
Di kota XXX, Morgan tinggal bersama sang kakek yang merupakan salah satu orang berkuasa di kota tersebut.
Setiap hari Morgan di latih, secara fisik maupun mental. Semua Leonardo lakukan agar saat Morgan dewasa, dia siap untuk melanjutkan kekuasaan ayahnya, yaitu menjadi penerus Mafia Dragon dan siap untuk balas dendam terhadap pembunuh ketua Mafia Dragon.
Saat ini organisasi bawah tanah yaitu Mafia Dragon seakan lenyap bagai ditelan bumi. Sisa-sisa anggota yang masih hidup, mencoba bertahan dengan membangun markas baru yang tersembunyi sambil menunggu Keturunan Rudolf siap menjadi pimpinan selanjutnya.
"Kek, Morgan capek. " Keluh Morgan yang tengah berlatih di awasi langsung oleh sang kakek.
Bukannya membiarkan Morgan berhenti, Sang kakek malah memukul kaki Morgan, hingga membuat lelaki kecil itu menangis kesakitan.
"Apakah kamu ingin menyerah? Ingat Morgan, mereka di luar sana sedang bersenang-senang. Apa kamu akan membiarkan mereka hidup tenang tanpa mendapatkan pembalasan atas kematian orang tuamu? Ayo kembali berlatih. Jangan sia-siakan waktu yang kamu miliki." Leonardo terus menanamkan dendam pada cucunya. Kerena hanya Morgan satu-satunya yang bisa membalaskan kematian putranya.
Dengan terisak, Morgan pun kembali berlatih, dan Leonardo terus memberikan semangat.
__ADS_1
*
*
*
Dua puluh tahun berlalu, Morgan kini tumbuh menjadi pria yang gagah dan rupawan. Selama di kota XXX, Morgan dengan gigih terus berlatih dan selalu ada di bawah bayang-bayang balas dendam.
Morgan di didik langsung oleh sang kakek dan benar-benar di latih untuk menjadi seorang pria yang kejam seperti yang di inginkan dirinya dan juga sama seperti keinginan ayahnya.
Rudolf menjalankan bisnis dalam pasar gelap, dan mengambil andil dalam perdagangan ilegal. Tanpa dirinya perdagangan yang di lakukan secara ilegal oleh para mafia tidak akan bisa berjalan dengan lancar. Mafia Dragon juga mengayomi para gangster yang ada, agar bisa terkendali sikapnya yang brutal.
Pembunuh Rudolf dan Liliana menyisakan dendam tersendiri bagi Leonardo, karena sang putra meninggal dengan cara Keji dan mengenaskan. Leonardo pun sangat menaruh harapan di pundak Morgan agar bisa balas dendam atas apa yang terjadi pada putranya dengan mendidik Morgan menjadi pria yang jauh lebih kuat dan mampu membuat dunia Mafia gempar.
__ADS_1
Sebelum kembali Ke tanah kelahirannya di kota Q, dan memulai pembalasan dendam, Morgan mengambil kembali topeng dari mafia serigala hitam, yang selama ini dia simpan dan berjanji akan menghancurkan Serigala Hitamย yang sudah membantai dan juga para penghianat terhadap Mafia Dragon.
"Aku akan kembali, dan sebentar lagi aku kan membuat kegempaan di dunia Mafia. Kalian para penghianat telah membantai keluargaku, aku akan menghukum kalian semua satu persatu." Gumam Morgan dalam kemarahan sambil meremas topeng emas sang pembunuh orang tuanya yang masih hidup sampai sekarang.
Leonardo muncul di belakang Morgan dan menepuk pundak cucunya yang sedang di selimuti kemarahan, setiap mengingat tragedi pembantai orang tuanya.
"Morgan, sebelum kamu kembali ke kota Q, kakek ingin kamu berjanji untuk melakukan sesuatu demi Kakek dan juga ayahmu mu," ucap Leonardo saat menghampiri cucunya itu.
"Apa kek? apapun pasti akan aku lakukan?" tanya Morgan.
"Kamu harus bisa menjadi king Mafia sejati di sana, dan taklukkan kembali para mafia yang dulu berada di bawah kendali Mafia Dragon dan yakinkan semuanya bahwa Mafia Dragon tidak akan pernah terkalahkan lagi. Dan ingat satu hal lagi Morgan. Habisi seluruh keluarga dan anggota Serigala Hitam jika perlu sampai ke akar-akarnya. Ingat Morgan jika kamu dalam kesulitan dan butuh bantuan, kakek akan selalu ada untuk membantumu." Pesan Leonardo
"Aku janji kek, aku kan mengembalikan kejayaan Dragon." jawab Morgan.
__ADS_1
Leonardo pun akhirnya bisa melepaskan cucu kesayangannya itu, yang sudah dua puluh tahun ia didik dengan serius, bahkan Leonardo telah menciptakan Morgan menjadi pria tak berhati, yang memiliki sikap kejam.
To be continued ๐๐๐