
Di kantor Dzaki dan Dani mengalami kendala,Maya pun juga berusaha mengusahakan kerja sama nya agar tetap stabil, dan tidak mengalami kebangkrutan
"Gimana ini Dan?.."Kata Dzaki
"Ahh.. Gue pusingg ini juga dzak.."Kata Dani sambil mengacak acak rambutnya
"Coba lu hubungi Bu Maya gih"Ucap Dani yang mulai frustasi
Dzaki pun langsung menghubungi Maya,tapi Maya sulit sekali dihubungi nya, Mungkin saking sibuk nya Maya mengurusi masalah yang ada
"Gimana?"Tanya Dani
"Gk diangkat.."Kata Dzaki
"Arghhhh"Teriak Dani sambil mengacak acak rambutnya
⛲⛲⛲⛲⛲⛲
Sementara itu di Singapura, Intan tengah beres beres barang yang ia bawa dari Indonesia
Tak sengaja kotak kecil berwarna peach jatuh dari tas favorit nya, Intan ingat bahwa kotak kecil itu pemberian dari Dzaki
Dengan wajah yang sudah bersemu merah, ia pun membuka kotak kecil itu
Saat ia membuka kotak kecil tersebut, ada sebuah gantungan kunci berbentuk hello kitty dan sebuah kertas berisikan surat
Saking senang nya itu jungkir balik di kasur dan melompat-lompat di atas kasur nya dan berteriak teriak,belum membaca surat nya saja sudah membuat nya gila, bagaimana jika dia membaca nya bisa bisa masuk rumah sakit jiwa dia
__ADS_1
Hingga kakak nya pun yang baru saja pulang dari kantornya, melihat kelakuan adik nya yang sedikit 'gila
"What are you doing?" Bingung kakak nya
"Eh kak rena udah pulang.."Kata Intan dengan wajah tanpa dosa
Rena adalah kakak perempuan nya,dia kakak kedua setelah Dani. Paras cantik nan manis nya membuat kaum adam ingin memiliki nya, tapi berjuta juta lelaki (enggak jutaan juga sih😅) yang menyatakan perasaan nya kepada Rena. Ia tolak, bahkan tak sedikit dari mereka dari kalangan orang kaya
Entah tipe lelaki seperti apa yang ia inginkan, hingga menolak semua para lelaki
"Are you crazy?"Kata Rena sambil menaikan sebelah alis nya
"Yes.. I crazy because love"Kata Intan sambil memeluk guling nya
"Apa perlu kamu kakak bawa kerumah sakit jiwa?"Ketus Rena
"Ya ampun dek.. Kamu panas!"Kata Rena sambil memegang kening Intan
"Iya panas dingin gara gara cinta hiyaaa"Teriak Intan
"Shit! Bisik lu! Cinta mulu lu.. Makan nih cinta makan!"Kesal Rena sambil memasukan kertas yang telah ia gumpal gumpal ke mulut Intan
Rena pun pergi dari kamar Intan , Ia takut jika nanti nya ia tertular gila cinta seperti adiknya
Setelah kakak nya pergi dari kamar nya, Intan mencoba membaca surat nya
'Hai tan.. makasih ya udah jadi sahabat yang baik bagi Nissa,udah bikin dia tertawa,maaf kak Dzaki cuma bisa ngasih gantungan ini,kak Dzaki udah nganggep kamu kayak adek sendiri.
__ADS_1
semoga kamu bisa wujudin cita cita kamu ya...(^_^;)'
Hati Intan pun seperti terbang ke langit cinta,ia terus saja menciumi kertas itu bolak balik. Mungkin ia masih belum mengerti apa maksud kata 'adek sendiri' disurat itu
Ia pun langsung bercerita kepada Nissa,ia terus saja bercerita kepada Intan ditelpon sambil berteriak teriak bak Tarzan di hutan
"Woyy berisikkk"Kesal Rena yang mendengar teriakan adik nya
"Sirik aja!"Gumam Intan
"apaan sih aku gk sirik! orang biasa aja"Sinis Nissa
"Ehh.. bukan kamu zheyenkk tapi nenek lampir yang ada di rumah aku hehehe"Gurau nya
"Eh kamu jangan berharap lebih ya.. takut nya cinta kamu cuma sepihak aja malah nyakitin hati kamu"Kata Nissa
"Tapi aku tuh yakin banget seratus persen niss... ahh gk sabar pen cepet² lulus"Kata Intan
"Hmm terserah kamu lah aku mau tidur dulu ya.. capek badan aku hehehe"Kata Nissa
"Yaudah selamat bocan zheyenkk muach!"Goda Intan
"ishh jijik ahh!"Ketus Nissa
Nissa pun mematikan telpon nya,mata nya sudah tak sanggup menahan kantuk,sementara itu Mita sudah tertidur pulas,menggorok pula
Sementara Intan tidak menghilangkan senyum nya selama tidur,terbayang akan Dzaki di pikiran nya
__ADS_1