
"Dari semua orang disini, lo selalu yang paling ngaret dah" sindir Leon kepada Cycell yang baru saja datang.
"Biasalah, udah kebiasaan bestie gue itu mah" sambung Ayriel
Cycell yang sedang malas berdebat hanya angguk angguk kepala saja merespon mereka
"Tumben kalem lo" tanya Leon
"Apasih, gue serbasalah mulu dah, gue diem salah, berisik salah. Mau lo apa si wahai Leon sipaling benar?"
"Santay aja kali, lo lagi PMS ya? Pantesan marah marah mulu" ucap Leon sambil tertawa dan diikutin teman temannya.
"Ga"
"Kuy main TOD" ajak Zea kepada mereka semua
"Ayok" jawab mereka semua serempak
"Jadi botol ini bakalan diputer, kalau berentinya ke arah kalian artinya kalian harus milih truth or dare" jelas Zea kepada mereka
"Oke"
"Kita mulai ya, gue bakal yang puter pertama" ucap Zea
Putaran pertama pun dimulai dan ternyata berhenti di Leon
"Truth or dare" tanya Malvin dengan semangat
"Truth" jawab Leon
"Ah cupu lo, masa pilihnya truth" timbrung Ayriel
"Iya cupu lo" Cycell ikut menimbrung
"Iyadah dare, apaan?"
Malvin tersenyum seperti mbak kunti
"Lo goda cewe yang ada disitu" tunjuk Malvin kepada gadis yang sedang genit kepada om om
"GILA LO" teriak Leon dengan frustasi
"Lakuin ga lo? Atau gue kasih yang lebih parah"
__ADS_1
"FINE"
Leon segera melakukan aksinya dan membuat mereka semua tertawa geli melihatnya. Setelah selesai menggodanya Leon pun meninggalkannya dan kembali ke meja teman temannya.
Putaran kedua pun berlangsung dan ternyata berhenti ke Cycell
"Gue pilih dare" ucap Cycell sebelum ditanya
"Lo minum minuman yang gue pilih buat lo" ucap Leon kepadanya
"Oke" jawabnya tanpa rasa takut
Leon memberikan minuman yang telah ia pesan kepada Cycell. Sebenarnya ia telah mencampurkan sesuatu kedalam minuman itu. Cycell meminum minuman itu tanpa rasa curiga kepada Leon dan ia hanya meminumnya setengah.
"Lanjut" ajak Cycell
Putaran ketiga ternyata berhenti di Farel
"Truth or dare?" tanya Leon
"Dare aja" jawab Farel
"Lo minum minuman bekas Cycell"
"Yang bener lo, gausah gila"
"Iyadah" jawab Farel pasrah. Ia mengambil gelas bekas Cycell dan meneguknya hingga kandas.
Mereka menyudahi permainan ini karena Leon mengajak mereka semua untuk minum dan joget di dalam bar tersebut. Cycell yang tak tahan lagi segera menuju ke toilet, ia merasa ingin muntah.
Farel juga demikian, ia tak tahan dengan rasa aneh didalam tubuhnya dan memutuskan untuk ke toilet juga. Setelah mengeluarkan isi perutnya, Cycell segera keluar dari toilet dan secara tidak sengaja bertemu dengan Farel.
Farel yang sudah tak sadarkan diri itupun menarik Cycell ke dinding dan mendekatkan dirinya.
"Sialan lo, lo bikin perasaan gue campur aduk" ucap Farel kepada Cycell
Cycell yang masih setengah sadar berusaha melepaskan diri dari Farel. Pasalnya, Farel sangat menyeramkan saat ini.
"Lepasin gue Rel, sakit. Hmpphhh"
Farel membungkamnya dan membawanya kabur ke kamar yang berada diatas bar. Dan pada malam itulah mereka telah melakukan kesalahan terbesar yang sangat berdampak pada masa depan mereka.
Sedangkan teman temannya yang lain juga sudah tak sadarkan diri dan tak peduli dengan satu sama lain.
__ADS_1
skip pagi hari
Cycell mulai membuka matanya perlahan tapi rasanya sangat berat. Ia masih berusaha untuk mengedip ngedipkan matanya dan merasa pusing. Ia juga merasa asing dengan kamar yang sedang ia tempatin. Saat melihat kesamping, ia sangat terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Farel..."
Farel pun perlahan juga mulai bangun. Ketika ia membuka matanya, ia tak kalah kaget dengan Cycell
"Cycell..."
"Lo apain gue Rel" ucap Cycell yang mulai menangis sedih dan ketakutan
"Maaf, maaf Cel. Gue gatau, gue gainget apapun"
"Jahat lo" ucap Cycell sambil mengambil pakaiannya dan berlari ke kamar mandi
Farel sendiri masi kebingungan dan berusaha mengingat kejadian semalam.
"ARGHH SIALAN"
Ia melihat ke arah kasur dan disana terdapat darah. Ya, dia telah mengambil kesucian seorang gadis
Sementara di wc, Cycell tak berhenti menangis dan mandi berkali kali. Ia merasa sangat kotor saat ini.
Farel yang mendengarnya menangis menjadi tak tega. Ia segera memakai pakaiannya dan masuk ke wc. Farel sangat terkejut melihat Cycell yang sangat tak berdaya dibawah guyuran shower.
"Cel maafin gue, gue beneran ga sengaja"
"Maaf lo gabikin semuanya balik"
Farel memeluk erat Cycell dan mengajaknya keluar kamar mandi. Ia berusaha menenangkan Cycell tetapi gagal terus.
"Gue mohon rahasiain ini dari siapapun. Gue gamau ada yang tau tentang kita" ucap Cycell sambil memohin kepada Farel
"Gila, gue juga gaakan kasih tau siapapun soal ini"
"Makasih. Gue mau pulang, tolong anterin gue"
Mereka menuju ke parkiran dan Farel mengantar Cycell kembali ke rumahnya. Cycell melihat ke HP nya, banyak sekali telepon dari abangnya. Ia menjadi sangat merasa bersalah dengan abangnya itu.
"Halo bang, ini Icell otw pulang. Sorry Icell semalem ketiduran di rumah Zea dan gasempet ngabarin abang"
"Lo bikin panik aja dah, yodah gue lagi diluar nanti lo urus makan lo sendiri ya"
__ADS_1
"Iya bang"
Setelah sampai di depan rumahnya, Cycell pun masuk tanpa pamitan kepada Farel. Farel yang mendapat perlakuan seperti itupun merasa sangat bersalah, tetapi ia tak bisa melakukan apapun.