Dendam Dan Penghianatan

Dendam Dan Penghianatan
12


__ADS_3

Di atas meja berjejer berbagai minuman alkohol yang di pesan Morgan dan para sahabatnya saat tengah berpesta. Di tengah pesta mereka, Wilia muncul bersama Viktoria untuk menjelaskan semuanya.


"Maaf tuan kami mengganggu pesta kalian," ucap Viktoria.


"Ada masalah apa lagi? Bukankah sudah aku katakan, aku akan membahasnya nanti." jawab Morgan sambil meneguk wiski.


"Ini bukan masalah bisnis kita, tapi melainkan tentang Wilia. Aku tidak ingin ada kesalahan pahaman di antara kita."


Morgan melirik Wilia yang ada di belakang Viktoria. Wanita muda yang terlihat cantik itu sedikit mengukir senyum di wajahnya saat melihat Morgan tengah menatapnya.


"Benar-benar tidak patuh."


"Aku tidak butuh penjelasan. Jika dia ingin menjadi salah satu orangku, suruh dia berlutut di depan ku dan jangan berdiri sebelum aku memerintahkan, bagaimana?"


Mendengar perintah Morgan Wilia langsung melotot, dia tak percaya jika perintah Morgan begitu mudah. Jangan kan berlutut beberapa jam, satu hari pun dia sanggup, asalkan dia bisa masuk dan menjadi bagian dari dragon.


Tanpa bicara Wilia langsung maju dan berlutut di depan Morgan.


Namun apa yang dilakukan Wilia sama sekali tak membuat Morgan menyukainya.


Satu kesalahan yang dibuat Wilia, itu sudah cukup menghancurkan semua ke kekagumannya Morgan pada Wilia.

__ADS_1


Jika bukan karena Wilia putri dari Viktoria, mungkin sedang dari awal Morgan memintanya untuk bunuh dirinya sendiri.


"Tuan lihatlah, dia dengan patuh menuruti perintahmu, apakah itu belum bisa membuat Wilia menjadi bagian dari dragon?"


"Bukankah lebih baik dia menjadi penerus Asoka, daripada menjadi pengikut dragon?"


"Aku tau itu, tapi menjadi bagian dari dragon itu adalah harapanku. Aku mengagumi pangan Rudolf saat masih kecil, dan aku sudah berjanji pada pada paman, suatu hari nanti akan menjadi bagian dragon." Saut Wilia sambil menunduk.


"Benar tuan, aku sudah berusaha membujuknya, tapi keinginannya untuk mengikuti Dragon sudah mendarah daging dan saat mengetahui Dragon bangkit, Dia dengan semangat ingin kembali memenuhi keinginannya," imbuh Viktoria.


Setelah Viktoria meyakinkan Morgan untuk menerima putrinya yang saat ini masih berlutut, dia pun segera meninggalkannya. membiarkan putrinya menghadapi apapun yang terjadi selanjutnya.


Morgan membiarkan Wilia tetap berlutut, tak perduli bahkan saat Wilia mulai gelisah dan merasa tidak nyaman. Saat ini pikiran Morgan masih tertuju pada Lusiana yang saat ini tengah mengandung anaknya. Dia memikirkan langkah apa yang harus dia ambil setelah ini.


Berulangkali Morgan meneguk wiski, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk berhenti dan bangkit berdiri.


"Mau kemana kamu?" tanya Gion


"Kembali." Jawab Morgan singkat.


"Lalu bagaimana dengan dia?" tanya Gion sambil menunjuk pada Wilia.

__ADS_1


"Suruh dia bangun dan katakan padanya untuk tidak melanggar semua aturan yang ada di dragon." jawab Morgan dengan dingin lalu pergi.


Vios mengulurkan tangannya untuk membantu Wilia yang berlutut selama beberapa jam itu.


"Terimakasih," ucap Wilia.


"Tidak perlu, kamu dan aku sekarang adalah bagian dari dragon, sudah seharusnya saling membantu." Vios pun mengajak Wilia meninggalkan ruang VIP dan mengikuti Morgan kembali ke markas.


Dalam perjalanan pulang, Gion, Vios, dan Wilia berada di dalam satu mobil. Mereka tidak ingin menggangu Morgan, sehingga membiarkan Morgan sendiri.


"Gion, apa kamu kenal dengan gadis yang pingsan tadi? Aku merasa sejak dia keluar dari kamar itu dengan dokter, wajahnya jadi muram dan seperti ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.?"


"Maksudmu Lusiana? Kamu memang selalu bisa membaca pikiran Morgan. Benar-benar sahabat terbaik." jawab Gion sambil bercanda.


"Aku sedang tidak butuh pujian, aku butuh kejelasan."


"Baiklah, baik... dia tawanan Morgan, aku beberapa kali melihat bagaimana Morgan dengan kejam menyiksa dia. Tapi dia juga menjadi mainan Morgan Morgan di ranjang. Aku mendapat informasi kalau dia itu salah satu putri dari serigala hitam. Aku juga tidak tau apa yang ada dipikiran Morgan, jika dia membencinya, kena tidak dibunuhnya saat itu juga, seperti Govinda." jelas Gion.


"Jadi tuan Morgan, mengurung anak dari musuh dragon?" saut Wilia.


"Benar, dan itu dia dapatkan dari ibumu."

__ADS_1


Wilia terkejut, tak menduga jika ibunya lah yang menyerahkan tawanan itu pada tuan Morgan, padahal ibunya jelas-jelas tau kalau dia menyukai Morgan.


To be continued 🙂🙂🙂


__ADS_2