
Begitu aku kembali ke kamarku itu sudah larut malam dan aku tidur di
ranjang tanpa berbicara dengan siapa pun. Setelah dekat dengan 00:00, aku
pikir aku akan pergi tidur, tetapi kemudian aku mendengar suara berisik.
Hirata yang menatapku dengan cemas. Yukimura juga, sedang duduk di sofa
yang terpasang di kamar kami.
"Kerja bagus, Ayanokouji-kun, kau cukup terlambat" katanya padaku.
"Ya, ngomong-ngomong, aku ingin bertanya sesuatu Hirata"
"Kau pasti sedang lelah, tapi jika kau tidak keberatan sebentar saja, aku ingin
menanyakan sesuatu kepadamu"
Hirata menanyakan hal yang sama pada saat yang bersamaan denganku.
"Hmm? kau juga ingin bertanya kepadaku?" Hirata bertanya padaku.
"Tidak, aku akan dengarkan duluan, Hirata. Pertanyaanku hanyalah sesuatu
yang sepele"
Yukimura sepertinya juga ingin menanyakan sesuatu, mungkin sesuatu yang
berhubungan dengan ujian. Jika aku menolak untuk mendengarkan
sekarang, suasana di ruangan akan menjadi canggung.
Mengganti dengan jersey, aku mendekati mereka berdua. Hirata sedikit
bergerak memberi ruang untuk aku duduk di sofa juga. Aku ingin bertanya
kepada Hirata apakah dia mempunyai informasi tentang seseorang yang
dikenal sebagai Sakayanagi, tetapi tidak masalah jika mendengarkannya
terlebih dahulu.
"Aku diminta untuk memberikan saran ujian dari Yukimura-kun, jadi aku
pikir aku akan memberitahukannya kepadamu juga," Hirata memberitahuku
"Aku tidak akan ikut campur agar tidak mengganggumu"
Kurasa Kouenji di ruangan yang sama seperti kami tidak akan tertarik
dengan pembicaraan semacam ini.
"Maaf Hirata, saat ini aku sedang menyempurnakan kecantikan fisikku"
Seperti apa yang Kouenji katakan. Kouenji, dengan tubuh bagian atas yang
telanjang, berulang kali melakukan push up di ruangan itu. Sepertinya dia
sedikit berkeringat, tetapi itu sama sekali tidak mempengaruhinya.
Ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh seorang murid SMA biasa. Tetapi
apakah Kouenji benar-benar mengikuti ujian ini? pikirku. Hirata menjawab
seolah tahu persis isi pikiranku.
"Kouenji-kun benar-benar berpartisipasi dalam kelompok. lagipula, poinnya
akan dikurangi jika dia tidak hadir”
"Kau tau, sebenarnya aku menerima kabar dari teman-temanku bahwa dua
teman sekelas kita sudah ditugaskan sebagai ‘target’"
"Apa itu artinya---"
"Tapi aku belum bisa memberitahumu, mereka hanya memberitahuku
karena mereka mempercayaiku"
“Apa kau mengatakan bahwa kau tidak mempercayai kami, Hirata? kau tahu,
aku juga memiliki hak untuk mengetahuinya. Lagipula, jika kita tahu siapa
‘target’ tersebut, kita mungkin bisa mendapatkan petunjuk untuk
menyelesaikan ujian dengan lebih baik. Selain itu, wajar saja karena kita
adalah sesama teman sekelas, kita saling berbagi informasi satu sama
lain"Yukimura mengatakan hal itu kepada Hirata.
"Yeah .... itu sebabnya aku juga berpikir untuk meminta saran denganmu
tentang... faktanya"
Karena itulah dia ingin berbicara dengan kami seperti ini, dia sudah tahu
siapa "target" tersebut.
"Hei Hirata, mungkin lebih baik kau memberi tahu kami melalui ponsel
untuk berjaga-jaga. Tidak ada yang tahu siapa yang akan mendengarkan"
kataku padanya.
"Kau benar, berikan aku waktu sebentar" kata Hirata kepada kami.
Hirata lalu menyalakan ponselnya dan membalikkannya ke arah kami. Dan
dua nama ditulis di sana. Kushida dari kelompok (Naga) dan Minami dari
kelompok (Kuda). Inilah identitas dari kedua "target".
"Aku mengerti" Yukimura berkata tanpa memberikan apa pun.
Karena Kushida adalah "target", kami mungkin berada di dalam keuntungan
di kelompok yang sangat diperebutkan (Naga). Tetapi fakta bahwa "target"
berasal dari kelas kami juga merupakan hal yang menyeramkan. Akan lebih
baik jika "target" tersebut berada di kelas lain.
"Jangan khawatir, semuanya berjalan dengan baik" Hirata meyakinkanku
dengan wajah percaya diri.
Ketiga anggota kelompok (Naga) dari Kelas D adalah orang yang pintar yang
tidak akan mengkhianati identitas mereka tidak peduli bagaimana,
sepertinya dia ingin mengatakan itu.
"Bahkan di kelompok (kelinci), masing-masing kelas harus memiliki
probabilitas yang sama untuk mendapatkan ‘target’ di antara mereka. Tetapi
aku pikir Kelas D bisa memiliki tiga ‘target’, satu di dalam kelompok (kelinci)
yang seharusnya menjaga identitas mereka tetap tersembunyi sekarang”
"Ya, ide Yukimura-kun benar, mungkin mereka sudah meminta saran
kepada orang lain, bukan kepadaku. Bagaimanapun, meminta saran kepada
seseorang dengan identitas mereka bisa meningkatkan risiko ditemukan"
kata Hirata.
Saat kami berdiskusi dengan serius, Kouenji mulai bernyanyi dari seberang
ruangan. Setelah bersabar untuk sementara waktu, sepertinya Yukimura akhirnya kehilangan kesabaran dengan Kouenji setelah mendengar
nyanyiannya yang sepertinya akan berlangsung selamanya.
"Kouenji, bisakah kau berhenti menyanyikan lagu yang menyebalkan itu?
Dan aku tidak memintamu untuk melakukannya dengan serius tapi
setidaknya perhatikan ujian ini sampai selesai. Jangan tiba-tiba absen
seperti yang kau lakukan di pulau" Yukimura menegur Kouenji.
"Mau bagaimana lagi, saat itu tubuhku dalam keadaan yang tidak sehat, aku
tidak bisa melakukan sesuatu yang tidak mungkin" jawab Kouenji.
"Geh ... itu hanya sebuah penyakit palsu"
"Tapi, berpikir bahwa ujian akan berlanjut selama dua hari lagi,
kedengarannya memang merepotkan"
Kouenji yang melanjutkan up push-nya mengatakan hal itu sebelum bangkit
kembali dan meletakkan handuknya di tempat tidur.
"Merepotkan? Kau bahkan tidak memikirkan ujian dengan sungguh-
sungguh" Yukimura menuduh Kouenji.
"Tidak ada artinya melanjutkan ujian yang tidak menarik, pada akhirnya itu
hanya kuis sederhana untuk menemukan seorang pembohong"
Kouenji lalu mengeluarkan ponselnya dan memainkannya sebentar. Lalu
tiba-tiba, semua ponsel kami langsung berbunyi dan kami menerima pesan
dari sekolah.
"Kouenji, apa yang kau lakukan?" Yukimura berteriak pada Kouenji.
Lalu aku dan Hirata segera mengecek pesan di ponsel kami.
Dikatakan "Ujian kelompok (Monyet) sudah berakhir. Murid dari kelompok
__ADS_1
(Monyet) tidak lagi diminta untuk berpartisipasi, mohon berhati-hati agar
tidak mengganggu murid yang lain"
"Kelompok (Monyet) itu milikmu, Kouenji!"
"Tepat sekali, sekarang kebebasanku sudah kembali. Sampai jumpa lagi"
Kouenji berkata sebelum melepaskan ponselnya dan menghilang ke kamar
mandi, membuat kami semua terkaget.
"J-jangan main-main! Kami semua melakukan yang terbaik dan orang itu --- !"
"Kita masih belum tahu, mungkin dia melakukan sesuatu ..."
"Itu tidak mungkin, dia hanya melakukannya untuk bebas sesegera
mungkin"
Kami semua bereaksi terhadap berita ini. Aku sendiri tidak berpikir Kouenji
pernah mengikuti ujian dengan serius. Namun, dia sangat tanggap dan
kemampuan pengamatannya luar biasa. Jika apa yang dia katakan tentang
ujian "temukan si pembohong" itu benar, dia bisa unggul dalam hal tersebut.
Tindakan Kouenji mulai dikenal semua murid saat ponsel Hirata mulai
berkicau tanpa henti dengan pesan masuk.
Chat itu dipenuhi dengan murid yang terkejut mendengar berita tersebut.
Aku yakin Katsuragi, Ryuuen dan Ichinose juga akan terkejut dengan hal ini.
Tidak ada yang menduga 'pengkhianat' akan muncul pada hari pertama
ujian. Horikita juga telah mengirim pesan ke ponselku.
“Maaf, beberapa hal terlihat membingungkan, aku akan meneleponmu
sekarang" tertulis pesan darinya.
"Sial, berkat Kouenji, banyak hal meningkat di luar diskusi sederhana"
"Aku akan keluar sebentar"
Sepertinya Yukimura tidak akan bisa tidur setelah kesal seperti itu dengan
tindakan Kouenji. Setelah mengkonfirmasi bahwa alur diskusi telah mereda,
aku diam-diam meninggalkan ruangan.
Meskipun tindakan Kouenji telah mengakhiri ujian satu kelompok, aku tidak
bisa terus memikirkan hal ini selamanya. Jujur saja, tindakanku akan
terbatas dalam ujian ini. Bahkan jika aku merencanakannya, akan sulit untuk
membimbing semua kelompok yang tersisa menuju kemenangan untuk
Kelas D.
Kau bahkan bisa menyebutnya sebagai tugas yang tidak mungkin. Jika semua
murid bekerja sama secara bergantian, itu mungkin terjadi, tetapi itu tidak
terjadi dan aku tidak bisa mengganggu jawaban kelompok lain dengan
menggunakan ponselku sendiri.
Ada cara yang lain tetapi tidak ada waktu dan taruhannya sangat tinggi. Jika
aku memiliki informasi yang benar-benar bisa membalikkan situasi, itu
masalah yang lain. Yang memegang kunci untuk hal tersebut adalah Kelas D,
Hirata dan Kushida.
"Ini tidak mungkin"
Ada tiga hari lagi termasuk hari libur. Pada akhirnya tidak mungkin tetap
tidak mungkin.
Bahkan jika aku mendapatkan kedua kerja sama mutlak dari mereka, aku
masih tidak memiliki cukup mata dan telinga di sisiku. Aku tidak tahu apa
yang sedang terjadi dalam diskusi setiap kelompok yang ada. Tentu saja,
termasuk Horikita dan Sakura, mungkin masih ada kemungkinan yang
tersisa. Seperti yang diharapkan, Aku membutuhkan lebih banyak mata dan
telinga di sisiku dalam ujian ini.
Langit yang penuh dengan bintang terbentang di depanku. Aku pergi ke
"Ini luar biasa..."
Itu lebih luas dari yang biasanya kita lihat di dalam buku dan gambar. Itu
adalah pemandangan yang indah. Ini seperti pemandangan malam yang
tidak akan bisa kau lihat di kota-kota besar dan ada beberapa murid laki-laki
dan perempuan yang menatap langit berbintang sambil berpegangan tangan
dan merangkul bahu. Aku merasa sedikit kesepian menyaksikannya. Karena
hari sudah gelap dengan sedikit cahaya, aku tidak bisa melihat wajah
mereka. Dan aku sama sekali tidak peduli dengan momen romantis seperti
itu.
Tetapi di antara para murid yang melihat ke langit malam ada satu gadis
yang berdiri sendirian seperti bayangan. "Tidak tidak". Bahkan jika aku
memanggilnya sekarang, aku tidak bisa mengatakan 'kenapa kita tidak
melihat bintang bersama' dan mencoba menjemputnya seperti itu.
Aku tidak ingin berada di sana saat pacarnya datang. Tapi aku tertarik untuk
melihat siapa gadis itu sehingga aku mendekatinya. Gadis itu melihatku dan
berbalik menatapku.
"A ... a ... Ayanokouji-kun?"
"Suara itu ... apa itu Kushida?"
Jadi gadis itu, Kushida, muncul dari balik bayang-bayang dengan wajah
terkejut menatapku.
"Apa kau sendirian?"
Mungkin Kushida ada di sini untuk bertemu pacarnya. Memikirkan hal
tersebut membuat dadaku kencang dan terasa sakit.
"Yeah, aku tidak bisa tidur sekarang" katanya padaku.
"Oh begitu"
Jadi dia tidak di sini untuk kencan malam dengan pacarnya. Aku merasa lega
mengetahui hal tersebut. Sepertinya Kushida baru saja keluar dari kamar
mandi, ada aroma yang sangat menyenangkan datang dari Kushida yang
mengenakan jersey. Sepertinya aroma itu sama seperti sampo yang
diberikan pada kami di kamar kami.
"Apa kau tidak kedinginan?" Tanyaku padanya
"Aku baik-baik saja, yang lebih penting, apa kau sendirian di
sini, Ayanokouji-kun?"
Dia bertanya padaku Saat aku mengangguk, Kushida tertawa senang.
"Jadi kita berdua sendiri saat ini? Aku sedikit senang" katanya.
"......."
Seharusnya aku mengucapkan kata-kata yang bagus pada saat ini, tapi tentu
saja aku tidak bisa mengatakannya.
Sebaliknya, detak jantungku meningkat hanya dengan menyendiri bersama
Kushida di tempat yang penuh pasangan. Kushida pasti membenci situasi
seperti ini, jauh di lubuk hatinya.
"Bagaimanapun, aku akan pergi" kataku padanya.
"Kau akan pergi?"
"Ya, aku sudah mengantuk"
Tentu saja aku tidak ingin tidur sama sekali tapi mau bagaimana lagi.
"Begitu, sampai ketemu besok, Ayanokouji-kun!”
"Selamat malam, Kushida".
Setelah bertukar salam perpisahan dengan dia, aku dengan sedih
membelakanginya dan pergi. Tapi kemudian...
__ADS_1
"Tunggu!!!"
Kushida berteriak dan melompat ke dadaku. Aku bisa merasakan
kehangatannya bahkan melalui jersay-nya di dalam cuaca dingin ini.
"K-k-k-Kushida? A-apa yang kau lakukan?"
Tentu saja, dalam situasi yang tidak terduga ini, aku menjadi panik. Itu diluar
pemahamanku.
"....."
Tetapi Kushida tidak langsung menjawabku.
Lalu, dengan suara kecil yang keluar. Dia berkata;
"Maaf ... tiba-tiba aku ... merasa sedikit kesepian"
.
Dia membisikkan hal tersebut kepadaku saat berada di dadaku. Kata-kata itu
seperti pukulan untukku dan otakku terdiam beberapa saat. Dan untuk
beberapa detik lagi, Kushida terus mengubur wajahnya di dadaku.
Lalu tiba-
tiba, seolah ada mantra yang patah, dia membebaskanku dan menjauh.
"m-maaf, aku tiba-tiba memelukmu Ayanokouji-kun ... selamat malam!"
Aku tidak bisa melihat wajah Kushida dengan sangat baik dalam kegelapan,
tapi aku merasakan wajahnya sedang memerah. Dan tanpa mengatakan
apapun, Kushida melarikan diri, meninggalkanku berdiri di sana memegang
dadaku untuk merasakan kehangatan yang ditinggalkannya.
Berkat hal ini, aku tidak akan bisa tidur lagi malam ini. Aku tidak bisa
kembali ke kamarku seperti ini. Jadi aku memutuskan untuk berkeliling
kapal untuk sementara waktu.
"Aahhh ... itu mengejutkanku, setelah semuanya, aku merasa haus sekarang,"
kataku dalam hati.
Sebarusnya ada beberapa mesin penjual otomatis di lantai pertama jadi aku
memutuskan untuk pergi ke sana sebelum kembali ke kamarku. Tetapi
kemudian di dekat mesin penjual otomatis, aku menemukan tiga orang yang
aneh. Ada Chabashira-sensei, dan Hoshinomiya-sensei dari Kelas B dan
Mashima-sensei dari Kelas A. Mereka duduk di sofa dan diam-diam
meluangkan waktu. Ruang ini secara teknis tidak terlarang bagi murid,
tetapi karena ada bar di sini yang tidak bisa dimasuki oleh murid, murid
biasanya menghindar untuk datang ke tempat ini.
Aku datang ke sini untuk sebuah perubahan, tetapi sepertinya aku sudah
tersandung kepada kesempatan untuk mendapatkan beberapa informasi.
Aku menghapus kehadiranku. Perlahan dan diam-diam mendekati mereka.
"Kau tahu, sudah lama. Sejak kita bertiga berkumpul seperti ini"
"Ini adalah takdir, akhirnya kita semua memilih jalur seoranng guru"
"Hentikan itu. Tidak ada gunanya membicarakannya"
"Oh benar, ngomong-ngomong, aku melihat kau berkencan, pacar baru?
Mashima-kun, kau sangat termotivasi untuk kemajuan".
"Chie, bagaimana denganmu? Apa yang terjadi dengan mantan mu?"
"Haha, aku putus dengannya setelah dua minggu. Kau tahu, aku tipe
perempuan yang melakukannya dengan pria dan memutuskannya sebelum
hubungan itu menjadi serius," jawab Hoshinomiya-sensei.
"itu adalah batas dari laki-laki, kau tau"
"Ahh, tapi aku tidak melakukannya dengan Mashima-kun, kau adalah
sahabat terbaikku, aku tidak suka merusak persahabatan kita," katanya pada
Mashima-sensei.
"Tenang, ini bukan tentang itu"
"Uwaaa.. aku menebaknya sendiri"
Hoshinomiya-sensei menuangkan wiski ke dalam gelas kosong dan
meminum semuanya dalam satu tegukan besar. Dibandingkan dengan itu,
Chabashira-sensei perlahan-lahan meminum sake seolah itu adalah koktail.
"Yang lebih penting, apa yang akan kau lakukan, Chie?"
"Apa yang tiba-tiba kau bicarakan?"
"Pada dasarnya, kebijakan di sini adalah menempatkan semua wakil masing-
masing kelas ke kelompok (Naga)"
"Aku tidak bermaksud untuk bermain-main di sini, memang benar sikap dan
kualitasnya memadai, Ichinose-san adalah puncak di kelasku, namun
kemungkinan keberhasilan di masyarakat tidak bisa diukur hanya dengan
tolak ukur menurut sebuah angka. Aku memutuskan bahwa ada rintangan
yang harus diatasi sebelum itu, selain itu memasukkannya ke dalam
kelompok (kelinci) itu sudah sesuai, bukankah seekor kelinci itu memang
imut? pyonpyon, seperti Ichinose-san "kata Hoshinomiya-sensei.
"Aku harap kau benar"
"Kata-kata Hoshinomiya memang masuk akal, apa ada beberapa makna
tersembunyi di baliknya?”
"Aku hanya tidak ingin kau membuat keputusan berdasarkan dendam
pribadi"
"Apa kau masih berbicara tentang apa yang terjadi di 10 tahun yang lalu?
Aku pikir kita bisa mengatasi hal itu ..."
"Aku bertanya-tanya, kau adalah tipe orang yang banyak omong jika aku
tidak lagi berada di depanmu. Kau adalah tipe yang tidak puas kecuali kau
selangkah lebih maju. Itulah kenapa kau memasukkan Ichinose ke dalam
kelompok (Kelinci), kan?"
"Apa maksudmu? Jelaskan, Hoshinomiya"
"Aku benar-benar berpikir bahwa Ichinose-san perlu belajar sehingga aku
menjauhkannya dari kelompok (Naga). Ngomong-ngomong, Sae-chan juga
memusatkan sedikit perhatiannya kepada Ayanokouji-kun. Apa ini
kebetulan saja? Ketika ujian di pulau itu berakhir, sepertinya kau sangat senang karena Ayanokouji-kun ternyata menjadi pemimpinnya" Kata
Hoshinomiya-sensei.
"Itu tidak hubungannya"
Tetapi Mashima-sensei mengangguk seolah dia yakin. Tapi kemudian dia
berbicara dengan Hoshinomiya-sensei dengan nada tegas.
"Tidak ada aturan khusus untuk itu tapi aku ingin melindungi moral kita, aku
ingin menghindari pelaporkan kegagalan rekan kerja," katanya.
"Hei, kau mungkin tidak mempercayaiku, tapi jangan hanya menyalahkanku,
Sakagami-sensei juga masalahnya, kan? Kelas C sudah memiliki reputasi
buruk karena orang lain yang seharusnya sudah berada di kelompok naga
tapi Ryuuen-kun dikirim sebagai gantinya.” jawabnya.
"Itu benar, Murid-murid tahun ini sepertinya sangat spesial"
Aku sudah mendapat sedikit informasi tentang ujiannya, jadi aku
memutuskan untuk kembali. Jika aku tetap tinggal, aku hanya akan
terbungkus dalam masalah yang berikutnya. Aku sudah mengerti sekarang
bahwa Ichinose dikirim untuk memata-mataiku. Sepertinya pergerakanku
sudah diperhatikan dan dibatasi.
__ADS_1