Cuma Ngefans, Kok! (SUDAH TERBIT)

Cuma Ngefans, Kok! (SUDAH TERBIT)
10. Berhenti


__ADS_3

Dengan kejadian tadi pagi, entah mengapa Kiara semakin yakin untuk berhenti mengusik kehidupan Bayu.


Sebenarnya untuk kata mengusik, ia sendiri merasa tidak mernah mengusiknya. Mungkin lebih tepatnya berhenti ngefans sama dia dan menjalani hari-hari seperti semasa SMP-nya dulu. Masa di mana terus fokus untuk belajar dan tidak terlalu memusingkan urusan-urusan kaum Adam.


Tidak heran, jika orang dewasa bilang bahwa masa SMA itu masa-masa mencari jati diri, termasuk mencari atau bahkan ingin menyicipi rasanya punya pasangan. Tapi kembali lagi Kiara berpikir keras, untuk apa? Memiliki pasangan di usia muda? Hanya untuk bersenang-senang? Oh, ayolah. Di dalam agama yang dianut Kiara –Islam, laki-laki dan perempuan yang bukan atau bahkan belum menjadi mahramnya itu dilarang untuk saling berhubungan.


Dalam surah An-Nur ayat 31 telah dijelaskan; Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan ***********, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.


Peringatan itu hanya untuk orang yang benar-benar beriman kepada Allah. Bukan yang setengah-setengah. Kadang pun sebenarnya Kiara ingin merasakan yang namanya memiliki pacar. Di dalam pikirannya selalu terbersit pertanyaan 'apa serunya masa SMA-mu jika tak pernah merasakan yang namanya pacaran?', tapi lagi-lagi Kiara berusaha menepisnya. Sudah jelas itu semua bisikan setan yang menggoda manusia agar melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah.


Kiara menghela napas pelan. Iya, dia harusnya menjaga pandangan. Sebagaimana laki-laki juga. Diharuskan untuk menjaga pandangannya.


"Woi! Ra! Dari tadi bengong aja. Mikirin apa sih?" tanya Luna seraya menyeruput milkshakenya.


"Hah? Nggak apa-apa kok, Lun."


Luna menggeleng pelan. "Lo pikir gue percaya gitu?"

__ADS_1


Risa mengernyitkan keningnya. "Jadi? Mau cerita nggak sama kita?"


Kiara mengaduk pelan es teh manisnya ragu. "Umm... Gini loh, Ris, Lun. Aku tuh ngerasa kalo ini tuh salah."


"Salah gimana?"


"Aku tuh... Kayak ngerasa kalo ini tuh salah. Aku nggak bisa lagi kayak gini."


Luna mengetuk pelan mejanya. "Please deh, Ra. Lo kalo ngomong jangan belibet gini deh. To the point aja." Risa mengangguk menyetujui.


"Gue kayaknya harus berenti ngefans sama Kak Bayu."


"Bukan, bukan gitu. Jadi gini loh, aku ngerasa ini tuh salah. Harusnya aku nggak boleh segitu sukanya sama Kak Bayu. Sampe ngelirik-lirik dia bahkan kesemsem gitu," jelas Kiara dengan nada frustasi.


Risa memundurkan kepalanya bingung. Ia lalu menempelkan punggung tangannya di dahi Kiara. "Lo nggak lagi demam atau apa kan, Ra?" Kiara menggeleng pelan.


"Ya ampun, Ra. Ngefans itu adalah hak segala manusia. Kenapa sih lo jadi kayak gini? Nggak ada salahnya tau ngefans sama Kak Bayu. Wajar, karena dia bisa jadi panutan yang baik."

__ADS_1


Kiara menyeruput es tehnya untuk membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba terasa kering. "Bukan. Bukan gitu, Lun. Jadi, aku tuh jadi kepikiran. Seharusnya aku nggak terlalu berlebihan ngefans sama Kak Bayu. Inget kisah Zulaikha yang terus mengejar cinta Yusuf? Allah jauhkan Yusuf untuknya–"


"Dan saat Zulaikha mengejar cinta Allah, Allah datangkan Yusuf padanya," sela Risa. "Tapi bentar, ini tuh kisah lama, Ra. Udah lewat masanya. Lagian kan lo cuma ngefans, atau... lo suka sama Kak Bayu?"


"Ris, seharusnya kisah yang lampau itu bisa kita jadikan pelajaran. Apalagi ini kisah salah satu Nabi kita yang harus kita percaya. Dan soal suka itu... aku juga bingung jawabnya gimana."


Risa dan Luna terdiam. Ia membenarkan ucapan Kiara. "Tapi, kok tiba-tiba banget sih lo ngomong kalo lo salah ngefans sama Kak Bayu?"


"Ya gitu deh, Lun. Aku pikir, kayaknya nggak perlu deh aku sampe ngejar-ngejar gitu. Aku tuh kayak terlalu terobsesi kedengarannya. Dan... lagian Kak Bayu kan juga pernah bilang, kalo aku tuh nggak perlu ngefans sama dia. Pada inget kan?"


Risa dan Luna mengangguk bersamaan. "Hmm, kalo dari gue sih, keputusan ada sama lo. Itu juga hak lo mau ngefans sama Kak Bayu atau nggak. Kita ngedukung kok keputusan lo," ucap Risa sambil mencomot sepotong bakwan.


Luna mengacungkan jempolnya. "Hm, gue setuju. Mau lo ngefans atau nggak itu emang hak lo. Lagian kalo menurut gue ya, nggak ada pengaruhnya juga sama kehidupan Kak Bayu. Lebih-lebih di kehidupan lo. Lo liat kan, betapa cuek bebeknya Kak Bayu? Etapi, nggak cuek-cuek amat sih, toh gitu-gitu dia juga pernah bantuin lo pas pingsan kena bola." Kiara dan Risa otomatis tertawa mengingatnya.


Setidaknya, cukup sampai di sini saja. Selebihnya, Kiara serahkan kepada Allah. Mungkin terdengar berlebihan, tapi keputusan Kiara sendiri sudah bulat. Semoga dengan ini, ia bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Melakukan hal-hal yang perlu dan tidak ikut arus yang hanya menyenangkannya sementara.


***

__ADS_1


Meninggalkan hal yang menurutmu bisa berdampak buruk bagi dirimu sendiri adalah salah satu langkah agar bisa menjadi pribadi yang jauh lebih baik.


***


__ADS_2