
Happy Reading!
***
"Mila, mau teh anget. Lo yang bikin ya"
"Mila, belikan gue pizza"
"Mila, Cucikan baju gue"
"Mila, bikinkan rujak"
"Mila, Masakkan nasi goreng seafood"
"Mila, jalan-jalan yuk cari cowok"
"Mila, mau beli balon"
"Mila, tidur dikamar gue ya?"
"Mila--"
"Stop Pril!" Pekik Mila sembari memegang kepalanya yang pening, terasa mau pecah.
Bukannya kaget mendengar pekikan Mila, Prilly malah cekikikan mendengarnya.
"Kenapa lo ketawa-ketawa?" Tanya Mila ketus.
"Gapapa! Cuman lo imut! Teriak lagi dong" Ucap Prilly menyuruh Mila melakukan hal yang sama lagi.
"gak berfaedah! Ntar serak suara gue" Tolak Mila Santai, Prilly yang mendengar tolakan Mila pun mulai menangis.
"Hiks, hiks"
Sontak Mila langsung menengok kaget, "eh Pril, aduh kok malah nangis sih. Udah yaa, ntar gue teriak lagi nih" Bujuk Mila sambil mengelus-ngelus punggung Prilly.
Mendengar ucapan Mila, Prilly langsung bertepuk tangan dan tertawa ceria.
Mila pun hanya mendengus kesal.
__ADS_1
"PRILLY! LO NGEREPOTIN GUE SUMPAH! TAPI GUE SAYANG" Pekik Mila terdengar ditelinga Prilly, Prilly pun hanya tersenyum bahagia.
"makasih Mil! Gue mau kedapur dulu, mau makan" Ucap Prilly lalu ia berlalu dari hadapan Mila.
Mila pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Prilly.
"dasar bumil" Ucapnya tetapi tidak didengar oleh Prilly karna jarak mereka yang sudah lumayan jauh.
Karna sekarang, kandungan Prilly sudah memasuki bulan keenam. Dan itu yang membuat Mila kerepotan untuk memenuhi acara Ngidamnya Prilly.
Tetapi, jauh dilubuk hatinya. Ia bahagia, karna bisa memenuhi keinginan sang keponakan.
***
"lo harus semangat dong Li! Jangan lusuh begini" Ucap Kevin sambari menepuk pundak Ali.
Saat ini mereka sedang berada diKantor milik Kevin, Ali yang tiba-tiba mengunjunginya dengan penampian seperti seorang---berandalan.
Ali yang selalu Rapi, kini sudah hilang.
"Gue cari kemana lagi Vin? Prilly tinggal dimana? Setau gue dia gak punya keluarga lagi. Lalu, sekarang dia sama siapa?" Tanya Ali beruntun. Ia lemas jika mengingat kalau ia belum menemukan keberadaan Prilly dan anaknya.
Kevin pun menggeleng tanda tidak tau.
"Tapi Vin--Prilly lagi ngandung anak gue" Ucap Ali lesu.
Kevin pun hanya mengangguk saja, ia tau akan hal itu.
"yaudah, suatu saat lo bakal bertemu anak lo dan Prilly. Percaya itu" Ucap Kevin diangguki oleh Ali.
***
Beberapa Tahun Kemudian...
"Mom" Panggil seorang anak perempuan yang cantik kepada Ibunya.
Sontak, sang Ibu pun menengok kearahnya. Dan tersenyum lembut kepadanya.
"sini nak, kamu kenapa heum?" Ucap Sang Ibu kepada Anak Perempuan tersebut, sambil menepuk sofa disebelahnya yang kosong.
__ADS_1
"Tadi Delin ditanya teman-teman" Ucap anak tersebut yang bernama Delin. Lebih tepatnya Ardelin Priciana Syarief anak dari Aliandino Alexander Al Syarief dan Prillyandira Syadiar Syarief.
Delin -sapaan akrabnya- sudah tumbuh menjadi anak yang ceria, cantik, dan pintar. Berkat bimbingan dari Sang Ibu yang tak lain adalah Prilly, dan sang Aunty yang tak lain adalah Mila.
Delin sekarang sudah berumur 5 tahun, walaupun masih muda. Ia sudah disekolahkan disekolah khusus bagi anak yang masih berumur 4-6 tahun.
"temennya tanya apa hm?" Tanya Prilly lembut. Sambil sesekali mengusap rambut anaknya.
"Tanya kalo Delin punya Daddy atau gak" Jawab Delin cemberut, sejak masih berumur 3 tahunan. Delin sudah diajarkan bahasa indonesia dan Inggris. Jadi, jika diluar rumah, mereka akan memakai bahasa Inggris. Tetapi, jika didalam rumah, mereka tetap memakai bahasa indonesia.
Kening Prilly pun mengkerut, ia meringis kecil mendengar ucapan anaknya.
"terus, Delin jawab apa?" Tanya Prilly pelan.
"Delin bilang, kalau Delin punya Daddy, tapi Daddy Delin lagi Kerja buat Delin dan Mommy" Jelas Delin dengan mata yang berbinar.
Prilly hanya bisa tersenyum, ia sekali lagi merutuki kebodohannya karna bilang pada Delin bahwa ayahnya sedang kerja jauh. Agar Delin tidak sedih karna mengetahui tidak punya Ayah jikalau ia bilang kalau Ayahnya sudah meninggal.
Tetapi, itu hanya alasan klasik Prilly. Agar anaknya tidak membahas Ayahnya lagi, tetapi tetap saja. Topik itu selalu dibahasnya jika menjelang hendak tidur malam.
"yasudah, sekarang. Delin mandi dulu ya? Bau Acem" Ucap Prilly lalu mencium pipi Delin, sehingga membuat sang empunya tertawa pelan.
"oke mom!" Ucapnya lalu berlari kecil ke kamarnya.
"Jangan berlari Delin!" Tegur Prilly saat melihat anaknya itu berlari kekamarnya.
"Maaf Mom!" Pekik Delin dari dalam kamar, Prilly hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putrinya itu.
"Pril!" Panggil seseorang, sontak Prilly menoleh keasal suara. Terdapat Mila yang sedang berdiri tepat dipintu utama.
"kenapa Mil?" Tanya Prilly lalu menepuk sisi sofa yang kosong.
Mila pun segera menghampiri Prilly dan duduk disalah satu sofa yang kosong.
"kenapa?" Tanya Prilly lagi saat Mila sudah duduk nyaman disampingnya.
Mila pun hanya menghela nafasnya kasar.
"kita harus ke Indonesia" Ucapan Mila membuat Prilly tersedak karna sedang meminum minuman yang sedari tadi belum ia minum.
__ADS_1
***
Semoga suka~