
Selama beberapa hari Cycell di rumah sakit, ia dirawat oleh Farel. Farel bolos dari sekolahnya dan memutuskan untuk menemani Cycell di rumah sakit. Seperti saat ini, Cycell sudah terbangun dari tidurnya sementara itu Farel masih terlelap di alam lain.
Cycell mengelus rambut Farel secara perlahan sambil melihatnya. Ia merasa beruntung mempunyai laki laki sebaik Farel. Cycell merasakan gejolak yang aneh di perutnya. Perutnya seakan akan minta untuk dielus Farel, namun bagaimana cara ia memintanya?
Farel pun mulai terbangun karena tangan Cycell yang tetap mengelus kepalanya. Ia melihat ke arah Cycell dan tersenyum hangat.
"Selamat pagi sayangku. Gimana keadaannya? Masih ada yang sakit?"
"Pagi juga sayang. Engga ada lagi kok, aku udah baikan banget" balas Cycell yang ikutan tersenyum. Ingin sekali saat ini ia menarik tangan Farel dan meletakannya di perutnya. Namun sayangnya ia tak bisa melakukan hal tersebut.
"Kamu mau ke taman ga jalan jalan? Sekalian bisa liat pemandangan" ajak Farel.
"Ayok Rel, aku pengen ke taman".
Farel segera menggendong Cycell dan menaruhnya di kursi roda. Farel mulai mendorong kursi roda tersebut dan membawa Cycell ke taman yang ada di rumah sakit.
Di taman terdapat lumayan banyak anak anak yang sedang sakit bermain. Farel mendorong Cycell ke dekat kursi di taman. Cycell melihat seorang anak yang sedang duduk diam di kursi tersebut dan menyuruh Farel untuk mendorongnya ke arah sana.
"Halo cantik, nama kamu siapa?" tanya Cycell.
__ADS_1
"Halo kak, nama aku Shella" jawab anak tersebut.
"Kenapa kamu ga ikutan main bareng anak anak lain?" tanya Cycell.
"Aku engga suka main, aku cuman mau nyari angin"
"Oh gitu, sama dong kaya kakak. Kamu sakit apa Shella?"
"Aku kena kanker otak stadium 3 kak dan hidupku udah ga lama lagi. Mangkanya aku mau nikmatin indahnya alam sebelum aku dipanggil Tuhan" jawabnya sendu.
Cycell yang mendengar hal tersebut ikutan sedih dan meneluk gadis kecil itu.
"Udah gaada harapan lagi kak. Bahkan dokter sendiri yang bilang gitu" ucap Shella menangis.
"Kamu kuat kok, kamu pasti bisa. Percaya sama kakak kalau kamu mampu ngelewatin masa masa ini" ucap Cycell sambil memegang kedua tangan bocil tersebut.
Melihat senyum Cycell yang begitu manis dan tulus membuat anak tersebut tersenyum. Ia berhenti menangis dan mengangguk kepada Cycell.
"Iya kak aku pasti bisa. Aku pulang dulu ya ke kamar, takut dicariin sama abang aku"
__ADS_1
"Oke, hati hati ya Shella". Shella pun melambaikan tangan dan pergi.
Sementara itu, sedari tadi Farel hanya memperhatikan interaksi kedua orang tersebut.
Kemudian Farel melihat ke sekeliling taman dan ada penjual balon yang tiba tiba masuk. Farel segera membeli balon tersebut dan kembali ke arah Cycell.
"Ini ada balon buat kamu"
"Aku kaya bocil aja dikasih balon gini" ucap Cycell sambil tertawa.
"Kan kamu emang bocil aku" jawab Farel sambil puk puk kepala Cycell.
Farel berlutut ke Cycell dan memegangi kedua tangannya.
"Aku sayang kamu Cycell. Aku bakalan jagain kamu terus dan buat kamu bahagia dengan semampuku" ucapnya tulus.
"Aku juga sayang kamu Farel. Makasih ya udah ngeluangin waktu buat jagain aku disini. Itu semua udah lebih dari cukup kok buat aku".
Kemudian mereka pun berpelukan di tengah taman tersebut. Banyak sekali orang yang lewat dan merasa iri dengan kedua pasangan ini. Mereka layaknya pasangan berbahagia tanpa ada masalah. Mereka tak menyangka bahwa setelah ini masalah akan mulai berdatangan sedikit demi sedikit dan menyerang mereka.
__ADS_1