CYCELLS

CYCELLS
PROLOG


__ADS_3

"Trettt treettt" bunyi alarm yang bergema di kamar tidur.


Kembali ke realita. Sungguh melelahkan ketika weekend berakhir dan harus menjalankan aktivitas seperti biasa.


Gadis cantik itupun mulai terbangun karena terganggu dengan suara tersebut.


"Tok...tokk...tok. Dek bangun, buruan siap siap, abang tunggu dibawah"


"Ngapain sih pergi pagi pagi buta gini, heran gue sama lo, hobi banget dateng pagi pagi"


"Ya iyalah gue mah rajin, kagak kaya lo kerjaannya ngebo doang"


"Iya deh sipaling rajin"


Gadis itupun segera mandi dan bersiap siap untuk ke sekolah.


Cycell Elvanca, gadis cantik berumur 16 tahun yang hanya tinggal dengan abangnya. Ia sudah ditinggalkan oleh orangtuanya sejak ia masih kecil dan hanya memiliki abang satu satunya yang mengurusnya.


"Ayok bang ke sekolah" ucap Cycell dengan riang


"Lama lo, ayok"


Sean Elvano, abang yang menjadi sosok ayah dan ibu bagi Cycells. Saat ini ia bersekolah sambil menjalankan perusahaan ayahnya. Demi menghidupi ia dan adiknya, ia harus berusaha membagi waktunya sebaik mungkin.


Sesampainya di sekolah, Cycell dan Sean turun dari mobil dan segera masuk ke kelas mereka masing masing.


"AKHIRNYA CYCELL LO DATENG JUGA, LO KERJAIN GA PR BU SRI MINGGU KEMAREN?" tanya Ayriel, teman baik Cycell di sekolahnya.


"Kerjain dong, gue kan anak rajin" jawab Cycell dengan bangga sambil mengibas rambut.

__ADS_1


"BAGI DONG, GUE MAU NYALIN"


"Noh ambil aja, jangan lupa traktir gue ntar"


"NYEBELIN LO EL"


Cycell hanya terkekeh melihat temannya satu ini. Ia dan Ayriel sudah cukup lama berteman. Sedari SMP mereka selalu sekelas, bahkan SMA ini pun mereka bersama kembali. Itulah mengapa Cycell sangat percaya dengan temannya yang satu ini.


Cycell merupakan salah satu anak yang berprestasi di sekolahnya. Di semester sebelumnya ia sempat memenangkan olimpiade fisika dan bahasa Jepang. Bahkan guru guru sekalipun banyak yang menyukainya. Selain pintar, ia juga gadis yang ceria dan humoris. Ia mampu bergaul dengan lingkungannya dengan cepat dan membuat teman temannya tertawa.


"Kringgg" bel tanda masuk berbunyi.


Jam pertama adalah jam biologi. Pelajaran yang sangat dibenci Cycell dan Ayriel. Dari semua pelajaran, Cycell sangat membenci pelajaran biologi karena dia lemah dalam soal menghafal. Setiap ulangan biologi, ia selalu menyerah dan berpasrah kepada Tuhan.


"El sumpah gue bosen banget, gue tidur dulu ya"


"Gue males banget gila pelajaran ini, ngebosenin banget"


"Ayriel dan Cycell, kalian masih mau ngobrol atau ibu keluarkan dari kelas? Perhatikan pelajaran ibu, jangan mengobrol terus" ucap guru tersebut


Mereka pun terdiam dan hanya bisa memperhatikan. Gimanapun Cycell tidak berani macam macam di sekolahnya karena ia takut nilainya akan turun.


"Kringgg...kringgg" bel istirahat telah berbunyi.


Sekelas bersorak ria karena akhirnya 2 jam pelajaran biologi telah berlalu. Banyak sekali remaja yang berhamburan keluar kelas dan sebagian menuju ke kantin.


"Ayok el kita ke kantin"


"KUY GAS NGENGG" jawab Cycell dengan semangat

__ADS_1


Di kantin, mereka berkumpul di satu meja dengan teman temannya dari kelas lain. Selain Ayriel, Cycell juga memiliki beberapa teman, yaitu Zea, Leon, dan Malvin. Mereka sama sama teman Cycell sejak masa SMP, tapi sayangnya mereka ngga sekelas pada waktu SMA.


"Gue barusan dapet temen baru" ucap Leon


"Mana? Bawa sini kenalinnke kita" jawab Cycell


"Dia kaga mau sama kalian, soalnya kalian pada banyak dosa"


"SIALAN LO" teriak mereka ber 4 bersamaan


"Ntar gue kenalin kapan kapan kalau dia mau, soalnya dia dingin banget sumpah" curhat Leon


"Sedingin doi ke gue" saut Zea dengan tampang sok menyedihkan


"Sejak kapan lo punya temen selain kita?" tanya Malvin, karena ia sendiri tak pernah melihat Leon mempunyai teman lain selain dirinya dan teman teman 1 circle nya


"Dia temen online gue di game, terus tiba tiba pindah ke kota ini. Jadi dia masuk ke sekolah kita"


"Ohhh" sautt mereka barengan


"OHH DOANGG? KURANG AJAR LO PADA"


Mereka semua pun tertawa lepas melihat Leon yang mulai kesal dengan teman temannya.


"Dah ah, gue mau balik ke kelas dulu. Capek mulut gue ketawa mulu, yok Ril"


"Hayukk"


Mereka segera kembali ke kelas masing masing karena jam istirahat akan segera berakhir. Mereka pun menghabiskan setengah hari di sekolah sampai akhirnya waktu pulang telah tiba.

__ADS_1


__ADS_2