
Happy Reading!
***
"Mommy, temenin Delin tidur dong" Pinta Delin mendatangi Prilly yang sedang berada dikamarnya.
"Loh tumben? Mau Mommy bacakan dongeng?" Tanya Prilly lembut, lalu langsung berdiri dan menghampiri Delin yang masih diambang pintu kamarnya.
"Ya mom" Angguk Delin semangat, mereka pun langsung berjalan kearah kamar sebelah, kamar milik Delin.
"Mom, Delin mau cerita deh" Ucap Delin tiba-tiba saat sudah berbaring dikasurnya dengan Prilly yang duduk disebelahnya bersiap untuk membacakan dongeng.
"Cerita apa hm?" Tanya Prilly lembut, ia mengusap pelan rambut anaknya itu.
"Delin tadi kan disekolah nunggu jemputan, teruss ada Paman nyamperin Delin. Baru gak lama ada Aunty Kaia datang dia nyapa paman tadi mom, terus--gak lama Aunty Mila datang deh. Kayaknya Aunty Kaia kenal deh sama paman-paman itu Mom, ganteng Mom paman-nya" Delin bercerita diakhiri kekehan kecilnya, Prilly pun hanya diam mendengarkan.
"Kalau paman-nya ganteng, emang kenapa?" Tanya Prilly menggelengkan kepalanya, anaknya ini sudah tau mana yang ganteng mana yang cantik rupanya.
"Siapa tau bisa jadi paman Delin betulan hehe" Jawab Delin dengan menggemaskan, sepertinya Delin menyukai Ali karna parasnya yang nyaman dipandang. Haha.
Prilly terlihat berpikir, "mungkin aja kekasih-nya Aunty Kaia, nama paman-nya siapa sayang?" Tanya Prilly lagi mencoba mencari tau, siapa tahu kenal. Karna Kaia belum pernah sama sekali cerita bahwa sudah mempunyai kekasih.
Mendengar pertanyaan Mommy-nya, Delin langsung berpikir sebentar lalu menepuk jidat-nya sendiri. Prilly pun hanya diam memperhatikan tingkah laku anak-nya itu.
"Delin lupa Mom nanya" Jawab Delin dengan kekehan khas-nya.
"Yaahh, gimana Mommy mau tau Paman-nya yang mana. Yaudah deh, Mommy bacakan dongeng aja yaa--Delin langsung tidur, nanti lagi ceritanya" Ucap Prilly lembut lalu menyelimuti tubuh Delin.
"Tapi Mom, paman-nya---"
"Sttsss! Udah besok aja yaa kita tanya Aunty Kaia tentang Paman-nya, sekarang Delin tidur dulu udah malam" Ucap Prilly sembari membelai rambut anaknya itu, ucapannya membuat Delin mengangguk setuju.
"Gak usah bacakan dongeng mom, Delin mau langsung tidur--gak sabar ketemu Aunty Kaia" Ucap Delin dengan cengirannya, Prilly pun hanya tersenyum lalu langsung pamit meninggalkan kamar sang anak.
"Siapa sih itu? Sampe-sampe bisa buat Delin suka sama dia, nanti harus tanya Kaia deh" Pikir Prilly lalu langsung duduk dikasurnya saat sudah memasuki kamarnya.
"Telpon aja deh, janjian dulu. Sapa tau besok Kai sibuk" Gumam Prilly lalu langsung mengambil ponsel-nya dan menghubungi Kaia.
"Assalamualaikum Pril, kenapa?"
"Waalaikum'salam ka, maaf ganggu malam-malam gini hehe"
"Gapapa kok pril, ada apa?"
__ADS_1
"Anu kak, Delin ada cerita"
"Cerita apa?"
"Hm, besok aja deh kak--kakak sibuk gak?"
"Besok ngajar Pril, yaudah besok aku jemput aja ya kalian sekalian kesekolah bareng"
"Yaudah deh kak, terserah kakak aja"
"Yaudah kakak tutup ya, ada Ali ngetok pintu kamar kakak nih"
"Ah iya ka, assalamualaikum"
"Waalaikum'salam"
***
"Apaan sih malam-malam ganggu gue" Ucap Kaia saat sudah membuka pintu kamarnya, ada Ali berdiri dengan wajah bantalnya. Mungkin tebangun.
"Laper gue, masakin sesuatu dong" Ucap Ali dengan wajah memelas.
"Yeuh, enak lo. Lo kira gue pembantu apa?" Balas Kaia dengan wajah sebalnya. Untung saja, ia kira Ali kekamarnya mendengar percakapan-nya dengan Prilly.
"Ajaran dari mana itu? Yang ada Istri lah tugasnya gitu, makanya cari istri" Ucap Kaia menyindir, lalu ia langsung berjalan ke dapur, ia jadi laper juga. Gak ada salahnya sekalian makan juga.
"Udah dicari, makanya lo bantu juga--jangan kalau lo udah ketemu malah nyembunyiin lagi dari gue." Ucap Ali ngasal, tapi tepat sasaran pada Kaia, ia jadi degdegan sendiri--tapi ngeliat wajah Ali lagi kayak-nya ia memang sedang bercanda.
"Gue masakin mie deh, lo tunggu aja sono" Usir Kaia, Ali pun mendengus kesal lalu langsung pergi dari dapur untuk keruang keluarga--menonton Tv mungkin pilihan terbaik agar tidak bosan.
"Pril? Kok gue ngerasa tadi tuh Kaia telponan sama Prilly sih ya" Gumam Ali, sebenarnya ia sempat mendengar percakapan kakak-nya itu dengan seseorang yang dipanggil 'Pril'.
Jangan-jangan memang benar kali yaa itu Prilly, bukan Prilly yang gue telpon ngaku-nya bukan istri gue. Pasti akal-akalan mereka nih.
"Harus gue selidiki nih" Gumamnya lagi tepat pas Kaia memasuki ruang keluarga.
"Napa lo bicara sendiri, gila ya?" Ledek Kaia seraya meletakkan dua mangkuk Mie dimeja.
"Sedap nih, makasih Kai! Dua-duanya buat gue kan?" Tak menanggapi ledekan Kaia, ia malah langsung mengambil dua mangkuk itu kehadapannya.
"Enak aja lo! Buat gue lah satunya" Kaia langsung mengambil jatah milik-nya dan memakannya.
"Yeuh, lo mah baiknya setengah-setengah" Gerutu Ali dan langsung memakan Mie miliknya.
__ADS_1
***
"Mama sama papa dimana Kai?" Tanya Ali saat sudah menuruni anak tangga, rumahnya sepi. Biasanya ada mamanya yang sudah membuat sarapan didapur.
"Pagi-pagi tadi ke Bandung, ada urusan katanya" Jawab Kaia yang sedang asik mengoleskan selai kacang ke roti miliknya. Ali pun hanya mengangguk.
"Lo kok cepat? Belum juga jam 7" Ucap Ali heran, ia menarik salah satu bangku untuk diduduki.
"Ye gapapa sih" Jawab Kaia seadanya, ia asik memakan roti miliknya.
"Anu-kan roti gue dong kai" Pinta Ali seraya menyodorkan roti miliknya yang belum dikasih selai.
"Manja lo, makanya cari istri" Ucap Kaia lagi persis seperti semalam.
"Serah dehh" Ucap Ali lalu mengolesi roti miliknya sendiri dengan selai Strawberry--lagi pengen.
"Gue duluan ya!" Pamit Kaia setelah menghabiskan Susu bikinan-nya sendiri.
"Eh bikinkan gue kopi deh Kai! Ayolah" Sadar belum ada minuman miliknya, Ali langsung meminta Kaia membuatkan kopi untuknya.
"Huh" dengus Kaia lalu langsung berlalu membuatkan Kopi untuk adiknya itu. Padahal ia hendak cepat.
'harus cepat nih, kan gue mau nyelidiki' batin Ali mempercepat kunyahan-nya.
Tepat saat Kaia datang dengan secangkir kopi untuk Ali, Ali sudah menghabiskan rotinya.
"Cepat banget habisnya" Ucap Kaia lalu menyodorkan secangkir kopi yang sudah ia buat.
"Ada meeting" balas Ali seadanya, memang benar sih ia ada meeting pagi ini. Tapi mudahan deh sempat, pikirnya.
"Yaudah gue berangkat duluan ye" Pamit Kaia lalu berjalan keluar.
"Tunggu gue Kai!" Teriak Ali lalu meletakkan secangkir yang berisi kopi tadi sudah tandas.
"Napa lo?" Tanya Kaia heran, ia sudah ingin memasuki mobil miliknya.
"Gapapa" Jawab Ali seraya mengunci pintu rumah.
"Aneh" gumam Kaia, dan langsung memasuki mobilnya lalu menjalankan-nya meninggalkan perkarangan rumah.
Ali pun langsung menyusul juga dengan menjaga jarak agar tidak terlalu nampak oleh kakanya itu.
Dan beruntunya ia, Kaia tidak sadar jika dibuntuti oleh Ali.
__ADS_1
***