
Bingung.
Itulah hal yang dirasakan Cycell sekarang. Kini ia duduk di sebelah cowo kulkas yang ia temui tadi pagi.
"Kok lo tumben diem banget cel" goda Leon sambil menaikin matanya.
"Gue lagi bingung" jawabnya jujur.
"Udahlah ngapain bingung, mendingan kalian kenalan noh sama temen baru gue. Bro, lo jangan dingin dingin amat sama mereka, anggep aja mereka tuh gue" ucap Leon.
"Hmm, nama gue Farel Wicozo. Gue temen online Leon dari game. Gue pindahan dari luar kota, jadi gue belum terlalu ngerti pergaulan disini gimana" ucap Farel dengan sopan.
"Kenalin gue Malvin, temen Leon dari SMP"
"Gue Zea"
"Gue Ayriel"
Dan terakhir, semua mata tertuju ke Cycell.
"Nama lo siapa?" tanya Farel
"Nama gue Cycell"
"Nama yang bagus" gumam Farel
"Apa kata lo?" tanya Cycell yang mendengarnya bergumam tak jelas
"Ga".
Singkat, padat, dan jelas. Mampu membungkam Cycell yang biasanya cerewet. Pasalnya, sebelum ini dia tak pernah merasa tidak punya topik untuk bicarakan. Tetapi saat ini, dia sedang mati topik dan kebingungan apa yang harus ia katakan dan perbuat.
"Lo pada mau makan apa? Gue pesenin" tanya Cycell kepada mereka.
"Gue bakso aja" jawab Ayriel
"Gue juga" jawab Zea, Leon, dan Malvin
"Lo mau apa?" tanya Cycell sambil menatap Farel
"Gue pesen sendiri aja ngikut lo"
Deg..deg..deg..
Cycell dan Farel kini sedang berjalan beriringan menuju ke kang bakso langganannya.
"Bang baksonya 6 ya"
"Siap neng"
Cycell duduk di dekat gerobak bakso tersebut dan Farel pun membuntutinya karena ia tak tahu apa apa.
"Kenapa lo pindah kesini?" tanya Cycell yang berusaha membuka pembicaraan.
"SMA di tempat gue ga sebagus di kota lain, jadinya ortu gue ngirim gue buat sekolah disini"
"Lo tinggal di kota kecil?"
"Iya"
"Oh pantesan, kok bisa tau SMA ini?"
__ADS_1
"Gue nanya sama Leon dan kebetulan ortu gue setuju buat sekolahin gue disini"
Cycell pun angguk angguk mendengar jawabannya. Setidaknya ia tak sedingin kemarin yang hanya cuek kepadanya.
"Nih neng baksonya, mau saya bantu antar ga?"
"Boleh mang, soalnya tangan saya sama teman saya ga cukup buat bawa 6 mangkok"
"Oke neng"
Mereka segera membawa bakso tersebut ke meja mereka dan melahapnya bersama diiringi dengan candaan dari Cycell dan Leon yang tak berkesudahan.
Di dalam grup ini, Cycell dan Leon merupakan orang yang selalu melawak untuk teman temannya. Mereka juga sangat cocok ketika sedang berdebat karena sama sama tidak mau kalah. Itulah mengapa ketika mereka berdua disatukan akan membuat teman temannya tak berhenti menertawakan mereka. Farel yang melihat tingkah Cycell mulai ikut tersenyum tipis.
"Lucu" ucapnya dalam hati.
"ADEK SAYANG ABANG MAU PINJEM DUIT DONG" ucap Sean sambil memegang pundak adeknya.
"ASTAGA BANG LO BISA GA GAUSAH NGAGETIN GUE GITU, NTAR GUE SERANGAN JANTUNG KAGAK LUCU TAU" balas Cycell yang kaget dengan serangan abangnya
"Hehehe maaf dek, pinjem duit dong, abang gabawa duit"
"Kagak mau, pinjem sama temen lo aja"
"Pelit amat lo dek"
"Iya iya, noh ambil nih 50 ribu"
"Gitu dong, makasih adek gue yang cantik" sambil mencubit pipi Cycell.
Farel yang melihat hal tersebut tiba tiba muncul rasa aneh dalam dirinya.
"Siapa orang itu? Sampe nyubit nyubit Cycell?" ucapnya dalam hati.
"Bukan, gue gapunya abang modelan gitu" canda Cycell sambil terkekeh
"Ga lah bercanda, iya itu abang gue, kenapa?"
"Engga, nanya aja"
"KIW KIW ADA APA NIH REL, TUMBEN LO NANYAIN ANAK ORANG" goda Leon
"Apasih lo, gajelas" ucap Farel sambil meninggalkan meja makan.
"Gue balik duluan". Sejujurnya ia malu karena ia salting.
"Kenapa gue nanya sih tiba tiba, aneh" gumamnya sambil berjalan.
Sementara itu, keempat teman Cycell mulai heboh karena Farel yang bertanya soal abangnya tadi.
"Kayaknya mulai tertarik dia ama lo cel" ucap Leon dengan serius.
"Ga, abang gue terlalu norak tadi. Mungkin karena itu dia nanya soalnya gue kalem" jawabnya dengan kepedean 100%
"HOEKK" jawab mereka bersamaan.
"Gue serius cel" jawab Leon.
"Gue tau Farel orangnya gimana. Walau kita temenan online dan baru kenal sebentar di offline, tapi dia bukan tipe yang mau nanyain urusan orang".
"Ciee cieee Cycell" goda Zea dan Ayriel
__ADS_1
"Kiw Icell, gas ell deketin tu cowo" Malvin menimbrung.
"Gajelas, yok Ril masuk kelas, dah mau masuk" jawab Cycell sambil menarik tangan Ayriel menuju ke kelasnya.
Skip pulang sekolah
Setelah Cycell sampai dirumahnya, seperti biasa ia bebersih terlebih dahulu sebelum rebahan. Sesudah semuanya beres, ia segera membuka HP nya karena sedari tadi notif HP nya tak berhenti berbunyi
...Sipaling Bestie (6)...
Leon menambahkan Farel ke dalam group
Leon : Selamat datang bro di circle kita.
Zea : Welkam, semoga betah.
Leon : Guys, lo pada mau nongki ga malem ni?
Zea : Gas
Ayriel : Gas
Malvin : Gas
Farel : Ngikut
Leon : @you lo ikut ga?
Cycell : Iya gue ikut tapi gabisa sampe terlalu malem, nanti abang gue nyariin.
Leon : Siap, kita ke bar deket rumah gue aja ya. Khusus Farel nanti gue share loc ke lo.
Farel : Oke
Sejujurnya tujuan Leon ingin mengajak nongki malam ini karena ingin mendekatkan Farel dan Cycell. Entahlah, Leon mungkin terlalu peka dengan keduanya. Leon merasa Farel mulai ada rasa ketertarikan dengan teman baiknya, oleh karena itu Leon berusaha meyakinkan apakah feelingnya benar atau tidak.
Dilain tempat, Cycell sedang bingung ingin memakai pakaian apa. Walaupun ia memiliki banyak baju, ia merasa ia tak punya baju.
"Haduh malem ni gue pake apaan coba, baju gue gaada yang bener semua" ucapnya kesal sambil membuang bajunya ke arah kasur.
Abangnya yang kebetulan lewat depan kamarnya pun masuk ke kamarnya.
"Kenapa dek lo kaya frustasi banget?" tanya Sean
"Gue gatau mau pake apaan buat ce cafe malem nih" jawab Cycell
"Lah? Tumben lo peduli soal penampilan. Jangan jangan... ADEK GUE UDAH GEDE. LO LAGI NAKSIR YA SAMA COWO? SIAPA DEK SIAPA? KASIH TAU ABANG SINI BIAR ABANG NILAI DULU" heboh Sean sambil menaiki kasur.
"Apasi bang, santai aja kali"
"Serius dek, lo lagi naksir sama cowo?"
"Bukan naksir, gue cuman ngerasa aneh sama perasaan gue yang tiba tiba beda. Setiap bareng dia gue merasa deg deg an, gaaman jantung gue"
"Udah lama kenal?"
"Belum lama, baru beberapa hari lalu. Gue ketemu dia di minimarket, eh ternyata dia temennya Leon"
"Kalau saran abang, pake apapun yang adek suka aja. Jadi diri sendiri lebih baik daripada jadi oranglain yang adek ganyaman. Cowo bakal lebih seneng kok kalau liat cewe jadi dirinya sendiri" nasehat Sean sambil memegangi pundak Cycell. Setelah itu ia keluar dari kamar Cycell.
Akhirnya, Cycell menuruti apa kata abangnya. Ia hanya memakai crop top dengan celana jeans favoritnya. Walau simpel, Cycell tetap terlihat cantik.
__ADS_1
Malam pun telah tiba dan Cycell segera pergi ke bar tujuannya.