Daddy?

Daddy?
Ali


__ADS_3

Happy Reading!


***


"Dari mana aja lo?" Pertanyaan dari seseorang terdengar oleh Kaia saat ia baru saja memasuki rumahnya.


"Sambut gue dengan sapaan kek apa kek ini gak, langsung ditanya" Gerutu Kaia lalu berjalan menghampiri adiknya itu dan langsung duduk di depannya, disalah satu sofa yang ada diruang tamu rumahnya.


"Malas gue nyambut, udah ah buruan aja jawab pertanyaan gue apa susahnya coba?" Ucap Ali mendesak. Kaia hanya memutar bola matanya malas.


"Yeuh! Apa-apaan Lo ikut campur urusan gue? Kepo aja, lagian biasanya juga Lo gak ngurusin apa urusan gue" Ucap Kaia santai, lalu ia mengubah duduknya di sofa itu dengan berbaring, kebetulan sofa yang ia duduki tadi adalah sofa yang panjang.


Hari yang melelahkan, pikir Kaia.


"Lo mah têga sama gúe" Gerutu Ãli membuat Kaia terkekeh pelan.


"Alay Lo" Ucap Kaia lalu ia bangkit untuk duduk kembali.


"Oke, gue cari tau sendiri. Awas Lo!" Ucap Ali sembari menggerutu pelan, 'kalau gini kekepoan gue gak bakalan hilang-hilang' pikir Ali kesal.


"Yayaya serah Lo!" Lalu Kaia langsung bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar miliknya. Ia hanya butuh kasurnya saat ini.


***


"Maah! Kai berangkat duluan ya" Teriak Kaia saat sudah menuruni anak tangga terakhir.


"Ke meja makan dulu Kai!" Balas Mamah-nya teriak juga. Kaia pun langsung berjalan menuju ruang makan.


"Mah! Kai buru-buru jadi gak makan" Ucap Kaia lalu langsung menyalimi Mamah dan Papahnya, Ali yang memang sudah berada di meja makan menatap kakaknya itu aneh.


Tumben? Bantin Ali binggung.


Saat Kaia berjalan keluar ruang makan, suara Ali membuat langkahnya terhenti.


"Tumben Lo buru-buru? Masih jam setengah 7 juga kali" Ucap Ali seraya meminum teh anget bikinan Mamah-nya.


"Seterah gue dong, sirik aja Lo!" Balas Kaia sewot. Dan langsung berbalik menghadap Ali sembari menatap adiknya itu tajam.


Baru saja Ali hendak membuka mulutnya untuk membalas perkataan Kaia tetapi terhenti karena selaan dari Papahnya


"Sudah-sudah! Kalian ini sudah pada dewasa masih aja bertengkar" Ucap Papahnya geleng-geleng kepala, lalu ia beranjak untuk pergi kekantor pusat miliknya, sedangkan Ali juga mempunyai kantor walaupun masih kantor kecil tetapi itu hasil kerja kerasnya sendiri. Ia tidak mau lagi untuk mengurus kantor ayahnya, ia hendak memulai usahanya sendiri.


Dan hasilnya, walaupun kantornya masih kecil, kantor miliknya itu terbilang cukup terkenal dan sukses.


Mungkin lain kali ia akan lebih membesarkan kantor miliknya dan membuka cabang-cabang kecil dimana-mana untuk memperluas.

__ADS_1


Setelah kepergian Papah-nya, Ali pun bangkit juga dari duduknya sementara Kaia masih berdiri disana dan membantu Mamah-nya membereskan meja makan.


Biarlah ia tunda dulu untuk berangkat, pikir Kaia.


"Kai! Bareng gue gak?" Tanya Ali mencoba memberikan tumpangan, lagian ia masih kepo perihal Kaia. Pasti ada yang ia sembunyikan, dan Ali harus menyelidiki.


"Gak! Gue punya mobil sendiri, lagian udah keluar bengkel juga" Ucap Kaia ketus, lalu ia berjalan keluar dari ruang makan setelah berpamitan dengan Mamah-nya disusul Ali yang mengikuti langkah Kaia dari belakang.


"Yaudah sih, gue cuman nanya lagian" Balas Ali santai. Kaia hanya diam tak menanggapi.


"Gue duluan ya!" Ucap Ali saat mereka sudah sampai di garasi, lalu ia langsung memasuki mobil sport miliknya.


"Ah shit!" Umpat Kaia saat melihat ban mobilnya bocor. Padahal baru saja keluar bengkel kemarin lusa.


Sial sekali nasibnya.


"Kenapa Lo?" Tanya Ali yang baru saja keluar lagi dari mobil miliknya saat melihat Kaia menendang ban mobilnya dengan wajah kesal.


"Noh! Ban bocor" Ucap Kaia seraya menunjuk ban mobil miliknya yang bocor.


Ali pun menyeringai, seperti nya Tuhan mendukung nya untuk menyelidiki apa yang disembunyikan Kakak-nya itu.


"Makanya ganti mobil sono! Baru aja masuk bengkel masa iya masuk lagi" Ucap Ali memanas-manasi.


"Diem gak lo? Gue lagi kesal ini" Ucap Kaia dengan suara dan wajah yang kesal.


"Yaudah deh" Balas Kaia menerima tumpangan, apa boleh buat? Bisa-bisa ia telat kalau harus nunggu taksi lagi.


***


"Mom, Ayo berangkat!" Ajak Delin sembari menuruni kursi meja makan, ia telah selesai sarapan.


"Habiskan susunya dulu sayang!" Ucap Prilly lalu menyodorkan segelas susu vanilla kesukaan Delin yang belum habis dan masih sisa setengah, lantas Delin kembali duduk dikursi dan meneguk susu miliknya sampai habis.


"Sudah Mom!" Ucap Delin sembari memperlihatkan gelas bekas susunya yang sudah kosong, lalu ia turun kembali dari kursi.


"Yaudah bentar, Mommy ambil kunci mobil dulu" Ucap Prilly lalu bangkit dari duduknya dan berlalu menuju kamarnya. Sementara Mila tetap melanjutkan sarapannya.


"Ayo Delin!" Teriak Prilly dari arah ruang tamu, Delin pun berpamitan pada Mila lalu langsung berlari kecil menghampiri Mommy-nya.


"Jangan lari Delin!" Ucap Mila memperingati, tetapi tidak dihiraukan Keponakan nya itu, ia pun hanya menggeleng kan kepalanya.


***


"Makasih!" Ucap Kaia cepat lalu membuka pintu mobil milik Ali.

__ADS_1


Ali pun memandang kakaknya itu heran, kenapa sih dia? Aneh.


Ali yang masih terlalu kepo pun tidak langsung menjalankan mobil miliknya, ia tetap diam sambil memperhatikan kakaknya itu yang sudah mulai jauh dari mobilnya.


Merasa biasa-biasa saja dan tidak ada yang aneh, ia pun hendak menjalankan mobilnya meninggal kan perkarangan sekolah TK milik Mamah-nya.


Tetapi terhenti karena melihat Kaia yang menghampiri seorang wanita dan seorang anak perempuan kecil.


Ia tak bisa melihat siapa, karna posisi mereka membelakangi mobil milik Ali.


Mereka pun berbicara ntah membicarakan apa.


"Itu orang kayaknya gak asing deh dari belakang" Gumam Ali pelan, ia pun menajamkan penglihatan nya agar lebih jelas.


"Tingginya kayak Prilly deh, tapi ini lebih modis" Gumam Ali pelan masih fokus memperhatikan mereka.


Saat wanita itu menunduk dan menoleh ke samping dan berbicara pada anak kecil yang sepertinya anaknya, gerakan wanita itu membuat Ali bisa melihat wajah wanita itu walaupun setengah dan masih tertutupi helai-helai anak rambut sang wanita itu.


"Prilly! Gue yakin itu Prilly!" Ucap Ali dengan nada tak percaya bahwa ia akan menemukan Istri nya setelah sekian lama,


"Ah gue turun aja deh!" Ucap Ali lagi pada dirinya sendiri lalu bersiap untuk turun. Baru saja membuka pintu mobil sedikit, ponsel-nya berdering.


Membuat gerakannya terhenti.


'ya?'


'maaf, 15 menit lagi saya sampai'


"Shit! Gue lupa kalau ada meeting" Umpat Ali kesal, ia pun langsung tancap gas meninggalkan perkarangan sekolah dengan seribu kekepoan yang belum terpecahkan.


Walaupun ia sempat melihat sang anak kecil itu pergi dan masuk kedalam sekolah, lalu Kaia dan Wanita itu melanjutkan acara mengobrol mereka. Ia hendak sekali menghampiri mereka dan melihat apakah itu Prilly atau bukan, tetapi waktunya belum tepat. Ia harus segera meeting.


***


"Terus ka? Ali-nya gak nanya-nanya lagi?" Tanya Prilly kepo saat Kaia selesai menceritakan tentang kekepoan Ali saat ia baru sampai rumah malam tadi.


"Mommy sama Aunty dari tadi ngomongin apa sih? Delin gak paham" tanya Delin dengan wajah binggung.


"Gapapa kok sayang! Sekarang kamu masuk deh kekelas duluan, Mommy tunggu ditaman seperti biasa ya?" Ucap Prilly sembari menunduk kesamping melihat kearah anaknya yang sedari tadi diam menyimak, ucapannya pun diangguki Delin lalu anaknya itu berjalan meninggalkan mereka yang masih bercerita tentang Ali.


"Ya gak tau sih! Tapi kayaknya Ali masih kepo deh soalnya dia kan orangnya gak pantang menyerah" Ucap Kaia diakhiri kekehan, Prilly pun hanya tersenyum pelan.


"Yaudah kakak masuk dulu ya!" Pamit Kaia dan diangguki Prilly. Mereka pun menyudahi acara mengobrol mereka dipagi hari.


Mungkin bisa dibilang menggosip kali ya? Haha.

__ADS_1


***


__ADS_2