Davian

Davian
Davian 7


__ADS_3

Happy Reading~~๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Peringatan!!!!


Ada adegan kekerasan yuhuuuyyy๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐Ÿ


...****************...


Tap


Tap


Tap


Langkah tegap seorang lelaki saat memasuki mansion megah miliknya yang sangat luas, beberapa bagian gedung memiliki interior yang menyeramkan apalagi aura dari mansion dan pemiliknya


Saat masuk kedalam semua pelayan langsung membungkuk saat laki-laki itu mulai melewati mereka dengan aura intimidasi yang kuat


"Selamat malam tuan" Tunduk para pelayan terhadap tuannya


Tanpa menyahut dia langsung ke tempat dimana mangsa barunya menunggunya


Saat di depan kamar para bodygard yang berjaga langsung membungkuk


" Malam tuan" Tunduk mereka


" Hmmm"


"Maaf tuan dari tadi nona itu hanya teriak-teriak dan mau kabur" Lapor salah satu ketua dari bodygard yang berjaga


" Hmm" Sahutnya dengan cuek, siapa lagi kalau bukan sang psikopat yang ditakuti, " Davian" yang bahkan kehadirannya seolah menghisap keberanian orang disekitarnya


Dengan segera bodygard itu membuka pintu untuk tuannya


Saat mendengar suara langkah sepatu masuk ke dalam Asma langsuk mengangkat kepalany dari pangkuan lututnya karena sedari tadi Asma hanya menangis dengan ketakutan


Tap


Tap


Dengan bersegera Jhanson sang asisten mempersilahkan tuannya untuk duduk di kursi yang telah disiapkan sebelumnya


Dan bodygard itu langsung menyeret Asma menghadap tuannya


" isss" Ringis Asma merasakan sakit saat dirinya ditarik dan dihempaskan begitu saja kelantai yang dingin


" Hay nona, kita ketemu lagi,," kata Davian


Dengan penampilan yang acak-acakan, ditambah aura yang mengintimidasi membuat Asma takut-takut mengangkat kepalanya dan tidak menjawab


Dengan tingkah Asma yang seperti itu membuat bodygard serta Jhanson gemetar karena takut tuannya murka karena di abaikan


" Nona, angkat kepala anda, apakah anda tidak mendengar tuan kami berbicara,,,!!!" Bentak salah satu bodygard disana dan langsung menarik rambut Asma sehingga membuatnya langsung menatap mata yang mengintimidasi itu


"Saa,,kiit,, Tuu,aann" Lirih Asma dengan gemetar


Dengan isyarat dari Davian akhirnya bodygard itu melepaskan tarikannya dari rambut Asma


Dengan sisa keberaniannya Asma menjawab


" Tuu,,aann apakah kita pernah bertemu?


Aku salah apa? kenapa aku dibawa ke sini? juga kenapa mereka menyiksaku?" Tanya Asma beruntun dengan lirih


Dengan isyarat Davian menyuruh bodygard dan Jhanson keluar


" Apakah kau tidak ingat nona kita bertemu dimana?" Tanya Davian


" Saya tidak ingat Tuu,aan" Dengan terbata-bata Asma menjawab


Karena ketakutan yang luar biasa Asma sampai lupa bahwa yang dihadapannya adalah tuan Presdir yang mensponsori Acara mereka

__ADS_1


" Hahahaha" Dengan tawa Davian yang menggelegar membuat Asma menundukkan kepalanya karena takut


Suara tawa Davian yang menggelegar terdengar oleh Jhanson dan bodygard yang di depan kamar karena pintunya tidak tertutup rapat


Davian menyodorkan pistol tepat di depan kepala Asma, membuat Asma histeris ketakutan


" Aaaaaaa,,, Tuuu,,aaann apa yang aaa,,,nda lakukan" Teriak Asma dengan takut


Dengan perlahan Asma mundur tertatih-tatih gemetaran, seiring mundurnya Asma, Davian juga perlahan melangkah maju sampai terpadat ke sisi tempat tidur


" Tuan aku salah apa? kenapa kalian tega?" Tanya Asma dengan isakan tangis ketakutan


" Hahahah ketakutanmu membuat aku bahagia sekali" Tawa Davian dengan mengerikan


" Baik aku akan mengingatkan kamu nona, apa kesalahanmu" Kata Davian


Dengan segera Davian memakai topengnya dan menjambak rambut Asma kebelakan


"Aaaaa,,isss" Teriak Asma disertai ringisan kesakitan dari Asma


Akibat tarikan kuat dari Davian membuat rambut Asma seolah-olah dilepas paksa dari kepala sehingga membuat Asma pusing ditambah seharian belum makan


Degg


Mata itu begitu teduh dan cantik menatap Davian seakan-akan meminta dikasihani


"Kau sudah ingat nona?" Tanya Davian dengan senyum smirk de balik topeng itu


" Tuu,aaan yang ada di gang yang waktu itu mem,,," Asma tidak melanjutkan kata-katanya


"Aaaaaaaaaaaa"


Dorrr


Dorrr


...****************...


" issss" Ringisnya sambil memegang kepalanya yang pusing


" Ha,,, apakah aku mimpi? apakah aku sudah mati?" batin wanita itu


" Hiks,,hiks,,hiks ayah ibu maafkan Asma yang sering membangkang" monolognya sambil menangis sambil menelungkup kan kepalanya ke lututnya yang ditekuk


" Apakah kau tidak capek jika menangis terus?" Tanya seorang laki-laki yang dari tadi memperhatikan gerak geriknya di sofa sudut ruangan itu


Seketika Asma mendongak melihat siapa yang bicara


" Ha,, kenapa aku masih bertemu dengan dia, dasar psikopat" Batin Asma


" Apakah mulutmu dan kepalamu butuh di servis untuk menjadi hiasan rumahku?" kata Laki-laki itu


" Dia bisa tau apa yang aku pikirkan?" Syok Asma saat Davian tau apa yang di pikirannya


Asma menggelengkan kepalanya dengan takut


Dengan segera Davian berdiri meninggalkan ruangan itu


" Tuu,,,an apakah aku boleh pergi?" Tanya Asma hati-hati


" Cihh,, jika kamu sudah disini jangan harap kamu akan lepas, sebelum melangkah dari pintu ini kepala mu akan terpisah dari tubuhmu" Ancam Davian


Glukkk


Asma menelan saliva nya dengan takut mendengar ancaman Davian


"Aku harus cari cara kabur dari sini" Batin Asma


" Sebaiknya buang jauh-jauh pikiran mu untuk kabur karena itu tidak akan berhasil" Ingat Davian kepada Asma


" Kenapa dia tau apa yang aku pikirikan, apakah dia cenayang?" Batin Asma

__ADS_1


Dengan hembusan nafas yang kasar Davian langsung meninggalkan Asma sendirian


" Sebenarnya aku dimana?" monolog Asma


Dari kaca jendela yang besar di kamar itu Asma dapat melihat bahwa dia ada di tengah-tengah hutan


" Mereka siapa kenapa sangat misterius? Dan kamar ini juga sangat menyeramkan suasana nya semua serba hitam, untung saja ada lampu kalau tidak aku bisa mati sia-sia" Monolog Asma


...****************...


Saat ini Davian di ruangan dimana semua penghianat dan orang-orang yang mau mereka ambil organnya di tempat kan yaitu Ruang bawah tanah


jika kalian pikir Davian hanya melakukannya di Markas, maka itu salah, di Mansion yang megah ini begitu banyak ruangan-ruangan misterius yang dibuatnya dari hasil kerjanya selama ini, bahkan pamannya tidak tau seluk beluk bangunan ini, karena Davian tipe orang yang nggak suka privasinya di campuri sama orang lain sekalipun pamannya.


"Jhanson bawa orang itu dihadapan ku!!!" Perintah Davian


" Baik tuan" Dengan isyarat Jhanson menyuruh bodygard yang menjaga


" Cepattttt!!!!!!" Bentak penjaga kepada laki-laki yang dibilang wajahnya sedang tidak baik-baik saja


Brukkk


Tubuh itu dihempaskan begitu saja dengan kasarnya


"Jhanson!!"


Seketika Jhanson pun memberikan pisau belati yang begitu tajam, mungkin tidak besar tapi ini yang Davian suka karena dengan begini mangsanya tidak langsung mati begitu saja


" Apakah kamu mau bermain-main denganku??" Tanya Davian dengan suara yang pelan dan terdengar mengerikan


" Aamm,,,puun tuan" Pinta laki-laki itu terbata-bata


" Hahahaha,,,, apakah kamu mau dilepaskan?" Tanya Davian


" Maaa,uuu tuu,aann" Senang laki-laki itu dengan terbata


" Baik" kata Davian


Para Bodygard dan Jhanson hanya menghela nafas, mana mungkin semudah itu, jika kamu minta dilepas maka bagi Davian kematianmu mungkin diringankan atau dipercepat sedikit


apalagi sebaliknya


" Selagi aku berbaik hati kamu tidak mau memberitahu dimana tuanmu itu?" kata Davian


" Tidakkk saya tidak mau" Tolak nya


" Hahaha pilihan yang bagus, sungguh anak buah yang setia" Tawa Davian dengan mengerikan


Srekkk


" Aaaaaaa,,,,saaaakiittttt!!!!!" teriak laki-laki itu menggema saat Davian menusuk pipinya dengan dalam sampai di goreskan kemulut sehinggak robek dengan lebar dan darah yang muncrat ke wajah Davian


Srekkk


Srekkkk


Davian terus mengukir indah di tubuh laki-laki itu, jika bisa meminta, laki-laki itu ingin sekali dia langsung mati saja dari pada di siksa begini


"Akhhhhhh!!!!!!!" Teriak kesakitan menggema saat Davian menyuruh anak buahnya menyiramkan timah yang sudah di didihkan dengan sangat lama


Laki-laki itu mati dengan mengenaskan, semua para tahanan menggigil ketakutan dan ada yang merasa mual saat Davian dipenuhi dengan darah


"Ciihh,,, Dia pikir bisa memata-mata i ku dengan anak buahnya ini?" Decih Davian saat dia menghabisi mata-mata dari pembunuh orang tuanya


Mengingatnya membuat darah membunuh Davian bangkit lagi, saat mengingat peristiwa mengenaskan yang terjadi kepada orang tuanya.


" Hmmm kau pikir aku tidak bisa mendapatkanmu?? Tunggu saja tanggal mainnya" Monolog Davian dengan senyum smirk yang mematikan dan mengerikan


...****************...


Mohon dukung karya Author ya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ maaf lama up karena Author sedang mau UTS heheheh jadinya masih lumayan buntu๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2