
Warning sedikit adegan kekerasan!!!
Hayyy readers ku sayang selamat membaca
😘😘
...****************...
Sudah 11 Tahun setelah kejadian naas itu menimpah keluarga Davian
Saat ini seorang pemuda yang usianya sudah 28 Tahun berperawakan tinggi dan tampan serta tatapan yang tajam sedang menghabisi tawanannya dimarkas Adero siapa lagi kalau bukan sang bos mafia yang terkenal akan kekejamannya
srekk
srekkk
darah yang mengucur semakin deras dan bau amis memenuhi ruangan mengerikan itu
Bagaimana tikus sepertimu mau bermain denganku!! dengan tikaman yang bertubi-tubi
"Ampun tuan, sungguh aku minta ampun" katanya mengiba dengan menahan sakit
"Hahahhaa bahkan ini belum seberapa" tawa yang begitu menggelegar di malam yang sunyi itu
Anak buahnya yang lain hanya terdiam melihat kebengisan tuannya dalam memangsa korbannya, cihhh jika tidak mau bernasib sama sebaiknya jangan coba-coba bermain-main dengannya
Dengan menjulurkan tangannya hal itu sudah membuat Janshon mengerti apa mau tuannya
Dengan sopan Janshon pun menyerahkan pistol ke tangan Bos nya itu
"Tuan,, Tuan aku mohon jangan bunuh aku"
"Hahahahahahaha" Davian sangat menyukai wajah-wajah ketakutan itu
Dorrrr
Dorrrr
Dorrrr
__ADS_1
Tiga peluru menembus tepat di bagian kepala pria tersebut
" Seharusnya kamu bersyukur kematian secepat itu". Ujar Jhanson dalam hati
"Janshon,,, bagaimana penyelidikanmu apa sudah ada titik terang??"
" Maaf tuan ini data terkait orang yang membunuh orang tua tuan malam itu".
Seketika Davian berhenti dengan sorot mata yang penuh murka Davian membaca data orang yang membunuh orang tuanya
"Cihhhh kau tidak akan bisa kabur lagi dariku". geram Davian dengan tangan mengepal
Jhanson hanya diam atas reaksi tuannya itu
"Tuan untuk transaksi senjata kita di pelabuhan R berjalan dengan lancar". Lapor Jhanson
"hmmmmm". Balas Davian
untuk hal seperti ini Jhanson tidak perlu diragukan. Jhanson merupakan asisten setia Davian mereka bertemu saat Davian dibawa oleh pamannya ke negara A
...****************...
" Ayah,, ibu mana??". tanya wanita cantik tersebut saat dia lagi video call dengan orang tuanya
"Hmmmm ibuuuu Asma kangen sama ibu rindu masakan ibu". tangisan ala Bombay asma terhadap orang tuanya
ibunya hanya tersenyum melihat tingkah laku putrinya tersebut
" Berarti sama Ayah nggak kangen ini?". kata sang ayah pura-pura kesal
"Hahahahah tentu Asma rindu ayah". ujar Asma
Ibunya hanya menggeleng melihat tingkah laku ayah dan putrinya itu
Saat ini Asma sedang berada di negeri A dan menjadi seorang pelukis yang lumayan terkenal
Diusianya yang masih 20 Tahun tentu Asma termasuk gadis yang cerdas dan pintar jangan lupa paras yang cantik
" Ayah Ibu sudah dulu ya Asma mau pergi dulu". ujar Asma
__ADS_1
" Iya sayang, jaga diri disana ya!! ingat jangan lupa makan jangan terlalu dipaksakan saat bekerja" Nasehat orang tua Asma
" Iya Ayah Ibu, Asma sayang Ayah dan Ibu"
" Kami lebih menyayangimu sayang"
Setelah Asma menutup teleponnya dia segera bersiap-siap pergi untuk menemui temannya Stevani di Kafe B
Saat sudah sampai Stevani rupanya sudah datang lebih dulu
" vaniii!!!" Panggil Asma
" heyyy Asma, isss kok lama banget". pura Stevani seolah merajuk
"Ulululu sahabatku sayang maaf kan diri ini membuat dirimu menunggu lama" Goda Asma
" Hmmm kalau begini bagaimana aku bisa marah". Gemas Stevani
"Hehehe" cengir Asma
" Oh iya Ma, ngomong-ngomong untuk pameran nanti aku dengar Presdir dari perusahaan Alexander mau datang". Ujar Stevani dengan semangat
"Oh iya??!!"
" Iya,, tapi aku dengar-dengar Presdir itu sangat menakutkan".
" Husss gak baik berprasangka buruk seperti itu Vani, itukan kata orang"
" Benar juga sih, buktinya dia mau ikut menyumbangkan dana untuk pameran ini"
" Nah itu, makanya jangan langsung berpikir Negatif Vani". Ujar Asma
" Hehehehe" Cengir Stevani
Asma hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya.
...****************...
Jangan lupa dukung dengan vote dan like serta komen ya readers ku sayang hehehehe
__ADS_1
😘😘😘😘
maaf banyak typo bertebaran