Davian

Davian
Davian 11


__ADS_3

Happy Reading guysss~~~😘😘😘😘


...****************...


Setelah selesai dari pertempuran yang lumayan menguras tenaga, Davian sedang melangkahkan kakinya setelah ia membersihkan diri di markas Adero, menuju ruangan yang sudah di modifikasi sebagus mungkin untuk Asma di rawat.


Seperti sebelumnya Asma begitu damai dalam tidurnya dengan wajah yang pucat, seolah-olah tidak ada yang akan bisa mengganggunya .


" Heyy,,,, bagaimana kabarmu?? Apa sebegitu indahkah mimpimu?" Tanya Davian, sambil berbisik


"Cepatlah bangun"


Davian mulai merebahkan dirinya di samping Asma,karena tempat tidur Asma sangat nyaman dan besar, untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Tidak berselang lama, Davian mulai terlelap mengikuti Asma


Tidur Davian terusik, saat Davian merasakan seseorang memegang tangannya dengan erat, Davian merasakan tangan itu lumayan dingin.


Davian membuka matanya dan kaget melihat Asma tiba-tiba kejang, dengan nafas yang tersendat-sendat.


" Heyy,,, hey kamu kenapa?? Apa yang terjadi" Kata Davian dengan panik


Davian keluar dengan panik


"Andrewww,,,,, Jhansoooonnnn,,,," Teriak Davian dengan menggelegar, tapi tersirat kekhawatiran


Andrew dan tenaga medisnya segera berlari saat mendengar suara Davian begitupun Jhanson, memang Andrew yang tenaga medis yang lain diperintahkan oleh Davian agar menginap di mansion.


Tentu para medis yang lainnya sudah terikat janji agar seolah-olah tidak melihat dan mendengar apa yang terjadi di mansion Davian


" Cepat periksa Asma,,,!! Kenapa tiba-tiba dia kejang-kejang" kata Davian dengan khawatir, tanpa Davian sadari dirinya seperti orang bodoh, karena lupa ada tombol darurat di samping tempat tidur


Segera Andrew dan tenaga medis lainnya masuk


" Nadinya melemah" monolog Andrew


" Dok,, Jantung nyonya juga semakin melemah" kata perawat dengan khwatir, sebab mereka takut pada laki-laki yang sedang mengawasi mereka


Davian yang mendengarnya, hanya menatap kosong dan lemah serta khwatir


" Asma,, ayok kamu bisa, aku yakin" Batin Davian dengan khawatir


Tenaga medis semakin kocar kacir saat melihat monitor


" Cepat ambilkan Defibrillator !!!( alat kejut jantung, saat pasien mengalami henti jantung untuk mengatasi irama jantung agar kembali)" Perintah Andrew


" 1,2,3" Kata Andrew sambil meletakkan Defibrillator


Sampai saatnya,,,


Tuuuuuuuttttt


Bunyi monitor, menunjukkan pasiennya lebih memilih tidur dengan damai untuk selama-lamanya.


Seketika orang yang ada di dalam ruangan itu tidak bisa berbuat apa-apa, saat sang pencipta memanggil hambanya agar kembali kepangkuannya.


Tidak ada yang bisa mencegah hal itu.


"TIDAKKK,,, APA YANG KALIAN LAKUKAN!!!!" Kata Davian dengan murka


"KENAPA KALIAN DIAM SAJA,, LAKUKAN APAPUN" Tekan Davian kepada Andrew


Tenaga medis yang disana sungguh sangat ketakutan

__ADS_1


" Ini sudah diluar kehendak kami Dav" Kata Andrew dengan prihatin


Jhanson melihat tuannya seperti itu begitu sedih


" Apakah tuan sungguh sudah jatuh hati?" Batin Jhanson


"APA YANG KAU KATAKAN SIALANN!!!" Murka Davian, sambil menarik kerah baju Andrew dan hendak memukul Andrew


Jhanson dan beberapa bodygard langsung mencegah tuannya


" Tidakkk, tidak mungkin" kata Davian sangat memprihatinkan


Davian segera mendekati Asma dengan lemah tanpa dia sadari ada air mata yang menetes dari seorang Davian hanya untuk seorang wanita


Sungguh mustahil


"Asma,,, saaa,,,yaaang aayo bangun" Kata Davian dengan lirih sambil memegang tangan yang sudah dingin dan mencium wajah yang sudah pucat itu.


Jhanson dan Andrew sangat merasa sedih melihat sahabat sekaligus bos mereka itu dengan keaadaan seperti itu.


"Asmaaaaaa!!!!" Teriak Davian


...****************...


"Tiii,,,dakk Asmaaaaaa,,, jangannnn!!!!!" Teriak Davian


Segera Davian tersentak dan kaget, Davian langsung bangun


" Hahh,,, " Dengan nafas yang ngos-ngosan Davian menoleh ke samping


" Huusss, syukurlah" Lega Davian, saat melihat Asma masih di sampingnya


Tapi, ada rasa sedih di hatinya melihat wajah pucat itu.


Tokk


Tokkk


Tokkk


Suara gedoran pintu begitu lumayan kuat, membuat Davian geram dan segera membuka pintu.


Davian menatap Jhanson dan Andrew serta para bawahannya saat mereka membuat kehebohan.


"Apa kalian sudah bosan hidup??" Kata Davian dengan dingin


"Maaf tuan, tadi kami mendengar tuan teriakan dari kamar ini" Kata Jhanson sambil menunduk


" Ckkk,,, Broo ada apa, kenapa di kamarmu heboh sekali" Kata Andrew


"Bukan urusanmu" Kata Davian, sambil menutup pintu


"Ckk,,, lihatlah tuan kalian itu" kata Andrew


"Sebaiknya dokter Andrew, kembali ke kamar lagi" Kata Jhanson


" Kau sama saja dengan tuanmu itu" Kesal Andrew sambil pergi


Memang semenjak Asma sakit, alat kedap suara di kamar itu di non aktifkan, supaya jika ada hal yang mendesak Davian dengan mudah memanggil yang lainnya


Di kamar


" Asma apakah kamu masih menikmati mimpi indah mu?" Kata Davian dengan lirih

__ADS_1


" Lihatlah matahari pagi itu, begitu sejuk dengan suasana pepohonan, oh iya, aku juga menyuruh para tukang kebun agar membuat taman bunga untuk mu, apa kamu suka??" Monolog Davian berbicara sendiri


Entahlah, Davian juga merasa dirinya memang sudah mulai ada hati pada Asma, tapi sungguh sulit untuk mengungkapkan rasa yang lain.


Seperti ada benteng yang kokoh bagi Davian


" Baiklah,, aku ke kantor dulu" Kata Davian lagi, seolah-olah Asma mendengarkannya


Davian melangkahkan kakinya menuju meja makan


" Bi Ning, tolong perhatikan nyonya kalian saat aku masih di kantor" perintah Davian dengan datar tanpa ekspresi


" Baa,ik tuan" Jawab Bi Ning, sebagai kepala pelayan kepercayaan Davian


Tapi perkataan Davian barusan membuat Jhanson yang disana dibuat kaget, saat seorang Davian mengatakan "tolong" dan itu demi wanita yang di tawannya


" Benar-benar luar biasa" Batin Jhanson


" Tuan,, dari penyelidikan saya, sepertinya benar jika dia sengaja membuang putrinya, untuk mengelabui kita" Lapor Jhanson, saat dia menyelidiki bagaimana kehidupan pembunuh orang tua Davian


" Baguss,, dengan itu dia akan lebih tersiksa lagi" Kata Davian dengan sorot mata kebencian


" Tetap awasi Jhanson" Titah Davian


"Baik tuan"


" Tuan menurut saya,, sepertinya Markus ( ya itu nama pembunuh yang membunuh orang tua Davian) memiliki orang yang sangat berpengaruh dan hebat di belakangnya, sehingga kita lumayang sulit mencari identitas orang itu" Lapor Jhanson


" Hmmmm,,, aku juga merasa seperti itu Jhanson, sebanrnya dari dulu aku mencurigai seseorang, tapi belum ada bukti yang kuat" Kata Davian


" Cihhh" Decih Davian saat membayangkan dugaannya benar


Tidak peduli siapapun, baik wanita maupun laki-laki, bagi Davian yang sudah dididik sebagai pembunuh


Kebencian ialah kebencian


Dendam adalah dendam


tidak ada yang bisa meredakan hal itu


Hukuman bagi siapapun yang melakukan kesalahan pada Davian ialah KEMATIAN


Bagi Davian siapapun mengusik kehidupannya maka siap-siap akan KEMATIANnya


Begitulah Davian tumbuh, saat orang tuanya dibunuh dengan sadis, di tambah saat dia di doktrin oleh pamannya Louise bahwa tidak ada namanya cinta dan kasih sayang


Tidak ada yang namanya simpati


Tapi walaupun seperti itu Davian sangat menghormati pamannya


Tanpa Davian sadari dia juga perlahan mulai berubah terhadap perasaanya sendiri


...****************...


sebenarnya apa sih maunya babang Davian,,, wkwkwk cinta tapi sulit mencabarkan eaaaa😊😄


Yuhuiiii,,, sebenarnya author mulai buntu ini wkwkkwkw


maaf juga ya,,, Author jarang update


jangan lupa tinggalin jejak kalian,,,,


Maaf ya readers,, lumayan gajeee😁😁🤗🤗💞🌹🌹💞❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2