DENDAM PERNIKAHAN

DENDAM PERNIKAHAN
Episode 1


__ADS_3

Di sebuah gedung yang sudah di dekorasi dengan indah dan cantik sedemikian rupa, di dalamnya terdapat dua insan yang sedang mengucap janji kepada sang penguasa alam semesta untuk bersama baik suka maupun duka dan akan saling menerima satu sama lain apa adanya terlepas dari apapun masa lalu keduanya entah baik atau buruk.


Semua tamu yang hadir dengan meriah bertepuk tangan seakan ikut merasa senang melihat kedua pasangan tersebut terikat janji suci itu.


Pasangan tersebut tersenyum senang atas pernikahannya akan tetapi salah satu tangan pengantin pria terkepal erat seakan melampiaskan sesuatu yang tertahan sedari tadi.


Dan sekarang keduanya sedang duduk di kursi pengantin sembari penyambut tamu yang berdatangan dengan senyum bahagia yang terpatri di wajah keduanya.


" Selamat bro akhirnya lu gak jomblo lagi, gua ikut seneng liatnya. " Ucap salah satu tamu yang datang ke acara pernikahan itu. Tampaknya dia adalah salah satu teman si pengantin pria melihat sapaannya yang tampak akrab.


" Yoi bro, lu kapan nyusul nih." Canda si pengantin pria itu sembari menyambut sapaan tangan temannya itu.


" Wahh jangan mentang - mentang udah nikah ya jadi ngeledek lu, bentar lagi gua juga nyusul kalo gebetan gua hatinya udah cair " Jawabnya dengan nada senang karena melihat salah satu temannya ini sudah menikah, dirinya jadi semakin semangat mencairkan hati gebetannya yang sedari dulu membeku.


" Ya gua doain deh biar cepet nyusul, kasian gua liat lu galau di cuekin gebetan lu itu." Ejek sang pengantin kepada temannya itu yang di balas delikan kesal oleh sang lawan.


Sang tamu tidak terima di ejek seperti itu apalagi oleh temannya yang sedang melangsungkan acara pernikahan sekarang, pasalnya temannya dan dirinya ini sama - sama jomblo sedari lahir hanya saja dengan nasib yang sedikit berbeda, dirinya menjomblo karena pujaan hatinya tak kunjung membuka hati untuknya sedangkan temannya ini menjomblo karena tidak ada wanita yang disukainya.


Dulu dia sempat mengira temannya ini homoseksual oleh sebab itu dirinya agak takut berdekatan dengan temannya yang satu ini akan tetapi sekarang dirinya sudah lega karena temannya ini sudah menikah yang berarti pemikirannya salah, meskipun setahu dirinya pernikahan temannya ini bisa terbilang mendadak akan tetapi dirinya tidak mau memusingkan diri dan itu juga bukan urusannya.


" Liat aja nanti, lu orang pertama yang gua undang ke pernikahan gua nanti." Ucap sang teman dengan nada sedikit kesal karena temannya ini mengejeknya. Kalau bukan karena wanita yang disukainya belum membuka hati untuknya mungkin yang sekarang menikah terlebih dulu adalah dirinya bukan orang yang di depannya ini.


" Ya ya terserah lu udah, cepet - cepet minggir sana, noh tamu yang lain pada nunggu di belakang lu." Peringat sang pengantin pria kepada temannya karena melihat tamu yang lain yang sedang antri untuk memberi selamat kepadanya terhalang oleh temannya ini.

__ADS_1


" Ehhh maaf ya gak nyadar, monggo di lanjut." Ucap sang teman meminta maaf kepada tamu yang antri di belakangnya sembari pergi dari sana.


Sedangkan untuk si pengantin wanita sedari tadi hanya diam sesekali tersenyum tipis kepada tamu yang datang karena para tamu kebanyakan orang yang tidak dia kenal yang diundang oleh sang pengantin pria.


Setelah beberapa lama para tamu memberi selamat kepada sepasang pengantin itu, tibalah seorang wanita yang tampaknya teman dari sang pengantin wanita, terlihat raut wajah senang sang pengantin wanita karena kedatangannya.


" Hallo dis selamat ya atas pernikahannya, aku turut bahagia dis." Ucap teman pengantin wanita penuh syukur akan tetapi tidak dengan raut wajahnya yang seakan sedih dan kasian atas pernikahan temannya itu.


" Iya la makasih sudah mau dateng menyempatkan diri kesini." Ucap sang pengantin wanita menatap kearah temannya itu dengan ekspresi senang dan haru.


" Kamu ngomong apa sih dis tentu saja aku dateng, kamu temen aku loh dis." Ucap sang temen sembari memeluk sang pengantin dengan tangis yang sedari tadi dia tahan.


" Iya iya maaf, udah - udah jangan nangis, ini kan hari bahagia aku, kok kamu nangis sih." Hibur sang pengantin sembari menyeka air mata temannya itu.


" Kalo ada apa - apa kamu harus hubungi aku dis." Tiba - tiba teman sang pengantin wanita berucap dan itu cukup membuat sang pengantin wanita tersentak dan sang pengantin pria menatapnya datar.


" Iya la iya, nanti kalo aku mau belanja pasti hubungi kamu kok." jawab sang pengantin wanita dengan asal sambil tertawa ringan.


" Kamu pasti ngerti bukan itu yang aku maksud dis." Ucap sang teman dengan tegas membuat pengantin wanita terdiam.


" Dan untuk kamu, saya harap kamu jangan membuat teman saya menderita, dan singkirkan rencana bodohmu itu!!!" Peringat teman pengantin wanita tegas namun pelan pada pengantin pria sehingga tidak ada yang bisa mendengarnya kecuali ketiga orang tersebut.


Sedangkan sang pengantin pria tidak menjawab dan hanya menatapnya datar namun terkesan mengejek dan itu cukup membuat teman pengantin wanita merasa emosi akan tetapi pengantin wanita terlebih dahulu menenangkannya.

__ADS_1


" Sudah la sudah gak baik berantem di sini." Ucap sang pengantin wanita kepada temannya.


" Tapi dia kamu harus janji dis, kalo terjadi sesuatu yang menimpamu, kamu harus hubungi aku." Ucap teman pengantin wanita seraya menunjukan jari kelingkingnya.


" Janji." Jawab pengantin wanita menautkan jari kelingkingnya itu dengan jari kelingking temannya seraya tersenyum menenangkan.


Akhirnya teman pengantin wanita itu pun pergi dari sana dengan hati yang sudah cukup tenang karena temannya sudah berjanji padanya akan menghubunginya jika terjadi sesuatu yang menimpa temannya itu.


Melihat kepergian teman istrinya itu, sang suami pun mendekati sang istri seraya berbisik.


" Teman dekatmu heh? kalo tidak salah namanya Layla Yaukki, Nona Pertama keluarga Yaukki kan?" bisik sang pengantin pria dengan nada sinis.


Mendengar bisikan orang yang sekarang sudah menjadi suaminya, diapun menatap suaminya itu dengan tatapan penuh peringatan.


" Jangan apa - apakan dia!!" tekan sang pengantin wanita kepada pasangannya itu.


" Jika dia tidak menjadi penghalang, tentu aku tidak akan mengusiknya istriku." Ucap sang suami seraya tersenyum manis akan tetapi di mata sang istri itu adalah senyum meremehkan.


" Sebenarnya apa yang anda inginkan tuan Xanandra Slaminto?" Tanya sang istri menatap tajam pasangannya itu.


" Sepertinya istriku ini tidak memiliki ingatan yang kuat ya, bukankah sejak awal aku sudah bilang padamu, tujuanku menikah denganmu yaitu untuk...." Gantung pengantin pria sembari mendekat ke telinga istrinya itu lalu berbisik lirih namun menuh ancaman.


".... Membuatmu menderita Adisha Lezana"

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2