Dendam Yang Terkalahkan Oleh Cinta

Dendam Yang Terkalahkan Oleh Cinta
07


__ADS_3

Hah..... Alesha yang mendengar jawaban dari ziyan hanya melongo ,dalam pikirannya bagaimana mungkin hanya menahan tubuh alesha yang mungil ini tangan ziyan bisa sampai sakit


"Ya udh iya saya bakal tanggung jawab " ujar alesha yang malas berdebat lagi dengan ziyan


"Berapa yang harus saya bayar" ucap alesha lagi


"Saya tidak perlu uang kami" jawab ziyan


"Terus... Saya harus tanggung jawab gimana?" Tanya alesha


"Kamu harus jadi asisten saya selama seminggu" ucap ziyan


"Hah... Apa apaan begitu" ucap alesha yang tidak setuju


"Ya memang begitu"ujar ziyan santai


"Huh... Iya deh iya"ujar alesha


"Ya sudah kalau begitu ,masukkan nomor kamu ke ponsel saya" ucap ziyan sambil menyodorkan ponselnya ke alesha


"Kenapa harus meminta nomor segala sih"ucap alesha


"Ya karna biar kamu gak kabur"ucap ziyan dengan santai


"Saya gak bakal kabur saya selalu menepati ucapan saya" jawab alesha sambil mengambil ponsel ziyan dan memasukkan nomornya ,setelah selsai alesha langsung mengembalikan ponsel ziyan kembali.


"Sudah selesai ,sekarang saya harus pergi"ucap alesha dan melangkah untuk pergi dari situ.


Baru beberapa langkah ziyan sudah memanggilnya lagi dan alesha pun langsung berbalik

__ADS_1


"Apa lagi" tanya alesha sambil menahan kesal


"Besok jangan lupa jam 11 di cafe kemarin" ujar ziyan


Alesha hanya berdehem dan langsung pergi meninggalkan ziyan.


POV ZIYAN


setelah alesha pergi ,ziyan langsung tersenyum lebar sambil melihat ke arah alesha yang sudah mulai menjauh


"Mengapa dia sangat menggemaskan saat sedang kesal begitu" ucap ziyan lirih dan sambil berjalan menuju ruangannya dengan tersenyum senyum


(Untung aja di lorong itu sepi ya babang ziyan ,kalo rame di sangka orang gila senyum senyum sendiri😂)


Sedangkan di ujung lorong rumah sakit ada yang memperhatikan ziyan yang sedang senyum senyum sendiri.. Melihat ziyan yang senyum senyum seperti itu orang tersebut langsung menghampiri ziyan.


"Gua sehat Dico "ujar ziyan sambil menyingkirkan tangan Dico dari dahinya


(Ya yang memperhatikan ziyan adalah Dico sahabatnya)


"Terus kenapa lu senyum senyum begitu" tanya Dico


""Kepo lu" jawab ziyan dan langsung pergi meninggalkan Dico


"Yan lu gak kesambet kan"panggil Dico sambil berlari mengejar ziyan


"Gua gak kenapa kenapa Dico ,gua sehat ,gua gk kesambet" ujar ziyan sambil terus berjalan


"Tapi kok lu senyum senyum begitu ,agak aneh gitu "ucap Dico

__ADS_1


"Kayak gak pernah liat gua senyum aja lu "ujar ziyan yang langsung masuk ke ruangannya karna dia sudah sampai di ruangannya


"Tuh anak kenapa aneh begitu ya" ucap Dico berbicara dengn diri sendiri sambil berjalan menuju ruangannya sendiri..


POV


Setelah berdebat dengan ziyan alesha langsung menuju ke ruangan maminya... sesampainya alesha di ruangan maminya ,alesha langsung masuk kedalam dan melihat maminya sedang duduk bersandar di ranjangnya sambil di suapi makan oleh papinya...


"assalamualaikum"ucap alesha


" waalaikumsalam" jawab orang orang yang ada di ruangan tersebut


"kamu kok lama banget tebus obatnya dek "tanya kalian


"iya bang maaf ,tadi ada masalah sedikit" jawab alesha


"masalah?"tanya sang papi


"iya pi.. tapi udh selesai kok ,cuman masalah kecil" ujar alesha mencoba meyakinkan keluarganya.


"kamu gak buat masalah kan sayang" tanya sang mami yang sedari tadi memperhatikan mereka berbicara


"Enggak mami" ucap alesha sang mami hanya mengangguk..


Bismillah semoga suka ya gays...


jangan lupa di kasih vote nya ya gays..


maaf ya klo ceritanya membosankan baru permulaan😊

__ADS_1


__ADS_2