
Terlihat pemuda bernama Dimas itu sudah sangat lemah,diri nya bahkan tidak mampu untuk berdiri lagi.
"Sita....jika aku mati tolong berikan ini pada ibu ku,katakan pada nya bahwa aku tidak akan pernah kembali lagi" ujar pemuda itu dengan napas yang terputus-putus,sambil menyerahkan kalung bermata sapir kepada Sita.
"Jangan bicara seperti itu Dim,kita semua ada disini,aku yakin kau akan selamat berdoa lah!sahut Sita.
"Tidak,aku sudah tidak kuat lagi ini sangat sakit,iblis itu mengorek semua isi perutku,aku sangat kesakitan" sahut nya.
"Ya Tuhan,bagaimana ini?kita harus kembali kerumah itu ini tidak bisa dibiarkan kasihan Dimas" tukas Sita.
__ADS_1
Melihat Sita penuh perhatian terhadap Dimas,sang pacar pun merasa cemburu lantas berkata"percuma kita tolong,toh dia akan meninggal juga,lebih baik kita tinggal kan dia disini" ujar nya.
"Hendra....apa yang kau katakan itu?kenapa sipat mu sangat kekanak-kanakan?apa kau tega melihat Dimas seperti ini?jahat sekali kau dimana hati nurani mu?.
"Hei....ku perhatikan dari awal kau sangat memperhatikan nya,sebenar nya ada hubungan apa diantara kalian berdua?jawab aku Sita! ujar pemuda bernama Hendra itu membentak kekasih nya.
"Hen...tidak ada apa-apa diantara kami,Sita hanya lah sahabat ku,maaf kan aku jika aku membuat mu tidak nyaman" sahut Dimas
"Sudah lah Hen...percuma kau melarang kedua nya bersama ,toh dari kecil Sita dan Dimas sudah menjalin hubungan persahabatan mereka,jadi mustahil jika tidak ada rasa diantara kedua nya"
__ADS_1
tukas Nadia,gadis tersebut terus menghasut Hendra,dia adalah mantan pacar nya Hendra namun diantara kedua nya masih ada hubungan.
"Kau!...bisa-bisa nya kau menghasut Hendra untuk membenci kami?lihat saja... kau akan mati ditempat ini" ujar Sita,gadis tersebut sudah sangat emosi sehingga diri nya melontarkan kata-kata kasar kepada gadis bernama Nadia tersebut.
"Gue gak takut Sit,emang nya loe tuhan bisa ngatur hidup dan mati nya se'seorang?sebenar nya gue gak percaya jika loe itu bisa melihat hantu atau apalah itu,gue ikut kemari karena Hendra lah yang membawa ku"sahut nya semakin memanas-manasi Sita.
"Hen....apa itu benar?apa kau yang membawa ****** itu ikut bersama kita,?jadi selama ini kau masih berhubungan dengan nya?oho pantas saja kau mencurigai ku ternyata kau ingin menutupi kebusukan mu sendiri" ujar Sita.
"Sit,aku memang membawa nya bersama kita,karena dia memaksa ingin ikut,namun tidak ada hubungan apa pun lagi diantara kami" sahut Hendra mencoba membela diri nya.
__ADS_1
"Hendra....jadi yang kita lakukan selama ini itu bukan hubungan,katamu waktu itu kau tidak mencintai Sita bukan,?kau hanya menghargai keputusan orang tua kalian berdua mengingat ayah mu dan ayah Sita sahabat karib bukan begitu Hendra?sahut Nadia dengan wajah judes nya.
"Terserah kalian,inti nya bantu aku sekarang angkat Dimas kita balik kerumah itu sebelum tengah malam tiba" ujar Sita,gadis tersebut sudah tidak mau ambil pusing dengan penghianatan tunangan nya tersebut,ia hanya memikir kan bagaimana agar Dimas selamat.