
Jack bersama anak buahnya membawa Morgan ke markas mereka yang jauh tersembunyi dari keramaian.
"Selamat datang di markas kami tuan. Silahkan duduk. Saya akan meminta yang lain menyiapkan makanan." Sambil membersihkan kursi yang biasanya dia gunakan untuk duduk dengan menggunakan tangannya sendiri dan meminta Morgan untuk mendudukinya.
Tak banyak tanya, Morgan langsung duduk di kursi tersebut sedangkan yang lain berdiri. Morgan menatap satu-persatu para pria yang usianya sudah tidak lagi muda. tapi semangat mereka dan kerja samanya masih layak untuk di acungi jempol.
"Kalian semua sudah tua. Kenapa kalian tidak memilih berhenti menjadi gangster dan melanjutkan hidup kalian dengan normal?"
" Sebenarnya kami sudah lelah, tapi kami tidak bisa membiarkan gangster lion lenyap begitu saja. Tapi setelah tuan datang, kami sedikit lega. Mungkin kedepannya akan minta pendapat tuan, apa yang selanjutnya yang bisa kami lakukan." Jawab Jack dan Morgan mengangguk pelan, dia langsung paham apa yang dimaksud Jack. Morgan pun akhirnya mengetahui, kenapa gangster Lion adalah salah satu kelompok yang menjunjung tinggi sebuah kesetiaan.
Di sana Morgan diperlukan istimewa oleh anggota Lion, karena posisinya sekarang yang sudah menjadi ketua.
Di markas itu, Morgan di temui oleh tetua Lion dan langsung mengenali wajah Morgan yang sangat mirip dengan Rudolf.
“Kau putra ketua Rudolf?” tanya tetua itu tiba-tiba. Membuat Morgan tersedak karena terkejut saat pria tua itu lebih dulu mengetahui tentang dirinya yang sebenarnya. Ternyata tetua itu dulu adalah bawahan dari Rudolf yang selamat dari pembantaian yang dilakukan oleh Serigala Hitam.
“Iya kakek, dan tujuanku kembali kesini untuk kembali memimpin Dragon agar kembali pada puncak kejayaannya dan pembalasan dendam ku pada Serigala Hitam dan ingin melenyapkannya.” Morgan pun mencengkeram kuat gelas yang ada di tangannya hingga pecah, menunjukkan jika dirinya benar-benar marah dan ingin balas dendam.
“Kami Gangster Lion , akan mendukungmu nak, untuk kembali membangkitkan Dragon. Kami percaya darah tuan Rudolf mengalir dalam dirimu dan kami yakin kamu mampu menjadi pimpinan yang bijaksana, kami memang klan kecil tapi jangan remehkan kami dalam hal kepercayaan, sampai kapanpun kami tidak akan pernah berkhianat. Hanya dengan kembalinya Dragon kami bisa juga bangkit dan mendapatkan kepercayaan warga kembali setelah bertahun-tahun keberadaan kami di anggap hama masyarakat dan itulah alasan kenapa kamu hanya bisa menjarah mereka, karena kami tidak memiliki penghasilan untuk menutupi kehidupan Kami, Karena setelah dragon lenyap, kekayaan kamu hancur." jelas tetua itu.
Morgan memutuskan pun bermalam di markas Lion selama satu malam sambil merencanakan tujuan kedua yaitu mencari Gangster Asoka. Gangster wanita ini mengisi club' malam di kota Qb Kelompok gangster ini hanya muncul di malam hari, di siang hari ia akan berbaur dengan masyarakat dan menyembunyikan identitasnya.
****
Keesokan harinya Morgan pun bersiap untuk pergi melanjutkan tujuan selanjutnya, sebelum kembali ke markas besar Dragon.
“Mulai Sekarang jangan pernah menakuti warga lagi, jika kalian ingin dapatkan kepercayaan dari mereka, berbuat baiklah dan memulai berbaur dengan mereka. Kalian bisa membuka ladang bisnis yang sudah aku beritahukan, aku kan memuluskan bisnis kalian nantinya.” Pesan Morgan sebelum pergi.
“Baik Ketua, kami akan mengikuti saran Ketua, kami tidak akan lagi mengganggu warga lagi. Kami juga kan mencoba bisnis yang sudah bos ajari dan jika klan kami sukses, sebagiannya akan kami berikan kepada ketua.” Jawab Jack.
“Baiklah, kalau begitu aku harus pergi, aku harus melanjutkan perjalananku dan kembali ke markas besar.
__ADS_1
“Hati-hati Ketua, jika Bos membutuhkan bantuan kabari kami, kami akan segera membantu ketua kapan saja.” Morgan pun mengangguk dan segera meninggalkan markas.
Saat dalam perjalanan, Morgan tiba-tiba dihadang oleh anak muda yang sudah ia selamatkan waktu itu dan dengan nekat menghadang mobil yang sedang melaju, membuat Morgan melakukan pengereman secara mendadak, hingga gesekan ban mobil dengan jalanan terdengar sangat memekikkan telinga.
“Brengsek, siapa yang sudah berani menghadang jalanku? Mau cari mati rupanya dia?!” Dengan kesal Morgan keluar dari dalam mobil dan membanting pintu mobilnya dengan kasar.
“Dasar brengsek, kalau mau cari mati jangan di jalan, pergi sana ke atas jembatan dan terjun bebas, tidak akan ada orang yang di rugikan jika kamu mati di sana.” Celetuk Morgan dengan kesalnya atas tindakan ceroboh yang di lakukan pemuda itu.
Pemuda itu hanya tersenyum, walaupun mendapatkan makian
“Bos, jadikan saya anak buahmu.” Ucap pemuda itu yang tiba-tiba.
“Apa yang kamu lakukan disini dan menghadang jalanku?” tanya Rafan yang tak paham dengan tujuan Alex( nama laki-laki itu).
“Aku ingin menjadi pengikut Bos, izinkan aku mengikuti Bos kemanapun Bos pergi.” Jawab Alex dengan penuh keyakinan.
“Jangan bercanda kamu, lebih baik kamu kembali ke rumahmu dan jangan ikuti aku, perjalananku tidak mulus banyak rintangan yang sedang aku hadapi dan kamu tidak mungkin sanggup mengikuti aku.” Jawab Morgan lalu masuk kembali kedalam mobil, namun saat hendak menutup pintu, Alex menahan pintu mobil tersebut dan kembali memohon pada Morgan
Dengan kesal Morgan pun kembali keluar mobil lalu menampar Alex secara tiba-tiba. Hal itu membuat Alex tersungkur di tanah dan meringis kesakitan, namun Alex kembali bangkit berdiri dan sekali lagi mendapatkan tamparan dari Morgan membuat Alex kembali terjatuh.
“Baiklah jika kamu ingin ikut denganku akan aku terima, tapi dengan satu syarat, kamu harus meninggalkan keluargamu untuk mengikuti aku pergi kemanapun tujuanku.” Ucap Morgan yang memberi harapan baru kepada Alex untuk menjadi lelaki yang lebih tangguh untuk menghadapi kehidupan yang keras.
“Terimakasih Bos sudah mau menerimaku menjadi anak buah mu, aku janji akan menjadi bawahan yang setia.” jawab Alex dengan girang.
“Apa kamu bisa mengendarai mobil?” tanya Morgan dan Alex pun mengangguk. Morgan meminta Alex menyopir mobilnya dan melanjutkan perjalanan.
Alex pun akhirnya mengikuti Morgan untuk menemui Gangster Asoka, yaitu gangster yang pernah di pimpin ibunya nya dulu.
Kembalinya Morgan Marly begitu cepat tersebar beritanya membuat Mafia Serigala Hitam yang kini di pimpin Govinda, putra pertama Pimpinan Serigala Hitam sebelumnya. Mendengar putra dragon kembali, Govinda ingin segera melenyapkan Morgan.
Kembalinya putra Dragon membawa ancaman baru untuk kekuasan Serigala Hitam, hal itu tidak di ingin kan Govinda.
__ADS_1
Dengan segera Govinda meminta bawahannya untuk bertindak, mencari keberadaan Morgan dan melenyapkannya, agar garis keturunan Dragon lenyap sampai ke akar-akarnya.
Tak lama kemudian Morgan dan Alex sampai di sebuah club' malam terbesar di kota Qb Kedatangannya langsung di sambut oleh wanita- wanita seksi dan memiliki tato bunga mawar di bagian dada.
Morgan di bawa ke ruang VIP di temani tiga wanita muda yang seksi dan cantik, mereka terus menggoda Morgan dengan berbagai cara, tarian ero*tis pun menjadi tontonan Morgan saat minum. Dua wanita berada di sisi kiri dan kanan Morgan, tangan mereka tak henti-hentinya berkeliaran menggoda.
Saat sedang membuka kancing baju yang di kenakan Morgan, kedua wanita itu di kejutkan dengan tato yang ada di dada Morgan. Mereka pun langsung mundur seketika dan menjauhi Morgan. Dengan santainya Morgan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa sambil meletakkan kedua kakinya di atas meja.
“Kenapa kalian mundur, kemarilah aku butuh kalian untuk menghiburku!" ucap Morgan.
Wanita paruh baya, tiba-tiba masuk dan langsung membungkuk di depan Morgan di ikuti ketiga wanita tadi.
“Putra Dragon, terimalah hormat kami dari Asoka. Kami sudah menunggu lama untuk kembalinya penerus Dragon.” Ucap wanita itu yang merupakan ketua dari Asoka yang bernama Viktoria.
“Ternyata kalian masih setia dengan Dragon, baguslah! Kalau begitu aku tak perlu mengotorkan tanganku untuk menundukkan kalian.”
“Janji adalah janji, kami sudah berjanji kepada ketua sebelumnya, untuk melindungi Tuan dan sampai kapanpun kami akan tetap setia.”
Belum selesai pembicaraan, kegaduhan di club' malam terjadi, Bawahan Govinda muncul dan dengan brutal menghajar para pengunjung club' tersebut.
Ketua Asoka pun segera menghentikan kebrutalan mereka yang telah menghilangkan satu nyawa.
“Panggil kecoa itu kemari, biar aku bisa menghabisi nyawanya sekarang juga dengan tanganku ini.” Ucap salah seorang bawahan Govinda.
“Siapa yang kalian maksud kecoa. Kalian lah kecoa yang sudah merusak tempat ini. Pergi dari sini atau kalian akan mati di sini juga.” Bentak Victoria.
Di sisi lain Morgan yang hanya memperhatikan apa yang di lakukan ketua Asoka terhadap orang-orang bawahan serigala hitam, tak jauh dari mereka terlihat gadis muda yang sedang di tarik oleh salah seorang dari serigala hitam.
“Siapa gadis yang sedang di tarik anak buah Serigala Hitam?" tanya Morgan pada salah satu wanita dari Asoka.
“Dia anak bungsu dari ketua Mafia Serigala Hitam, dia sering datang kemari, bos." jelasnya.
__ADS_1
“Tangkap dia aku ingin menjadikan dia sebagai budak ku, akan aku buat gadis itu menderita dan melihat kematian keluarganya di depan matanya sendiri.” Perintah Morgan , dan wanita itu langsung bergerak sedangkan Morgan hanya memperhatikan gangster Asoka beraksi.
To be continued 🙂🙂🙂