Davian

Davian
Davian 12


__ADS_3

Happy reading ~~😘😘😘😘


...****************...


Sudah satu bulan berlalu dari kejadian yang sengaja dibuat oleh wanita cantik itu. Dia tetap tidur dengan damainya, dengan alat-alat medis yang sudah tak sebanyak dulu.


Wajahnya juga tak sepucat dulu, kini sudah terlihat sedikit berwarna tapi belum ada pergerakan bahwa dia akan bangun.


" Kenapa nyonya belum bangun juga ya??" Tanya seorang pelayan saat membersihkan tubuh Asma


" Benar,, aku sebenarnya sangat khawatir terhadap kondisi nyonya, tapi syukurlah wajah nyonya sudah tak sepucat sebelumnya " Jawab pelayan yg lain


"Apa kalian akan menggosip sampai mati? sehingga lalai akan tugas kalian?" Seru Bi Ning sang kepala pelayan di Mansion itu


Para pelayan yang tadi langsung tertunduk dan pamit begitu juga Bi Ning


Setelah beberapa menit kepergian Bi Ning, Asma menunjukkan pergerakan di jari-jarinya


" Aaa,,yaah" Lirih Asma


Dengan perlahan mencoba membuka matanya dan menyesuaikan cahaya yang masuk


Bertepatan dokter Andrew datang untuk mengontrol perkembangan Asma


" Nyonya!!!" Kaget dokter Andrew dan langsung memeriksa Asma


" Huhhh,, syukurlah nyonya sudah menunjukkan perkembangan yang baik" Lega Dokter Andrew


" Siapa kamu??" Tanya Asma dengan suara lirih dan mata sayunya


" Saya Andrew nyonya,,, saya Dokter pribadi keluarga Alexander" Jawab Dokter Andrew dengan ramah


" Alexander??" Tanya Asma belum mengerti


" Iya nyonya, Tuan Davian Alexander suami nyonya" Jelas Dokter Andrew, seketika kaget dengan ucapannya sendiri


" Suami?? Davian?? Tuu,,aan Presdir??!!!" Batin Asma dengan terkejut


" Aku belum menikah dengan siapapun termasuk tuanmu itu, jadi aku bukan nyonyamu, tuan dokter" Jelas Asma

__ADS_1


" Ttaa,,pii" Dokter Andrew ingin menjawab, tapi khwatir Asma akan drop lagi


" Benar,, kau adalah istriku" Seru seseorang di ambang pintu sana, dengan tatapan tajam, tapi tersirat kelegaan


" Tuu,,aann a,,pa maksudmu" Lirih Asma dengan takut


" Iya aku suamimu, kita sudah menikah"


"Jhansonnn!!!"


"Ini tuan" Sambil menyerahkan Dokumen dan buku nikah


" Aa,,paa ini, tii,,dak mungkin!!" Jawab Asma tidak percaya


" Apa yang tuan lakukan,, saya sama sekali tidak setuju, kenapa tuan berbuat semau tuan sendiri" Jawab Asma dengan lantang


Andrew, Jhanson dan yang lainnya segera meninggalkan ruangan itu, dan menutup pintu


Davian hanya memandang Asma dengan dingin


" Hikss,,hikkss,,, kenapa tuan mempermainkan hidupku?"


" Kenapa tuan mencegahku untuk bunuh diri, seharusnya jangan, biarkan aku mati karena percuma juga aku hidup, jika diriku tidak bisa aku miliki seutuhnya" Kata Asma dengan tangisan yang memilukan


" isshhhh,, hmmmm" Ringis Asma sambil memegang ulu hatinya dan mencengkram lengan Davian


" Kamu kenapa??? ada yang sakit" Tanya Davian dengan khawatir


"Pee,,rutt ku saa,,kiit" Lirih Asma dengan keringat yang menetes dengan wajah yang menahan sakit


Davian sangat khawatir


" Andreeewwwwww!!!!" panggil Davian


Davian dengan buru-buru menekan tombol darurat


" Tidak apa-apa tuan, ini hanya kram saja" Kata Asma dengan lirih


" Tidak apa-apa bagaimana, kamu sangat kesakitan Asma, sudah jangan membantah" Jawab Davian dengan tegas dan khawatir

__ADS_1


" Kenapa tuan?" Tanya Andrew langsung masuk


" Cepat periksa nyonya, kenapa tiba-tiba dia merasakan sakit" Perintah Davian


Andrew langsung mendekat dan hendak memeriksa Asma


" Awas kalau terjadi apa-apa, kamu tau kan akibatnya Andrew!!"" Ancam Davian


" Ii,,yaa tuan" Jawab Andrew


" Mati aku kalau begini" Batin Andrew


" Bagaimana??" Tanya Davian sambil terus disamping Asma yang sudah disuntikkan obat tidur agar istirahat


" Broo,, dia hanya perlu istirahat, jangan banyak bergerak dulu tubuhnya masih lemah, dan jangan buat dia streess dan tertekan, karena itu bahaya buat dia"


" lagi pula perkembangan untuk pemulihannya kedepan harus tetap di perhatikan jika tidak akan beresiko, apalagi tusukan waktu itu sangat mempengaruhi terhadap sistem hatinya" jelas Andrew


" Baiklah, kamu boleh pergi" jawab Davian


" Oke bro, kalau butuh bantuan langsung panggil saja, gua tetap disini kok" kata Andrew


" hmmmm" Jawab Davian


" Broo,,, coba loh pikir-pikir lagi sebelum loh menyesal di akhir" Nasehat Andrew sebelum keluar dari ruangan itu


Davian pun langsung menatap Asma dengan dalam, dan mengusap kepalanya dengan lembut


" Kamu tau sayang, cihhh sungguh menggelikan tapi kenapa aku suka" Monolog Davian dengan tatapan tak lekang dari Asma


" Kamu tau, Aku saat ini sudah sadar kalau aku sendiri benar-benar sudah jatuh akan pesonamu, tapi kenapa ini sangat sulit"


" Dari dulu aku dididik menjadi seorang yang pendendam, pembunuh, apakah aku pantas??" Monolog Davian


" Aku berusaha membencimu tapi itu tak bisa, kenapa kamu justru berbeda dengan wanita lain, kenapa kamu berbeda" monolog Davian tak menyangka


" Aku akan berusaha menghancurkan benteng yang menghalangi perasaanku, aku harap kamu dapat bertahan, mungkin ini kedengaran egois, tapi inilah faktanya"Monolog Davian sambil terus menggenggam tangan Asma


...****************...

__ADS_1


Yuhuiiiiii maaf ya ceritanya sedikit gaje, benar-benar lagi kurang semangat 😭😭😭😄😊


__ADS_2