Daddy?

Daddy?
Akhir


__ADS_3

Happy Reading ya!


***


"Huekk.. Hueekk.. Hueekk"


Ntah sudah berapa kalinya Wanita tersebut memuntahkan isi perut nya, tetapi yang keluar hanya lendir saja. Itu yang membuat wanita tersebut binggung.


"aku kenapa sih?" Gumam wanita itu dan langsung keluar dari kamar mandi yang berada didalam kamarnya dan suaminya.


"Mas Ali pasti bentar lagi pulang, aku harus siapin makan malam dulu" Ucap Wanita tersebut, yang tak lain adalah Istri dari Pengusaha muda Aliandino Alexander Al Syarief dan Wanita itu bernama Prillyandira Syadiar Latuconsina tetapi Marga nya sekarang bukan lagi Latuconsina melainkan Syarief.


Mereka menikah karna Perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtua mereka. Oleh karna itu, tidak ada kata Cinta dirumah tangga mereka yang sudah terjalin 5 bulan lamanya.


Tetapi, tidak ada yang tau. Bahwa Prilly sudah Mencintai Sang Suami, berbeda dengan Ali yang tidak sama sekali Mencintai Sang Istri. Dikarenakan ia sudah memiliki kekasih, Prilly pun tau itu.


"akhirnya selesai! Tinggal nunggu Mas Ali datang aja deh" Ucap Prilly sambil tersenyum senang, karna memasak adalah hobby nya.


'Tok, tok, tok'


"ah! Itu pasti Mas Ali" Gumam Prilly dan langsung berjalan kearah Pintu Utama.


Pintu pun dibuka, menampilkan wajah tampan Suaminya yang terlihat lelah.


"mandi dulu atau makan dulu Mas?" Tanya Prilly lembut, selesai ia menyalimi tangan milik Ali.


Karna bagaimana pun, Ali adalah Suaminya. Dan ia harus menjalankan tugas sebagai Istri yang baik.


"Mandi" Jawab Ali datar. Ia pun langsung berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


"Yasudah! Nanti turun untuk makan malam ya Mas" Ucap Prilly lembut.


"Saya sudah makan diluar" Ucap Ali dingin dan datar, ia langsung memasuki kamarnya untuk membersihkan diri.


Prilly pun menunduk kecewa, tetapi langsung mendongak dengan senyum terpaksanya.


"sabar pril! Kamu udah biasa begini" Semangat Prilly untuk dirinya, Ya! Karna memang setiap masakan Prilly tidak pernah dimakan oleh Suaminya.


Akhirnya Prilly memakan masakannya sendiri, lalu sisanya ia bagikan kepada SatpamĀ  dirumahnya itu.


Setelah itu, Prilly menyusul Suaminya dikamar. Saat memasuki Kamar, ia melihat Suaminya sudah selesai mandi dan menoleh kearahnya dengan pandangan datar dan dinginnya.


"Saya akan tidur dikamar sebelah! Seperti biasa" Ucap Ali dan langsung keluar dari kamarnya menuju kamar disamping.


Karna memang, mereka tidak pernah tidur satu Ranjang ataupun satu kamar. Lebih tepatnya pernah 1 kali, dan itu kejadian paling menyakitkan bagi Prilly.


"Huft! Lebih baik aku tidur" Gumam Prilly dan langsung tidur.


***


"Aduh, aku ini kenapa sih?" Tanya Prilly sembari memijit keningnya yang pusing.


Untungnya Suaminya sudah pergi kekantor pagi tadi, seperti biasa, tanpa memakan masakan yang sudah disiapkan oleh Prilly.


"apa jangan-jangan, aku--hamil?" Tanya Prilly panik, dan ia langsung mengecek tanggal dikalender.


"Aduh! Aku udah telat seminggu" Ucap Prilly saat menyadari ia belum sama sekali halangan.


"Tapi--apa mungkin? Kan hanya sekali aku melakukannya" Ucap Prilly mengingat-ingat kejadian naas itu.

__ADS_1


"ohiya! Kan itu aku lagi masa subur, Arghh!" Ucap Prilly lalu ia langsung pergi kekamarnya dan mengambil tas selempangnya dan langsung keluar dari rumah bermaksud ingin pergi ke Opotek terdekat.


***


"Tunggu beberapa menit, baru lihat hasilnya" Ucap Prilly mondar mandir didalam Kamar mandi dikamarnya.


Sambil sesekali memperhatikan benda kecil ditangannya. Yaitu Testpack.


Lalu saat ia melihat lagi, matanya nyaris melotot kaget.


Disana, terdapat 2 garis yang menandakan ia Hamil!


"ii--ini beneran?" Tanya Prilly kaget. Ia pun lalu meletakan Testpack tersebut sembarangan seusai ia bercermin dan mengusap perutnya, ia lupa menyimpan Testpack itu ditempat yang aman.


Prilly pun langsung keluar dari kamar mandi dan membereskan Baju-bajunya, ia harus pergi sekarang!


"Aku harus pergi! Kalau Mas Ali tau ini, ia bakal menyuruh aku untuk menggugurkan kandungan ini" Ucap Prilly dan langsung pergi dengan menenteng tas yang menyimpan baju dan barang yang menurutnya penting.


Untung saja, Satpam dirumah lagi tertidur dengan nyenyak nya.


"Alhamdullilah!" Ucap Prilly bersyukur karna sudah berhasil keluar dari Rumah Mewah milik Suaminya.


Lantas, ia akan pergi kemana? Kedua orangtua nya sudah meninggal. Sedangkan kedua orangtua nya Ali masih hidup, tetapi percuma jika ia menemui mertuanya. Sama saja ia akan kembali lagi ke Rumah Mewah itu.


'aku harus gimana?' Batin Prilly bersuara.


***


Hai, aku baru mencoba publish cerita aku ini ke sini. Semoga suka ya!

__ADS_1


luv kalian.


__ADS_2