Dendam Anak Jalanan

Dendam Anak Jalanan
Dika Condition


__ADS_3

365 hari setelah kematian Hana


Seorang pria dengan setelan jas duduk didalam mobil sambil sibuk dengan handphone ditangannya. Tampaknya dia sedang menunggu seseorang.


Tidak seberapa lama, seorang gadis yang sangat cantik keluar dari toko bunga. Ia memegang satu buket bunga mawar putih yang masih segar. Dan datang mendekati pria yang sibuk dengan hape tadi.


"Bunganya sudah, Tuan." ucapnya gadis itu sambil masuk ke belakang kemudi mobil.


"Lanjut ke makam." Ujar pria itu tanpa menoleh sedikitpun. Ia duduk di kursi belakang, dan wanita itu duduk didepan untuk mengemudikan mobil.


"Baik, tuan."


Tak sampai sepuluh menit, mobil hitam yang dikendarai wanita itu menepi di pinggir pemakaman umum. Dengan cepat pria tadi keluar dengan gaya cool banget.


Pria itu adalah Dika. Laki-laki dengan sejuta luka yang terlihat fine dari luar namun so broken di dalam. Pria itu adalah orang yang bisa memendam segalanya sendirian. Dengan terlihat baik-baik saja, dia bisa menipu semua orang.


Dika berjalan memasuki area pemakaman umum itu. Ditangannya tersematkan buket bunga mawar putih yang terlihat sangat indah. Nampaknya ia ingin mengunjungi sebuah makam.


Di belakang Dika, mengekor gadis cantik yang tadi. Ia mengenakan rok sempit dan kameja putih yang diselimuti jas wanita hitam. Tampilannya sih seperti sekretaris, tapi kayaknya nggak deh, nggak mungkin sekretaris sampai niat ikut-ikutan sampai ke makam.


Berjalan sekitar sepuluh menit, akhirnya keduanya sampai di makam yang terawat dengan sangat baik. Keduanya berhenti sejenak.


Gadis cantik itu menghelai nafas panjang. Kemudian ia mengangkat tangan kirinya untuk melihat jam.


Ah, sial! Ternyata sudah sore banget! Sudah jam 17.38. Itu artinya, dia akan bersedia berdiri disana sampai tuannya selesai. Dan dapat dipastikan dia akan menjadi santapan nyamuk disana, tidak jauh berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Karena biasanya Dika menghabiskan waktu yang cukup banyak di makam itu. Entah ngapain, yang penting itu sangat menyebalkan.

__ADS_1


"Siapa yang berani datang kesini!" suara Dika terdengar tidak bersahabat.


Gadis itu langsung gelagapan. "Sa..saya tidak tau, tuan."


"Berani sekali seseorang menapakkan kakinya disini. Cari dia, dan kalo perlu patahkan kakinya!" perintah Dika marah.


Tentu Dika kesal dengan orang yang berani beraninya datang kesana. Padahal dia sudah melarang semua orang datang kesana. Termasuk keluarga atau siapapun yang dekat dengan pemilik makam itu.


"Baik, tuan." Jawab gadis itu. Ternyata dia adalah sekretaris sekaligus tangan kanan dari Dika. Gwendoline Mainoff. Gadis cantik itu kerap disapa sekretaris Off. Dia terkenal karena kinerjanya yang sangat profesional. Selain itu, kecerdasan serta kehebatannya dalam dunia bisnis tidak perlu diragukan.


Sejak pertama sekali mendengar berita tentang kematian Hana, gadis itu langsung berinisiatif terbang ke negara Dika. Dia tau banget kalo pria itu akan hancur, makanya dia datang untuk mengantisipasi hal-hal yang mengerikan. Bisa dibilang Dika sedikit tunduk padanya. Buktinya pria itu sana sekali tidak pernah melenceng dari larangan yang diberikan sekretaris Off.


Dika mulai berjongkok dihadapan makam itu. Dia meletakkan buket bunga diatas makam itu. Lalu ia mengelus batu nisan yang bertuliskan nama Hana Angela. Mencium batu itu sekali. Mungkin Dika pikir, batu itu adalah kepala Hana. Tapi entalah!


"Han, ini sudah satu tahun kau pergi ninggalin aku. Apa kau tidak penasaran dengan keadaanku?" wajah Dika yang biasanya sangat dingin berubah menjadi raut sedih dan tertekan.


"Kau pasti akan sangat kecewa. Ini tidak sesuai dengan apa yang kau harapkan. Aku tidak bisa apa-apa tanpamu.....Hana."


Sekretaris Off hanya terpaku. Turut bersedih dengan keadaan tuannya. Ia menghayati semua perkataan yang keluar dari mulut tuannya.


"Bagaimana kabarmu disana? Apa kau baik-baik saja?" kini Dika menanyakan keadaan Hana yang sejatinya tidak akan ada yang menjawab. Kuburan itu akan tetap diam, makanya dia seperti orang tolol yang bertanya pada sesuatu yang tidak ada.


Dika, pria itu sangat berbeda sekarang. Dia bukan lagi orang hangat. Dia kejam dan tidak peduli dengan apapun lagi. Hal itu terjadi sejak kematian Hana. Ya, kepergian wanita itu membawa pengaruh yang sangat besar terhadapnya. Ia seperti kehilangan arah dan semangat hidupnya.


Satu tahun yang sudah berlalu berhasil menaikkan Dika kepuncak tertinggi. Ia memindahkan pusat perusahaannya ke negara kelahirannya dengan waktu yang cukup singkat. Dalam satu tahun terakhir dia berhasil membuat banyak perusahaan besar tunduk padanya. Dan kini, ia akan sampai ke tujuan akhirnya. Menghancurkan Herman dan semua orang yang mengkhianatinya. Setelah semuanya selesai, dia berjanji akan meninggalkan segalanya.

__ADS_1


Dika menunduk. Menatap beberapa kelopak bunga yang jatuh tepat diatas makam. Tuh kuburan persis taman bunga. Ya iyalah, orang Dika datang tiap hari untuk mengunjunginya. Membawa buket bunga dan menjejerkannya disana. Dan menanam beberapa macam bunga disekitarnya.


Sikap Dika memang sangat berlebihan. Oke, semua orang tau seberapa besar luka yang dia miliki. Namun bukan berarti dia jadi harus posesif banget. Bayangin aja tidak ada yang diperbolehkan mengunjungi makam itu. Bahkan keluarga Nugroho sekalipun. Dari segi manapun, pada dasarnya Dika tidak berhak melakukan itu. Namun posisinya sekarang berhasil membuatnya dihormati dan ditakuti.


Aneh memang, tapi percayalah, dengan melakukan hal demikian, jiwa Dika lebih damai. Mengunjugi Hana bisa memberikan energi padanya. Meskipun memang tidak ada gunanya jika dipikirkan. Bagaimanapun juga yang mati akan tetap mati. Tidak ada sejarahnya ada orang mati yang hidup kembali karena dikunjungi setiap hari. Tapi itulah yang membuatnya bahagia.


Dari sekian banyak orang yang masih peduli padanya, hanya satu saja yang merasa paling tersiksa. Yaitu sekretaris Off. Dia benar-benar harus kerja ekstra demi melayani Dika. Bayangin aja dia harus berusaha melakukan segalanya agar tetap bisa bertahan disisi Dika. Bukan hanya perkejaan kantor saja, tapi juga harus pekerjaan yang lain seperti menemani pria itu kemana saja, memasak makanan khusus, dan harus membersihkan kamar Dika seorang diri. Huh! Kalo bukan karena sesuatu, sekretaris Off juga pasti tidak akan mau bekerja untuk Dika. Tapi karena sebuah alasan, dia harus rela bekerja untuk pria terluka seperti Dika.


"Han... aku hampir sampai ditujuan ku. Sebentar lagi aku akan datang menyusulmu. Hanya tinggal selangkah lagi, maka aku akan berhasil menghancurkan papamu. Kau bisa menungguku sampai saat itu tiba, kan?" mata Dika berair tapi tidak sampai menetes.


"Aku tau kau akan kecewa. Dan pasti akan melarang ku jika saja kau masih berada di bumi ini. Tapi Han... maafin aku, aku harus tetap menghancurkan papamu. Kumohon maafin aku.... kau bisa kan?" entah pada siapa Dika bertanya. Yang pasti perkataannya itu sangat konyol. Tidak mungkin ada yang mendengar selain sekretaris Off. Apa dia pikir Hana mendengarkan, ya? Yah! Dia cukup gila semenjak ditinggal Hana.


Langit telah berubah gelap. Sekretaris Off berdehem agar Dika segera selesai. Dia bosan banget! Bayangin aja dia hanya berdiri sedari tadi sambil menatap punggung Dika. Yang jelas dia berdiri disana tidak berguna sama sekali.


Mendengar deheman sekretarisnya, Dika langsung bangkit. Dia menyadari kegelisahan gadis itu.


Tidak mengatakan sepatah katapun, Dika buru-buru meninggalkan sekretaris Off. Gadis yang sudah terbiasa dicuekin itu hanya tersenyum kecil seraya mengekor dibelakang Dika. Meski dia mengenakan rok yang sempit plus high heels, tetap aja dia mampu mengimbangi langkah tuannya yang terbilang cepat.


Setelah sampai ditempat mobil diparkiran, sekretaris Off langsung membukakan pintu untuk Dika. Dan sesudah pria itu masuk, baru sekretaris Off meluncur masuk juga. Tidak peduli seberapa capek dirinya sekarang, dia tetap terlihat tenang. Pokoknya acungi empat jari jempol sekaligus untuknya. she is a very strong and agile girl.


Tak semenit setelah sekretaris Off menyentak nafas, mobil berputar dengan tajam. Sekretaris Off tampaknya sangat ahli dalam bidang mengendarai. Melihat caranya mengemudi saja sudah termasuk kategori pembalap top. Dan percayalah, pasti dia sudah jadi pembalap sekarang apabila saja tidak berakhir menjadi sekretaris Dika.


Mobil melesat kencang meninggalkan pemakaman. Mereka meninggalkan bekas putaran ban mobil di tanah. Besok orang yang melihatnya pasti akan kagum. Berfikir ada seseorang yang sengaja untuk memamerkan kehebatan.


Dika..... dia memiliki seseorang yang unik disisinya.

__ADS_1



__ADS_2