Danau Tengkorak

Danau Tengkorak
Menyelamatkan Lardo.


__ADS_3

"Sekarang kalian boleh pergi,keadaan sudah aman karena tuan kami telah menemukan inang nya,jadi kalian tidak perlu takut lagi" ujar Santi hantu cantik penunggu hutan angker tersebut.


"Benarkah?apa kakak tidak berbohong?kalau begitu kami pergi sekarang ya kak,mumpung aman kami akan mencari keberadaan teman-teman kami"sahut Meri.


"Iya,kalian boleh pergi sekarang,namun lebih baik jangan mencari teman kalian karena mereka sudah tertangkap oleh anak buah tuan,jadi kalian tidak akan menemukan nya,


namun ada seorang pria yang saat ini tengah sekarat ia masih berada didalam hutan,pergi lah temui dia, bawa dia pergi dari sini! tukas arwah itu.


"Pria?maksud kakak siapa,?apa dia salah satu rekan kami kak?ujar Meri bertanya kepada Santi si hantu cantik itu,dan ia pun menjawab jika yang dikatakan Meri itu benar jika pria tersebut adalah rekan mereka.


"Dari sini kalian akan bertemu dengan nya, ia berada dibawah pohon,jadi cepat selamatkan dia selagi bisa diselamat kan"sahut nya.

__ADS_1


"Baik kak,terima kasih sudah mau membantu kami,kalau begitu kami pergi"ujar Meri lantas membawa Indah pergi meninggal kan rumah kosong tersebut.


Kedua gadis itu menyusuri jalan yang ditunjukan oleh Santi tadi,kemudian mereka melintasi pepohonan besar didalam hutan itu,kedua nya berjalan perlahan sambil tetap waspada.


"Mer...lihat disana! seperti nya itu kaki seseorang,bukan kah itu kaki nya Lardo?teriak Indah panik bukan kepalang.


"Iya betul itu Lardo,ayo kita samperin"sahut Meri seraya berlari menuju sebuah pohon dimana Lardo tengah terbaring tak berdaya.


"Lardo....ya Tuhan...apa yang telah terjadi kepada mu,kaki mu kenapa Do?teriak Meri dan Indah bertanya kepada pemuda tersebut,namun Lardo tidak merespon pertanyaan itu, lalu kedua gadis itu mencoba menopang rekan nya tersebut,namun Lardo tidak bisa berjalan karena kaki nya sudah membusuk karena tertusuk patahan bambu.


"Kaki mu infeksi Do..kita harus keluar dari sini sekarang,kau tidak bisa dibiarkan bisa bahaya "tukas Indah kemudian gadis tersebut membantu Meri untuk memapah Lardo agar bisa keluar dari hutan tersebut.

__ADS_1


"Tunggu disini sebentar! jangan bergerak dulu Ndah,jaga Lardo bentar! Aku mau kesana sebentar" ujar Meri.


"Jangan aneh-aneh Mer...gue takut nih",tukas Indah,ia takut ditinggal sendiri bersama Lardo yang sudah sangat sekarat itu.


"Iya bentar doang,tidak lama'bentar tunggu saja jangan berisik" sahut Meri,kemudian Meri pergi meninggal kan kedua rekan nya itu,namun tidak lama kemudian ia sudah kembali dengan beberapa lembar daun ditangan nya.


Kemudian ia mengunyah daun tersebut lantas menempel kan nya pada kaki Lardo yang sudah membusuk bahkan sudah ada belatung nya itu,


Sontak belarung-belatung tersebut keluar dengan sendiri nya,melihat hal itu Lardo dan Indah merasa jijik dan geli,khusus nya pemuda tersebut ia sampai tidak tahan melihat belatung tersebut keluar dari kaki nya yang sudah berlubang itu.


"Tahan Do...sebentar lagi mereka akan mati semua karena daun itu rasa nya pedas dan pahit,jadi belatung-belatung itu tidak akan mampu bertahan didalam daging mu" tukas Meri seraya tersenyum,ternyata gadis itu bisa membuat ramuan obat dari dedaunan.

__ADS_1


__ADS_2