Dendam Yang Terkalahkan Oleh Cinta

Dendam Yang Terkalahkan Oleh Cinta
11


__ADS_3

POV


Setelah beristirahat sebentar, alesha mengajak kedua sahabatnya untuk membeli makanan di kantin rumah sakit, karena perut alesha sudah meminta untuk di isi makanan.


Sesampainya di kantin rumah sakit, mereka langsung memesan makanan dan mencari tempat duduk, saat sedang menunggu makanan dari arah lain dua orang dokter sedang memasuki kantin tersebut. Dan seketika kantin menjadi riuh karena melihat dua dokter tersebut


(siapa lagi kalau bukan ziyan dan dico, seorang dokter yang selalu mencuri perhatian)


Sedangkan alesha dkk, yang mendengar keributan itu, langsung melihat ke arah orang yang sedang di ributkan


Deg Deg...


Mata alesha dan ziyan pun bertemu..


Ternyata saat ziyan memasuki kantin ziyan melihat alesha..


Ziyan terus memperhatikan alesha sehingga saat alesha melihat ke arahnya mata mereka pun saling bertemu..


Namun sesaat kemudian alesha langsung memutuskan pandangannya.


"is... kenapa sih tuh orang ngeselin ada di sini" batin alesha


Ziyan masih terus memandang ke arah alesha, sehingga kedua sahabat alesha yang sedang memperhatikan ziyan pun mengetahuin bahwa ziyan sedang memperhatikan alesha..


"Sha kayaknya tuh dokter ngeliatin lu deh" ujar amel


Alesha yang mendengar pertanyaan itu dari sahabatnya langsung mencari alasan untuk mengelak


"Gak mungkin, ngeliatin yang lain kali" ucap alesha mengelak


Padahal dia tau bahwa ziyan sedang memperhatikannya sejak tadi


"beneran sha dia ngeliatin lu deh" ujar dira


"Ah.. Udh biarin aja, gak usah di peduliin" jawab alesha


"iyasih, gak heran juga alesha kan selalu jadi pusat perhatian cwo, jadi wajar aja tuh dokter ngeliatin alesha" ujar dira


"Nah iya tuh, tapi kayaknya tuh dokter suka deh sama lu" ucap amel

__ADS_1


"soalnya dari tadi masih ngeliatin alesha sampe sekarang" ucap amel lagi


"Ih.. Sok tau lu mel" ujar alesha


"keliatan sha dari cara dia ngeliatin lu" jawab amel


"Idih kayak orang bener aja lu mel" ujar alesha meledek


"Pernah ngerasain aja enggk ,jomblo mah iya hahahah" ujar alesha lagi sambil tertawa


"Sialan lo sha"ujar amel sambil mengerucutkan bibirnya..


Dira dan alesha pun tertawa melihat wajah amel yang seperti itu..


Gerak gerik mereka bertiga tak luput dari pandangan ziyan dan dico


Apa lagi ziyan yang begitu takjub melihat alesha yang sedang tertawa seperti itu


Bertepatan dengan mereka yang selesai tertawa makanan mereka pun datang dan tanpa banyak bicara lagi mereka langsung melahap makanan mereka dengan tenang.


Disaat sedang asik makan, alian datang menghampiri mereka


"heheheh abang kan tadi belum dateng" ucap alesha sambil nyengir


"sini abang ku sayang duduk" Ucap alesha lagi sembari menarik kursi untuk alian dengan tersenyum untuk merayu abangnya agar tidak merajuk.


Alian pun duduk dan tersenyum ke arah alesha sambil mengusap pucuk kepala alesha


alesha memang sangat pandai kalau urusan membujuk orang


Sedangkan disisi lain ziyan yang melihat alesha dengan pria lain tiba tiba merasa panas dan tidak suka.


Ziyan pun langsung pergi begitu saja meninggalkan kantin tersebut dan menuju ruangannya


Sesampainya ziyan di ruangannya, ziyan langsung mendudukkan diri di kursi kerjanya


"Kenapa gua gak suka ya, kalau alesha dekat dengan pria lain" ucap ziyan


"Aghhh... Gua ini kenapa sii" ujar ziyan yang merasa aneh dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Disatu sisi dico yang melihat ziyan pergi dengan tiba tiba pun merasa heran dan berniat untuk menyusul ziyan..


Sesampainya di depan ruangan ziyan, dico pun langsung masuk dan terkejut melihat penampilan ziyan yang berantakan.


Bagaimana tidak terkejut, dasi yang di longgarkan, kancing baju bagian atas yang terbuka, dan baju yang di keluarkan, seorang ziyan yang selalu tampil rapih kini sekarang berantakan.


"Ziyan ada apa ini" ujar dico


"Em.. Tidak ada apa apa kok dic" ucap ziyan dengan terkejut


Dico hanya menghela nafas karena sahabatnya ini tidak mau terbuka kepadanya


"Kalo ada apa apa lu bisa cerita sama gua yan, kita udh temenan lama yan, apa lu gak percaya sama gua" ujar dico


"Bukan gitu dic, gua juga gak tau ada apa dengan diri gua ini" ucap ziyan


"udah lah dic, gua gak apa apa kok" ucap ziyan lagi


"hmm.. Ya udh deh, yuk balik" ajak dico


Ziyan pun mengangguk


Setelah ziyan merapihkan pakaiannya mereka berdua keluar ruangan untuk pulang.


Namun saat sedang berjalan ziyan melihat alesha yang sedang berjalan keluar dengan memegang lengan seorang pria sambil tersenyum..


Ziyan yang melihat itu langsung menghentikan langkahnya dan terus memandang kearah alesha..


Dico yang melihat ziyan berhenti pun merasa heran


"kenapa berhenti yan" tanya dico


"Ada yang ketinggalan " tanya dico lagi


"Ah.. Enggak kok, gak ada yang ketinggalan, yuk lanjut" ujar ziyan yang langsung melanjutkan langkahnya dan mereka berdua langsung pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumah mereka..


Bismillah semoga suka ya gays...


jangan lupa di kasih vote dan Like nya ya gays..

__ADS_1


maaf ya klo ceritanya membosankan baru permulaan😊


__ADS_2