CYCELLS

CYCELLS
OFFICIAL


__ADS_3

Setelah dirawat beberapa hari, keadaan Cycell kini mulai membaik. Sean merawat dan menjaganya dengan sangat telaten. Farel juga selalu menyempatkan diri untuk mampir ke rumah Cycell untuk menjenguk keadaannya.


Setelah minta izin dengan Sean, akhirnya Cycell diperbolehkan untuk pergi dengan Farel malam ini. Farel ingin mengajaknya dinner di restoran terbaru. Karena Cycell juga merasa bosan dirumah terus, ia pun menyetujui hal tersebut.


Karena sudah pukul 17.00, Cycell segera menyiapkan dirinya untuk pergi. Ia segera mandi dan memakai make up tipis. Tak lupa dengan dress hitam dan high heels yang membuatnya terlihat sangat anggun.


...in chat...


Farel : Udah siap?


Cycell : Udah Rel


Farel : Gue otw ya


Cycell : Okey


Cycell segera menuju ke bawah untuk menunggu Farel. Ketika ia turun, Sean melihat adiknya tersebut dan ternganga.


"Adek gue cantik banget gilak" ucapnya dalam hati.


"Abang, bentar lagi Icell pergi ya. Farel udah dijalan ini"


"Abang? Kenapa melamun" tanya Cycell sambil menggerakan tangannya ke depan mata Sean.


"Eh iya dek, hati hati ya. Adek cantik banget malem ini, abang sampe terhipnotis"


"Hahaha bisa aja lo bang"


Bel rumah pun berbunyi, Cycell dengan semangat segera membukakan pintu.


"Hai Rel"


"Halo Cycell, ayok pergi. Bang, adek lo gue pinjem ya"


"Iya, jaga dia baik baik. Awas kalau dia lecet dikit aja"


"Siap bang"


Cycell dan Farel segera masuk ke mobil dan pergi menuju ke restoran tersebut.


"Lo cantik banget hariini" kata Farel sambil melihat Cycell sekilas. Cycell yang dipuji pun salting dan mencoba menganggapnya candaan.


"Gue emang cantik kok tiap hari" jawabnya sambil terkekeh


"Iya, lo tiap hari cantik"


Cycell senyam senyum dengan jawaban Farel.


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka tiba di restoran tersebut.


"Silahkan masuk tuan dan nyonya" ucap para pelayan yang ada disana

__ADS_1


"Kok gaada orang disini" tanya Cycell kebingungan


"Gue sewa 1 restoran" jawab Farel dengan santai


"Kokk lo--" ucapan Cycell terhenti karena Farel segera menariknya ke atas.


Setelah sampai di rooftop, Cycell sangat kagum dengan pemandangan Jakarta pada malam hari. Tak lupa hiasan beberapa lilin yang mengelilingi rooftop tersebut yang membuat malam ini terasa sangat indah.


"Tempat ini bagus banget" ujar Cycell sambil melihat pemandangan


"Mangkanya gue ngajak lo kesini"


"Aaaa gue suka banget angin di malam hari". Cycell mengangkat tangannya sambill membuka mulutnya.


Farel sangat gemas dengan tingkah perempuan yang dia cintai ini. Rasanya ia ingin mencubitnya sekuat mungkin.


"Ayo duduk di meja makannya" ajak Farel sambil menunjuk ke arah meja yang telah disiapkan.


"Ayo"


Para pelayan pun segera menghidangkan makanan yang telah dipesan oleh Farel. Mereka menikmati makanan tersebut diiringi dengan canda tawa.


"Sini buka mulut lo, happpp" ucap Farel yang ingin menyuapi Cycell. Cycell membuka mulutnya dan mulai salah tingkah.


"Ciee salting ya lo" goda Farel sambil menaik turunkan alisnya


"Apasi Rel, mana ada gue salting" jawab Cycell sambil ngambek


Pipi Cycell mulai memerah, tetapi untungnya tak terlihat karena gelap.


Setelah selesai menikmati semua hidangan, tak lama seorang pelayan datang dengan membawa 1 hidangan lagi.


"Maaf, ini ada hidangan yang tertinggal"


"Baik, terima kasih" jawab Cycell


"Ayo dibuka" ucap Farel


Cycell segera membuka hidangan tersebut dan alangkah terkejutnya ia dengan isi dari hidangan tersebut.


"R-rel, lo serius?" tanya Cycell yang tak percaya


"Iya sayang, aku serius" jawab Farel. Ia kini sudah mengubah lo-gue menjadi aku-kamu.


Di hidangan tersebut, terdapat piring panjang yang berisi kelopak bunga mawar. Kelopak bunga mawar tersebut membentuk sebuah kata yang bertulis 'Let's be my girlfriend'.


Farel mulai berdiri dan mengambil bunga dari seorang pelayan yang entah kapan sudah standby di dekat pintu.


Ia membawa Cycell untuk berdiri dan membawanya ke tengah tengah rooftop. Tak lama, lampu di tengah pun menyala dan membentuk love.


Farel berlutut di hadapan Cycell sambil menyerahkan sebuket bunga dan berkata

__ADS_1


"Cycell, sejak awal kita ketemu, aku udah tertarik dengan kamu. Maafkan aku pernah merusak dirimu, tetapi aku benar benar merasa bersalah karena telah melakukan itu. Cycell, aku sayang kamu dan mencintai kamu. Will you be my girlfriend?"


Cycell sangat terharu pada malam hari ini sampai tak bisa berkata kata. Ia sangat senang, ternyata laki laki yang ia cintai juga mencintainya. Ia pun mengambil buket bunga tersebut dan berkata


"Aku juga udah mulai suka sama kamu sejak awal ketemu Rel. Aku juga sadar, lama lama rasa suka ini berubah jadi cinta. Yes, i will. I want to be your girlfriend"


Farel sangat bahagia dengan jawaban Cycell dan memeluknya erat.


"I love you sayang" bisiknya


"I love you more"


___________


Kini Cycell sudah berapa di depan rumahnya.


"Aku pulang dulu ya sayang" ucap Farel


"Hati hati di jalan"


Mulai dari masuk ke rumah, Cycell sudah senyum senyum seperti orang gila. Sean yang melihat hal tersebut tentu penasaran dengan apa yang terjadi.


"Lo ngapain aja sama Farel, sampe senyum senyum kaya bencong gitu"


"Apasi lo, orang cantik gini dibilang kaya bencong. Lo kepo ya bang"


"Cepetan dek, lo ngapain aja sama Farel"


"Coba lo tebak bang gue diapain"


"Lo jadian?"


"KOK LO PINTER SI TUMBEN AMAT"


"HAH?? SERIUS DEK LO JADIAN?" heboh Sean yang membuat telinga Cycell sakit


"Biasa aja kali. Lo emang liat kebohongan di muka adekmu ini bang? Kagak kan?"


"WAH PJ DONG DEK, MASA GAMAU PJ ABANGMU INI"


"Beres soal itu mah, nanti gue traktir lo"


"Kalau Farel nyakitin Icell kasih tau abang ya, abang bakalan tetep jagain Icell walaupun Icell sudah punya pacar" jawab Sean yang sudah kembali ke mode normal


"Siap laksanakan kapten"


Cycell segera ke kamarnya dan menutup pintunya. Hatinya saat ini tak berhenti berdebar dan ia tidak dapat mendeskripsikan sebahagia apa ia saat ini.


"Semoga papa kamu bisa jagain mama terus sampe kamu lahir nak"


"Mama harap mama bisa kasih tau papa secepat mungkin soal kamu"

__ADS_1


Ucapnya sambil mengelus perut ratanya itu.


__ADS_2