Destiny Of Life Nissa

Destiny Of Life Nissa
Kekhawatiran Farhan


__ADS_3

"Assalamu'alaikum.."Kata Mita,Nissa dan Intan


" Walaikum salam "Sahut Maya


'Krekk


"eh.. kalian dah balik" Kata Maya


"Udah lah bun.. kalo belum,kita gk ada disini lah.." Kata Mita


"Iya.. yuk masuk" Kata Maya


Mereka pun masuk,dan duduk diruang tamu, Mita juga memperkenalkan Intan pada Bundanya


"ini Intan bun namanya.." Kata Mita


"Ohh.. kamu yang kuliah di luar negri itu kan?"Tanya Maya


"Iya tante.."Jawab Intan


"kamu sendiri ke Indonesia nya?"Tanya Maya


"Iya tante.. Papa sama kakak aku masih sibuk sama pekerjaan nya" Jawab Intan


"Emm Mama kamu juga di Singapura?" Tanya Intan


"Aku.. gk tau mama aku dimana.. mama ninggalin aku waktu aku masih kecil" Kata Intan dengan nada sedih


"Sebenernya ada sih kakak aku satu lagi disini,namanya kak Dani,tapi aku gk tau dia tinggal dimana sekarang" Sambung Intan


"Yawdah nanti kita cari aja kakak mu itu!" Kata Nissa


"Iya makasih ya Niss.." Kata Intan


"Makasih nya ke Nissa doang nih?" Kata Mita


"Iya.. Makasih juga buat Tante.. karna udah ngizinin aku nginep di sini" Kata Intan


"Ishh.. kok ke gue enggak sih?" Kesal Mita


"Iya.. makasih!"Jutek Intan


"Udah.. Intan anggap aja tante ini Mama kamu sendiri,panggil tante Bunda aja ya" Kata Maya dengan lembut


"Makasih ya tante..eh bundaa" Kata Intan dengan mata yang berbinar binar


'Tuttt

__ADS_1


Semua mata tertuju kepada Mita


"Ishh jorok tau kak.." Kata Yusuf yang tiba tiba lewat


"Tau ih.. jorok! udah tau suasana nya lagi melow gini" Kata Intan


"Ya maaf.. kelepasan,lagian gk bau kan.." Kata Mita


"Bau sih enggak.. tapi Malu sih iya hahaha" Ledek Nissa


Suasana tadi nya melow tiba tiba menjadi tawa, Maya memang sosok ibu yang baik bagi anak nya,bahkan kepada anak orang lain pun ia anggap seperti anak sendiri


"Ehh kalian udah pada makan belum?" Tanya Maya


"Belum bun.." Kata Mita


"Hah?!belum? tadi kan kita udah makan dijalan" Kata Nissa


"Belum dua kali maksud nya hehehe" Receh Mita


"Ya ampun mit.. kamu belum kenyang juga?kan tadi udah nambah dua kali" Kata Intan


"Ya kan capek.. nginjek gas terus, dari rumah ke bandara,terus balik lagi,ya capek lah" Kata Mita


"Ya ilah cuma setengah jam doang" Kata Intan


"Lo sebenernya ikhlas gk sih jemput gue?!" Kesal Intan


"Kalo gue gk ikhlas gk bakalan mau jemput lo!" Tungkas Mita


"Ishh kenapa pada ribut sih?" Kata Nissa


"Tau nih udah gede juga! kasian itu mulut nya!" Kata Maya yang mencoba menengahi mereka


"Kok malah kasian ama mulut sih bun?" Kata Mita


"Ya iyalah kasian.. mulut nya di buat adu mulut mulu!ditambah lagi omongan nya kasar! mau nambah dosa?!" Tegas Maya


"I..iya bun,kita gk adu mulut lagi deh.." Jawab Mita dengan gugup


"Iya bun.. Intan juga gk bakal berantem lagi sama Mita.." Kata Intan


"Sipp" Kata Maya sambil mengangkat kedua jempol mereka


"Yawdah kalo gitu kita makan ya" Ajak Mita


Mereka pun mengikuti Mita makan,entah mengapa Mita makan selalu saja banyak tapi aneh nya bentuk tubuhnya tidak berubah, tetap saja kurus

__ADS_1


"Alhamdulillah.. kalo gitu kita salat jamaah dulu yuk" Kata Maya setelah selesai makan


Mereka pun segera bersiap siap untuk shalat


_ _ _ _


Diwaktu yang bersamaan ayah nissa sedang sakit karna terlalu memikirkan Nissa, Sementara Sofiya sedang bersenang senang dengan lelaki lain diluar sana


"Nisaa.. nisaaa"Kata Farhan yang sedang menginggau


Mendengar igauan itu,Dzaki yang sedang di rumah segera mengecek ke kamar Farhan


"Pa.. papa kenapa?" Kata Dzaki dengan penuh khawatir


"Nissa.." Lirih Farhan


Dzaki semakin bingung, jika dia membawa Nissa ke rumah yang ada mama nya akan membuat Nissa lebih dalam bahaya,tetapi jika Nissa tidak ada,yang ia takutkan papa nya akan semakin parah


Farhan pun perlahan membuka mata nya, dan menayakan tentang Sofiya


"Sofiya mana dzak?" Tanya Farhan


"Harus jawab apa ya? kan gua gk tau Mama dimana,jangan jangan mama lagi sama lelaki yang kemarin itu" Batin Dzaki


"Dzak..?" Panggil Farhan yang mencoba menyadarkan Dzaki dari lamunan nya


"Eh iya pa.. itu Mama lagi.. lagi.. lagi nyari Nissa paa" Jawab Dzaki dengan gugup


"Hmm.. sebenernya Nissa dimana ya dzak? meskipun Nissa melakukan hal seperti itu,Papa tetap akan memaafkannya.. Papa sayang banget sama Nissa" Kata Farhan yang diiringi oleh air mata


"Pa.. papa harus yakin! Nissa gk mungkin melakukan hal sehina itu.. Semua ini mungkin hanya rekayasa seseorang,Semua ini pasti ada dalang nya pa.. Lagian juga kan ada Dzaki pa.. meskipun Dzaki anak tiri.. tanya dzaki udah anggap papa itu,kayak papa Dzaki sendiri" Kata Dzaki


"Kamu ini buk.." Kata Farhan


"Assalamu'alaikum Mas.. Dzak.." Panggil Sofiya yang tiba tiba datang entah dari mana


"Walaikum salam'


" Sofiya.. gimana Nissa nya? udah ketemu?"Tanya Farhan


"Maksud mas?"Tanya Sofiya dengan Bingung


"Tadi kata Dzaki kamu lagi cari Nissa" Kata Farhan


"Owhh.. iya mas aku abis cari Nissa,tapi belum ketemu mas" Jawab Sofiya


Dalam benaknya ia masih tak percaya jika putri nya melakukan hal sehina itu

__ADS_1


__ADS_2