
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama.. mereka pun akhirnya sampai di rumah alesha..
"Sini sha gua bantu" ucap Amel sambil menghampiri alesha
Alesha pun turun dari mobil ziyan dengan perlahan ,namun baru melangkah sedikit alesha sudah merasakan sakit di kakinya..
Ziyan yang sedari tadi hanya memperhatikan saja akhirnya menghampiri alesha dan langsung mengangkat tubuh alesha
"Apa yang dokter lakukan" ucap alesha terkejut
"Hanya membantu" ujar ziyan dengan santainya dan berjalan menuju rumah alesha
"Tidak perlu dokter.. turunkan saya ,nanti dilihat sama Abang dan orang tua saya " ucap alesha panik
Ziyan tidak menghiraukan nya dan terus berjalan melangkahkan kakinya masuk ke rumah alesha
"Assalamualaikum" ucap mereka semua
"Waalaikumsalam" jawab ziyan yang sedang menuruni tangga
"Alesha ,kamu kenapa" tanya alian yang melihat alesha sedang di gendong oleh seorang lelaki ,dan alian langsung menghampiri nya..
"Turunkan saya dokter" ucap alesha yang masih di gendong oleh ziyan
Ziyan pun menurunkan alesha di sofa
"Kenapa kaki kamu di perban alesha" tanya alian sambil melihat ke arah alesha meminta penjelasan
Alesha pun menceritakan kejadian yang terjadi
"Kenapa kamu gak hati hati siii dek" ucap alian khawatir
"Alesha gak tau bang ,alesha gak ngeliat kalau di situ ada batu karang" ucap alesha sambil tersenyum sangat manis untuk membuat abangnya agar tidak khawatir
Sedangkan ziyan yang melihat alesha tersenyum seperti itu langsung terpesona
__ADS_1
"Cantik.. sangat cantik" batin ziyan sambil memandangi wajah alesha yang sedang tersenyum
"Terus ini siapa" tanya alian sambil melihat ke arah ziyan
Ziyan yang mendengar suara alian pun langsung tersadar dari lamunan nya
"Saya ziyan" ucap ziyan memperkenalkan dirinya
"Kamu pacarnya alesha" tanya ziyan yang langsung membuat alesha terkejut
Sedangkan Ziyan hanya menjawab dengan senyumannya saja
"Belum bang mungkin sebentar lagi" ucap Amel dengan santai nyaa..
Alesha langsung melotot ke arah Amel
"Dia dokter ziyan bang ,dia dokter yang pas itu nolongin aku" ujar alesha menjelaskannya
"Oh.. jadi kamu yang yang nolongin adek saya pas itu ,terima kasih dokter ziyan sudah menolong alesha ,kalo gak ada dokter gak tau lagi saya apa yang terjadi sama alesha" ucap alian berterima kasih
"Ah iya.. sama sama abangnya alesha" ucap ziyan yang tidak tau nama alian
"Iya.. panggil saya juga ziyan saja alian ,kita sepantaran" ucap ziyan
Alian pun mengangguk
"Bang mami sama papi kemana" tanya alesha
"Mami sama papi lagi menghadiri undangan dari teman papi" jawab alian
Alesha hanya berohria saja
Setelah itu pun mereka berbincang bincang
Saat hari sudah semakin sore mereka memutuskan untuk berpamitan pulang
__ADS_1
"Sha kita balik dulu ya" ucap Amel
"Iya sha ,semoga cepet sembuh" ucap Dira
"Iya.. makasih yaa" ucap alesha
Amel dan Dira pun mengangguk
"Saya pamit ya.. inget apa yang saya bilang tadi" ucap ziyan mengingatkan
"Iya dokter ,saya ingat ,terima kasih" ucap alesha
Ziyan pun mengangguk sambil tersenyum
Setelah mereka sudah pulang tinggalah alesha dan alian saja
"Dek Abang rasa dokter ziyan itu suka sama kamu" ucap alian
Alesha pun terkejut mendengar ucapan alian
"Gak mungkin bang" ucap alesha mengelak
"Abang bisa melihat dari tatapan matanya dek ,saat dia ngeliat kamu" ucap alian lagi
"Oh ya.. berarti sama dong ,sama tatapan Abang saat memandang Dira" ucap alesha menggoda alian
"Iss.. apaan si dek" ucap alian salting sambil menggaruk tengkuknya
Alesha pun tertawa melihat abangnya yang salting seperti itu..
"Assalamualaikum" ucap papi dan mami nya yang baru saja pulang
"Waalaikumsalam" jawab alesha dan alian berbarengan
Bismillah semoga suka ya gays...
__ADS_1
jangan lupa di kasih vote dan Like nya ya gays..
maaf ya klo ceritanya membosankan baru permulaan😊