
Happy Reading~~~πππππΉπ
peringatan,,,, ada adegan kekerasan!!!!
...****************...
Brukkkk
Tubuh yang lemah dan putus asa itu pun terjatuh, tapi dengan cepatnya Davian menangkap Asma
" Apa yang kamu lakukan,,!!!!" Bentak Davian dengan gemetar dan khawatir luar biasa, bahkan para pelayan dan bodygard disana merasa aneh dengan sikap tuan mereka
Darah mengalir dengan deras, dari perut Asma, akibat tusukannya sendiri.
Dengan mata teduh dengan isyarat yang menyedihkan dan menyakitkan, membuat siapa saja merasakan kesedihan melihat kondisi Asma
" Buu,,,bukannya ini yang Tuu,,aann ma,,ma,,u?" Lirih Asma dengan menahan kesakitan
" Buu,,,kankah aa,,,kuu le,,bih baik mati Tuu,,an
dari pada aku ha,,russ di sii,,ksa dii,sini?" Lirih Asma dengan mata yang mulai sayu-sayu, dan nafas yang mulai pelan dan tersendat-sendat
" Tidak ada yang bisa lolos dariku, sekkaipun kamu mencoba dengan cara apapun" Kata Davian dengan dingin dan sorot mata yang tajam, tapi penuh ke khawatiran saat melihat mata Asma mulai menutup
" Jhanson,,!!!! segera panggil Andrew ke ruang rileksasi, Dan persiapkan tenaga medis dan alat-alat yang mumpuni!!!" Titah Davian, Tanpa dia sadari air matanya menetes merasa sesak dihati sembari membawa Asma dengan cepat
Davian menatap ruangan di depannya dengan kosong
Jhanson melihat tuannya dengan sedih, karena tau apa yang dipikirkan Davian
" Tuan,,, tidak akan terjadi apapun pada nyonya Asma" Kata Jhanson
Davian hanya termenung melihat ruangan itu
" Jhanson,, kamu tau, disuasana seperti ini mengingatkan aku dengan ibu ku" Lirih Davian
Jhanson hanya terdiam melihat tuannya, sudah lama mereka menunggu, dokter yang didalam sana belum juga keluar, membuat Davian di Landa ke khawatiran luar biasa
Setelah beberapa lama, akhirnya ruangan rawat itupun terbuka
" Bagaimana keadaannya??" Tanya Davian dengan takut, entah apa yang di takutinya, memikirkan keadaan Asma yang seperti itu membuat perasaanya tidak karuan
" Dav,,, hampir saja tadi wanita itu menyerah dengan hidupnya, saat operasi tadi pendarahannya cukup hebat, pisau itu mengenai sedikit hati nya" Ujar Andrew menjelaskan
" Tapi saat ini dia sudah melewati masa kritisnya" Kata Andrew
" Ah,, syukurlah " Kata Davian, sedikit pelan tapi Andrew dan Jhanson dapat mendengarkannya
" Wahhhh,,, sungguh wanita hebat, bisa membuat sang Davian Alexander khawatir berlebihan, hahahaha" Tawa Andrew
Hupp
Andrew menutup mulutnya saat Davian menatapnya dengan tajam
" Jhanson sepertinya hutan dan sungai Amazon membutuhkan seorang dokter peneliti?" Ancam Davian
Andrew bergidik ngeri melihatnya, kata-kata itu memiliki makna tersirat
" Santai broo,, gue hanya bercanda" Goda Andrew cengengesan
" Tapi bukannya sebaiknya wanita itu di bawa ke rumah sakit saja??, biar bisa di pantau perkembangannya" ujar Andrew
" Tidak,, disini juga peralatannya lebih mumpuni dari pada di rumah sakit" Kata Davian, yang tidak mau Asma merasa tidak nyaman dengan rumah sakit, di pikir-pikir kenapa dia begitu perhatian dengan tawanannya itu
" Bukankah kamu ada yang memantaunya di sini?" Kata Davian dengan dingin
__ADS_1
" Jadi, apakah aku bisa melihatnya??" Tanya Davian
Andrew yang masih mencerna perkataan Davian dan sikap Davian yang aneh, seketika tersadar
" Iya, kamu bisa melihatnya asalkan jangan ganggu kenyamanannya" Kata Andrew
"Hmmm" Balas Davian, dan segera masuk
" Apakah kamu berpikir sama seperti yang aku pikirkan? Tuan mu mulai aneh Jhanson" Kata Andrew
" Apakah dokter sepertimu tidak memiliki pekerjaan yang lain lagi?" Tanya Jhanson sambil melewati Andrew
Andrew melongo mendengar pertanyaan Jhanson
" Dasar Tuan dan Asisten sama saja, yang satu kulkas 10 pintu dan satu lagi si kutub Utara, hanya aku yang masih waras dan hangat" Kata Andrew merasa kesal dan pergi mengistirahatkan tubuhnya yang lelah, setelah operasi tadi
...****************...
Di sisi lain, di dalam ruangan medis di mansion itu, seorang wanita terbaring tak berdaya dengan berbagai alat medis yang menancap di tubuh indahnya, yang menunjang serta membantu menopang kehidupannya
Disana seorang lelaki menatapnya dengan mata tajamnya dengan tatapan sendu, rasa ke khawatiran yang membuncah yang belum pernah di rasakannya
Entahlah, dia pun tak tau perasaannya sekarang
" Kenapa kamu nekat sekali?"
" Sebegitu inginkah?" kata Davian dengan lirih sambil menggenggam tangan Asma
" Kamu harus sembuh supaya aku bisa membalaskan dendam ku" Kata Davian berapi-api, tapi jauh dari lubuk hatinya berlawanan dengan apa yang ia ucapkan sendiri
Trrrrttt
Trrrrttt
" Hmmmm" Kata Davian sambil terus menggenggam dan menatap Asma dengan teduh
" Tuan, perbatasan wilayah B sekarang lagi di serang, setelah saya selidiki dia dari pasukan Atlanta" Lapor Jhanson
" Bagus sekali, mereka mengantarkan nyawa mereka sendiri" Jawab Davian dengan senyum smirk nya
" Perintahkan Bright agar segera membawa pasukan, suruh dia untuk menyebarkan bom di bukit Andalas, dan tancap kan tombak di parit sebelah timur" Perintah Davian, karena pasti musuh mereka belum menyelidiki bagaimana keadaan wilayah tersebut
"Aku pergi dulu menagkap tikus-tikus kecil itu sayang" Bisik Davian di telinga Asma
" Aku harap kamu segera membuka matamu"
Davian pun keluar, disana Jhanson sudah menyiapkan mobil untuk tuannya
" Semuanya sudah Brihght siapkan tuan" Lapor Jhanson
" Hmmm" Jawab Davian sambil memakai topengnya dan jubah khas Adero yang sudah disiapkan
Di wilayah A sedang terjadi pertempuran yang lumayan hebat
Dorrr
Dorrr
Dorrr
Suara tembakan saling bersahutan di tengah hutan itu, darah sudah bertumpahan di malam yang dibawah rembulan itu
" Dimana Tuan kalian!!! Lord yang sangat ditakutkan itu, apakah dia sedang bersembunyi??!!!" Teriak salah satu musuh yang disana, Dia adalah ketua dari pasukan Atlanta
" Cihhh, jangan mengatakan omong kosong, kau bukan tandingan tuan kami" Kata Bright dengan mata yang tajam
__ADS_1
Burkkk
Dorrrr
Srekkkk
Suara-suara itu dan rintihan orang kesakitan saling bersahutan
Sebenarnya Davian sudah sampai dari tadi, dia hanya melihat bagaimana pasukannya dalam menjalan kan tugasnya
Itu tidak perlu diragukan lagi, karena Davian pasti tidak main-main dalam satu hal
" Kamu mencariku??" Kata Davian dengan dingin
" Cihh, akhirnya kamu keluar, tidak usah banyak omong" Kata ketua Atlanta langsung menyerang Davian
Bugh
Dengan cepat Davian menghalau tinjuan itu, diluar dugaan ketua Atlanta, Davian menendang bagian kepalanya dengan cepat
membuat dia langsung tersungkur ke tanah
Darah menuyembur dari mulutnya saat Davian meninjunya
Ketua Atlanta semakin tak berdaya
" Cihhh hanya segini kekuatanmu, mencoba melawanku" Angkuh Davian
Davian mengeluarkan Pisau andalannya
"Lord,, too,,,long ampuni saya" Katanya dengan takut
" Kamu yang menyerahkan dirimu, tapi itu bagus karena aku butuh pelampiasan malam ini" Kata Davian dengan mengerikan
Srekkk
Davian menusuk perutnya
Srekk
Srekkk
Akhhhhhhhhhhh,,,,
Davian mencoba mencabut paksa bola matanya, darah semakin deras dan mengenai topeng Davian
"Lidah ini yang tadi mengataiku" Kata Davian sambil menjalan kan pisaunya dari pipi sampai mulut ketua Atlanta itu
Srekkkk
Davian memutuskan lidahnya, dan terakhir Davian menusukkan pisaunya tepat mengenai jantung, membuat ketua Atlanta itu mati mengenaskan
Pasuka dari Atlanta juga banyak yang mati, ada yang sudah mengenai jebakan tombak yang ada di parit sebelah timur
Suasana malam itu begitu mencekam, karena bau darah yang begitu menyengat.
" Jadikan yang hidup sebagai hiasan markas, dan jual organ-organ mereka seperti biasa" Perintah Davian
Membuat pasukan Atlanta yang masih hidup dan ditahan lemas dan takut seketika, mendengar perintah Lord Adero
...****************...
Yuhuiiiiii,,, maaf ya author jarang update karena lagi ujianππππ
jangan lupa tinggalin jejak kalian
__ADS_1