
Happy Reading~~πππΉπΉπΉπΉ
...****************...
Mentari pagi telah menampakkan cahaya nya yang akan menyinari bumi, memberikan cahaya yang dapat dinikmati oleh siapapun.
Begitu juga dengan seorang gadis yang mulai perlahan membuka matanya, menyesuaikan cahaya matahari yang sedikit masuk dari celah jendela yang di akibatkan gorden yang sedikit terbuka.
" Uhh,,," Lenguhnya saat merasakan cahaya yang masuk
" Issss,,, kok ini pusing banget" Keluhnya yang belum sadar jika dari tadi seorang laki-laki melihatnya dari sofa di kamar itu
" Bagaimana perasaanmu??" Tanya Davian sambil mendekat
" Tuu,,aannn, tolong lepaskan saya, saya janji tidak akan memberitahukan siapapun" Iba nya dengan terisak-isak, mencoba membujuk Davian
" Cihhh,,, ternyata kamu belum mengerti, tidak ada yang bisa lepas dari genggaman ku, apalagi mencoba kabur dari ku" Ancamnya dengan senyum smirk, sambil mencengkram
pipi Asma dengan kuat
" Apa salah ku tuan?" Tanya nya dengan pedih menatap Davian
" ****,,, tatapan ini, kenapa aku menjadi tidak tega" Batin Davian
Davian melepaskan cengkraman tangannya
" Buang jauh-jauh pikiran mu untuk keluar dan kabur dari sini, jika,,, kamu tidak mau orang tua mu seperti orang yang kamu lihat kemarin" Ancam nya dengan tatapan mengerikan
" Tuan, tuannn, apa maksudmu?? jangan libatkan orang tua ku,,!!!" Teriaknya sambil berlari mau mengejar Davian yang sudah mengunci pintu dari luar
" Hiks,,,hiks,,hiks,,, sebenarnya aku salah apa?? kenapa aku harus bertemu dengan orang yang mengerikan seperti dia" Lirihnya dengan tubuh yang perlahan merosot di pintu
" Pelayan,,,!!!!"
" Iya tuan" Tunduk para pelayan
" Antarkan makanan ke kamar nyonya kalian, pastikan dia meminum obat nya" Perintah Davian
" Ba,,baik tuan"
Sebenarnya para pelayan maupun bodygard heran dan bertanya-tanya maksud tuannya, "Nyonya??" sungguh langkah, batin mereka
Tok
Tok
Tok
Krekk
"Permisi nyonya,, kami mau mengantarkan sarapan buat nyonya" Kata pelayan, sambil meletakkan makanan
Sambil menoleh
" Terima kasih, maaf tapi aku bukan nyonya kalian" kata Asma sambil tersenyum kecut
" Ini sesuai perintah tuan, nyonya"
" Kami tidak bisa membantahnya, dan juga nanti nyonya harus minum obat" kata pelayan tadi
" Tapi aku tidak mau makan" Tolak Asma, dia akan sedikit memberontak dengan ketidak adilan yang didapatnya
" Nyonya kami mohon,nyonya harus makan jika tidak kami akan di hukum oleh tuan" Kata pelayan sambil menunduk dan memohon
" Tidak akan, toh aku juga tahanannya di sini" Batin Asma
__ADS_1
"Baiklah, aku akan makan, tapi kalian keluarlah aku tidak bisa makan jika kalian melihatku disini" kata Asma
" Baik nyonya, jika nyonya butuh sesuatu, nyonya tinggal panggil kami, atau nyonya bisa tekan tombol yang dekat tempat tidur nyonya" Kata salah satu kepala pelayan
" Hmm,, baiklah sebelumnya terima kasih, kalian tidak harus repot-repot" Kata Asma sambil tersenyum
" Sudah tugas kami nyonya" Kata kepala pelayan sambil menunduk dan berlalu dari kamar itu
Asma hanya melihat makanan itu tanpa niat mau menyentuhnya sama sekali
" Hmmm,, aku tidak makan juga dia tidak masalah, bukannya lebih baik aku mati saja supaya bisa bebas dari nya" Monolog Asma,
"Tapi,, aku kangen ayah sama ibu" Lirih Asma sambil menangis
Di tempat lain
"Jhanson,, bagaimana proyek pembangunan mall yang ada di kota C??" Tanya Davian sambil meneliti berkas-berkas yang di mejanya
" Proyek pembangunannya berjalan dengan lancar tuan, tidak ada hambatan semuanya baik-baik saja, bahkan dengan posisi pembangunan mall kita di sana sangat menguntungkan bagi perusahaan tuan" Lapor Jhanson
" Hmm,, bagus aku tidak mau ada kecacatan dalam pembangunan" Kata Davian
" Baik tuan" Kata Jhanson
" Dan untuk pengiriman senjata kita, menurut laporan dari Bright ke negara A berjalan dengan lancar tuan, sesuai kesepakatan awal untung kita sangat banyak" Lapor Jhanson dengan lugas
" Pastikan para mafia tikus itu tidak ada yang berani berkhianat kepadaku" Perintah Davian
" Baik tuan, saya pastikan tidak akan ada yang berani" Kata Jhanson
" Ya sudah, kembali keruanganmu"
" Baik tuan" Kata Jhanson, sambil menunduk dan meninggalkan ruangan itu
Drrrrttt
Drrrrttt
" Telepon dari mansion??" Batin Jhanson bertanya-tanya
" Hmmmm,,, ada apa??" Tanya Jhanson
" Tuuu,,aaannn" Panik kepala pelayan di sebrang sana
" Ada apa bi Ning, kenapa harus panik seperti ini??" Tanya Jhanson dengan tak sabaran
" Nyooo,,,,nyaaa tuan Jhanson" Panik Bi Ning
" Kenapa????!!!!" Bentak Jhanson, tak suka jika menginformasikan sesuatu dengan tidak jelas
" Nyooo,,nya mau mencoba bunuh diri" Kata Bi Ning dengan panik
"Aapaa??!!!!"
Segera Jhanson masuk ke ruangan tuannya tanpa mengetuk pintu dahulu, membuat Davian menatapnya dengan tajam karena tak suka di ganggu
Glukkk
"Matilah aku" Batin Jhanson
" Tuu,,aann" Lapor Jhanson dengan panik dan terbata-bata
"Kenapa Jhanson, apakah mulutmu harus ku servis dulu baru kau bisa berbicara dengan lancar" Ancam Davian
" Ya ampun, kenapa aku harus terbata-bata" Batin Jhanson
__ADS_1
" Barusan ada telepon dari mansion, bahwa nyonya mencoba mengancam untuk bunuh diri tuan" Kata Jhanson menunduk
Braakkkkk
Suara gebrakan meja yang sangat kuat, akibat ulah Davian
Dengan langakah tergesa-gesa dan sorot mata yang tajam dengan aura yang mengintimidasi, membuat siapa saja yang di lewati Davian, meneguk salivanya dengan susah payah
Dengan kecepatan tinggi Davian menyetir ke mansion, membuat Jhanson yang menyusul tuannya ketinggalan
" Akhir-akhir ini tuan bertingkah aneh" Batin Jhanson sambil menggeleng kepalanya, dan segera mengambil mobil untuk menyusul Davian
...****************...
Di mansion, Asma membuat pelayan dan bodygard di sana panik karena sedari tadi Asma mengancam akan bunuh diri jika dia segera tidak di bebaskan.
Tadi, pelayan masuk ke kamar Asma hendak membereskan sarapan yang diantarkan, tapi saat membuka pintu, Pelayan kaget melihat kamar seperti kapal pecah dan Asma tiba-tiba memegang pecahan kaca
" Jangan mendekat atau aku akan melakukannya" Ancam Asma
"Nyonya,, tolong buang kaca itu, itu sangat berbahaya" Pinta Bu Ning dengan mengiba
"Hikss,, hikss buat apa?? saat ini aku bagai orang yang hidup tapi tidak memiliki hak terhadap diri sendiri" Lirih Asma dengan pilu
Asma merasa capek, lelah dikurung tanpa alasan, di siksa tanpa salah, di ancam, membuat mentalnya jatuh.
" Cepat lepaskan itu" Kata Davian dengan dingin dan datar, yang tiba-tiba sudah sampai di mansion, Davian melihat seluruh kamar sudah seperti kapal pecah
Tak lama Jhanson pun sampai
Perlahan Davian mendekati Asma, Para pelayan dan bodygard perlahan mundur, membiarkan tuannya mengatasi Nyonya Asma
"Jangan mendekat!!!, jika tidak,," Ancam Asma sambil mulai menekan pecahan kaca yang di tangannya ke lehernya, membuat tangan dan lehernya berdarah.
Dapat Davian lihat bagaimana tatapan ke putus asaan itu di manik mata Asma yang teduh
Tanpa peduli, Davian langsung dengan cepat mencegah Asma dan mengambil paksa kaca itu dari tangan Asma, supaya tidak fatal lagi
" Lepaskan!!! aku bilang lepaskan" Teriak Asma mencoba mempertahankan kaca itu
Sehingga tangannya dan Davian luka dan mengeluarkan darah, membuat pelayan dan bodygard disana kaget
Brakk
Davian sudah melepaskan kaca itu dari tangan Asma, tapi tanpa sengaja Asma jatuh kelantai, membuatnya terduduk menyedihkan.
Tapi tak jauh dari Asma ada pisau, segera Asma mengambil pisau itu dengan cepat, tapi Davian juga segera menyadarinya dan segera mau mengambil pisau yang sudah di tangan Asma.
sehingga,,,
" Tidakkkkkkk" teriak pelayan, Pengawal, Jhanson bersamaan
Begitupun Davian
" Jangan Asmaaaaaa" Teriak Davian yang tanpa sadar memanggil nama Asma
Srettttt
Membuat yang lainnya syok,,,
Brukkkkk
Tubuh itu pun terjatuh dengan darah yang keluar dengan deras.
...****************...
__ADS_1
Coba tebak siapa yang ketusuk Readers tersayang ?????π€π€π€π€ππππ
Jangan lupa dukung karya aku ya, eitsss jangan lupa tinggalin jejekanya, karena dukungan kalian jadi penyemangat Author untuk Update terusssπππππΉπΉπΉπππβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ