
"Barusan bang" ucap alesha
"Kok Abang gk tau" ujar alian
"Ya gimana mau tau ,orang Abang ngelamun ,aku ketuk pintu manggilin Abang tapi Abang gk jawab jadi aku langsung masuk aja" ucap alesha memberi tau
"Oh ya" gumam alian yang masih bisa di dengar oleh alesha
"iya ,lagian Abang ngelamunin apaan si" tanya alesha penasaran
Alian pun menghela nafas dengan kasar ,dan berjalan menuju sofa lalu duduk
Alesha yang melihat Alian menghela nafas langsung mengerti bahwa ada sesuatu yang serius dan langsung mengikuti alian duduk di sofa yang ada di kamar itu.
"Sejauh mana hubungan kamu sama ziyan" tanya alian saat alesha sudah duduk di hadapan nya
"Ziyan? dokter ziyan" ujar alesha
alian pun mengangguk mengiyakan
"aku sama dokter ziyan gak ada hubungan apa apa kok bang" ucap alesha menjelaskan
Alian menghela nafasnya lega setelah mendengar jawaban dari alesha
"memangnya ada apa bang" tanya alesha bingung
"Abang mau kamu jangan terlalu dekat dengan ziyan ,kalau perlu jauhi dia" ucap alian yang semakin membuat alesha bingung
"kenapa bang" ujar alesha
"Ikuti aja apa kata Abang dek" ucap alian tegas dan tidak ingin di bantah
__ADS_1
Alesha pun mengangguk walaupun sebenarnya dia masih bingung dengan apa yang abangnya ucapkan
"Alesha kekamar dulu bang" ujar alesha dengan raut wajah bingung
sebelum alesha pergi Alian mendekat ke arah alesha
"ini demi kebaikan kamu ,Abang gk mau liat kamu sedih lagi" ucap alian sambil tersenyum dan mengelus kepala alesha
alesha pun tersenyum dan mengangguk walaupun dia tidak mengerti ,namun dia menurut saja
Setelah itu alesha pun pergi menuju kamarnya dengan berbagai macam pikiran yang campur aduk.
keesokan harinya alesha benar benar mengikuti kata kata Abang nya itu untuk tidak terlalu dekat dengan ziyan ,bahkan alesha menghindari ziyan seperti saat ini ,alesha yang tidak sengaja bertemu dengan ziyan di sebuah supermarket
saat alesha sedang mencari sesuatu ada yang memanggil namanya dengan suara yang tidak asing bagi alesha
"alesha" panggil ziyan
melihat ziyan alesha langsung teringat dengan ucapan abangnya yg menyuruh alesha untuk menjauhi ziyan
"Sedang apa kamu di sini" tanya ziyan yang membuyarkan lamunan alesha
"eh.. itu saya sedang membeli titipan mami saya dokter" ucap alesha sambil memikirkan cara untuk menghindar dari ziyan
"Maaf dokter saya buru buru ,saya permisi dulu" ucap alesha lagi dan langsung pergi meninggalkan ziyan
ziyan hanya menatap alesha yang sudah mulai menghilang
ziyan yang merasa bahwa alesha sedang menghindarinya pun teringat dengan kata kata alian
"Kenapa alesha seperti menghindar dari gua ya ,apa alian juga menyuruh alesha untuk menghindari gua " pikir ziyan
__ADS_1
"Ais astagfirullah ziyan GK boleh mikir yg enggk enggk gitu" ucap ziyan sambil mengelus dadanya
"Gua harus cari tau kenapa alesha menghindar dari gua" gumam ziyan
setelah itu ziyan pun pergi meninggalkan supermarket tersebut.
sedangkan alesha baru saja sampai di rumahnya dan langsung kedapur mencari maminya untuk memberikan barang yang di titip oleh maminya
"Mami itu titipan mami" ucap alesha sambil menghampiri Bianca
"Iya sayang taruh saja di meja situ ,dan terimakasih" ucap Bianca
"iya sama sama mami sayang" ujar alesha
"Oh ya.. alesha mau siap siap ke kampus dulu ya mi" ujar alesha lagi
"iya sayang " ucap Bianca
Setelah itu alesha pun pergi ke kamarnya untuk bersiap siap.
saat sudah selesai alesha langsung pergi ke kampusnya setelah berpamitan dengan maminya.
Hallo semua nya aku kembali lagi nih...
maaf ya baru bisa up sekarang
happy reading 💜
Bismillah semoga suka ya gays...
jangan lupa di kasih vote dan Like nya ya gays..
__ADS_1
maaf ya klo ceritanya membosankan baru permulaan😊