tidak pernah mengatakan bahwa kita akan
berbicara hanya berdua di telepon"
Kurang lebih aku sudah bisa menyimpulkan bahwa ini berhubungan dengan
masalah Kelas C yang dipimpin oleh Manabe. Tetapi aku bertanya-tanya
bagaimana Karuizawa akan memulai topik ini. Jika dia hanya ingin menghibur dirinya sendiri dengan berbicara bersama Hirata, tidak perlu bersikeras untuk berduaan bersamanya.
Itu berarti dia ingin membicarakan topik yang tidak bisa didengar oleh orang
luar. Bagaimanapun, tetap diam seperti ini tidak ada gunanya sehingga
Hirata mulai membicarakan isi telpon mereka.
"Kau menceritakan kepadaku tentang pertengkaran yang kau hadapi dengan
Manabe-san dan teman-temannya dari Kelas C. Apa itu benar?"
Menanggapi pertanyaan itu Karuizawa membuka mulutnya sedikit untuk
menjawab, tetapi mungkin dia masih mewaspadai kehadiranku, tidak ada
jawaban yang muncul. Sekali lagi Hirata yang memecahkan kesunyian.
"Apa Ayanokouji-kun sudah tahu tentang pertengkaranmu dengan Manabe-
san dan yang lainnya?"
"Sedikit"
Karena pembicaraan bersamanya terlihat tidak berjalan dengan baik, Hirata
sepertinya berniat untuk bertanya kepadaku. Karuizawa masih merasa tidak
puas dengan situasi ini, namun dengan patuh tetap diam dan mendengarkan
pembicaraan kami. Mungkin karena akulah yang melihat Karuizawa
diganggu oleh Manabe saat itu.
"Dari apa yang Karuizawa-san katakan kepadaku, sepertinya mereka
menuduhnya duluan dan kemudian menyeretnya ke tempat yang sepi dan
hampir menyerangnya dengan brutal"
“Ya, itu benar, aku melihatnya sendiri, Yukimura juga melihatnya”
"Aku mengerti ..." kata Hirata sambil menatapku serius.
Lalu ia memejamkan matanya. Dalam masalah ini, aku bertanya-tanya
bagaimana keputusan Hirata? memanggil Manabe dan yang lainnya dan
menegur mereka? Atau laporkannya ke sekolah?
"Jika Manabe-san dan yang lainnya benar-benar menggunakan kekerasan,
maka kita harus melakukan sesuatu untuk hal ini. Aku tidak bisa
membiarkan sesama teman menggunakan kekerasan satu sama lain"
Mendengar kata-kata itu meluap dengan rasa keadilan yang heroik, aku
melihat Karuizawa tersenyum kepada Hirata sejenak. Tapi begitu dia
menyadari bahwa aku menatapnya, dia segera kembali ke ekspresi marah.
"Karuizawa-san, kau diintimidasi sampai tidak bisa melawan, apa itu benar?"
"Tidak...."
Meski tidak bisa menjawab dengan benar, Karuizawa hanya menatap tanpa
suara. Tapi karena dia tidak menyangkalnya, sepertinya ini benar.
Karuizawa terlihat memiliki sedikit masalah dengan seorang perempuan
bernama Rika di masa lalu. Manabe dan yang lainnya mencoba membuatnya
meminta maaf untuk itu. Tapi pada akhirnya, hal itu hampir meningkat
menjadi kekerasan kepada Karuizawa. Setelah mendengar ceritanya, Hirata
mengangguk.
"Aku mengerti, itu sebabnya kau memberitahukan aku sesuatu sepertu yang
seperti itu"
"Sesuatu yang seperti itu?" Aku bertanya.
"Karuizawa-san menyuruhku membelanya dan membalas Manabe-san dan
yang lainnya" kata Hirata.
Ini jauh lebih mudah daripada yang aku harapkan.
Tapi dari sudut pandang orang yang menerima intimidasi, pola pikir
‘dibunuh atau membunuh’ membuatku terkejut. Dan tentu saja, saat Hirata
mengucapkan kata-kata tersebut, Karuizawa yang diam sampai sekarang,
berbicara.
"Kenapa kau menceritakan semua ini kepadanya?"
"Karena ini bukan Karuizawa-san yang biasa. Kau bukan tipe orang yang
mencoba melawan kekerasan dengan kekerasan, Karuizawa-san"
"Tapi dia sedang diintimidasi, benarkan? Jika kau memang pacarnya, maka
kau memiliki kewajiban untuk menyelamatkannya" kataku kepada Hirata.
"Ya, aku tahu itu masalahnya, tapi aku tidak percaya pada kalimat ‘mata
dibalas dengan mata, kau tau?"
Sisi dari dua hal yang belum aku ketahui, aku merasakan keyakinan yang
berbeda bercampur aduk di sana.
"ayo kita pikirkan bersama-sama, bagaimana berteman dengan Manabe-san
dan kelompoknya!"
"Itu tidak mungkin, aku diserang oleh mereka secara sepiahak. Tolong
mengertilah ..." Karuizawa memohon kepada Hirata.
"Secara sepihak? Bukankah itu karena kau menggertak Morofuji-san duluan,
Karuizawa-san?"
Morofuji, aku yakin yang Hirata maksud adalah perempuan bernama Rika.
Dia juga melakukan penulusuran kepada mereka. aku pikir, itu sangat luar
biasa.
"Tapi itu... aku tidak punya pilihan lain... Shinohara-san dan yang lainnya
memperhatikanku" kata Karuizawa.
"Jadi intinya, karena Shinohara ada di sana, kau tidak punya pilihan lain? apa
maksudmu?" Aku bertanya.
“tutup mulutmu!"
Begitu aku menyuarakan pertanyaanku, Karuizawa langsung meneriakiku
untuk diam. Teriakan itu bergema di koridor.
"Kumohon, tolong lindungi aku... Hirata-kun kau akan melindungiku kan?"
Karuizawa mengemis kepada Hirata.
"Tentu saja aku akan melindungimu, tapi aku juga tidak akan melakukan
__ADS_1
apapun kepada Manabe-san dan yang lainnya. Aku akan mencoba
menemukan jalan bagimu untuk saling berbicara dan berkumpul bersama"
“Aku bilang itu tidak mungkin! Jika itu hal yang mudah, aku tidak akan
memintamu untuk membantuku"
Terlihat sedikit ekstrem, tapi aku bisa mengerti perasaan Karuizawa. Posisi
dia saat ini jauh lebih berbahaya dari yang diperkirakan. Aku tidak akan
terkejut jika ini akan meningkat menjadi insiden kekerasan yang serius.
Sekolah memiliki aturan tertentu. Merokok untuk anak di bawah umur
adalah salah satu contohnya, dan tentu saja, itu adalah peraturan yang ada
di SMA manapun di sebuah negara. Namun, masih ada murid yang berhasil
lolos dari satu atau dua rokok diam-diam.
Dengan kata lain, ada beberapa peraturannya yang tidak bisa mencegah di
sepanjang waktu. Bullying adalah salah satunya. Hirata sepertinya khawatir
dengan Karuizawa, tapi pada saat bersamaan, dia juga khawatir dengan
Manabe. Sepertinya Hirata bertekad untuk menyelesaikan ini dengan
menenangkan kedua belah pihak dengan damai.
Dengan kata lain, Hirata terlihat seperti tidak menganggapnya sebagai
seorang pacar tapi sama seperti teman normal yang lainnya.
"Tidak peduli apa alasannya, aku tidak bisa melakukan apa yang kau
harapkan untuk aku lakukan. Bagiku, Karuizawa-san memang teman sekelas
yang berharga. Jika ada masalah yang mengganggumu, aku akan
melindungimu. Tapi apapun alasannya, aku tidak akan menyakiti orang lain.
Bahkan jika itu adalah murid Kelas C "
"Kau pembohong! Kau bilang jika kau akan melindungiku!" Karuizawa
berteriak kepada Hirata.
"Pembohong? Aku Sudah bilang akan mengambil sikap seperti ini sejak
awal"
Hirata mengatakan sesuatu yang sulit dipercaya oleh murid Kelas D.
"Aku sudah bilang dari awal, bukan? Jika kita bukan sepasang kekasih. Itu
tidak nyata, aku tidak keberatan berpura-pura pacaran denganmu, tapi aku
tidak akan membantumu seperti ini dan kau tidak bisa bergantung
kepadaku"
Sepertinya hubungan yang tidak seorang pun bisa meragukan mereka
berdua sebenarnya sudah dipalsukan.
"... kenapa kau memberitahukan ini sekarang?" Tanya Karuizawa.
Tentu saja ini adalah keluhan terhadap pemberitahuan yang aku dengar
baru saja dan sekarang aku mengerti apa tujuan Hirata, dia menggunakan
Karuizawa untuk mengungkapkan informasi sebagai penghormatan kepada
Horikita. Sesuatu yang seperti itu.
"Aku pikir untuk bisa menyelamatkanmu diperlukan sebuah pendekatan
baru"
Bukan berarti dia benar-benar meninggalkan Karuizawa, dia sedang
berusaha menyelamatkannya dengan caranya sendiri. Dia kemudian mendekati Karuizawa yang terlihat sudah kehilangan ketenangannya, tetapi
dia tidak berusaha menyentuh bahunya yang rapuh.
"Apa yang kau bicarakan... Aku harus menggunakan kekerasan sendirian?"
"Aku tidak bilang seperti itu, aku akan melakukan yang terbaik untuk
menyelamatkanmu. Di pagi hari, aku berencana untuk berbicara dengan
Manabe-san dan yang lainnya, meminta dia untuk berhenti mengganggu
Karuizawa-san. Kau mungkin tidak menyukainya, tapi aku ingin berbicara
kepada mereka bahwa kau ingin meminta maaf kepada mereka"
"Bukan itu yang kuinginkan!"
Tentu saja, sepertinya Karuizawa meminta Hirata untuk membalas dendam
terhadap Manabe dan yang lainnya karena sudah menggertak dia. Dengan
pertimbangan seperti itu, ini terlihat seperti esensi nyata Karuizawa,
Kepribadiannya yang sebenarnya. Lebih dari sumua itu, sepertinya
Karuizawa memiliki sesuatu yang sangat dia takuti.
"Aku mengerti. Jika itu masalahnya tidak ada yang bisa aku lakukan
untukmu. Maaf soal itu" Hirata dengan dingin memberitahunya.
Bahkan dalam situasi seperti ini, ia mampu untuk tetap tenang. Tetapi meski
tetap tenang, Hirata memberi Karuizawa yang tidak bisa melakukan apapun
kecuali bergantung padanya hukuman mati.
"Ayanokouji-kun, jika ada ide tolong beritahu kami"
Sepertinya dia berusaha mendorong peran ini kepadaku.
"Tidak perlu! Jika kau tidak mau mendengarkan permintaanku, maka aku
tidak membutuhkan seseorang sepertimu!"
Karuizawa berteriak sambil menendang sekaleng jus dari mesin penjual
otomatis di koridor. Jus di dalamnya tersebar di lantai dan suara yang
bergema sepanjang koridor.
"Hubungan kita berakhir sampai di sini hari ini. Sudah berakhir!"
Karuizawa menyatakan hal itu kepada Hirata. Daripada kebenaran
hubungan mereka yang sudah terungkap, Hirata terlihat kesal kepada
dirinya karena tidak bisa membantunya. Meski Karuizawa pergi, Hirata
tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mengejarnya. Itu berarti dia sudahmemutuskan bahwa Karuizawa bukanlah orang yang harus dia pedulikan
sekarang.
"Ayanokouji-kun, ada beberapa hal yang tidak bisa kulakukan. Karena itulah
kau disini sekarang, aku ingin kau mengerti itu"
Aku mencoba untuk mengambil informasi tentang Karuizawa dengan
menggunakan Hirata, tetapi sepertinya Hirata menggunakan kesempatan ini
untuk mendorong peran menyelamatkan Karuizawa dari masalahnya
kepadaku.
"Sepertinya kau ingin menjadi lebih dari sekadar jembatan yang
menghubungkan semua orang, kau hanya mementingkan dirimu sendiri.
Apa kau benar-benar sekutu semua orang?" Tanyaku kepada Hirata.
"Ya, aku berada di sisi Karuizawa-san dan aku juga berada di sisi Ayanokouji-
kun, tapi tergantung siapa yang aku ajak bicara, akhirnya aku juga mengubah
sikapku. Kau jauh lebih pintar dari pada apa yang orang lain pikirkan"
"Kau terlalu banyak memujiku"
"Benarkah, aku cukup percaya diri dalam membaca perasaan orang lain.
Aku ingin bertanya lebih lanjut tentang kepercayaan dirinya, tapi aku pikir
berbicara tentang solusi untuk masalah ini muncul duluan.
"Pertama, sekali aku lagi ingin bertanya tentang hubunganmu dengan
Karuizawa. Sepertinya hubunganmu dengan dia hanyalah sebuah kata dan
tidak nyata"
"Itu hanya ungkapan, Apa Ayanokouji-kun sudah menduga hal ini?”
"Sudah hampir empat bulan sejak kau mulai berpacaran dengan Karuizawa,
tapi aku belum melihat ada tanda-tanda hubunganmu yang sudah
berkembang sejak saat itu. Tentu saja, kau bisa mempertimbangkan pilihan
bahwa kau mempertahankan hubungan yang sebenarnya dan persaudaraan
dengannya. Tapi kau selalu menjaga jarak dari dia dan kalian masih saling
memanggil dengan nama belakang kalian"
Bahkan jika hubungan fisik mereka tidak berkembang, jika mereka semakin
dekat secara emosional, tentu saja mereka juga akan mengubah cara mereka
saling memanggil. Tapi untuk menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk lagi, hubungan Hirata dan Karuizawa tidak menunjukkan tanda-tanda
kemajuan yang seperti itu.
Dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, tidak menunjukkan tanda-
tanda kemajuan atau perubahan adalah hal yang aneh.
"Itu benar. Kami tidak benar-benar berpacaran. Kami hanya pergi satu sama
lain karena kami merasa perlu... Apa kau mengerti pertentangan di sini?"
Meski tidak saling berkencan, Itu masih perlu untuk dilakukan. Itu berarti
tujuan mereka adalah bersekutu dan itu artinya apa ada manfaat dari saling
berkencan satu sama lain? Lalu siapa yang meminta hal ini dan siapa yang
menyetujui permintaan itu?
Itu sudah jelas. Karuizawa lah yang meminta Hirata untuk memalsukan
hubungan mereka dan Hirata hanya menjawab permintaannya. Mengetahui
hal itu, tindakannya yang bisa dijelaskan oleh fakta ini sudah meningkat.
"Rumor tersebut dimulai sekitar tiga minggu setelah dimulainya awal
semester dan sejak saat itulah popularitas Karuizawa naik"
Kejadian ini juga bisa dilihat di dalam kelompok kami. Dengan menempelkan
dirinya ke Machida, Karuizawa mampu meyakinkan dirinya menjadi lebih
agresif dari sebelumnya dan pengaruhnya di dalam kelompok juga tumbuh
secara proporsional. Dengan kata lain, begitulah Karuizawa menjadi benalu
bagi Hirata.
"Jadi kau berpura-pura menjadi pacar Karuizawa untuk membantu
meningkatkan statusnya."
Aku meminta kebenaran dan Hirata hanya tersenyum kepadaku. Kupikir ini
adalah kebenaran yang sebenarnya... untuk beberapa saat aku menyadari
bahwa potongan-potongannya masih belum sesuai. Mungkin dia
menggunakan Hirata dan Machida untuk berdiri di puncak sistem kasta
sekolah? Tidak, jika hanya itu situasinya masih belum jelas. Jika dia ingin
mendominasi kelas, yang dia butuhkan adalah meminta Hirata untuk pergi
bersamanya dan Hirata mungkin akan setuju. Permintaannya terlalu tinggi.
Sikap keseharian Karuizawa sangat kuat dan terkadang dia juga berperan
sebagai penyerang dalam situasi intimidasi. Tapi kenapa dia menerima itu
tanpa mempertanyakannya?
Dan... apa Karuizawa benar-benar menggunakan Hirata dan yang lainnya
untuk meningkatkan statusnya di kelas? Itu juga merupakan masalah yang
patut dipertanyakan. Dalam masalah ini, kau tidak bisa mengatakan bahwa
dia menggunakan Machida hanya untuk meningkatkan pengaruhnya di
dalam kelompok.
Jika benar, dia tidak menunjukkan minat kepada proses kelompok tersebut
dan tetap diam sepanjang waktu. Jika demikian, tidak perlu menggunakan
Machida sejak awal.
Jadi apa sebenarnya... pemicu yang menyebabkan dia mendekati Machida?
Akhirnya sekarang aku merasa bahwa aku sudah mengerti dengan
perempuan yang bernama Karuizawa Kei.
'Untuk melindungi dirinya sendiri, ya?’
Dengan proses eliminasi, satu-satunya jawaban yang tersisa adalah sebuah
kebenaran. Tidak salah lagi.
"Kau sudah mengerti ,bukan? Sejujurnya saat aku mendengar jawaban ini
darimu, aku merinding" kata Hirata.
"Aku baru saja mendengarnya dari Horikita, Karuizawa memiliki alasan
sendiri untuk menggunakan Hirata dan yang lainnya,"
Aku mencoba menipunya seperti itu, tapi Hirata bukanlah seseorang yang
sederhana sehingga dia bisa jatuh begitu saja.
"Ayanokouji-kun jika aku harus memberitahumu dengan jujur... mungkin
kedengarannya kasar tapi aku menganggapmu menyeramkan. Seperti
wujud yang tidak menyenangkan. jika aku menyinggung perasaanmu aku
minta maaf"
"Tidak menyenangkan? kenapa kau berpikir seperti itu?"
"Aku sudah melihatmu sejak tahun ajaran dimulai, tapi Ayanokouji-kun saat
itu dan Ayanokouji-kun yang sekarang seperti dua orang yang berbeda.
Kehadiranmu terpancarkan dan kata-kata yang kau gunakan Hampir seperti
kau adalah orang yang berbeda dari biasanya”
Hirata memiliki kemampuan untuk membedakan tindakan dan perilaku
orang-orang di sekitarnya dan tidak pernah mengabaikan hal tersebut. Mau
bagaimana lagi jika dia memperhatikan perbedaan di dalam diriku.
"Aku sudah mengatakannya dengan jujur, ini hanya adalah berkat saran dari
Horikita, aku menceritakan kepada Horikita tentang kelompokku dan aku
mematuhi perintah yang diberikannya kepadaku, itu saja. Kejadian di pulau
itu juga sama. Horikita membuat keputusan yang benar dan membimbing
Kelas D meraih kemenangan sehingga kelas mendapatkan banyak poin
sebagai akibatnya. Dengan kata lain ada keuntungan dalam melakukan ini
untukku juga. Dia sangat buruk dalam komunikasi seperti yang kau tahu, jadi
aku hanya menyampaikan apa yang kau katakan kepadanya dan menerima
__ADS_1
perintah darinya”
Aku menghabiskan banyak waktu dengan Horikita dan Hirata yang
mengenalku dengan baik pasti tidak akan meragukan kata-kata yang aku
katakan.
"Kalau itu Horikita-san, pasti dia menilai jika menyelamatkan Karuizawa-
san akan membawa kelas sebuah keuntungan,"
"Itu benar"
"Tapi kupikir kau masih luar biasa, Ayanokouji-kun. Kau berbeda dengan
Ike-kun atau Yamauchi-kun"
"Aku lebih rendah dari mereka berdua"
"Bahkan jika kau hanya mengikuti perintah Horikita-san, tetap saja kau yang
sedang berbicara denganku saat ini. Tidak seperti pembicaraan yang hanya
mencakup rincian tatanannya. Untuk menyesuaikan dengan arus
pembicaraan dibutuhkan logika yang jelas. Bukan sesuatu yang bisa kau
pikirkan dalam semalam saja”
"......"
Hirata terlihat lebih baik dari perkiraanku. Meskipun juga keinginannya
untuk menyelamatkan dia, ia masih mampu mempertahankan kemampuan
normalnya yang tinggi.
"Itu yang kau katakan tapi, alasan kenapa aku menerima permintaan
Karuizawa-san untuk menjadi pacarnya adalah untuk membantunya
'melindungi dirinya sendiri' Itulah yang dia inginkan. Dia ingin aku
menyelamatkannya. Mungkin sulit bagimu untuk percaya, tapi sepanjang tahun SD dan SMP, selama 9 tahun penuh, dia menerima jumlah yang
mengerikan dari intimidasi”
"Aku tidak meragukanmu, tapi ini adalah cerita yang sebenarnya, bukan?"
Sepertinya hiperventilasi Karuizawa saat itu dipicu oleh masa lalunya.
Karena aku sendiri yang melihatnya, aku tidak bisa membantu tapi percaya
pada truma masa lalunya.
"Tentu saja aku baru bertemu dengan Karuizawa-san setelah dia masuk
sekolah ini, tapi aku mengerti, aku tahu tampilan, bau dan kehadiran
seseorang yang menjadi korban bullying. Itu sebabnya aku setuju untuk
pacaran dengannya. Posisinya sebagai pacarku, Karuizawa-san akan mampu
lolos dari masa mudanya yang diintimidasi. Aku pikir saat ini, sikap yang dia
miliki bukanlah Karuizawa-san yang sebenarnya. Dia sangat berusaha
bersikap keras, bukan? "
Aku pikir normalnya dia tidak bisa mengendalikan perasaannya dengan
baik. Korban bullying biasanya memiliki kepribadian seperti bunga sakura.
Patuh dan lemah. Juga di sisi lain, seseorang dengan kepribadian yang kuat
seperti Karuizawa juga cenderung diintimidasi. Singkatnya, kepribadian
Karuizawa saat ini adalah palsu. Karena itulah dia membutuhkan seseorang
seperti Hirata atau Machida di punggungnya.
Seseorang yang bisa
memerintah lingkungan untuknya. Dengan bertindak seperti itu, dia bisa
mendapatkan kembali pengaruhnya.
"Kurang lebih aku bisa mengerti sekarang. Tapi tunggu dulu, apa untungnya
jika kau melakukan ini?" Tanyaku kepada Hirata.
Ini bisa menjadi ungkapan yang umum, tapi cinta adalah bagian dari remaja
bagi murid. Hirata sangat populer di kalangan anak perempuan. Kemudian
dengan berpura-pura berpacaran dengan Karuizawa, dia akan menyerah
kepada cinta sejati.
"Keuntungannya? Karuizawa-san akan menjalani kehidupan SMA-nya tanpa
diintimidasi. Itu saja"
Dia hanya mengatakan hal tersebut. Ini bukan sebuah kemunafikan atau
cinta dan juga bukan untuk dirinya sendiri.
"Apa kau tidak percaya kepadaku? Jika itu satu-satunya alasanku?"
"Bukam berarti aku tidak mempercayaimu, tapi ada makna yang lebih dalam
di balik itu, bukan?" Aku bertanya padanya sebagai balasannya.
Hirata tidak akan ragu jika itu untuk menyelamatkan teman, tapi dia juga
mengenal Manabe dan yang lainnya sebagai teman. Cara dia peduli dengan
orang lain hampir bisa digambarkan sebagai sebuah penyakit.
Karena dia menceritakan banyak hal tentang hal ini, tidak diragukan lagi jika
Hirata juga merasa perlu memberitahuku tentang hal ini. Dia membeli
beberapa minuman kalengan dari mesin penjual otomatis dan
melemparkannya padaku. Aku menerimanya dengan rasa syukur.
"Sampai tahun keduaku di SMP, jika aku harus jujur mengatakan bahwa aku
adalah orang biasa yang tidak banyak menonjol"
"Hirata ... aku benar-benar tidak bisa membayangkan hal itu"
Kepribadian itu terlalu jauh berbeda dengan laki-laki yang selalu
menunjukkan kepemimpinan yang prima.
"Aku tidak terlalu menonjol dan aku juga tidak terlihat, temanku juga seperti
itu, aku benar-benar normal, aku punya teman yang aku jalani dengan sangat
baik sejak aku masih kecil bernama Sugimura-kun. Selama enam tahun di SD
kami bersama di kelas yang sama dan karena kami adalah tetangga kami
juga selalu pergi ke dan dari sekolah"
kata Hirata dengan suara penuh nostalgia dan Hirata mengingat masa
lalunya.
"Ketika kami masuk di SMP, untuk pertama kalinya, kami dipisahkan
menjadi kelas yang berbeda, namun meski begitu, pada awalnya kami masih
pergi ke sekolah dan kembali ke rumah bersama-sama. Tetapi, hari-hari
yang kami lakukan mulai jarang secara perlahan dan aku mulai bermain
bersama anak laki-laki dari kelas baruku, ini cerita biasa yang bisa kau
dengar dari mana saja"lanjutnya.
Memang normal jika di lingkungan yang baru, seseorang pasti akan
membuat teman yang baru. Tidak ada yang aneh di dalam hal itu sendiri.
"Tapi, kau lihat... meski aku sibuk bermain dengan teman-temanku. Di
belakang, Sugimura-kun benar-benar diintimidasi"
Hirata terus berkata sambil mencengkeram sekaleng jusnya. Bahkan orang
luar pun tahu apa yang terjadi.
"Sugimura-kun sering mengirimi ku permintaan pertolongan berkali-kali,
berkali-kali juga dia muncul dengan wajah yang terluka dan bekas luka di
sekujur tubuhnya, tapi aku malah memprioritaskan bermain dengan teman
baruku dan tidak pernah menganggapnya serius. Sugimura-kun yang
awalnya memiliki kepribadian yang keras kepala, selalu cepat untuk
berkelahi jadi aku tidak pernah memikirkan situasinya secara mendalam.
Tetapi ketika kami berdua menjadi murid kelas 2, kami dipertemukan
kembali. Dan sejak saat itu, Sugimura-kun sudah menjadi sakit hati.
Gambaran yang ceria sudah tidak ada lagi dan bekas yang ditinggalkan oleh
pukulan dan tendanganlah yang tersisa. Dia bahkan tidak diizinkan masuk
ke toilet dan terpaksa ngompol di tengah kelas. Hal semacam itu sudah
menjadi rutinitas... "
"Jadi kau melihatnya dan..."
"Ya, aku pikir kau juga mengerti, tapi aku tidak melakukan apapun, aku tidak
bisa melakukan apapun. Aku terlalu takut jika aku akan menjadi target yang
baru. Aku takut hidupku yang menyenangkan kemudian akan hancur... dan
untuk Sugimura-kun yang selalu bersama denganku, aku terus berpura-pura
tidak melihatnya. Aku percaya suatu hari para pengganggu akan merasa
bosan kepadanya. Suatu hari Sugimura-kun akan berhenti datang ke sekolah
dan bullying akan berhenti atau orang lain akan datang dan
menyelamatkannya. Aku terus memikirkan hal-hal yang meyakini diri
sendiri seperti itu”
"Dan Sugimura itu... apa yang akhirnya terjadi kepadanya?"
"Bahkan sekarang ingatan di hari itu sudah terbakar di kepalaku. Setelah
berlatih sepak bola di pagi hari, aku kembali ke kelasku dan di sana, aku
melihat Sugimura-kun dan memutuskan untuk menunggu sambil mengikuti.
Jujur saja, pada saat itu, aku merasa tidak nyaman. Meskipun dia adalah
teman yang pernah bermain denganku sejak kecil, pada saat dia hampir
merasa seperti orang asing bagiku, aku tidak bisa berhenti berpikir kejam
seperti aku akan diintimidasi bersamanya. Mungkin Sugimura-kun juga
melihat hatiku yang busuk, namun dia tidak mengatakan apapun. Tapi
seperti meminta bantuan... hari itu di tengah kelas, dia melompat keluar
jendela "kata Hirata padaku.
"Lompat keluar? Apa dia sudah mati?"
"Sepertinya dia diaknosa mati otak, namun sampai sekarang pun, orang
tuanya masih menunggu pemulihan Sugimura-kun dan percaya kepadanya.
Tapi apakah dia masih hidup atau mati sekarang, aku tidak tahu. Kejadian
hari itu masih bagitu nyata. Jadi, aku masih bertanya-tanya apakah itu hanya
sebuah mimpi atau halusinasi, itu luar biasa, karena saat Sugimura-kun
melompat, aku menjadi sadar. Dengan menghargai diri sendiri, aku
mendorong temanku yang berharga kepada kematiannya"
Dan begitulah laki-laki bernama Hirata Yousuke lahir.
"Aku tidak berpikir ini akan memberikan keselamatan untuk Sugimura-kun,
tapi, paling tidak, aku ingin berubah dan untuk melakukannya, aku pikir
satu-satunya cara adalah menyelamatkan orang lain seperti dia" lanjut
Hirata.
"Bukan berarti aku tidak mengerti bagaimana perasaanmu, tapi dunia tidak
sesederhana itu. Bahkan saat ini, seseorang di suatu tempat semakin
diintimidasi dan seperti Sugimura yang kau bicarakan, mereka mencoba
untuk menyelamatkan kehidupan mereka sendiri. Kau tidak bisa
menghentikan orang-orang itu, bukan? " Kataku pada Hirata.
"Tentu saja aku mengerti itu, aku bukan pahlawan keadilan. Tapi aku ingin
menyelamatkan orang-orang di depanku. Aku harus menyelamatkan
mereka. Itulah tanggung jawabku yang menanggung dosa"
"Lalu bagaimana kau akan memutuskan masalah ini? kau ingin
menyelamatkan Karuizawa dan Manabe, tapi itu adalah tugas yang tidak
mungkin,"
"Aku tahu ini adalah tugas yang tidak mungkin, karena itulah kau berada di
sini sekarang,"
Aku mengerti, sepertinya dia sendiri memperhatikan kekurangannya
sendiri. Bagaimanapun, dia terlihat tidak mampu dan ingin menyelamatkan
orang yang dia kenal.
"Aku tidak pernah menduga akan tiba saatnya aku akan menceritakan kisah
ini kepada orang lain. Tidak ada orang yang tahu tentang hal ini, itu adalah
bagian kenapa aku memilih sekolah ini" lanjutnya.
Kemudian setelah menghabiskan jusnya, dia melemparkannya ke tempat
sampah.
"Bisakah aku mempercayakan ini kepada Horikita-san?"
"Jika kau bisa berjanji untuk tidak membocorkannya, aku yakin Horikita
akan melakukan sesuatu mengenai hal ini"
"Kalau begitu aku akan memilih untuk percaya kepada kalian berdua, karena
itu juga harapanku" Hirata memberitahuku.
Sepertinya saat ini Hirata tidak akan ikut ke dalam masalah Karuizawa dan
kemungkinan besar mulai sekarang, kapan pun Hirata dalam masalah, dia
mungkin akan bergantung kepadaku. Tapi itu juga berarti bahwa aku sudah
berhasil mengamankan kerja sama dengan Hirata. Itu akan menjadi
kekuatan besar yang aku dapatkan dari sisiku. Wajar jika dia mendapat
upahnya sendiri juga.
"Hirata, karena kau memiliki jaringan sosial yang besar, aku ingin meminta
bantuanmu, maukah kau mendengarkanku?"
Dan dengan kalimat itu, aku menyerahkan Hirata selembar kertas. Dan
setelah membacanya, Hirata menerima permintaanku tanpa membuat
wajah yang tidak nyaman.
"Dan juga Ayanokouji-kun, sejak ujian dimulai, masih ada satu hal yang aku
sembunyikan darimu. Aku tahu siapa ‘target’ terakhir di antara murid Kelas
D ..." katanya.
__ADS_1
***