
''Ahh kezelll banget aku.." Rengek Mita
"udah ilah gk usah di pikirin terus.. Tinggal beli yang baru susah amat!" Celutuk Intan yang sedang menyetir
"Enak banget lu ngomong! itu hp banyak banget kenangan nya tau! Disitu banyak foto² Alm.ayah aku,dan tuh hp kan aku beli pake duit tabungan aku sendiri!" Kesal Mita
"Lagian kan kamu nya juga sih Mit.. segala mau bilang yang enggak enggak sama abi nya kak Ali, ya wajar aja dia marah" Kata Nissa
''Belain terozz aja!.. mentang mentang demen!" Sinis Mita
"Gk gitu mit maksud aku tuh, tapi kan.." Ucap Nissa
"Perasaan kayak nya gue mulu dah yang salah.. yang ngebanting hp dia, kenapa gue yang terpojok sih?"Potong Mita
"Loh kok berhenti tan?" Tanya Nissa. Karena tiba tiba saja Intan memberhentikan mobil nya
Setelah 10 menit kemudian Intan kembali dan membawa sebuah kantong kresek,lau melemparkan nya kepada Mita
"Ini apaan?"Tanya Mita
"Buka aja napa!" Kata Intan
Saat Mita mengambil sesuatu dari dalan kresek tersebut,dan saat ia lihat itu adalah sebuah handphone keluaran terbaru,bahkan lebih bagus dari pada punya nya yang di banting
"Tan.. ini serius buat gue?"Tanya Mita dengan girang
"Bukan! buat kucing lu!.. ya buat lo lah,gue tuh males dengerin clotehan lu mulu dari tadi"Ketus Intan
"umm makasihhh.. terhura akuu"Kata Mita
"Terharu kali!" Kata Nissa
"Biarin apa! mulut mulut ku ini!"Ketus Mita,Nissa pun hanya menghela nafas dengan dalam
"Owh ya nis.. tadi yang pake jas biru itu beneran kak Dzaki kakak lo?" Tanya Intan
"iya bener.. itu kak dzaki,emang nya kenapa?" Kata Nissa
"Dia masih jomblo gk?" Tanya intan
"Kalo soal itu sih aku kurang tau deh" Kata Nissa
"owhh" Singkat Intan dengan nada kecewa
"Kamu naksir ya?"Goda Nissa sambil menoel dagu Intan
"Iya hehehe,tapi kalo dia udah punya pacar... hancur udah harapan ku"Kata Intan secara blak blakan kepada Nissa
"Ya udah selagi janur kuning belum melengkung masih bisa kamu tikung hahaha"Receh Mita
"Ahh gk mau nanti kesan nya jadi palkor gue,gk!gk mau,Kayak aku ini cewek gk laku aja!" Kesal Intan
"Ishh! tikung nya pake do'a lah pea! gimn sih lo!"Sinis Mita
"Emang ampuh?" Tanya Intan dengan polos
__ADS_1
"Lu kata obat ampuh?"Ketus Mita
"Ishh serius mit!"Kesal Intan
"Hmm.. gini ya, di sepertiga malam lu sholat setelah itu lu do'a bawa nama nya,yakin dan selalu positive thinking aja.. simple kan?"Jelas Mita
"Ya udah nanti aku coba deh" Kata Intan
" Kamu udah pernah nyoba? nama siapa yang kamu sebut?" Goda Nissa
"Siapa? aku cuma nyebut nama alm. ayah aku dan bunda aku doang.."Kata Mita
"Masaa?" Kata Nissa dan Intan
"Astagfirullah.. kalian ini, su'udzon terus sama aku! Emang aku suka sama siapa juga" Ketus Mita
"Artinya kamu gk laku dong? hahaha sian amat" Ledek Intan dengan tawa
"Noval kali ya mit?"Goda Nissa
"Amit amit gue harus ama si tempe mendoan itu! kayak gk ada cowok lain aja"Kesal Mita
Di mobil mereka pun saling lempar ejekan,dipenuhi dengan tawa hingga sampai dirumah pun masih tetap mengejek
_________________________
"Jadi gimana bu Maya?"Tanya Dani
"Seperti nya saya lebih suka dengan rancangan yang di awal tadi,karna menurut saya terlalu banyak yang akan dirugikan"Ucap Maya
"Tapi bu maya.. Jika kita dengan rencana seperti itu maka terlalu banyak konsekoensi, dan banyak modal yang harus dikeluarkan"Kata Dani
"Lebih baik modal banyak diawal dari pada bangkrut di akhir pak.."Kata Maya
"Kalo kita bisa berhasil maka keuntungan yang didapat akan lebih besar pak.."Sambung Maya
"Iya saya juga sependapat dengan Bu Maya"Kata Dzaki
"Jadi bagaimana pak dani?"Tanya Maya
"Saya rasa 2 banding 1 ini kalian menang jadi saya rasa saya setuju hahaha"Gurau Dani
"ternyata pak dani ini masih sama.. masih humor hahahaaa"Goda Maya
"Iya humor.. tapi gk laku laku hahaha"Ledek Dzaki
"Jadi pak dani masih jomblo?"Tanya Maya dengan nada agak meledek
"Bukan nya gk laku.. tapi saya lagi nyari yang setia aja,padahal banyak yang lagi ngantri in saya loh hahaha"Kata Dani
"Milah milih aja terus nanti kalo gk ada yang mau ****** kau hahaha"Ledek Dzaki
"Kayak sendiri nya enggak aja lu!" ketus Dani
"Lah gue mah udah punya Indah.. sedang kan lo masih aja jomblo!"Sombong Dzaki
__ADS_1
"ohh jadi pak Dzaki sudah punya pasangan?"Tanya Maya
"iya.. insyaa allah setelah dia lulus kuliah,mau saya ajak ke KUA suruh tanda tangan hehehe"Receh Dzaki
"Iya tanda tangan tapi bukan ama lo hahaha"Ledek Dani
"Tadi nya saya niat jodohin anak saya sama pak Dzaki loh"Goda Maya
"Buat saya aja bu.. Nanti ke enakan nih orang kalo punya dua.. bisa bisa.." Kata Dani
"Bisa² apa?"Tanya Maya
"Ehh enggak engak deh"Jawab Dani
"Emm emang nama anak bu Maya siapa?" Tanya Dzaki
"Nama nya.. Mita,dia anak pertama saya"Kata Maya
"Mi..Mita?... Maksud nya Mita sepupu nya Ali? Temen nya Nissa?"Tanya Dzaki dengan antusias
"Iya... kamu kenal dengan Ali dan Nissa kah?"Tanya Maya
"Saya.. sahabat nya ali,dan kakak tiri nya Nissa"Jawab Dzaki dengan gugup
"Jadi kamu kakak nya Nissa?"Tanya Maya dengan nada agak nge gass
"Iya.. bu"Jawab Dzaki dengan malu malu
"emm kakak tiri??"Tanya Maya
"iya bu.."Singkat Dzaki
"Kok kayak mirip ya? kayak gak beda jauh sama Nissa gitu"Kata Maya dengan yakin
"Soal itu saya juga kurang tau deh"Kata Dzaki
"Emang iya apa muka gue mirip ama Nissa?Perasaan gue laki Nissa cewe.. dimana coba letak kemiripannya?" Gumam nya. Sontak Dani yang mendengar nya menahan tawa,dia berpikir 'Sebenernya temen gue ini pinter kelewatan apa ****** sih' ya seperti itulah mungkin menurut nya
"Kenapa pak dzaki?"Tanya Maya
"eh enggak bu.. emm memang nya Mita masih sendiri ya?" Tanya Dzaki agak gugup
"Iya.. kayak nya dia yang masih jomblo diantara sahabat sahabat nya hahaha"Ucap Maya
"Buat saya aja deh.."Celutuk Dani. refleks Dzaki langsung menginjak kaki Dani yang ada di sebelah nya
"lu tuh dah punya cewek Dzaki.. masih aja ngembat anak orang" Gerutu Dani dalam hati
"Emm seperti nya sudah cukup deh meeting nya"Kata Dzaki
"Baiklah kalo gitu.. saya permisi,semoga kita bisa menjalin kerja sama yang bagus"Kata Maya. Niat Dzaki ingin bersalaman,tetapi Maya sudah menyatukan kedua telapak tangannya dan menaruh nya di dada.'Aduhh malu gue' batin nya
"Saya permisi.. Assalamualaikum"Kata Maya
"Walaikumsalam'
__ADS_1
Tampak sekali wajah murung Dzaki,Hati nya pun tidak karuan mengenai soal perasaan nya,Ia sangat menyayangi Indah pacarnya,tapi hatinya tertarik pada Mita