Davian

Davian
Davian 8


__ADS_3

Happy Reading~~~😘😘😘😘


...****************...


Setelah memenuhi hasrat membunuhnya Davian memasuki ruangan tempat ia bekerja di dalam mansion. Seorang Davian sang mafia dunia gelap yang sangat di takuti menutupi jati dirinya dengan perusahaan yang ia bangun mati-matian sehingga menjadi perusahaan raksasa nomor 1 di dunia


Jika kalian mengira itu dari pamannya Louise, maka itu salah, dengan didikan pamannya yang keras tapi menyayanginya membuat Davian bertekat membangun istana dan jati dirinya sendiri dengan hasil keringatnya sendiri


Di ruang kerja


" Jhanson!!"


" Ini tuan" kata Jhanson sambil menyerahkan data keluarga pembunuh orang tuanya


Dengan senyum smirk nya, sudah membuat Jhanson tau apa yang akan di lakukan tuannya


" Sungguh luar biasa" kata Davian dengan misterius


" Jhanson,, kau taukan apa yang harus di lakukan" Tanya Davian


" Iya tuan" Jawab Jhanson


"Hmmm" Davian


"Tuu,,,an bagaimana dengan Nona Asma?" Tanya Jhanson hati-hati


" Kenapa tuan membiarkannya, kenapa tidak di lakukan seperti tawanan yang lainnya yang langsung di bunuh" Pernyataan Jhanson membuat Davian mengepalkan tangannya


Dorrr


" issss" Ringis Jhanson saat peluru meleset mengenai paha bawahnya


" Kau tentu tau apa maksudku menahannya, tapi kau banyak bertanya" Kata Davian


" Maa,,ff tuan saya hanya takut, tuan lupa dengan misi tuan sendiri" Kata Jhanson


" Saya hanya mewaspadai tuan, bisa jadi nanti tuan jatuh hati pada nona Asma" Kilah Jhanson


Dengan tatapn tajam


" Tutup mulutmu Jhanson, aku tidak menyuruh dirimu menjawab perkataan ku,


Soal misi ku tentu aku tau apa yang harus aku lakukan tanpa kau ingatkan!!!!" Murka Davian


Dengan segera Davian meninggalkan Jhanson yang tertunduk melihat kemurkaan Davian


" Satu lagi,, ingat!!! cihhh,,, tidak ada cinta ataupun yang berkaitan dengan perasaan dalam kehidupanku" Tegas Davian dan langsung meninggalkan Jhanson


Saat ini Asma sedang merenung di depan jendela kaca menghadap keluar, memikirkan gimana caranya dia akan kabur dari sini dengan penjagaan yang sangat ketat


" Kenapa mereka Manahan aku disini??" monolog Asma


" Perasaan aku tidak ada salah apa-apa"


Saat Asma sedang asik dengan lamunannya sampai tidak menyadari Davian ada di belakangnya sambil memasukkan tangan ke dalam saku celananya


" Sampai kapanpun kamu tidak akan bisa keluar dari sini" Tegas Davian secara tiba-tiba, membuat Asma kaget


Ya ampun,,,


"Sejak kapan dia disana??" Batin Asma sambil melihat Davian


" Saat kamu memikirkan cara buat kabur dari sini" Kata Davian


" Dii,aa tau" Batin Asma


" Benar-benar cenayang" Batin Asma lagi


" Tuuaan kenapa menahan saya disini,, jika hanya karena saya melihat kejadian itu, saya akan tutup mulut dan tidak akan memberitahu siapapun" Ucap Asma mencoba bernegosiasi


" Kamu mencoba membujukku??" Kata Davian


Asma mengangguk


" Saya janji tidak akan memberi tahu kepada siapapun tuan" Kata Asma lagi


" Cihhh, jangan harap siapapun yang sudah masuk ke sini tidak akan bisa keluar dengan mudah, keculaii,,!!" Ancam Davian sambil mencengkram kuat pipi Asma


" Isss saakiit tuan" Lirih Asma


Davian melepaskan cengkeramannya dengan kasar


" Kamu mau keluar bukan??" Tanya Davian tiba-tiba


Membuat Asma mengangguk dengan harapan yang berbinar


" Baik"


Brukkk


Davian menghempaskan Asma dengan kasar ke tempat tidur


" Tuuaan tuaan maa,,,uu aa,, paa??" Tanya Asma sambil mundur dengan takut


Davian terus mendekati Asma dengan aura yang mengerikan


" Kamu mau keluar, tapi apa yang bisa aku dapat darimu? tanya Davian dengan senyum smirk


" hmmm,, mungkin kamu bisa melayani aku di ranjang ini !!" Kata Davian


Membuat Asma mendongakkan kepalanya

__ADS_1


Plakkkk


Asma menampar Davian dengan keras, membuat Davian murka dengan menampilkan senyum yang mengerikan


" Ternyata,, nyalimu cukup kuat juga nona" Kata Davian


Plakk


Plakk


Davian menampar Asma dua kali di pipinya membuat bibir Asma berdarah


" Tuaan,, kenapa tidak membunuhku saja!!!!" Tantang Asma


" Kenapa harus membuat saya menderita seperti ini??!!!" Murka Asma menatap Davian dengan tatapan tajam sendu miliknya


Membuat Davian sediki merasakan hal aneh melihat tatapan itu


Sretttt


Davian menyeret Asma dengan kasar sehingga Asma tertatih-tatih mengimbangi Davian


" Tuann saakit" Keluh Asma


Davian hanya diam sambil menyeret Asma dengan mencengkram tangannya kuat membuat Asma kadang terbentur anak tangga saat menuruninya, sehingga membuat memar-memar di tubuh Asma


Saat sampai di ruang bawah tanah, Davian melempar Asma dengan kasar kelantai


Brukkk


" Isss,,, sakitt" Lirih Asma


Jhanson dan yang lainnya hanya melihat kebengisan tuan mereka


" Tuaan dimana ini??" Asma sudah gemetar dan takut luar biasa melihat tempat yang mengerikan itu


" Bukannya kamu mau dibunuh saja?" Kata Davian menantang


Asma sudah gemetar dan takut


" Tapi, kamu harus melihat hasil karya diriku dulu nona" Kata Davian begitu mengerikan


"Cepat bawa satu dari tahanan!!!" Perintah Davian


Bodygard yang disana menyeret satu wanita di hadapan Davian


Brukk


" Tuu,,aan ampuni saya, jangan bunuh saya" Pinta wanita itu dengan mengiba


" Apa yang akan saya dapatkan??" Tanya Davian bermain-main


Membuat bodygard yang di sana menggeleng, seolah-olah mengatakan " Mana mungkin"


" Hahahaha" Suara tawa menggelegar Davian begitu mengerikan didengar


Membuat Asma yang terduduk ketakutan sambil memperhatikan


" Bisa-bisanya dia menawarkan diri kepada iblis sepertinya" Batin Asma


"Jhanson!!"


Jhanson pun menyerahkan alat kesayangan tuannya


" Tuaan ampuni saya" iba wanita itu


Srekk


srekkk


"Akhhhhhh,,,," teriak Asma ketakutan melihat darah bercucuran dan leher yang putus


Membuat Asma mual mau muntah karena tidak sanggup melihat darah dan hal yang mengerikan itu


Wanita tadi mati mengenaskan dengan bola mata yang dikeluarkan paksa oleh Davian


Davian mendekati Asma dengan darah yang banyak mengenai Davian karena ulahnya tadi


" Bagaimana,,? indah bukan karyaku" Tanya Davian sambil jongkok dengan senyum mengerikan


Asma sangat syok dan takut dengan lemah Asma menoleh ke arah Davian


" Tuuu,,, aan saa,,yaa"


Brukkk


Asma pingsan sebelum menyelesaikan ucapannya dengan wajah pucat, Davian segera menangkap Asma saat wanita itu pingsan dan mengangkatnya ala bride style


" Padahal aku belum selesai, dia sudah takut itu belum apa-apa" Batin Davian


"Jhanson panggilkan Andrew kesini!!" Perintah Davian untuk memanggil dokter pribadinya ke mansion


" Baik tuan"


" Dalam 5 menit datang ke mansion, tuan memanggilmu" Kata Jhanson dengan datar tanpa basa basi sambil menelepon Andrew


" Whatt!!! apa-apaan mana mungkin" Protes Andrew


" Jika tidak rumah sakit mu akan di ratakan" Ancam Jhanson terhadap dokter ini yang merupakan sahabat mereka juga


" Dasaarr,, Asisten dan boss sama saja, sama-sama,,""

__ADS_1


Tuuttt


Telepon dimatikan dengan sepihak oleh Jhanson


" Kurang ajar dua-duanya sama saja, datar, semaunya, dan psikopat" Gerutu Andrew sambil bergegas biar tidak terlambat


...****************...


Davian meletakkan Asma dengan hati-hati ke ranjang King size nya


" Bagaimana,, itu saja kamu sudah takut, tadi sangat berani" Gumam Davian sambil menatap wajah cantik Asma


Tok


Tok


Jhanson dan Andrew memasuki kamar Davian


" Heyyy,, broo sejak kapan kamu sakit dan memanggilku??, bukannya penyakit saja takut dengan mu" Heboh Andrew, tanpa tau siapa yang mau di periksanya karena Andrew belum sadar ada wanita di sana


Davian menatap Andrew dengan tajam dan membunuh begitupun Jhanson


Glukk


Andrew menelan saliva nya dan takut


" Sorry bro gue cuma bercanda" Kata Andrew cengengesan


"Kenapa aku harus ada diantara dua kutub ini" Batin Andrew


" Okey, Btw lu sakit apa?, sini biar gue periksa" Kata Andrew


" Bukan aku tapi dia" Kata Davian


" Ha??" Kata Andrew sambil melihat ke arah ranjang


" Wanita?? apakah aku salah lihat?" Batin Andrew melamun dan tidak menyangka, seorang Davian? wanita ada di tempat tidurnya?


" Jhanson,, sepertinya dokter seperti dia tidak diperlukan, dan ratakan rumah sakitnya" Perintah Davian menyadarkan Andrew


"Baik tuan" Patuh Jhanson


Glukk


Andrew menelan salivanya mendengar perintah Davian


" Hehehe,, jangan dong, oke gue periksa sekarang"


Dengan segera Andrew memeriksa Asma


" Dia tidak kenapa-napa hanya saja dia seperti syok dan tertekan juga ketakutan, makanya dia pingsan" Kata Andrew


" Juga dia belum makan sepertinya" Kata Andrew lagi


" Jhanson,, dimana pelayan, kenapa dia nyonya mu belum diberi makan" Murka Davian tanpa sadar dengan ucapannya


" Nyonya??" Batin Andrew syok dan kaget dari mimiknya


Begitu juga Jhanson, dia juga kaget tapi tetap berwajah datar


"Tadi sudah tuan, hanya saja nona tidak memakannya" Lapor Jhanson


Davian terdiam


" Lakukan tugasmu" Perintah Davian kepada Andrew


"Baik" Patuh Andrew


Segera Andrew menyuntikkan obat vitamin dan lainnya kepada Asma, agar dia istirahat dan tidak masalah jika belum makan


"Nanti saat dia sadar, kasih obat ini" Kata Andrew pada Davian


" Hmmm" Jawab Davian


" Broo,, apa kamu menyukai dia?" Tanya Andrew dengan gamblang


Davian menatap Andrew dengan nyalang


" Tutup mulutmu, tidak ada kata cinta dalam hidupku aku bukan sepertimu" Tegas Davian


" Hehehe,, hati-hati saja bro" Nasehat Andrew


" Jhanson, bawa dokter genit ini dari sini" Perintah Davian


" Baik tuan"


" Ehhh, gue bukan genit ya mereka aja yang sukarela" Elak Andrew


" Mari dokter" Kata Jhanson kepada Andrew


Andrew keluar sambil diantar Jhanson


Begitu mereka keluar, Davian mendekati Asma yang masih damai dengan tidurnya


" Kenapa aku tidak tega membunuhmu,, padahal seharusnya aku membunuhmu, karena keterikatanmu dengan dia,," Kata Davian dengan sorot mata yang tajam


...****************...


Wahhh,wahhh, siapa itu??? Apa dan kenapa ada kaitannya dengan Asma?? πŸ€”πŸ€”


penasaran,,?? yukkk lanjutin dan ikuti karya Authorr,, jangan lupa dukungannya dan jejaknya ya,, karena itu penambah semngat Authorr😘😘😘😘🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2