
Hari ini hari yang indah bagi Cycell, dimana ia bisa menghabiskan waktunya bersama dengan Farel.
"Mama seneng banget hariini, mama bisa ngabisin waktu bareng papa kamu" ucap Cycell sambil memegang perut ratanya itu.
"Mama masih bingung gimana cara ngasih tau papa kamu kalau kamu ada di perut mama".
Karena terlarut kedalam pikirannya terlalu lama, Cycell pun ketiduran.
_____________
Skip disekolah
Hari ini para guru dan OSIS akan menegaskan soal peraturan sekolah. Oleh karena itu, seluruh siswa diminta untuk ke lapangan. Setelah semua siswa turun, mereka pun berbaris dan memperhatikan kepala sekolah yang sedang berbicara.
Karena cuaca sangat panas, membuat Cycell mulai pusing. Ia sudah terlihat pucat dan mulai tidak seimbang.
Ayriel yang sadar akan hal tersebut langsung bertanya
"Cell lo gapapa? Muka lo pucet banget"
"Gue gapapa"
"Serius lo cel? Kalau gasanggup ke UKS dulu aja"
"Gue gapapa, Ayriel"
Ayriel sangat cemas dengan keadaan Cycell dan memberi kode kepada Leon dan Farel yang berbaris didekat mereka.
"Cycell pucet banget" bisik Ayriel
"Lo perhatiin terus aja" jawab Farel
Tak lama kemudian, Cycell merasa ingin muntah. Tetapi ia sudah tidak bisa bergerak lagi dan penglihatannya mulai menghitam. Ia segera memegang tangan Ayriel untuk menopang badannya. Tetapi tak lama kemudian...
Brukk...
"Cycell astaga" kejut Ayriel
Farel yang melihat kejadian tersebut dengan sigap langsung menggendong Cycell. Ia membawa Cycell ke ruang UKS.
"Bukain pintunya cepetan" panik Farel
Ia membaringkan Cycell di salah satu ranjang yang ada di UKS. Para tim PMR pun segera membuatkan teh hangat.
"Cel bangun Cel" Farel sambil menepuk nepuk pipi Cycell.
"Cel sadar Cel" ucap Ayriel yang sedang menggosok kaki dan tangan Cycell.
Cycell mulai membuka matanya dan pusing pun menyerangnya kembali.
"Bantu senderan dulu biar bisa minum teh anget" perintah tim PMR
Farel dan Ayriel membantu Cycell untuk bersender di ranjang. Farel segera mengambil teh hangat tersebut dan membantu Cycell untuk minum.
"Lo tiduran dulu aja ya disini" kata Farel
"Iya"
"Ayriel, lo bisa tolong beliin bubur ga buat Cycell?" tanya Farel
"Bisa kok, gue beli dulu ya"
Ayriel segera pergi ke kantin untuk membeli bubur.
Sembari menunggu Ayriel, Farel masih menggosok tangan dan kaki Cycell dengan minyak kayu putih. Cycell yang mendapatkan perlakuan tersebut tentu saja luluh.
"Udah rel gapapa" kata Cycell
"Gapapa apanya, lo sampe pingsan gini. Lain kali kalau udah gakuat gausah baris lagi, langsung ke UKS"
"Iya, maafin gue"
Farel mengelus rambut Cycell.
"Gapapa cantik. Cepet sembuh ya, gue bakal disini buat nemenin lo"
Gubrakkk....
"WOI ADEK GUE MANA" tanya Sean dengan panik
"DEK ASTAGA LO KENAPA SAMPE PINGSAN GINI, PULANG AJA YOK"
__ADS_1
"Nanti bang, Ayriel barusan pergi beli bubur" jawab Cycell.
Tak lama Ayriel datang dengan 1 kantong bubur.
"Ini buburnya"
Farel mengambil bubur tersebut dan membukanya. Ia pun menyuapkan bubur itu kepada Cycell.
"Nih happppp"
Cycell membuka mulutnya dan mulai makan.
"Cycell lo gapapa" tanya Reena yang tiba tiba masuk ke UKS
"Udah membaik kok" jawab Cycell.
Farel yang melihat Reena tiba tiba merubah raut mukanya menjadi busuk. Tapi ia tetap berusaha tersenyum di depan Cycell dan menyuapinya.
"Sini gue aja yang suapin Cycell" Reena segera mengambil alih bubur yang ditangan Farel.
Farel dengan sigap langsung menarik bubur tersebut.
"Apaan sih? Gue aja yang suapin"
"Gue aja, lagian ngapain lo suapin dia"
"Buka urusan lo"
"Gue mau suapin Cycell"
Cycell yang melihat tersebut mulai pusing kembali dan menarik tangan Sean.
"Abang tolong Icell"
Cycell juga memberi kode kepada abangnya untuk mengusir Reena karena ia tak suka dengan dirinya.
Sean yang melihat Farel dan Reena pun mulai tersulut emosi. Melihat Reena yang kelakuannya seperti cewe murahan membuat Sean jijik.
"LO BISA GA GAUSAH BUAT KERIBUTAN DI UKS" marah Sean kepada Reena.
"Gue kan cuman mau suapin Cycell" jawab Reena cuek
"LO BUTA? FAREL BISA SUAPIN DIA, KENAPA LO MAU IKUT CAMPUR?"
"PERGI LO" bentak Sean
"CEPETAN PERGI SEBELUM GUE YANG USIR" tegasnya lagi.
Tim PMR yang sedari tadi melihat keributan tersebut langsung bertanya kepada Sean.
"Kak kenapa ribut ribut?"
"Lo bantu gue usirin cewe ini sekarang. Daritadi dia ngusik ketenangan adek gue yang lagi sakit".
Ia pun segera membantu Sean dan menyuruh Reena keluar dari UKS. Reena sangat sebal dan juga malu.
"Farel tolongin gue" ucap Reena saat tangannya dipegang oleh tim PMR.
"Ngapain gue nolong cewe kaya lo" jawabnya dingin.
"Kan lo sayang sama gue"
"Mimpi lo gausah ketinggian dah"
Tiba tiba Reena segera menghempas tangan anggota PMR tersebut dan memeluk Farel dari belakang.
"Hiks hiks kok lo sekarang gitu sama gue"
Sontak semua orang terkejut melihat aksi Reena yang sangat menjijikan itu.
"Lepasin gue" ucap Farel sambil berusaha melepaskan diri.
"Ga, gue gaakan ngelepasin lo lagi. Lo cuman punya gue Rel, cuman punya gue"
"LEPAS SIALAN" marah Farel sambil melepas pelukannya.
Karena tenaga Farel yang begitu kuat membuat Reena terhempas ke lantai.
"Dengerin gue baik baik. Gue sama lo itu GAADA HUBUNGAN LAGI dan TOLONG LO JANGAN GANGGU HIDUP GUE. PAHAM?"
"LO CEPETAN PERGI DEH SEBELUM BUAT GUE NGAMUK" Sean juga segera mengusirnya.
__ADS_1
Cycell sudah tak tahan lagi melihat semua ini dan ia pun jatuh pingsan lagi.
"ASTAGA CEL, WOY TOLONGIN CYCELL" heboh Ayriel.
"CEL ASTAGA"
"DEK BANGUN DEK"
"GARA GARA LO SIALAN ADEK GUE PINGSAN LAGI. ENYAH LO DARI SINI, JANGAN SAMPE GUE NGELIHAT MUKA LO LAGI" ucap Sean yang sangat marah.
"Rel bantu gue bawa Cycell ke mobil ayo"
Farel segera mengangkat Cycell dan membawanya ke mobil Sean.
"Gue sama Cycell pulang dulu. Makasih ya"
"Gue ikut ya bang"
"Engga usah. Abis pulang sekolah aja baru jenguk Cycell di rumah"
"Emm oke bang. Hati hati dijalan"
Sean segera menjalankan mobilnya ke rumah sakit. Iya sengaja tidak mau mengajak Farel karena ia takut kehamilan Cycell akan terbongkar.
Sesampainya di rumah sakit, Sean segera memanggil dokter kepercayaannya dan segera memeriksa keadaan Cycell.
"Iya hanya kecapean. Untung saja bayinya tidak apa apa. Tolong pastikan ia makan teratur dan tidak stress karena akan berdampak ke si bayi" jelas dokter tersebut.
"Lebih baik ia istirahat terlebih dahulu beberapa hari ini agar imunnya lebih kuat. Ia terlihat sangat lemah karena hamil di usia muda. Mohon menjaganya dengan baik"
"Saya akan mengurusnya di rumah saja dok dan lebih baik ia beristirahat di rumah"
"Baik kalau begitu"
"Terima kasih dok"
Ia membawa Cycell dengan perlahan keluar dari rumah sakit. Sean sengaja tidak mau membiarkan Cycell dirawat dirumah sakit karena teman temannya pasti akan menjenguknya. Untuk menghindari hal tersebut, lebih baik Cycell dirawat sendiri olehnya di rumah.
Sesampainya di rumah, Cycell segera mengganti pakaiannya dan berbaring di kasurnya.
"Icell jangan kerja berat berat dulu, jangan kecapekan, dan jangan stress. Denger apa kata dokter. Kalau ada perlu panggil gue aja" ucap Sean sambil menaikkan selimut adiknya.
"Iya bang. Cycell mau tidur dulu ya, kepala Cycell pusing banget"
"Iya adek. Tidur yang nyenyak"
Setelah memastikan adiknya tertidur, Sean keluar dari kamar Cycell.
Gue harus cari tau tentang cewe tadi.
"Halo, abis pulang sekolah lo kesini sendirian. Jangan bawa temen temen lo, gue mau bicara sama lo 4 mata"
_____________
"Kenapa bang?"
"Cewe yang nyari ribut tadi siapa lo?" tanya Sean tudep.
Ya, saat ini ia sedang berbicara 4 mata bersama Farel.
Farel menarik napasnya dan membuangnya perlahan.
"Dia mantan gue"
"Lo punya mantan? Kok mantan lo modelan gitu dah" ucap Sean sambil memasang raut menjijikan.
"Mangkanya gue putusin"
"Gue takut adek gue drop gara gara cewe itu. Gue tau adek gue dan gue gamau gara gara kehadiran mantan lo buat adek gue sakit sakitan"
"Gue udah jelasin ke dia kemaren, bahkan gue udah ngebentak tu cewe. Tapi masih aja dia deket deket ama gue"
"Pokoknya gue gamau tau, lo harus sejauh mungkin sama orang itu. Kalau sampe adek gue kenapa napa, gue gaakan ampunin lo Farel" ucap Sean dengan tegas.
Farel pun angguk angguk.
"Gimana keadaan Cycell?" tanya Farel
"Dia lagi tidur, jangan diganggu dulu. Lo pulang dulu aja, nanti gue kabarin terus keadaannya"
Sesungguhnya Farel sangat ingin melihat Cycell walaupun sedang tidur. Tapi melihat abangnya yang sangat protektif dan tegas membuatnya mengurungkan keinginannya tersebut. Ia menurut kepada Sean dan pamitan pulang.
__ADS_1
"Gue pulang dulu bang"