Destiny Of Life Nissa

Destiny Of Life Nissa
Perang Bantal


__ADS_3

Hari hari mendekati ujian. Nissa dan Mita pun mempersiapkan yang terbaik,Walau mereka mahasisiwi yang cerdas mereka tetap tekun belajar dan tidak menyombongkan diri


"Ciee yang mau ujian.. serius amat" Goda Intan


"Ck.. kamu mah enak udah selesai ujian nya! kan kita belom"Ketus Nissa


"Sloww atuh niss.."Kata Intan


"Tapi kok aneh ya.. aku sama Nissa ujian nya sekarang tapi kamu kok udahan duluan sih?" Tanya Mita dengan polos.membuat Nissa dan Intan tertawa terpingkal pingkal melihat kepolosan Mita


"Haduhh mit.. mit.. kamu ini, negara kita kan berbeda dan waktu nya juga berbeda gimana sih kamu!"Kata Intan sambil tertawa kecil


"Eh iya ya.."Kata Mita


"Astagfirullah.. kok kalian malah pada ngobrol bukannya belajar?"Kata Maya yang sedang membawa minuman untuk mereka


"Intan nya bun.. gangguin mulu"Kata Mita sambil memajukan bibir nya


"Ihh kok aku sih yang di salahin! kan tadi kamu yang nanya terus aku jawab lah"Kata Intan berusaha membela


"Tapi kan kamu yang mulai godain aku sama Nissa belajar.. baru abis itu aku nanya!"Kesal Mita


"Tapi kan kalo abis itu kamu gk nanya, aku gk bakal ngejawab"Ketus Intan sambil melempar nya dengan bantal sofa


"ishh apaan sih kamu!"Bentak Mita. sambil membalas melempar bantal ke Intan. Akhirnya terjadi lah perang bantal antara mereka berdua,dan ejekan ejekan konyol mereka. Nissa dan Maya hanya geleng kepala melihat kelakuan mereka yang seperti bocah


'Prakkk..


bantal yang Mita lempar tak sengaja mengenai vas bunga kesayangan bunda nya


"Udah... Stopp!!... "Teriak Maya


"Astagfirullahal 'adzim.. kalian tuh udah gede! bukan anak kecil lagi! ngerti gk!"Kata Maya dengan meninggikan suara. Nissa yang takut kena imbasnya pun hanya menutup wajah nya dengan buku


"Assalamualaikum'


"Walaikumsalam'

__ADS_1


'Krik..krik..krikk


"Ali? kok kamu gk ngetok pintu dulu sih? itu gk sopan!" Tegas Maya. Ali hanya menaikan sebelah alis nya


"Nih bocah bocah pasti bikin ulah sampe bikin bi maya marah keluar tanduk.. Ckckck" Kata Ali dalam hati


"Maaf bi.. tadi Ali udah salam dari tadi,tapi gk ada yang jawab.. padahal di dalam berisik"Kata Ali dengan santai


"Kamu nyindir bibi?" Sinis Maya


"E.. engak bi.. Ali gk maksud nyindir"Kata Ali dengan gugup


"Kamu kan tau sopan santun li! tau adab,harusnya jangan nyelonong masuk ke rumah orang gitu aja dong! walau bibi ini sodara kamu, kamu juga harus tau etika li!"Kesal Maya


"Hmm kemarin bilang kalo mau kerumah silahkan aja.. pintu slalu terbuka buat kamu.. gimana sih!"Gumam nya sambil memainkan bibirnya


"ngomong apa kamu li?"Ketus Maya


"E..enggak bi.. kalo gitu ali balik ke kost an aja ya bi"Kata Ali


"ehh masa kamu baru nyampe udah pulang aja.. minum dulu!"Kata Maya


Saat Maya pergi membuat minum untuk ali ke dapur, Ali pun menanyakan kepada Mita,Nissa,dan Intan


"Kalian bikin masalah apa?"Tanya Ali dengan nada tajam


"Kepo amat!"Ketus Mita


"Nissa.. kalian bikin masalah apa?"Tanya Ali


"Taad.."


"Nissa teross!"Potong Mita dengan nada sinis. Ali langsung melototi sepupu nya dengan sorotan tajam


"Kenapa yang ditanya Nissa?! Kan ada Intan.. emang cari kesempatan aja nih orang" Gerutu mita dalam hati sambil membolak balikan halaman buku nya


"Nissa?" Panggil Ali

__ADS_1


"Emm gini kak.. tadi Mita sama Intan pada perang bantal,terus Mita jatuhin vas bunga nya bunda maya.. abis itu bunda maya marah deh"Jelas Nissa


"Wahh parah kamu mit! Itu kan vas bunga kesayangan nya bi maya.. dari almarhum ayah kamu!"Kata Ali


Tiba tiba saja Mita menangis dengan wajah tertutupi bantal. Apapun yang mengingatkan tentang ayah nya, ia pasti menangis. Karna ia merasa bahwa ayah nya pergi karena nya, saat menolong mita yang hampir tertabrak mobil


"Loh maya kok kamu nangis?"Bingung Nissa dan Intan


Bukan nya menjawab Mita malah nangis dengan suara kencang. Nissa dan Intan hanya menggaruk tengkuk kepala mereka masing masing


"Hayoo loo kak alii... Mita nangis tuh!"Goda Intan


"Loh kok kak Ali sih?"Kata Ali tanpa raut wajah bersalah


Maya yang mendengar tangisan Mita pun buru buru ke ruang tengah. Dia melihat putri nya sedang menangis


"Sayang.. kamu kenapa kok nangis ? bunda janji deh gk marah lagi kayak tadi"Kata Maya berusaha menenangkan Mita


"Mita minta maaf bun.. udah mecahin vas bunga Kesayangan bunda dari ayah.. hiks..hiks"Kata Mita sambil menangis


"Ali..'


"Maaf bi keceplosan hehehe"Kata Ali dengan wajah tanpa dosa


"hmm.. udah udah mit.. kamu gk usah nangis bunda gk marah kok.. udah ya"Kata Maya


Akhirnya Mita pun berhenti menangis dan memeluk maya dengan sangat erat


"Umm pengenn"Kata Nissa dan Intan


"Sini dong"Kata Maya. Akhirnya mereka pun berpelukan (kecuali Ali ya.. kan bukan mahram hehehe😆)


"Udah kalian lanjutin lagi belajar nya ya.. bunda mau keluar sebentar ke supermarket"Kata Maya


"Iya bunn'


"Assalamualaikum" Kata Maya

__ADS_1


"Walaikumsalam'


Mereka pun lanjut belajar,dan ali pun bermain di kamar yusuf karna tidak ingin menggagu mereka yang sedang belajar


__ADS_2