Destiny Of Life Nissa

Destiny Of Life Nissa
Fitnah


__ADS_3

'Tok.. tok.. tok


'krek..


"papa.." kaget nissa


"nissa"kata farhan dengan nada lembut


anak bapak itu pun saling berpelukan melepas rasa rindu yang sudah lama tak berjumpa


Tapi ada kebencian yang mendalam dari sofiya saat melihatnya, ntah kenapa ia sangat benci kepada nissa.


"papa kok pulang nya malem banget sih?" tanya nissa sambil menahan air mata


"tadi macet di jalan sayang.. belum lagi penerbangan papa agak tertunda"kata farhan


lalu tiba tiba dzaki datang dan langsung berlari ke arah farhan dan langsung memeluk nya


"Dzaki kangen banget sama papa!" kata dzaki masih dalam pelukan sang ayah


"sama papa juga kangen kok.. papa kangen sama kalian semua" kata farhan


Tiba tiba sofiya datang dan berperan sebagai istri dan ibu yang baik terhadap keluarga nya


"mas farhan.." panggil sofiya

__ADS_1


"sofi.." kata farhan


"mas farhan, aku tadi udah siapin makanan buat kamu di meja makan" kata sofiya dengan senyum manis nya


"makasih ya sof.. tapi aku ingin bersih bersih dulu,kan habis dari perjalanan jauh" kata farhan


"baiklah mas aku siapkan air hangat untuk mu ya.. dan anak anak kembali ke kamar kalian ya.. istirahat ok!" kata sofiya


Nissa dan Dzaki kembali ke kamar masing masing, dan sofiya langsung menyiapkan air hangat untuk suami nya itu


"sofiya gimana nissa?" tanya farhan


"gimana apa maksud mas?" tanya sofiya balik


"Nissa di rumah kayak gimana sehari hari nya?" tanya farhan


"huft, aku tak mengerti mengapa ia bisa berubah sedrastis ini?!" kesal farhan


"kurasa dia salah pergaulan.." ketus sofiya


"tapi dia dalam didikan mu! peran mu itu sebagai seorang ibu kepadanya bagaimana?!" kesal farhan


"Yaa memang aku sebagai ibu dirumah ini.. tapi dia menganggap ku hanya ibu tiri dia merasa bahwa aku ini tidak ada hak untuk mengatur nya" kata sofiya sambil menyakir mata nya


tanpa di sadari dibalik dinding dapur nissa mendengar percakapan papa dan ibu tirinya,ia tidak menyangka ibu tirinya memfitnah nya seperti itusofiya..pan ayah nya,tak terasa air mata mengalir di pipi nya ingin rasa nya ia berteriak dan melawan ibu tirinya tetapi tidak bisa.. akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamar nya

__ADS_1


saat di kamar ia hanya bisa menangis,kata kata yang di ucap kan ibu tirinya kepada papanya selalu tergiang di kepala nya,dia tidak tau harus kepada siapa ia bercerita..


"maaa aku pengen ikut sama mama.. hiks hiks hiks.. kenapa sih mama tinggalin aku, dan kenapa tante sofiya yang harus menggantikan posisi mamaa" lirih nissa dengan air mata yang membasahi wajah nya


Sedang kan di kamar dzaki ia tengah di sibukkan oleh telpon sang kekasih yang bernama Indah,mereka sudah menjalin hubungan kurang lebih 6 bulan


"emm sayang gimana hari minggu kita jalan.." ajak dzaki


"yawdah tapi kamu ke rumah ya.. bilang sama papa aku ok" kata Indah


"aku harus bilang apa? bilang ngelamar kamu gitu?" goda dzaki


"ishh apaan gk jelas dehh, kamu serius gk ngajak aku jalan?" kata Indah sambil menahan malu


"iya sayang malah duariuss" jawab dzaki


"yawdah kalo gitu udah dulu ya.. aku ngantuk nih besok pagi aku harus kuliah, ada kelas soalnya" kata Indah


"yawdah good night sayang.. semoga mimpi indah" kata dzaki


"pasti indah lah kan aku mimpiin kamu" gombal Indah


"ciee yang gomball udah ah tidur sana" kata dzaki


"iya sayang.. love you byeee" kata Indah

__ADS_1


"love you too sayang" kata dzaki


Dzaki pun mematikan telpon nya.. dan langsung terlelap tidur,dan nissa pun di kamar juga telah tertidur dibasahi oleh deras nya air mata yang turun dari matanya


__ADS_2