Destiny Of Life Nissa

Destiny Of Life Nissa
Ta'aruf


__ADS_3

suasana sangat senyap di kelas bahkan sampai ada yang menggaruk garuk karna soalnya. Dan dosen hanya memberi waktu 60 menit untuk menjawab soal soal.


Dalam kurung waktu 15 menit Nissa mampu menyelesaikan soal itu lalu di susul oleh mita, mereka pun dipersilahkan untuk istirahat lebih awal.


Nissa dan Mita pun langsung pergi ke taman kampus. lalu Mita menceritakan soal ali yang menaruh perasaan pada nissa


"gimana nis.. soal perasaan kamu ke kak ali?" tanya mita


"aku rasa.. kak ali itu terlalu baik untuk aku,dan lagi aku jauh dari kata sholehah" kata nissa sambil menundukkan kepala nya


"aku juga bukan wanita yang sempurna" sambung nya dengan wajah murung


"niss.. kesempurnaan itu hanya milik allah, suatu pasangan itu saling menyempurnakan bukan mencari yang sempurna niss" kata mita sambil berusaha mendongak kan kepala nissa


"kan kak ali bakal pergi ke kairo.. jadi gk mungkin dong ka.." kata nissa yang terpotong oleh mita


"niss dengerin gue! jodoh itu ketetapan allah yang gk bisa di ganggu gugat.. kalo kamu beneran berjodoh sama kak ali,kamu syukuri aja" sambung mita sambil menepuk bahu nissa


"aku tau.. tapi aku ini banyak kekurangan nya mitt, kak ali pantes mendapatkan Wanita yang lebih baik dari aku mit.."


"seberapa banyak kekurangan mu.. allah akan tutupi dengan kelebihan mu.." kata mita dengan senyum yang penuh arti


"emm kita telpon Intan aja yuk mumpung kita ada waktu kosong" kata mita dengan berganti topik


"ide bagus tuh.." kata nissa dengan senyum lebar


Mita mulai melakukan panggilan video call ke Intan yang ada di Singapura.


tak menunggu waktu lama Intan langsung mengangkat nya


"assalamu'alaikum tan.." kata mita dan nissa


"walaikum salam yaa kawan surgaku.. hehehe" goda Intan


"aamiin semoga kita di pertemukan di jannah nya lillah" kata mita


"tan.. kamu gk kuliah?" tanya nissa


"enggak.. lagi gk ada kelas soalnya, kalian kenapa gk kuliah? gk ada tugas kah?" tanya Intan


"ada ujian mendadak terus yang udah selesai boleh keluar duluan, alhamdulillah nya aku sama nissa jadi yang pertama hahaha.." jelas mita


"heh jangan sombong!" kesal Intan


"ealahh kan kamu yang nanya kamprett!" kesal mita

__ADS_1


"tapi ya jawabnya gk usah sombong dong! Nissa aja gk sombong" kata Intan dengan nada sinis


"hehh kalian jangan ribut dong!" kata nissa mencoba meleraikan keduanya


"dia duluan!" kata mita sambil menunjuk ke arah Intan


"wehh edane.. kamu yang mancing juga!" Tungkas Intan


"heyy sudah dong.. sudah besar tapi kok kelakuan kayak anak tk gini sih!" kata nissa dengan setengah emosi


"yawdah aku minta maaf ya tan" kata mita dengan senyum


"aku yang kudunya minta maaf sama kamu.. maaf yo!" kata Intan


"iya.. maafin aku juga ya" kata mita


"nah gini kan enak jadi kita bisa pergi sama sama ke surga nya ALLAH" kata nissa yang sudah tidak emosi


"niss..dari tatapan mu aku tau kau itu sangat berani dan berambisi tapi kau terlalu memikirkan konsekuensi yang akan terjadi , aku akan bantu kamu untuk melawan si iblis itu dan mempersatukan kamu dengan kak ali" kata hati Mita sambil menatap nissa penuh arti


pagi itu banyak yang mereka bicangkan mulai dari persahabatan masa SMA mereka dengan kekonyolan kekonyolan yang pernah terjadi.


Nissa merasa dia tidak pernah punya beban,tekanan yang ia alami serasa hilang dengan kebahagian bersama sahabat sahabat nya.


Hanya sahabat nya lah yang bisa membuat nya bahagia,rasanya ia ingin menghetikan waktu agar kebahagian itu tidak pernah hilang


_ _ _ _ _


_ _ _ _


di rumah, ali terus terpikir untuk ta'aruf dengan nissa. ia menyukai nya dari tatapan matanya. tapi di sisi lain ia juga harus memperdalam ilmu agama nya di kairo.


hanya mengaruk garuk kepala nya. mengacak-acak rambutnya, berfikir apakah cinta nya akan terbalaskan?


"ya allah bagaimana ini.. hamba tidak bisa membohongi perasaan hamba sendiri.. tapi di sisi lain aku ingin membanggakan abi dan umi.. ahh pusing" gumam nya sambil menadahkan kepala nya ke atas dan mengacak-acak rambutnya


tiba tiba.. 'Tokk.. tokk..tok


"assalamu'alaikum ali?" panggil Maya dari luar


"eh, walaikum salam bi.. masuk aja!" kata ali


"ali.. ini bibi bawakan minuman dan cemilan.." kata maya


"wihh makasih bi.. jadi ngerepotin" kata ali sambil cengar-cengir

__ADS_1


"kamu gk pernah ngerepotin kok li.. kamu udah bibi anggap kayak anak sendiri lho, kenapa kamu gk tinggal di sini aja sih?" tanya maya


"makasih lho bi udah mau nganggap aku seperti anak bibi aku seneng.. tapi aku tetap gk bisa tinggal disini bi aku minta maaf.. karna aku ingin lebih mandir lagi bi" jawab ali


"bibi bangga punya ponakan kayak ali.. oh ya ini rambut kenapa acak-acakan gini?kamu lagi ada masalah ya?" tanya maya sambil melihat ke rambut ali


"eh, emm anu bi.. e-enggak papa kok bi" jawab ali dengan gugup sambil merapikan rambut acak-acakan nya


"jujur aja sama bibi li!" bujuk maya


"ali gapapa kok bi.." jawab ali


"li.." kata maya yang mulai mendesak nya


"sebenarnya ali sekarang bingung bi.." kata ali dengan raut wajah murung


"lho bingung kenapa? soal cewek ya?" goda maya


"kurang lebih sih b-begitu bi" jawab ali dengan gugup


"hah?! tumben kamu melirik wanita li? kayaknya nih cewek spesial banget ya?" goda maya


"ahh bibi mahh" kesal ali


"TA'ARUF li!" singkat maya


"hah?!" kaget ali


"ali.. kamu pasti tau kan hukum pacaran itu haram li.. jadi bibi saranin kamu untuk ta'aruf aja" kata maya dengan nada lembut


"aku sih memang langsung terpikirnya untuk ta'aruf bi.. tapi abi? umi? mereka pengen aku buat nimba ilmu ke kairo bi.." jawab ali


"apa kamu mau bibi bantu ngomong sama abi dan umi kamu li?" tanya maya


"aku rasa gk usah deh bi" jawab ali


"li.. jodoh gk akan kemana mana kok,sabar aja ok" kata maya sambil mengedipkan sebelah matanya


"yawdah bibi keluar dulu ya.." pamit maya yang mulai berdiri dan kakinya perlahan yang mulai pergi


"emm bi.." panggil ali dan membuat langkah maya terhent


"ada apa li?" tanya maya


"makasih ya bi atas saran nya" kata ali dengan senyuman nya

__ADS_1


"sama sama li.. bibi selalu doain yang terbaik untuk kamu, assalamu'alaikum li" kata maya dan langsung pamit dari kamar ali


ali terus saja memikirkan kata ta'arauf yang di ucap kan oleh bibi dan adik sepupu nya


__ADS_2