CLASSROOM OF THE ELITE

CLASSROOM OF THE ELITE
7.VOLUME 4 Part 7


__ADS_3

"Aaaaaaayyyyyyaaaaaoooooooookkkkkoouuuuuujjiiiii !!!"


Dan begitu aku kembali ke dalam kapal, bayangan jatuh ke tubuhku. Dengan


tangan terayun-ayun di atas lehernya, dia tergesa-gesa dan terlihat panik. Itu


terlihat seperti situasi yang serius. Itulah yang aku lihat ketika aku berbalik


kembali, aku melihat sosok Yamauchi Haruki, teman sekelasku yang


sekarang telah mengambil bentuk setan Asura.


"A-ada apa?" Aku bertanya.


Tentu saja, aku sudah tahu apa alasannya tapi aku bertanya kepadanya


sebagai masalah formalitas.


"Apa yang kau tanyakan? Kau berjanji untuk memberitahuku email Sakura,


apa yang terjadi dengan itu?"


Sayangnya aku harus bertemu Yamauchi sekarang. Aku harus memikirkan


sesuatu.


"Aku tidak menemuimu secara khusus, tapi aku hanya ingin tahu" katanya.


"Apa kau benar-benar berpikir penyendiri sepertiku akan tahu email


Sakura?"


Aku mencoba menjelaskan kepadanya dan mencoba membuatnya terdengar


tulus sehingga dia bisa mengerti.


"Mungkinkah?... kau mencoba menanyakan emailnya kepada Sakura... baru


saja?"


Dia bertanya padaku Saat aku mengangguk, wajah Yamauchi ternganga


dengan ekspresi shock dan dia terjatuh ke lantai dengan kedua lututnya.


"Kalau begitu itu berarti... kau tidak tahu emailnya... dan kau masih


memanfaatkanku?"


"Sepertinya aku harus bilang iya" aku mengakui.


"Dan, apa yang terjadi? Apa Sakura memberikan emailnya?”


"... maaf"


"Maaf? apa maksudmu dengan maaf? aku tidak meminta sebuah perminta


maaf, benarkan? Aku meminta alamatnya"


Jawaban tanpa emosi seperti itu mencerminkan kekecewaan Yamauchi


dalam diriku.


"Berani-beraninya kau... beraninya kau berbohong kepada kuuuuuuu !!!"


Yamauchi berteriak padaku.


Kupikir aku telah melakukan hal buruk dengan menggunakan dia seperti itu,


tapi aku tetap tidak bisa memberinya email Sakura seperti itu tanpa


sepengetahuannya.


Bahkan jika dia bertanya langsung padanya, dia harus menolaknya dengan


terus terang.


"Maukah kau memberikan aku waktu lagi?"


"Waktu apa? Pembohong adalah awal dari seorang pencuri"


Dari semua orang di Kelas D, aku tidak pernah membayangkan yang pertama


memanggilku pembohong adalah Yamauchi. Ini mengejutkan.


"Lalu apa kau akan secara paksa meminta kepada Sakura?"


"Yeah, aku akan melakukan itu"


Sepertinya dia sudah dibutakan oleh kemarahan dan tidak bisa berpikir


jernih, dia sepertinya berniat mendapatkan email Sakura dengan paksa jika


perlu.


"Sakura bilang dia membenci pria yang hanya berbicara"


"Kau hanya mengarangnya, Ayanokouji" katanya.


"Ya, mau bagaimana lagi jika kau tidak menyukaiku sekarang, tapi sudah


jelas kenapa aku tidak memberimu emailnya dan mencoba menanyakan


emailnya dengan paksa itu tidak ada gunanya" kataku padanya.


"... Alasan saja, kau tidak pernah tahu emailnya sejak awal, kan?"


Yamauchi menurunkan kepalanya sambil mengalihkan tatapannya dariku.


"Tapi kau tahu Sakura menyukai kamera digital, benar kan? Sebenarnya, aku


dengar saat ini ia memiliki kamera dengan model yang sudah ketinggalan


jaman, tapi dia tidak punya cukup poin untuk membeli yang baru, lihat? Jika


itu Yamauchi, kau akan membelikannya kamera digital yang baru, itu akan


menjadi hadiah yang bagus untuknya, bukankah begitu?”


"Ohhh ... aku pikir itu bagus ... tapi aku juga tidak punya poin"


"Kau lihat, dalam ujian ini, dengan menyembunyikan ‘target’, menjadi


pengkhianat, atau membimbing kelompokmu bersama meraih kemenangan,


kau dapat dengan mudah memperoleh cukup banyak poin untuk


membelikannya kamera digital, apa aku salah?"


"J-jadi, kalau aku kerja keras, masih ada kemungkinan aku bisa mendekati


Sakura?"


Sekarang aku sudah memastikan bahwa hanya ada satu kesimpulan yang


akan dicapai Yamauchi.


"Saat ini, kau, Yamauchi Haruki, harus bekerja keras untuk menunjukkan


kejantananmu. Itulah satu-satunya cara agar kau bisa mendekati idola


Sakura" aku mendorongnya.


Ada kemungkinan bahwa dengan merangsangnya seperti ini, dia akan


berusaha dengan maksimal dan mencapai hasil yang lebih baik dalam ujian


ini.


"Aku akan melakukannya, aku akan melakukannya, aku akan melakukannya,


aku akan bekerja keras dan mendapatkan Sakura untuk diriku sendiri!"


Yamauchi dengan penuh semangat mengatakannya.


"Ya Yamauchi, kau bisa melakukannya, kalau itu dirimu, kau pasti akan


berhasil" aku mendorongnya.


"Ooooooohhhhhhh! Aku pasti akan menang dalam ujian ini!"


Entah bagaimana rasanya aku berhasil mengarahkan kemarahannya ke arah


yang berbeda terhadap ujian ini. Mungkin kemarahannya terhadapku akan


kembali saat ujian sudah selesai, tapi untuk saat ini sepertinya aku sudah


bisa menghindari masalah.


Jika ada satu masalah yang menakutkan di sini, itu pastilah fakta bahwa


Yamauchi akan terlalu bersemangat dan membidik "target" itu secara


langsung.


"Akan kuberitahu ini untuk berjaga-jaga tapi ..." Aku memutuskan untuk


memberitahunya ini demi dirinya sendiri.


"Apa?" dia bertanya padaku.


"Bukan apa-apa, tapi jika kau menemukan ‘target’ dalam kelompokmu,


jangan biarkan kelas lain mengalahkanmu dengan sebuah pukulan" kataku


padanya.


"Tentu saja”


Tapi akan lebih baik jika Yamauchi tidak menemukan


‘target’. Memanfaatkan keuntungan jangka panjang hingga memanfaatkan


keuntungan jangka pendek dan semua itu.


***


Fakta bahwa hanya Kelas A yang dijamin oleh 'melanjutkan pendidikan atau


bekerja' setelah lulus, tentu saja sulit bagi kelas lain untuk bekerja sama

__ADS_1


dengan mereka Kelas B dan Kelas D berpegangan tangan untuk mengalahkan Kelas C dan


Kelas A. Itu berarti sebaliknya, Kelas C dan Kelas A dapat membentuk aliansi


untuk mengalahkan Kelas B dan Kelas D.


Dengan mengingat hal itu, ketika


semua kelas ini dipaksa menjadi satu kelompok, apa yang akan terjadi? Ini


hampir seperti menjebak hewan karnivora dan herbivora di dalam satu


kandang. Tidak ada cara yang bagus untuk membuat kelompok menjadi


saling ketergantungan seperti itu.


Tetapi, dengan kesempatan yang murni, mungkin saja persatuan antara


kelas-kelas seperti itu akan terjadi. Selama orang-orang memiliki


kepribadian yang kuat seperti Hirata atau Ichinose yang memimpin. Tetapi


itu pun masih menjadi tugas yang sulit.


Kelas A tidak berpartisipasi dalam periode diskusi kedua. Tetapi karena


Kelas A sengaja berdiam diri, selain itu juga tidak mungkin bagi kelas-kelas


lain untuk berdiskusi dengan serius dan waktu perlahan berlalu dalam diam.


Aku mulai mengamati bagaimana murid dari masing-masing kelas bereaksi.


Bukan berarti semua orang memiliki niat yang buruk, tetapi kebanyakan


murid menjaga diri mereka sendiri dalam upaya untuk tetap berada di pihak


yang aman.


"Jadi untuk sekarang, karena ini adalah pertemuan kedua kita, aku pikir kita


harus turun ke urusannya sesegera mungkin karena banyaknya


jumlah pertemuan kita untuk berkumpul seperti ini sangat terbatas"


Ichinose sekali lagi mengambil inisiatif. Seperti yang diharapkan dari Kelas


B. Hamaguchi yang diam dan murid Kelas B lainnya juga sama persis. Selalu


berusaha untuk memulai aliansi bersama tanpa ragu-ragu.


Ini hampir seperti sedang melihat Hirata. Tetapi, bukan berarti Hirata,


Ichinose dan kelompoknya pasti akan menekankan kemenangan untuk


Kelas B dalam ujian ini dan karena murid-murid lain masih berjaga-jaga,


udara berat menimpa kami.


Semua orang menjadi semakin curiga, semakin waspada. Tetapi, ketiga


murid Kelas A terbebas dari semua kekhawatiran karena mereka dengan


santainya memainkan ponsel mereka. Tidak ada peraturan yang


mengatakan bahwa kau tidak bisa menghubungi kelompok lain.


Kaya adalah kaya dan miskin adalah miskin, tidak ada yang lain selain itu.


Kelas A bisa menjadi lemah karena mereka mendominasi semua persaingan.


Aku membayangkan kekalahan mereka selama ujian di pulau akan


menyebabkan perubahan dalam perilaku mereka tapi sepertinya Katsuragi


mencoba untuk menggambarkan citra 'tenang' dari kelasnya ke kelas lain.


Memikirkannya dengan seksama, ini memang strategi yang sangat efektif.


terutama bagi seseorang yang bekerja sendirian sepertiku, aku tidak bisa


menembus dinding yang telah dipasang oleh Kelas A.


"Aku tidak terlalu berpikir bahwa kita membutuhkan sebuah solusi


sekarang, tetapi aku setuju dengan kebutuhan untuk berdiskusi. Kelas A


mungkin mencoba melepaskan diri dari semua ini, tapi aku percaya pada


pentingnya menemukan 'target' ku sendiri".


Yukimura mengatakan seolah-olah sepakat dengan Ichinose.


Itu benar. jika "target" ada di kelas lain, ini adalah kesempatan yang tidak


bisa disia-siakan atau mungkin sikap ini adalah usaha untuk menyamarkan


fakta bahwa Yukimura sebenarnya adalah "target"


"Tapi bisakah kau benar-benar menemukan mereka hanya dengan


berbicara? Aku tidak berpikir begitu. 'Target' sulit untuk ditemukan atau


lebih tepatnya ujian itu sendiri yang sulit dilakukan" Karuizawa berbicara.


masalah sudut pandang? Ujian di pulau dan ujian saat ini, ini dimaksudkan


untuk menjadi kejutan bagi murid, tidakkah kau setuju?"


"Kejutan?" Karuizawa bertanya.


"Jika matahari terbit maka kau bisa menyerahkannya kepadaku, itu adalah


keahlianku. Mo-e-a-g-a-r-e !!!" Sotomura tiba-tiba berteriak.


Sepertinya dia membuat kesalahpahaman. Itu bukan matahari terbit,


mereka bilang kejutan.


"Tinggal di kapal seperti ini memang menyenangkan bukan? kau bisa


berbicara atau bermain dengan ponsel sesukamu, bahkan jika kau dipaksa


menghadiri diskusi selama dua jam sehari. kau masih bebas melakukan apa


saja yang ingin kau lakukan."


"Baiklah ... ya itu menyenangkan".


"Tepat sekali, karena itulah kita perlu berbicara dengan lebih nyaman,


seperti sekelompok teman. Kau hanya akan menderita jika kau


membangunkan diri di cangkang seperti Machida-kun di sana" Ichinose


mencoba meyakinkan Karuizawa.


Tentu saja jika kau menganggapnya bukan sebagai 'ujian' tapi sebagai


'liburan' itu akan menjadi lebih mudah untuk dibahas di antara


kelompokmu. Ini hanya masalah sudut padang seperti kata Ichinose.


Semakin positif pemikiranmu, akan lebih mudah untuk menyelesaikan ujian.


Tapi setelah mendengar apa yang Ichinose katakan, Machida mulai tertawa.


"Kalian bebas melakukan apapun yang kalian mau, tapi kalian sangat tidak


mungkin menemukan 'target' seperti ini. Aku tidak tahu di mana ‘target’ itu


berada tapi jika mereka belum bekerja sama dengan teman sekelas mereka,


mereka pasti akan membuat keputusan untuk menyembunyikan diri


mereka agar mendapatkan poin dan mungkin 'target' sebenarnya ada di


Kelas B. Itu juga bisa terjadi. Bisakah kalian benar-benar mempercayai


mereka?” Tanya Machida.


Dia mengucapkan kata-kata itu seolah ingin mengguncang hati para murid


yang berkumpul di sana.


"Hal yang sama juga bisa dikatakan untukmu, Machida-kun" kata Ichinose


padanya.


"...tentu saja"


Untuk sesaat, Machida mematahkan kontak mata dengan Ichinose. Lebih


tepatnya, matanya berkelana ke seorang murid bernama "Morishige" yang


duduk di sampingnya. Tapi kemudian dia dengan cepat mengembalikan


kontak mata dan sekali lagi memancarkan citra 'tenang' Kelas A ke


kelompok.


"Kami tidak terlalu terpaku dengan siapa targetnya, kami mendapatkan


100.000 poin yang diberikan untuk kami setiap bulannya, tidak ada seorang


pun di kelas kami yang tertarik dengan hadiah 500.000 poin untuk ujian ini"


"Benarkah, jadi kau memberi tahuku bahwa kau tidak menginginkan poin


tambahan? Bukan berarti sekolah yang memberlakukan batasan jumlah


poin yang bisa kau dapatkan" jawabnya.


"Itu bodoh, kau bisa berhalusinasi seperti yang kau inginkan, tapi jangan


menuduh kami yang tidak penting seperti itu" jawab Machida padanya.


Ichinose, yang terus tersenyum kepada Machida sepanjang argumen,


memberikan kesan kepadaku sebagai lawan yang tangguh.

__ADS_1


Meskipun Machida mengklaim bahwa dia tidak akan berpartisipasi dalam


diskusi, dia masih diberi umpan oleh Ichinose untuk menjawabnya. Dan


selama dia berbicara, informasi pasti akan bocor darinya. Dengan


menggunakan Karuizawa dan Yukimura untuk memancing Machida,


Ichinose terus mengumpulkan informasi dari Kelas A sepanjang waktu. Aku


bertanya-tanya apakah Machida sudah menyadarinya?


Sementara itu, Karuizawa terus saja mendesah dan memainkan ponselnya.


Tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa seseorang tidak boleh


menggunakan ponsel mereka selama periode diskusi ujian, tetapi itu adalah


perilaku yang buruk dengan melakukannya sementara tujuannya adalah


untuk menemukan "target".


Atau apakah Karuizawa sebenarnya adalah bagian dari CIA atau FBI dan


menyampaikan informasi kepada Hirata melalui ponsel? Jika benar, aku


akan sangat menghormatinya... tapi aku meragukan hal itu.


Tentu saja Karuizawa tidak pernah berusaha melakukan sesuatu sehingga


tindakan seperti ini seharusnya terlihat normal, tetapi sejak ujian dimulai,


aku melihat ada yang tidak beres dengan Karuizawa. Karuizawa bertindak


berbeda, dan reuni bersama Ibuki dan argumennya kepada kelompok


Manabe.


Dan aku menyadari sesuatu. Tak satu pun dari tindakannya saat itu adalah


hal yang 'biasa' dari Karuizawa. Di Kelas D, apakah reputasinya baik atau


tidak, tidak bisa disangkal bahwa dia, bersama dengan Hirata, membawa


kelas itu menjadi satu.


Biasanya dia akan membawa kami bersama menjadi satu untuk


menyelesaikan ujian ini, apakah kami memiliki kapasitas untuk itu atau


tidak, tapi dia tidak pernah menunjukkan tanda-tanda seperti itu.


Hirata adalah Hirata tidak peduli di mana dia berada, dan Kushida juga selalu


menjadi Kushida. Tetapi Karuizawa sudah pasti telah berubah. Atau


mungkin dia merasa lebih rendah dari Manabe dan kelompoknya yang


berada di atas dirinya dalam hal sistem tingkatan sekolah. Yang kami


butuhkan saat ini agar Kelas D naik melalui urutan tidak hanya dengan


mengumpulkan lebih banyak poin. Dibandingkan kelas seperti A dan B,


Kelas D masih sangat kurang dalam kekompakan.


Karuizawa Kei, seseorang akan sangat diperlukan untuk kekompakan


tersebut adalah keberadaan yang mengendalikan murid-murid Kelas D.


Itulah penilaianku saat ini. Karena itulah aku mengkhawatirkannya saat ini.


Aku harus menentukan apakah dia akan menjadi keberadaan yang berguna


atau keberadaan yang tidak berguna untukku. Aku tidak bisa meluangkan


waktuku dalam hal ini mengingat bahwa periode ujian itu sendiri terbilang


singkat. Tergantung kepada situasinya, aku mungkin harus menggunakan


kekuatan bersama dia.


Segera setelah 1 jam telah berlalu, Kelas A meninggalkan ruangan.


Sepertinya mereka berniat mempertahankan sikap diam mereka sampai


akhir.


Ichinose mendesah dan berkata "Baiklah... Aku rasa ini akan menjadi ujian


yang sulit. Bagaimana denganmu, Ayanokouji-kun? Apa ini sulit untukmu?"


dia bertanya padaku


Orang yang memanggilku seperti itu sangat mengejutkan adalah murid


bernama Ichinose Honami. Gadis yang memerintah kelas B.


Dia selalu tenang, pintar dan menarik. Sepertinya dia telah memperhatikan


bahwa aku belum memberikan pendapat secara khusus tentang ujian


tersebut dan memanggilku.


Jika aku kebetulan berada di kelas yang sama dengan dia, aku pasti sudah


jatuh cinta kepadanya. Dia sangat menawan. Tidak hanya Kelas B, anak laki-


laki dari kelas lain pasti juga sudah benar-benar jatuh cinta kepadanya.


Dalam peringkat popularitas, Ichinose dan Kushida akan menjadi saingan


berat.


"Jujur saja, aku adalah tipe yang hanya duduk dan bersantai dalam ujian


seperti ini" kataku padanya.


"Masih terlalu dini untuk menyerah, mari kita bekerja sama untuk mencapai


ke arah yang positif!" Ichinose mendorongku.


"Bahkan jika kita melanjutkan pembicaraan, aku ragu jika ‘target’ akan


dengan mudah memberi tau identitas mereka begitu saja. Kelebihan


menyembunyikan identitas mereka melebihi kerugian yang diucapkan.


Bagaimanapun, ada kemungkinan skenario terburuk yang dilakukan oleh


seseorang terwujud "kata Ichinose.


Meski mengucapkan komentar negatif seperti itu, mata Ichinose tidak


kehilangan kepercayaan dirinya. Di antara berbagai pemikiran yang aku


miliki tentang dia, aku tidak tahu bagaimana dia bisa mempertahankan sikap


ini melalui kesulitan.


"Ngomong-ngomong, ini adalah akhir dari diskusi hari ini. Kerja bagus,


kalian berdua”


"Tidak ada hal yang seperti itu. Kami tidak melakukan apapun"


Ichinose beralih ke teman sekelasnya seketika itu juga. Aku telah


mengamatinya hari ini, tapi aku tidak bisa memastikan tujuan Ichinose yang


sebenarnya. Tetapi setidaknya kelompok kami masih menghasilkan sebuah


hasil seperti ini.


Dari semua yang aku tau, dia mungkin sedang menyusun strategi yang tidak


membiarkan semua orang menyadarinya. Ketika Manabe dari Kelas C dan


teman-temannya berdiri untuk meninggalkan ruangan, aku mengejar


mereka. Begitu sampai di lift, aku langsung memanggil Manabe.


"Apa kau punya waktu?"


Begitu dia melihatku, dia dengan cepat kembali waspada karena


kemungkinan besar dia tidak mengharapkan aku memanggilnya.


"Aku mendengar pembicaraanmu dengan Karuizawa, sesuatu tentang


mendorong seseorang di sebuah kafe atau semacamnya."


"Dan ada apa dengan itu?"


Biasanya mereka tidak akan menunjukkan minat kepadaku, tapi ketika


mengemukakan topik tersebut, ketiga gadis itu memusatkan perhatian


mereka padaku.


"Aku tidak 100% yakin, tapi aku rasa aku melihat Karuizawa mendorong


temanmu di kafe" kataku kepada mereka.


"B-benarkah?"


Aku mengangguk.


"Yeah, aku tidak suka bagaimana dia bertindak saat itu, jadi kupikir aku


akan memberikan persetujuan"


Aku menyalakan api argumen antara Karuizawa dan gadis-gadis dari Kelas


C dengan sengaja. Sejujurnya, aku tidak melihat Karuizawa melakukan


hal tersebut, tetapi aku berbohong untuk menciptakan situasi ini.


Sekarang, Manabe dan yang lainnya pasti akan melakukan tindakan untuk

__ADS_1


melawan Karuizawa. Aku sangat senang melihat bagaimana Karuizawa akan


menanggapi hal tersebut, dan bagaimana dia akan berubah .


__ADS_2