Danau Tengkorak

Danau Tengkorak
Teror Tengkorak.


__ADS_3

"Aaaaa.....ada tengkorak..."teriak Gea,gadis itu berlari masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa.


"Ada apa sih Ge?"loe seperti anak kecil saja maen teriak-teriak"tukas Hendra memarahi Gea yang sudah gemetaran dan terlihat pucat itu.


"Di...di...diluar ada banyak tengkorak guys..mereka seperti nya akan menuju kemari,cepat periksa pintu dan jendela jika belum terkunci maka kunci lah dengan benar! Teriak Gea,gadis itu panik bukan kepalang.


Mereka pun memastikan apa yang telah dilihat oleh Gea,apakah semua itu benar atau hanya halusinasi nya saja.


Namun ketika mereka semua mengintip keluar termasuk Meri ikut melihat kearah luar,sontak mereka terperanjat ketika tengkorak-tengkorak itu naik kepermukaan danau lalu merangkak menuju rumah Mendiang Ayu.


"Ayu.....Mer,lihat disana! bukankah itu Ayu?teriak Indah panik,karena ia melihat teman nya itu tengah berada didepan tengkorak tersebut seperti sedang menuntun pasukan nya.


"Iya,itu Ayu'dia sudah menjadi bagian dari mereka,lihat tubuh nya sangat kering itu arti nya Ayu telah tiada"sahut Meri.

__ADS_1


"Guys...mereka semakin mendekat,cepat kunci pintu nya!. Teriak Rama,pemuda itu mendorong sebuah meja lantas mengganjal pintu itu dengan meja tersebut.


Grrrrrrrrrwwwww....hiksss,ha..ha..ha..aaaak..


braaakkk..brrraaaaakkk..terdengar tengkorak-tengkorak itu berusaha untuk masuk kedalam rumah tersebut.


Mereka seperti tengah menangis,tertawa lantas mengeluarkan suara yang sangat menyeram kan sehingga membuat bulukuduk merinding seketika.


"Jangan takut! mereka tidak akan menyakiti kita kecuali kita keluar rumah ini,selagi kita masih didalam rumah maka kita akan aman" tukas Meri,gadis itu menenagkan kepanikan yang telah rekan-rekan nya rasakan.


Saat Mereka menghampiri nya,terlihat Nadia tengah mencoba untuk bertahan karena bayi didalam perut nya itu sedang mencari jalan keluar nya,perut Nadia seperti akan meletus membuat mereka yang melihat merasa sangat ketakutan.


"Huaaaa hiksss tolong gue plissss!!!.....ini sangat menyiksa diriku,gue gak mau mati sekarang"ujar gadis itu mengiba,air mata dan keringat sudah bercampur jadi satu.

__ADS_1


"Hentikan! hentikan sekarang juga! kau telah menyakiti nya,kau menyakiti orang yang tidak bersalah" teriak Meri membentak bayi didalam perut Nadia itu.


Sontak gerakan yang membabi buta tersebut terdiam saat mendengar bentakan keras dari Meri,kemudian Meri menyuruh nya untuk keluar dengan baik-baik,


"Jika kau ingin keluar,maka keluar lah dengan tenang,jangan menyiksa nya seperti itu dia sudah cukup menderita karena telah mengandung mu" ujar gadis tersebut.


"Nadia....apa kau masih kuat?jika kau masih ada tenaga,maka kejanlah dengan sekuat tenaga mu,bayi itu akan segera lahir" tukas Meri.


"Iiiyya akk...akk..aku masih bisa bertahan" sahut gadis malang itu,ia menangis lantas mencoba mengejan agar bayi setan itu keluar dari rahim nya.


Melihat hal itu Sita dan rekan nya yang lain mencoba untuk membantu Meri yang sedang sibuk mengarahkan Nadia agar mengejan lebih kuat lagi.


"Satu...dua...tiga dorong! teriak mereka,namun Nadia sudah tidak kuat lagi,ia menyerah lantas tak sadarkan diri,hal itu membuat mereka semua panik.

__ADS_1


Sementara diluar rumah,bunyi ketukan dan gedoran terus terdengar,bahkan para tengkorak itu sudah mengepung rumah tersebut,mereka mencoba mencari celah agar bisa masuk kedalam rumah.


__ADS_2