Davian

Davian
Davian 4


__ADS_3

Warninggg ada adegan kekerasan!!!


Happy Reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


...****************...


Apa-apaan ini!!! Bentak seorang laki-laki terhadap sekretarisnya


"Maaf tuan, saya telah melakukan kesalahan". Dengan ketakutan Sekretaris itu meminta maaf


"Jhanson,,,!!!!!!


" Iya tuan"


Cihhh cepat kau seret dia dari hadapanku


dengan sorot mata yang murka melihat sekretaris itu


Perlu diketahui Davian sosok bos yang tidak mau menerima kesalahan sedikitpun


"Tuan,,, tu,,tuann saya mohon jangan pecat saya" Iba sekretaris itu


Dengan ayunan tangannya Jhanson langsung mengerti tanpa banyak pertanyaan, Jhanson menyuruh Bodygard untuk menyeret sekretaris itu


Begitulah jika kamu bekerja dengan perusahaan sebesar Alexander sebaiknya jangan main-main


"Tuan maaf, jika terus seperti ini apakah akan ada yang mau jadi sekretaris anda lagi?" Tanya Jhanson hati-hati


Davian melihat Jhanson dengan tatapan yang tajam


"Matilah aku" Batin Janson


" Bukannya kau bisa Jhanson menghandle posisi ini juga?" tanya Davian dengan dingin


"Baik tuan",, Ucap Jhanson


"Tuan maaf besok adalah jadwal pameran yang telah anda sponsori, Panitia berharap besok sekiranya tuan dapat menghadiri acara tersebut" Lapor Jhanson


" Hmmm" Balas Davian


...****************...

__ADS_1


Saat ini dua orang gadis sedang menikmati liburan mereka, mereka dengan riang menikmati permainan di pasar malam itu


"Hahahaha" Tawa gembira mereka


" Asma aku sangat senang malam ini, apalagi besok lukisan kita akan di lelang, wahhh semoga kita berhasil" Ucap Stevani


" Iya kau benar Stev aku juga senang, tapi deg-deg an juga" Ujar Asma


" Hehehe sebenarnya aku juga deg-deg an" Cengir Stevani


" Tapi As aku juga nggak sabar melihat tuan Presdir besok"


"kenapa emangny?" Tanya Asma


" Aku pengen lihat apa benar yang dikatakan orang tentang Tuan Presdir, setampan apa se tinggi apa" Bayang Stevani


Asma hanya menggeleng melihat tingkah temannya itu


" Kau tidak penasaran??" Tanya Stevani


" Hmmm aku biasa aja Stev" Jawab Asma sambil tersenyum


" Ya udah kita pulang yuk,, nanti makin malam" Ajak Stevani


Mereka segera memesan taxi masing-masing sebab tempat tinggal Asma dan Stevani berbeda


Saat Asma sudah sampai dan turun di persimpangan, untuk menuju rumahnya harus melewati lorong-lorong gang yang sepi


" Ampun tuan,,," lirihan suara terdengar


Srekkk


Srekkk


Suara lirihan dan seperti tusukan samar-samar terdengar ditelinga Asma dengan langkah pelan dan hati-hati Asma mencari asal suara itu


" Am,,puu,,nn tuu,,tu,,an" lirihan nya sangat menyedihkan


Darah yang mengalir dengan deras akibat tusukan itu dan ada juga mengenai wajah pria si pembunuh ini


Dengan senyum puas yang sangat mengerikan dibalik topeng itu melihat mangsanya menderita seperti ini

__ADS_1


Asma begitu kaget dan ketakutan melihat kejadian yang sedang ia lihat


Dengan langkah mundur sambil gemetar yang hebat Asma mengeluarkan air matanya sambil menekan tangan tangan kemulutnya agar suaranya tidak terdengar


Tanpa Asma duga lelaki itu tau ada orang yang melihat aksinya


Dengan segera laki-laki itu menembak korbannya dengan sangat menggebu


Dorrrr


Dorrrr


Dorrr


Tiga peluru menembus jantung dan kepala korbannya membuat nya tewas mengenaskan ditambah bekas sayatan dimana-mana dan bola mata yang hampir keluar


Dengan earphone yang ditelinga nya laki-laki itu mengatakan kepada anak buahnya dan Jhanson agar membiarkan orang yang melihatnya lolos


" Hmmm kalian cari tau siapa yang melihat apa yang aku lakukan sekarang" Perintah Davian


Yah laki-laki itu adalah Davian sang psyichopat berdarah dingin, malam ini dia sedang memuaskan nafsu membunuhnya tidak peduli siapa pun itu


" Baik tuan" Balas anak buah Davian di sebrang sana


Dengan langkah gemetar dan rasa takut luar biasa Asma berlari meninggalkan tempat itu dan segera menghubungi polisi


" Haa,,loo bisa datang kesini tadi aku melihat pembunuhan dekat rumahku" kata Asma dengan ketakutan


" Maaf kami tidak dengar" ujar polisi disebrang sana


tutttttt


Panggilan dimatikan dengan sepihak


" Bagaimana ini kenapa mati" kata Asma


Dengan segera Asma pergi kekamar dan mencoba melupakan kejadian yang baru dilihatnya


Sungguh malang sekali, Asma tidak tau jika polisi tidak berani mengganggu pria pembunuh itu.


...****************...

__ADS_1


wahhhhh bagaimana readers konfliknya masih belum klimaksnya heheheh mohon dukungannya ya๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค— saat ini Author lagi kuranh sehat makanya pas nulis lumayan ngeblank


mohon doanya ya readersku Sayanggg๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2