
Happy Reading!
***
"Mommy banguunn!" Sudah 5 menitan Delin memanggil-manggil Mommy-nya itu agar segera bangun.
Ia sudah siap dengan seragam sekolahnya.
"Mommy!!" Panggilnya lagi dengan nyaring sembari menggedor pintu kamar Prilly. Tapi tak ada hasilnya.
"Aduh Delin, kenapa pagi-pagi udah didepan situ?" Tanya Mila yang mungkin terbangun gara-gara pekikan Delin.
"Maaf Aunty, Delin mau bangunin Mommy tapi gak bangun-bangun--malah Aunty yang bangun" Ucap Delin seraya mengerucutkan bibirnya kesal.
Mila pun tertawa, "yaudah ayo kita kedapur aja, buat sarapan. Mommy mungkin masih cape" Ajak Mila diangguki Delin.
Sesampainya didapur, Mila langsung menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sarapan. Ia membuat nasi goreng saja agar lebih cepat saji.
Delin pun menunggu Mila dimeja makan seraya menumpukan wajahnya dengan tangannya.

"Wah udah pada kumpul disini" Ucap Prilly yang baru saja turun dengan pakaian santainya, ia sudah siap sama seperti Delin. Hanya Mila yang belum mandi.
"Mommy udah bangun?" Tanya Delin polos, Mila pun hanya diam tak menghiraukan mereka, ia lebih fokus pada masakannya.
"Udah dong, ini Mommy udah siap sama seperti Delin. Delin pintar yaa udah siap tanpa dibantu Mommy" Ucap Prilly seraya memuji anaknya itu, ia pun langsung duduk disalah satu bangku meja makan. Menunggu Mila menghidangkan sarapan.
"Iya dong, Delin kan anak rajin" Balas Delin dengan cengirannya. Prilly pun hanya tersenyum.
"Iyaa, anak mommy rajin dan pintar" Ucap Prilly dan dibalas Delin dengan mengacungkan jempolnya.
"Nih makanan udah siap" Mila pun meletakkan semangkuk besar yang berisi nasi goreng bikinannya.
Prilly pun langsung berdiri untuk mengambil 3 piring dan juga sendok-nya. Sedangkan Mila juga mengambil 3 gelas yang sudah berisi susu bikinannya.
"Yeay makan!" Pekik Delin girang, ia langsung menerima piring yang sudah berisi nasi goreng dari Prilly.
Dan ia langsung memakannya dengan lahap, Prilly dan Mila pun hanya menggelengkan kepala mereka dan juga memulai makan.
"Gak ke butik Mil?" Tanya Prilly melihat Mila belum siap sama sekali.
"Engga, nanti langsung meeting aja jam 10. Lo aja ya ngurus butik" Ucap Mila seraya menyuap sesendok nasi miliknya.
__ADS_1
"Meeting sama siapa?" Tanya Prilly penasaran.
"Ada kekasihnya CEO yang terkenal disini, dia mau minta bikinkan desain baju yang belum pernah ada dimanapun gitu. Ribet banget--tapi namanya pelanggan. Untung kekasih CEO makanya seenaknya gitu" Jelas Mila panjang lebar.
"Oohh gitu, berarti kayak matre gitu ya? Coba lo deketin CEO-nya sapa tau jodoh" Ucap Prilly seraya terkekeh, Mila pun mendelik tak suka.
"Yakali, tapi kayaknya kekasihnya ikut juga deh hari ini." Ucap Mila membalas dengan wajah yang sedang berpikir.
"Ganteng tuh pasti" Ucap Prilly lalu menyuap sesendok nasi terakhirnya.
Ia sudah habis, Delin sedikit lagi--tapi anaknya itu tumben tak ada bicara sama sekali hanya mendengarkan saja. Biasanya ia ikut nimbrung padahal tak tau pembahasan apa
"Yaiyalah, tau deh nanti" Balas Mila dengan wajah sumringah, "bener juga ya, sapa tau dia kecantol sama gue hahahha" Lanjut Mila dengan semangat.
Prilly pun hanya mengangguk membenarkan.
"Mom udah" Ucap Delin yang sudah menghabiskan makanan-nya dan susu miliknya.
"Yaudah ayo kedepan, tunggu Aunty Kaia" Ajak Prilly diangguki antusias oleh Delin, Mila pun hanya diam seraya melanjutkan acara makannya.
"Dadah Aunty Mila!" Pamit Delin semangat dengan melambaikan tangannya, Mila pun membalas dengan melambaikan tangannya juga.
"Bye Mil" Pamit Prilly juga dan diangguki Mila.
***
"Kemana nih? Bukan jalan ke sekolah" Gumam Ali yang masih terus mengikuti Kakak-nya itu.
"Jangan-jangan bener lagi, dia nyembunyiin sesuatu dari gue" Ali bergumam dengan nada tak suka.
Tak lama, mobil Kaia berhenti tepat didepan sebuah rumah. Otomatis Ali pun ikut berhenti tak jauh dari sana.
Ia perhatikan, Kaia turun dari Mobilnya dan langsung bergegas masuk kedalam rumah itu.
Sial-nya Ali tak melihat lagi apa yang dilakukan Kaia karena terhalang dengan pagar rumah itu.
"Aih, tunggu aja kali ya sampai dia keluar lagi?" Tanya Ali pada dirinya sendiri.
Lama menunggu, akhirnya Kaia keluar dengan seorang wanita juga anak perempuan disamping-nya.
Wanita? Hey coba perhatikan baik-baik wajahnya.
"Prilly!" Ucap Ali saat menyadari itu memang istrinya--prilly.
__ADS_1
"Bener dugaan gue, Kaia memang nyembunyiin sesuatu dari gue--ternyata ini" Gumam Ali dengan geram, ia segera melepas sealtbeat-nya dan bergegas turun dari mobil.
Sayangnya--baru saja menapakkan kaki di tanah, ponsel disaku-nya berbunyi bertanda ada panggilan masuk.
"Halo?"
"Halo pak! Ini Nadien, rapat akan segera dimulai 15 menit lagi. Bapak dimana?"
"Ohiya saya hampir lupa! Baiklah saya akan segera sampai, tolong tunggu"
"Baik pak"
Sialnya ia lupa bahwa ada rapat penting, ia segera masuk kembali kedalam mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Tunggu saatnya, ia akan kembali lagi.
***
Didalam mobil Kaia, keadaan hening sampai Delin memecahkan-nya.
"Mom! Kata Mommy Aunty mau cerita tentang paman?" Tanya Delin menagih janji Prilly.
"Ohiya! Jadi Kai, Delin katanya ketemu sama paman kemarin dan Kai nyapa dia--nah Delin mau ngajak kenalan. Emang siapa Kai?" Tanya Prilly menjelaskan panjang lebar.
"Kemarin? Paman?" Tanya Kaia terlihat berpikir. Prilly pun mengangguk.
"Paman yang ganteng Aunty!" Sela Delin dengan semangat.
"Aduh anak Mommy centil yaa!" Ucap Prilly seraya menyentil pelan dahi Delin, Delin pun mengerucutkan bibirnya.
"Ali? Kemarin yang ketemu Delin mah Ali" Jawab Kaia yang sudah mengingat.
"Hah?! Ali?" Tanya Prilly memastikan dengan wajah kagetnya.
"Ohh nama paman-nya Ali" Ucap Delin menanggapi dengan mengangguk-angguk pelan.
"Udah Pril, tenang aja. Ali gak bakal tau kok--walaupun tau mungkin sudah saatnya. Kesian anak lo" Nasehat Kaia pelan, Prilly pun hanya diam.
"Kai, anter gue ke butik. Soalnya mau langsung ke butik--titip Delin ya" Ucap Prilly yang berusaha menepis pikirannya tentang Ali--ia harus kebutik sekarang. Lagian arah jalan butiknya searah dengan sekolah Delin, malah lebih jauh sekolah Delin daripada butiknya.
"Yaudah" Kaia hanya mengangguk mengiyakan.
***
__ADS_1