
Happy Reading!
***
"Delin! Bangun sayaangg!"
Sudah berulang kali Prilly membangun kan anaknya itu, tetapi tampaknya ia masih betah dengan alam mimpinya.
"Delin! Bangunn" Kini giliran Mila membangunkannya, ia jengah karna sudah lama menunggu di meja makan dengan makanan yang sudah siap untuk dimakan karena ia sudah selesai memasak sarapan untuk ia, Prilly, dan keponakan cantiknya itu. Mila akhirnya menuju kamar Delin yang ia pastikan belum bangun.
Delin hanya mengubah posisinya dan lanjut tidur. Prilly dan Mila pun menghela nafasnya lelah.
"Gak lama gue simbur ini anak pake air dingin supaya cepat melek" Ucap Mila geram, sontak Prilly pun melotot kan matanya kepada Mila bertanda memperingati.
Mila pun hanya cengengesan.
"Delin Bangun! Delin lupa ya hari ini kan Delin udah mulai sekolah sayang!" Ucap Prilly sambil mengelus rambut Delin dengan lembut.
Ucapan Prilly berhasil membuat mata Delin terbuka lebar, hal itu membuat Mila dan Prilly tersenyum.
"Yaudah gue kedapur dulu ye!" Pamit Mila lalu berlalu pergi. Prilly pun hanya mengangguk.
"Mom! Hari ini Delin sekolah disekolah baru ya?" Tanya Delin seraya bangun dan duduk sambil mengucek kedua matanya.
"Iya sayang! Ayo Delin mandi dulu udah jam 6 lho, nanti Delin terlambat" Ucap Prilly sembari mencubit gemas hitung anaknya itu.
Delin pun tertawa lalu turun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi yang memang sudah berada di kamarnya.
***
"Haduh Lo apa-apaan sih Kaia! Gue kan harus segera kekantor gak ada waktu nih" Ucap Ali kesal lalu melahap roti yang berada di piringnya.
"Ayolah Li! Sekali ini aja, mobil gue lagi dibengkel nih! Apa susahnya sih tinggal ngantar gue aja" Ucap Kaia memelas. Ia meneguk air putihnya lalu menatap Ali lagi dengan pandangan memohon.
Ali pun berdecak kesal, pasalnya pagi ini ia disuruh kakaknya itu untuk mengantarkan dia ke sekolah tempat dia bekerja, sekolah itu adalah sekolah milik mamahnya dan karna Kaia senang dengan anak kecil jadi ia mau mengurus sekolah itu ya memang khusus anak berumur 4 sampai 6 tahunan yang diletakkan dikelas berbeda-beda sesuai umurnya tentunya. Tetapi disana Kaia bukan sebagai kepala sekolah, tetapi sebagai guru karena ia ingin berinteraksi langsung dengan anak-anak.
Dan semenjak Ali kehilangan Prilly, ia sudah kembali lagi menetap dirumah mamanya bergabung dengan keluarga nya, termasuk Kaia yang memang masih single Karna trauma dengan masalalu nya.
"Masalahnya jalur kantor dan sekolah beda Kaia! Gue bisa terlambat" Ucap Ali seraya melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.
Kini giliran Kaia yang berdecak kesal.
"Lo kan Boss nya! Jadi tenang aja gak akan ada yang memecat Lo juga, tolonglah kakakmu ini Ali!" Ucap Kaia kesal.
Belum sempat Ali berbicara, Mamahnya sudah muncul dari dapur sambil membawakan sepiring cupcake buatannya.
__ADS_1
"Ada apa sih kalian ini pagi-pagi udah ribut aja!" Ucap Mamah Resi seraya meletakkan sepiring cupcake dimeja makan.
Sontak Ali dan Kaia mengambil cupcake itu masing-masing dan melahapnya.
"Ini mah, Ali gak mau antar Kaia kesekolah!" Sesudah menelan cupcake yang dimakannya, Kaia mengadu kepada mamahnya dan berhasil mendapat pelototan Ali.
"Abang! Antar kakakmu! Kamu mau ya jadi adek durhaka?" Tanya Mamah Resi pada anaknya itu.
"Ya enggak lah mah! Yaudah iya Ali antar Kaia!" Pasrah Ali lalu mengambil cupcake lagi dan melahapnya.
Kaia pun tersenyum penuh kemenangan.
"Puas kan Lo?" Tanya Ali kesal, Kaia hanya tertawa dan mamah Resi yang menggeleng kan kepalanya melihat kelakuan anak-anaknya itu.
***
"Nah udah sampe, buruan Lo turun!" Usir Ali pada Kaia saat sudah sampai didepan sekolahan tempat Kaia mengajar. Kaia pun berdecak malas lalu turun dari mobil adiknya itu dan berjalan menjauh.
"Gak berterimakasih lagi tu anak huh" Gerutu Ali, lalu saat ia ingin menjalankan mobilnya, ada mobil lain baru parkir didepan mobilnya dan itu membuat Ali lagi-lagi menggerutu.
"Ah elah sapa lagi itu" Ucapnya lalu memperhatikan seorang wanita yang baru turun dari mobil itu dan disusul seorang anak kecil yang turun.
Tapi tunggu dulu!
Siapa ya?
Siapaaa?
Ah lupa lagi!
Siapa sih?
Otaknya berpikir keras.
"Ah ya! Bukannya itu anak kecil yang diidolakan adiknya Kevin? Siapa ya namanya--De.. Delon? Eh bukan, de..dee.. ah ya! Delin!" Gumam Ali sembari berpikir dan terus memperhatikan 2 orang itu yang berjalan memasuki area sekolah.
Sayangnya ia tidak melihat bagaimana wajah wanita yang bersama Delin tadi, yang ia duga adalah ibu dari Delin. Padahal kan ia juga penasaran, karna kata Aindiya ibunya itu tidak pernah menampilkan dirinya ke sosial media.
"Tapi... dari tubuhnya kayaknya gue kenal? Tapi bener gak ya? Ah tau ah mending gue segera kekantor!" Ucap Ali lalu langsung menjalankan mobilnya meninggal sekolah punya mamahnya itu.
***
Sesampai nya disekolahan Delin, Prilly pun segera melepas sabuk pengaman nya begitu juga Delin.
"Ayo sayang turun udah sampai!" Ajak Prilly lalu membuka pintu mobilnya.
__ADS_1
"Mommy juga ikut?" Tanya Delin lalu menggandeng tangan Prilly sambil berjalan memasuki area sekolah. Pasalnya saat disekolah nya yang lama, Prilly tidak pernah menemaninya selama jam pelajaran karna jika ditemani, ia akan dioloki anak manja oleh teman-temannya dulu.
"Hari pertama saja sayang! Karna kan kamu belum mendapatkan teman" Ucap Prilly sembari mengusap rambut anaknya lembut.
Delin pun hanya mengangguk sambil tersenyum manis.
"Nah ini kelasnya! Gih masuk, mommy nunggunya ditaman ya" Ucap Prilly lalu berlalu pergi tanpa menunggu Delin menjawab. Padahal Delin ingin bertanya, ia kan belum tau taman dimana? Ah sudah lah pikir Delin lalu masuk kedalam kelas yang menurutnya masih asing itu.
Delin pun duduk dibangku yang kosong paling belakang dan pojok, sementara anak-anak yang lain menatapnya aneh dan asing.
"Selamat pagi anak-anak!" Seorang perempuan masuk memberikan salam yang tak lain adalah Kaia. Anak-anak pun berdiri untuk memberikan salam balik. Delin pun ikut berdiri mengikuti anak-anak yang lain.
"Selamat pagi juga Bu guru!"
Anak-anak pun duduk saat Kaia memberi anggukan kepala.
"Okey Hari ini kita belajar menghitung yaa! Sebelum itu ibu mau mengabsen kalian semua dulu" Ucap Kaia mengawali sambil mengedarkan pandangannya melihat satu persatu wajah anak muridnya.
Pandangannya berhenti pada anak perempuan yang sedang menatapnya dengan serius, wajahnya masih asing dan duduk paling belakang.
"Kamu murid baru ya?" Tanya Kaia sambil tersenyum manis lalu menghampiri nya. Ia tak ingin membuat anak ini takut saat pertama pertemuan.
Delin pun mengangguk kaku, "iya Bu guru" jawabnya pelan. Kaia pun terkekeh.
"Ayo kedepan dulu, kamu perkenalan diri dulu" Ajak Kaia lembut sambil menuntun Delin kedepan.
"Perkenalan Bu guru?" Tanya Delin binggung.
"Iya nama kamu siapa dan dari sekolah mana? Kamu pindahan kan?" Tanya Kaia, Delin pun mengangguk.
"Haloo teman-teman! Perkenalkan nama aku Ardelin Priciana S. Panggil saja aku Delin, aku dari University Of Sunderland di London. Senang berteman dengan kalian" Ucap Delin memperkenalkan diri, untung saja ia ingat kata Mommynya kalau memperkenalkan nama jangan pakai nama belakangnya juga dan ia juga ingat nama sekolahnya yang dulu.
Anak-anak yang lain pun mengangguk dan tersenyum.
"Wah jauh yaa dari London! Kapan-kapan ibu guru ingin mengenal mu lebih dalam ya hehehe" Ucap Kaia membuat Delin tersenyum.
"Oke Delin kamu pindah duduk didepan sini yang bangkunya kosong, jangan dibelakang sana" Suruh Kaia sambil menunjuk bangku kosong yang memang berada didepan karna baru saja ada murid yang pindah.
Delin pun hanya mengangguk, lalu memindah tasnya kebangku depan.
"Oke anak-anak kita mulai belajar menghitung nya!" Ucap Kaia saat Delin sudah duduk tenang dibangkunya.
***
Semoga sukaaa:*
__ADS_1