
Keesokan harinya, mobil Farel kini sudah berada di pekarangan rumah Cycell. Mulai hari inj Cycell akan pergi ke sekolah dengan Farel, tidak dengan Sean lagi.
"Abang gue duluan ya, udah dijemput Farel"
"Iya hati hati dek"
Cycell mulai melangkah mendeket ke mobil Farel dengan senyum lebarnya.
"Pagi Farel" ucap Cycell yang sehabis membuka pintu mobil
"Pagi honey" balas Farel.
Cycell yang dipanggil honey untuk pertama kalinya sedikit memalu dan pipinya kini memerah.
"Ututu cewe aku blushing nih" ucap Farel sambil mencubit pipi Cycell.
"Ih apaan, mana ada aku blushing" ngambek Cycell sambil melihat ke arah jendela
"Jangan ngambek dong sayang" Farel menoel noel pipinya. Hal ini membuat Cycell menjadi salting brutal.
"Ih Farel tauu ahh. Ayo cepetan ke sekolah, nanti telat lhoo"
"Siap my princess"
Farel mulai menjalankan mobilnya dan menuju ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, mereka segera turun dari mobil. Ternyata, Reena kini sudah menunggu Farel di parkiran mobil.
"Ih sayang, kok kamu pergi bareng Cycell sih?" ucapnya sambil berusaha meraih tangan Farel. Cycell yang sedari waktu itu kesal pun membalas perkataan Reena.
"Ya dia jemput PACARNYA lah, masa gitu doang gatau sih mbak. Oh iya, gausah sok imut deh depan cowo gue. Gausah caper juga karena dia ga demen sama lo" tegas Cycell.
"Pacar? Sayang, kamu pacaran sama cewe murahan ini?"
PLAKK...
"Yang murahan itu ELO bukan GUE ya sialan. Lo yang mulai deket deket cowo gue yang jelas jelas hubungan kalian sudah berakhir. Sadar diri dulu baru ngatain orang" ucap Cycell yang tersulut emosi.
"Hiks hiks kok lo gitu sih sama gue? Farel tolongin gue, gue dipukul sama cewe lo hiks hiks"
"Lo emang PANTES dapetin semua itu. Ayo sayang kita pergi aja dari sini" ajak Farel kepada Cycell.
Farel segera merangkul pinggang Cycell dengan romantis dan meninggalkan Reena yang sedang memegang pipinya kesakitan.
"Lo liat aja pembalasan gue Cycell Elvanca" gumam Reena dengan smirk nya.
_________
Waktu istirahat kini telah tiba dan Cycell bersama dengan Ayriel sedang menuju ke kantin. Setelah Cycell bercerita kepada Ayriel tentang perbuatan Reena, kini Ayriel tak mau berteman lagi dengan Reena.
"Halo semuanya" sapa Cycell ketika sampai di meja kantin
"Halo Cel, akhirnya lo udah sehat" balas Zea
"Halo juga Cel" jawab Leon dan Malvin
__ADS_1
"Lo pada udah pesen makan?" tanya Ayriel
"Udah kok, kita tinggal nunggu aja" jawab Leon
"Eh gue mau pipis dulu ya, tiba tiba kebelet" ucap Cycell sambil tergesa gesa menuju ke toilet.
"Hati hati Cel" teriak Ayriel.
Sementara itu seseorang yang melihat kejadian tersebut dengan cepat akan mengambil kesempatan emas.
Cycell kini sudah selesai dengan masalah kebeletnya dan sedang merapikan diri di depan kaca. Saat ini di WC tidak ada orang sehingga membuatnya bebas untuk berkaca. Tiba tiba lampu WC mati dan pintu WC pun tertutup.
Cycell kaget setengah mati dan segera berlari menuju pintu. Ia berusaha membuka pintu tersebut dan ternyata pintu tersebut sudah dikunci.
"Tolong, tolongin gue. Siapapun diluar tolongin gue. Gue kejebak di dalem" teriak Cycell.
Tak lama, ia mendengar langkah kaki yang perlahan lahan mendekat.
"HAHAHAHA, gaada yang bakal nolongin lo dari gue Cycell Elvanca" ucap Reena sambil mendekat terus.
"AKHHH SAKITT SIALAN" berontak Cycell ketika Reena mulai menjambak rambutnya.
PLAKKK....
Reena menampar Cycell hingga membuatnya terjatuh ke lantai.
PLAKK...
Ia menampar Cycell untuk kedua kalinya. Pukulan Reena sangat kuat sehingga membuat mulut Cycell mengeluarkan darah.
"Ini akibat lo sudah main main sama gue Cycell" bisiknya ke telinga Cycell. Cycell kini sudah tak berdaya. Ia tak mampu melawan bahkan tak mampu berkata kata. Saat ini ia hanya memikirkan anak yang sedang berada di dalam perutnya karena ia takut Reena akan menyerang perutnya.
Reena menghempaskan Cycell ke lantai dan menendang dirinya.
"Itu akibat lo sudah ngambil Farel dari gue"
PLAKKK....
"Dan ini balesan karena lo sudah mempermalukan gue berkali kali".
Kemudian Reena mengambil ember yang berisi air pel.
BYURRR....
Kini seragam Cycell basah karena air pel tersebut. Cycell sudah tak kuat lagi dan hanya bisa berdoa kepada Tuhan.
"Abang, tolongin Icell" ucapnya dalam hati sambil menangis nangis.
Sementara itu, Farel dan teman teman Cycell sangat panik karena sedari tadi Cycell belum balik.
"Gue mau susul ke WC dulu" ucap Ayriel sambil berlari. Tak lupa teman temannya juga mengikutinya dari belakang.
Dari kejauhan, Sean melihat teman teman Cycell dan Farel sedang berlari seperti ada masalah. Ia pun tidak melihat keberadaan adiknya itu.
"Bro, kalian duluan aja. Gue mau temuin adek gue dulu" ucap Sean kepada teman temannya.
__ADS_1
Perasaan Sean tidak enak dan firasatnya mengatakan ia harus mengikuti Farel. Sesampainya Ayriel di dekat WC, ia bingung karena banyak siswa yang sedang berkerumun.
"WC nya terkunci, kayanya ada yang sengaja ngunciin dari dalem" ucap salah satu siswa. Sedangkan siswa lain ada yang berusaha membuka engsel pintu tersebut.
"Tadi gue denger ada yang teriak minta tolong" ucap siswa lain.
Teman teman Cycell panik mendengar hal itu.
"Woy mana adek gue" tanya Sean yang terlihat menges
"Kayanya di dalem WC bang, soalnya tadi Cycell tadi ke WC tapi sampe sekarang engga balik balik. Kata salah satu siswa tadi pintunya sengaja dikunci dari dalam" jelas Ayriel sambil ketakutan dan panik.
Farel kini segera mencoba melewati kerumunan tersebut. Sean kini juga mengikutinya dari belakang.
"Dikunci bang" ucap Farel yang sudah mencoba membuka pintu tersebut.
"Kita dobrak aja" panik Sean dan mulai mendobrak pintu tersebut.
BRAKK...
BRAKK...
BRAKK... Akhinya yang ketiga kali pintu terbuka.
Alangkah terkejutnya Sean dan Farel ketika melihat Cycell kini sudah terbaring tak berdaya di lantai. Sean yang melihat Reena berada disana segera menyeretnya keluar dari toilet.
PLAKKK
"LO APAIN ADEK GUE SIALAN. GUE GAPERNAH MAU MAIN KASAR SAMA CEWE TAPI CEWE KAYAK LO PANTES DIGINIIN"
"LEON MALVIN KALIAN TAHAN NI CEWE DAN BAWA KE RUANG KEPALA SEKOLAH. BILANGIN DIA BULLY ADEK GUE SAMPE PINGSAN. NANTI GUE BAKAL TEMUIN KEPALA SEKOLAH" ucap Sean yang langsung diturutin olen keduanya.
"Cel bangun Cel" ucap Farel menepuk nepuk pipi Cycell. Cycell yang masih setengah sadar hanya mampu memanggil nama Farel saja.
"Ayo angkat ke mobil gue cepetan" panik Sean yang melihat adiknya sudah basah kuyup dan berdarah.
Farel segera mengangkat Cycell dan membawanya ke dalam mobil Sean. Tanpa berbicara apapun, Sean langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan Farel tanpa sepatah katapun. Hal tersebut membuat Farel panik karena ia sangat ingin ikut ke rumah sakit.
"Bertahan ya dek, lo kuat kok" ucap Sean.
Kini dokter dan perawat kepercayaan Sean dengan segera menangani Cycell. Sean sangat takut ia akan kehilangan adiknya itu. Ia juga sangat takut dengan keadaan bayi yang dikandung Cycell.
"ARGHH CEWE SIALAN ITU APAIN ADEK GUE SIH"
Tak lama dokter pun keluar dan menjelaskan kepada Sean keadaan adiknya itu.
"Cycell hanya mengalami luka dan bengkak di beberapa bagian tubuhnya. Untung saja bayinya masih dapat diselamatkan. Karena ia basah akibat air yang kotor membuat sebagian lukanya terinfeksi, tetapi saya sudah menanganinya dengan baik" jelas dokter tersebut.
"Beneran gapapa kan dok? Apa saya sudah boleh melihatnya?"
"Mohon tunggu beberapa waktu terlebih dahulu karena lebih baik ia dibiarkan beristirahat terlebih dahulu"
"Baiklah dok. Terima kasih"
"Saya izin pergi ya, kalau ada keadaan darurat segera panggil saya" ucap dokter tersebut meninggalkan Sean.
__ADS_1
Sean kini hanya bisa berdoa agar adiknya itu baik baik saja.