
"Aaaaaaayyyyyyaaaaaoooooooookkkkkoouuuuuujjiiiii !!!"
Dan begitu aku kembali ke dalam kapal, bayangan jatuh ke tubuhku. Dengan
tangan terayun-ayun di atas lehernya, dia tergesa-gesa dan terlihat panik. Itu
terlihat seperti situasi yang serius. Itulah yang aku lihat ketika aku berbalik
kembali, aku melihat sosok Yamauchi Haruki, teman sekelasku yang
sekarang telah mengambil bentuk setan Asura.
"A-ada apa?" Aku bertanya.
Tentu saja, aku sudah tahu apa alasannya tapi aku bertanya kepadanya
sebagai masalah formalitas.
"Apa yang kau tanyakan? Kau berjanji untuk memberitahuku email Sakura,
apa yang terjadi dengan itu?"
Sayangnya aku harus bertemu Yamauchi sekarang. Aku harus memikirkan
sesuatu.
"Aku tidak menemuimu secara khusus, tapi aku hanya ingin tahu" katanya.
"Apa kau benar-benar berpikir penyendiri sepertiku akan tahu email
Sakura?"
Aku mencoba menjelaskan kepadanya dan mencoba membuatnya terdengar
tulus sehingga dia bisa mengerti.
"Mungkinkah?... kau mencoba menanyakan emailnya kepada Sakura... baru
saja?"
Dia bertanya padaku Saat aku mengangguk, wajah Yamauchi ternganga
dengan ekspresi shock dan dia terjatuh ke lantai dengan kedua lututnya.
"Kalau begitu itu berarti... kau tidak tahu emailnya... dan kau masih
memanfaatkanku?"
"Sepertinya aku harus bilang iya" aku mengakui.
"Dan, apa yang terjadi? Apa Sakura memberikan emailnya?”
"... maaf"
"Maaf? apa maksudmu dengan maaf? aku tidak meminta sebuah perminta
maaf, benarkan? Aku meminta alamatnya"
Jawaban tanpa emosi seperti itu mencerminkan kekecewaan Yamauchi
dalam diriku.
"Berani-beraninya kau... beraninya kau berbohong kepada kuuuuuuu !!!"
Yamauchi berteriak padaku.
Kupikir aku telah melakukan hal buruk dengan menggunakan dia seperti itu,
tapi aku tetap tidak bisa memberinya email Sakura seperti itu tanpa
sepengetahuannya.
Bahkan jika dia bertanya langsung padanya, dia harus menolaknya dengan
terus terang.
"Maukah kau memberikan aku waktu lagi?"
"Waktu apa? Pembohong adalah awal dari seorang pencuri"
Dari semua orang di Kelas D, aku tidak pernah membayangkan yang pertama
memanggilku pembohong adalah Yamauchi. Ini mengejutkan.
"Lalu apa kau akan secara paksa meminta kepada Sakura?"
"Yeah, aku akan melakukan itu"
Sepertinya dia sudah dibutakan oleh kemarahan dan tidak bisa berpikir
jernih, dia sepertinya berniat mendapatkan email Sakura dengan paksa jika
perlu.
"Sakura bilang dia membenci pria yang hanya berbicara"
"Kau hanya mengarangnya, Ayanokouji" katanya.
"Ya, mau bagaimana lagi jika kau tidak menyukaiku sekarang, tapi sudah
jelas kenapa aku tidak memberimu emailnya dan mencoba menanyakan
emailnya dengan paksa itu tidak ada gunanya" kataku padanya.
"... Alasan saja, kau tidak pernah tahu emailnya sejak awal, kan?"
Yamauchi menurunkan kepalanya sambil mengalihkan tatapannya dariku.
"Tapi kau tahu Sakura menyukai kamera digital, benar kan? Sebenarnya, aku
dengar saat ini ia memiliki kamera dengan model yang sudah ketinggalan
jaman, tapi dia tidak punya cukup poin untuk membeli yang baru, lihat? Jika
itu Yamauchi, kau akan membelikannya kamera digital yang baru, itu akan
menjadi hadiah yang bagus untuknya, bukankah begitu?”
"Ohhh ... aku pikir itu bagus ... tapi aku juga tidak punya poin"
"Kau lihat, dalam ujian ini, dengan menyembunyikan ‘target’, menjadi
pengkhianat, atau membimbing kelompokmu bersama meraih kemenangan,
kau dapat dengan mudah memperoleh cukup banyak poin untuk
membelikannya kamera digital, apa aku salah?"
"J-jadi, kalau aku kerja keras, masih ada kemungkinan aku bisa mendekati
Sakura?"
Sekarang aku sudah memastikan bahwa hanya ada satu kesimpulan yang
akan dicapai Yamauchi.
"Saat ini, kau, Yamauchi Haruki, harus bekerja keras untuk menunjukkan
kejantananmu. Itulah satu-satunya cara agar kau bisa mendekati idola
Sakura" aku mendorongnya.
Ada kemungkinan bahwa dengan merangsangnya seperti ini, dia akan
berusaha dengan maksimal dan mencapai hasil yang lebih baik dalam ujian
ini.
"Aku akan melakukannya, aku akan melakukannya, aku akan melakukannya,
aku akan bekerja keras dan mendapatkan Sakura untuk diriku sendiri!"
Yamauchi dengan penuh semangat mengatakannya.
"Ya Yamauchi, kau bisa melakukannya, kalau itu dirimu, kau pasti akan
berhasil" aku mendorongnya.
"Ooooooohhhhhhh! Aku pasti akan menang dalam ujian ini!"
Entah bagaimana rasanya aku berhasil mengarahkan kemarahannya ke arah
yang berbeda terhadap ujian ini. Mungkin kemarahannya terhadapku akan
kembali saat ujian sudah selesai, tapi untuk saat ini sepertinya aku sudah
bisa menghindari masalah.
Jika ada satu masalah yang menakutkan di sini, itu pastilah fakta bahwa
Yamauchi akan terlalu bersemangat dan membidik "target" itu secara
langsung.
"Akan kuberitahu ini untuk berjaga-jaga tapi ..." Aku memutuskan untuk
memberitahunya ini demi dirinya sendiri.
"Apa?" dia bertanya padaku.
"Bukan apa-apa, tapi jika kau menemukan ‘target’ dalam kelompokmu,
jangan biarkan kelas lain mengalahkanmu dengan sebuah pukulan" kataku
padanya.
"Tentu saja”
Tapi akan lebih baik jika Yamauchi tidak menemukan
‘target’. Memanfaatkan keuntungan jangka panjang hingga memanfaatkan
keuntungan jangka pendek dan semua itu.
***
Fakta bahwa hanya Kelas A yang dijamin oleh 'melanjutkan pendidikan atau
bekerja' setelah lulus, tentu saja sulit bagi kelas lain untuk bekerja sama
__ADS_1
dengan mereka Kelas B dan Kelas D berpegangan tangan untuk mengalahkan Kelas C dan
Kelas A. Itu berarti sebaliknya, Kelas C dan Kelas A dapat membentuk aliansi
untuk mengalahkan Kelas B dan Kelas D.
Dengan mengingat hal itu, ketika
semua kelas ini dipaksa menjadi satu kelompok, apa yang akan terjadi? Ini
hampir seperti menjebak hewan karnivora dan herbivora di dalam satu
kandang. Tidak ada cara yang bagus untuk membuat kelompok menjadi
saling ketergantungan seperti itu.
Tetapi, dengan kesempatan yang murni, mungkin saja persatuan antara
kelas-kelas seperti itu akan terjadi. Selama orang-orang memiliki
kepribadian yang kuat seperti Hirata atau Ichinose yang memimpin. Tetapi
itu pun masih menjadi tugas yang sulit.
Kelas A tidak berpartisipasi dalam periode diskusi kedua. Tetapi karena
Kelas A sengaja berdiam diri, selain itu juga tidak mungkin bagi kelas-kelas
lain untuk berdiskusi dengan serius dan waktu perlahan berlalu dalam diam.
Aku mulai mengamati bagaimana murid dari masing-masing kelas bereaksi.
Bukan berarti semua orang memiliki niat yang buruk, tetapi kebanyakan
murid menjaga diri mereka sendiri dalam upaya untuk tetap berada di pihak
yang aman.
"Jadi untuk sekarang, karena ini adalah pertemuan kedua kita, aku pikir kita
harus turun ke urusannya sesegera mungkin karena banyaknya
jumlah pertemuan kita untuk berkumpul seperti ini sangat terbatas"
Ichinose sekali lagi mengambil inisiatif. Seperti yang diharapkan dari Kelas
B. Hamaguchi yang diam dan murid Kelas B lainnya juga sama persis. Selalu
berusaha untuk memulai aliansi bersama tanpa ragu-ragu.
Ini hampir seperti sedang melihat Hirata. Tetapi, bukan berarti Hirata,
Ichinose dan kelompoknya pasti akan menekankan kemenangan untuk
Kelas B dalam ujian ini dan karena murid-murid lain masih berjaga-jaga,
udara berat menimpa kami.
Semua orang menjadi semakin curiga, semakin waspada. Tetapi, ketiga
murid Kelas A terbebas dari semua kekhawatiran karena mereka dengan
santainya memainkan ponsel mereka. Tidak ada peraturan yang
mengatakan bahwa kau tidak bisa menghubungi kelompok lain.
Kaya adalah kaya dan miskin adalah miskin, tidak ada yang lain selain itu.
Kelas A bisa menjadi lemah karena mereka mendominasi semua persaingan.
Aku membayangkan kekalahan mereka selama ujian di pulau akan
menyebabkan perubahan dalam perilaku mereka tapi sepertinya Katsuragi
mencoba untuk menggambarkan citra 'tenang' dari kelasnya ke kelas lain.
Memikirkannya dengan seksama, ini memang strategi yang sangat efektif.
terutama bagi seseorang yang bekerja sendirian sepertiku, aku tidak bisa
menembus dinding yang telah dipasang oleh Kelas A.
"Aku tidak terlalu berpikir bahwa kita membutuhkan sebuah solusi
sekarang, tetapi aku setuju dengan kebutuhan untuk berdiskusi. Kelas A
mungkin mencoba melepaskan diri dari semua ini, tapi aku percaya pada
pentingnya menemukan 'target' ku sendiri".
Yukimura mengatakan seolah-olah sepakat dengan Ichinose.
Itu benar. jika "target" ada di kelas lain, ini adalah kesempatan yang tidak
bisa disia-siakan atau mungkin sikap ini adalah usaha untuk menyamarkan
fakta bahwa Yukimura sebenarnya adalah "target"
"Tapi bisakah kau benar-benar menemukan mereka hanya dengan
berbicara? Aku tidak berpikir begitu. 'Target' sulit untuk ditemukan atau
lebih tepatnya ujian itu sendiri yang sulit dilakukan" Karuizawa berbicara.
masalah sudut pandang? Ujian di pulau dan ujian saat ini, ini dimaksudkan
untuk menjadi kejutan bagi murid, tidakkah kau setuju?"
"Kejutan?" Karuizawa bertanya.
"Jika matahari terbit maka kau bisa menyerahkannya kepadaku, itu adalah
keahlianku. Mo-e-a-g-a-r-e !!!" Sotomura tiba-tiba berteriak.
Sepertinya dia membuat kesalahpahaman. Itu bukan matahari terbit,
mereka bilang kejutan.
"Tinggal di kapal seperti ini memang menyenangkan bukan? kau bisa
berbicara atau bermain dengan ponsel sesukamu, bahkan jika kau dipaksa
menghadiri diskusi selama dua jam sehari. kau masih bebas melakukan apa
saja yang ingin kau lakukan."
"Baiklah ... ya itu menyenangkan".
"Tepat sekali, karena itulah kita perlu berbicara dengan lebih nyaman,
seperti sekelompok teman. Kau hanya akan menderita jika kau
membangunkan diri di cangkang seperti Machida-kun di sana" Ichinose
mencoba meyakinkan Karuizawa.
Tentu saja jika kau menganggapnya bukan sebagai 'ujian' tapi sebagai
'liburan' itu akan menjadi lebih mudah untuk dibahas di antara
kelompokmu. Ini hanya masalah sudut padang seperti kata Ichinose.
Semakin positif pemikiranmu, akan lebih mudah untuk menyelesaikan ujian.
Tapi setelah mendengar apa yang Ichinose katakan, Machida mulai tertawa.
"Kalian bebas melakukan apapun yang kalian mau, tapi kalian sangat tidak
mungkin menemukan 'target' seperti ini. Aku tidak tahu di mana ‘target’ itu
berada tapi jika mereka belum bekerja sama dengan teman sekelas mereka,
mereka pasti akan membuat keputusan untuk menyembunyikan diri
mereka agar mendapatkan poin dan mungkin 'target' sebenarnya ada di
Kelas B. Itu juga bisa terjadi. Bisakah kalian benar-benar mempercayai
mereka?” Tanya Machida.
Dia mengucapkan kata-kata itu seolah ingin mengguncang hati para murid
yang berkumpul di sana.
"Hal yang sama juga bisa dikatakan untukmu, Machida-kun" kata Ichinose
padanya.
"...tentu saja"
Untuk sesaat, Machida mematahkan kontak mata dengan Ichinose. Lebih
tepatnya, matanya berkelana ke seorang murid bernama "Morishige" yang
duduk di sampingnya. Tapi kemudian dia dengan cepat mengembalikan
kontak mata dan sekali lagi memancarkan citra 'tenang' Kelas A ke
kelompok.
"Kami tidak terlalu terpaku dengan siapa targetnya, kami mendapatkan
100.000 poin yang diberikan untuk kami setiap bulannya, tidak ada seorang
pun di kelas kami yang tertarik dengan hadiah 500.000 poin untuk ujian ini"
"Benarkah, jadi kau memberi tahuku bahwa kau tidak menginginkan poin
tambahan? Bukan berarti sekolah yang memberlakukan batasan jumlah
poin yang bisa kau dapatkan" jawabnya.
"Itu bodoh, kau bisa berhalusinasi seperti yang kau inginkan, tapi jangan
menuduh kami yang tidak penting seperti itu" jawab Machida padanya.
Ichinose, yang terus tersenyum kepada Machida sepanjang argumen,
memberikan kesan kepadaku sebagai lawan yang tangguh.
__ADS_1
Meskipun Machida mengklaim bahwa dia tidak akan berpartisipasi dalam
diskusi, dia masih diberi umpan oleh Ichinose untuk menjawabnya. Dan
selama dia berbicara, informasi pasti akan bocor darinya. Dengan
menggunakan Karuizawa dan Yukimura untuk memancing Machida,
Ichinose terus mengumpulkan informasi dari Kelas A sepanjang waktu. Aku
bertanya-tanya apakah Machida sudah menyadarinya?
Sementara itu, Karuizawa terus saja mendesah dan memainkan ponselnya.
Tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa seseorang tidak boleh
menggunakan ponsel mereka selama periode diskusi ujian, tetapi itu adalah
perilaku yang buruk dengan melakukannya sementara tujuannya adalah
untuk menemukan "target".
Atau apakah Karuizawa sebenarnya adalah bagian dari CIA atau FBI dan
menyampaikan informasi kepada Hirata melalui ponsel? Jika benar, aku
akan sangat menghormatinya... tapi aku meragukan hal itu.
Tentu saja Karuizawa tidak pernah berusaha melakukan sesuatu sehingga
tindakan seperti ini seharusnya terlihat normal, tetapi sejak ujian dimulai,
aku melihat ada yang tidak beres dengan Karuizawa. Karuizawa bertindak
berbeda, dan reuni bersama Ibuki dan argumennya kepada kelompok
Manabe.
Dan aku menyadari sesuatu. Tak satu pun dari tindakannya saat itu adalah
hal yang 'biasa' dari Karuizawa. Di Kelas D, apakah reputasinya baik atau
tidak, tidak bisa disangkal bahwa dia, bersama dengan Hirata, membawa
kelas itu menjadi satu.
Biasanya dia akan membawa kami bersama menjadi satu untuk
menyelesaikan ujian ini, apakah kami memiliki kapasitas untuk itu atau
tidak, tapi dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda seperti itu.
Hirata adalah Hirata tidak peduli di mana dia berada, dan Kushida juga selalu
menjadi Kushida. Tetapi Karuizawa sudah pasti telah berubah. Atau
mungkin dia merasa lebih rendah dari Manabe dan kelompoknya yang
berada di atas dirinya dalam hal sistem tingkatan sekolah. Yang kami
butuhkan saat ini agar Kelas D naik melalui urutan tidak hanya dengan
mengumpulkan lebih banyak poin. Dibandingkan kelas seperti A dan B,
Kelas D masih sangat kurang dalam kekompakan.
Karuizawa Kei, seseorang akan sangat diperlukan untuk kekompakan
tersebut adalah keberadaan yang mengendalikan murid-murid Kelas D.
Itulah penilaianku saat ini. Karena itulah aku mengkhawatirkannya saat ini.
Aku harus menentukan apakah dia akan menjadi keberadaan yang berguna
atau keberadaan yang tidak berguna untukku. Aku tidak bisa meluangkan
waktuku dalam hal ini mengingat bahwa periode ujian itu sendiri terbilang
singkat. Tergantung kepada situasinya, aku mungkin harus menggunakan
kekuatan bersama dia.
Segera setelah 1 jam telah berlalu, Kelas A meninggalkan ruangan.
Sepertinya mereka berniat mempertahankan sikap diam mereka sampai
akhir.
Ichinose mendesah dan berkata "Baiklah... Aku rasa ini akan menjadi ujian
yang sulit. Bagaimana denganmu, Ayanokouji-kun? Apa ini sulit untukmu?"
dia bertanya padaku
Orang yang memanggilku seperti itu sangat mengejutkan adalah murid
bernama Ichinose Honami. Gadis yang memerintah kelas B.
Dia selalu tenang, pintar dan menarik. Sepertinya dia telah memperhatikan
bahwa aku belum memberikan pendapat secara khusus tentang ujian
tersebut dan memanggilku.
Jika aku kebetulan berada di kelas yang sama dengan dia, aku pasti sudah
jatuh cinta kepadanya. Dia sangat menawan. Tidak hanya Kelas B, anak laki-
laki dari kelas lain pasti juga sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya.
Dalam peringkat popularitas, Ichinose dan Kushida akan menjadi saingan
berat.
"Jujur saja, aku adalah tipe yang hanya duduk dan bersantai dalam ujian
seperti ini" kataku padanya.
"Masih terlalu dini untuk menyerah, mari kita bekerja sama untuk mencapai
ke arah yang positif!" Ichinose mendorongku.
"Bahkan jika kita melanjutkan pembicaraan, aku ragu jika ‘target’ akan
dengan mudah memberi tau identitas mereka begitu saja. Kelebihan
menyembunyikan identitas mereka melebihi kerugian yang diucapkan.
Bagaimanapun, ada kemungkinan skenario terburuk yang dilakukan oleh
seseorang terwujud "kata Ichinose.
Meski mengucapkan komentar negatif seperti itu, mata Ichinose tidak
kehilangan kepercayaan dirinya. Di antara berbagai pemikiran yang aku
miliki tentang dia, aku tidak tahu bagaimana dia bisa mempertahankan sikap
ini melalui kesulitan.
"Ngomong-ngomong, ini adalah akhir dari diskusi hari ini. Kerja bagus,
kalian berdua”
"Tidak ada hal yang seperti itu. Kami tidak melakukan apapun"
Ichinose beralih ke teman sekelasnya seketika itu juga. Aku telah
mengamatinya hari ini, tapi aku tidak bisa memastikan tujuan Ichinose yang
sebenarnya. Tetapi setidaknya kelompok kami masih menghasilkan sebuah
hasil seperti ini.
Dari semua yang aku tau, dia mungkin sedang menyusun strategi yang tidak
membiarkan semua orang menyadarinya. Ketika Manabe dari Kelas C dan
teman-temannya berdiri untuk meninggalkan ruangan, aku mengejar
mereka. Begitu sampai di lift, aku langsung memanggil Manabe.
"Apa kau punya waktu?"
Begitu dia melihatku, dia dengan cepat kembali waspada karena
kemungkinan besar dia tidak mengharapkan aku memanggilnya.
"Aku mendengar pembicaraanmu dengan Karuizawa, sesuatu tentang
mendorong seseorang di sebuah kafe atau semacamnya."
"Dan ada apa dengan itu?"
Biasanya mereka tidak akan menunjukkan minat kepadaku, tapi ketika
mengemukakan topik tersebut, ketiga gadis itu memusatkan perhatian
mereka padaku.
"Aku tidak 100% yakin, tapi aku rasa aku melihat Karuizawa mendorong
temanmu di kafe" kataku kepada mereka.
"B-benarkah?"
Aku mengangguk.
"Yeah, aku tidak suka bagaimana dia bertindak saat itu, jadi kupikir aku
akan memberikan persetujuan"
Aku menyalakan api argumen antara Karuizawa dan gadis-gadis dari Kelas
C dengan sengaja. Sejujurnya, aku tidak melihat Karuizawa melakukan
hal tersebut, tetapi aku berbohong untuk menciptakan situasi ini.
Sekarang, Manabe dan yang lainnya pasti akan melakukan tindakan untuk
__ADS_1
melawan Karuizawa. Aku sangat senang melihat bagaimana Karuizawa akan
menanggapi hal tersebut, dan bagaimana dia akan berubah .