Danau Tengkorak

Danau Tengkorak
Rasuk.


__ADS_3

"Hen...Hendraaaa....loe dimana?kenapa belum tidur?teriak Rama memanggil sahabat nya itu,pemuda itu terus mencari Hendra didalam rumah yang cukup besar tersebut,namun ia tidak mendapati Hendra disana.


Melihat Hendra tidak ada, Rama pun berteriak memanggil rekan nya yang lain lantas bertanya apakah mereka ada melihat Hendra.


Mendengar teriakan Rama,Sita dan rekan-rekan nya yang lain pun terbangun lantas menghampiri pemuda tersebut.


"Ada apa sih teriak-teriak?ganggu orang tidur aja loe,udah lah baru terlelap eh dengar loe teriak kebangun lagi,gila apa ya?ujar Dino marah.


"Ini nih gue dari tadi gak ada liat si Hendra,kemana juga tuh anak?masa ia pergi keluar rumah malam-malam begini?sahut pemuda itu.


"Iya,tuh si Nadia juga kagak ada,jangan-jangan dia berdua melarikan diri demi mencuri waktu buat berduaan"ujar Gea.


"Ssst kau ini,kasian Sita tuh ngapain loe sangkutin Nadia segala kan jadi gak enak sama Sita"sahut Dino.

__ADS_1


"Lah lagian gue benarkan?Nadia emang gak ada didalam kamar nya,gue gak nuduh kok emang kenyataan si Nadia dan Hendra tuh menjalin hubungan gelap"sahut gadis itu.


"Ah sudah lah,aku gak perduli mereka mau apa kek terserah, pulang dari sini aku akan bicara pada ayah ku untuk memutuskan tunangan kami"tukas Sita.


"Eh Sit gak usah gitu dong,kasian ayah loe dia udah berharap loe nikah ama anak mendiang sahabat karib nya"sahut Dino.


"Ya,apa boleh buat aku harus lakuin semua itu,seperti nya hubungan ku dan Hendra sudah tidak bisa dipertahan kan"timpal nya


"Kalau menurut ku sih omongan Sita ada benar nya juga,lebih baik diakhiri sebelum terlambat,walau pun Hendra sahabat gue,gue gak mau ngedukung perbuatan nya itu,jika dia salah tetap lah salah" ujar Rama.


"Kunci pintu nya! jangan biarkan mereka masuk dasar situkang zina,aku gak mau mereka masuk kedalam rumah ini biarkan mereka tidur diteras"tandas Sita seraya masuk kedalam kamar.


"Tapi kan kasihan Sit,mana diluar dingin lagi...nanti kalau mereka sakit gimana?bakal repot dong,sementara Dimas belum siuman lagi.."teriak Dino.

__ADS_1


"Ambil kan selimut mereka taruh diteras seletah itu kunci pintu nya,ingat jangan sampai ada yang membuka pintu untuk mereka nanti" tukas Sita.


Namun berselang beberapa menit ia berbicara seperti itu terdengar diluar teriakan Nadia meminta pertolongan.


"Tolong!....tolong...selamat kan gue hikkssss aaaaaaa tolong!....tok! tok! tok!....buka pintu nya guys! hei siapa pun tolong buka pintu nya,Hendra mau ngebunuh gue" teriak nya.


Mendengar hal tersebut sontak Sita dan rekan-rekan nya berlari kearah pintu lantas membuka pintu tersebut,terlihat Nadia sudah berlumuran darah disekujur tubuh nya.


Gadis itu gemetar ketakutan dengan bibir yang sudah membiru bahkan banyak lebam disekujur tubuh dari leher hingga tangan dan kaki nya.


Hal tersebut membuat rekan-rekan nya bertanya kepada nya namun ia tidak bisa menjawab pertanyaan mereka,karena diri nya sudah sangat ketakutan saat itu.


Tiba-tiba....Hendra datang dengan sebilah golok ditangan nya,ia mendekati rumah tersebut,dengan berjalan sempoyongan seperti orang kerasukan,ya Hendra saat itu memang kerasukan.

__ADS_1


Sontak mereka ketakutan melihat tampang Hendra yang sudah sangat menyeramkan itu,namun tidak dengan Sita,gadis itu terlihat santai saat berhadapan dengan pemuda tersebut.


__ADS_2