
sejak dahulu kala tidak ada yang pernah mengetahui bagaimana dunia bekerja, yang kuat memangsa yang lemah, dan yang lemah hanya bisa pasrah menunggu waktu, begitulah hukum alam.
Kejam ?
tapi itulah peraturan yang dibuat oleh para dewa kuno, entah apa yang membuat mereka menciptakan hukum tersebut. apakah mereka bermaksud mempermainkan kita atau justru sebaliknya mereka ingin melindungi kita ?
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
afrika, 28 agustus 2005
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
sekelompok pembunuh bayaran sedang menjalankan misinya, tapi pemimpin kelompok tersebut hanya terdiam sepanjang perjalanan menatap dokumen yang berisikan target mereka.
brummm...... *suara truk*
"target kita selanjutnya siapa bos ?"
ucap salah seorang anggota pembunuh bayaran bernama jehan, namun ia hanya terdiam dengan wajah kebingungan.
"Bos ?"
"Bos..?"
"Bos Boris !!!"
"ah.. ya ada apa ?"
ucap boris sambil mengelus dada
"kau baik baik saja bos ?" tanya jehan, rupanya jehan hanya khawatir boris tidak fokus pada misi ini. boris pun merespon pertanyaannya dengan segera
"ahh... y..yaa... tidak apa - apa, tadi apa pertanyaan mu ?" tanya boris dengan tergagap gagap
"tadi aku bertanya kepada bos, target kita selanjutnya siapa" ucap Jehan
Boris pun menatap kembali dokumen dokumen yang berada ditangannya
"hmmm..... menurut data yang dikirim oleh klien, target kita selanjutnya seharusnya adalah seorang pengusaha minyak bumi bernama Berna Musyrid, tapi menurut kesaksian warga sekitar dia seharusnya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu"
"Haahh..!?" serentak setelah mendengar perkataan Boris, para pembunuh bayaran itu kaget.
"waduhh.... jangan jangan kita ditipu nih" ucap Doris teman dari Jehan.
"Lihat saja kalau sampai kita ditipu, akan kuhabisi keluarga si tua bangka itu !" teriak Jehan sambil menggenggam pisau nya dengan erat.
"tenanglah, tidak ada seorangpun yang berani menipu bos kita, ya kan bos ?" ucap Ben teman seperjuangan mereka.
setelah mendengar ucapan Ben, Jehan dan Doris pun tenang karena mereka bertiga percaya bahwa Boris adalah pemimpin yang akan membawa mereka ke masa masa yang indah. tetapi, sayangnya hari ini adalah hari terakhir mereka dapat mengobrol dengan santai, karena ada "sesuatu" yang menginginkan nyawa mereka.
setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di tempat target mereka tinggal, suasana yang begitu mencekam menyambut mereka saat melangkah turun dari truk. tidak ada tumbuhan hidup disekitar rumah tersebut, hanya ada pohon kering dan beberapa burung bangkai yang singgah di pohon itu. mereka merasa seperti berada di alam lain, langkah demi langkah terasa berat dan tidak ada seorang pun yang berani bicara, sadar akan hal itu Boris pun mengambil inisiatif untuk mencairkan suasana.
"WOY..!!!" teriak boris
seketika mereka pun kaget dan hampir kencing dicelana
"Bos..!!! kau ini sungguh kejam pada ku..." ucap Jehan dengan wajah pucat
"Ha Ha Ha Ha Ha kalian ini hanya panggilannya saja pembunuh bayaran, tapi nyalinya hello kitty" ejek Boris kepada bawahannya.
"aneh, manusia mana yang mau tinggal di tempat kumuh seperti ini, ditambah lagi si Berna ini adalah orang kaya tapi kok tinggalnya disini apa dia sudah bangkrut ?"
Boris pun terheran heran akan keadaan target mereka ini.
"entahlah, bagaimana pun keadaannya misi tetaplah misi. kita harus segera menghabisi orang bodoh ini" balas Doris dengan wajah yang semangat.
__ADS_1
mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah tersebut,
GUBRAK !!!
GUBRAK !!!
GUBRAK !!!
*Suara dobrakan pintu*
Pintu rumah tersebutpun akhirnya berhasil diterobos, begitu pintu terbuka. suasana menjadi berat kembali, tekanan yang luar biasa tidak dapat mereka hindari. jangankan bergerak bernafaspun sulit, tapi Boris dan bawahannya tidak putus asa mereka berjalan selangkah demi selangkah.
" Arghh..... Tekanan yang sungguh luar biasa ! apa yang terjadi ? seakan akan udara disekitar menipis !" teriak Jehan dengan wajah yang pucat.
"entah apa yang terjadi, aku pun merasa seperti itu" balas Doris
"Sama aku juga, tapi kita harus tetap maju untuk menyelesaikan misi ini, kita sudah berjanji kepada pak tua itu untuk membantunya" Boris hanya bisa menyemangati bawahannya.
30 menit berlalu dan mereka sudah diambang batas
"Arghhh.... aku sudah tidak kuat lagi boss... katakan pada pacarku kalo aku sebenarnya bukan perempuan" ucap Doris dengan pasrah
"Sialan kau Doris udah mau mati masih aja ngelawak" balas Jehan
Gubrak..!!
ada suara seperti benda terjatuh dibelakang mereka, setelah mereka melirik kebelakang. ternyata itu adalah Ben yang telah pingsan
"Benn..!" teriak Boris, boris pun langsung menghampirinya dan memeriksa keadaan Ben.
"Bosss... a..aku sudah tidak tahan lagi"
Keluhh Ben sambil terengah engah dan menggenggam tangan Boris.
"BENN...!!!" Boris pun terpukul atas gugurnya Ben, dan ia hanya bisa terdiam, berfikir begitu lemahnya dia sehingga tidak bisa melindungi temannya.
"tenang saja Ben aku tidak akan membiarkan siapa pun menggagalkan misi kita ini" ucap Boris dengan marah.
"Boss.. aku gk mau pengorbanan Ben sia sia, Ayo kita bunuh keparat ini dan biarkan mayatnya membusuk di sini" Ucap Jehan sambil mengelap air mata.
Huekk
(muntah)
Tiba tiba Doris memuntahkan darah dari mulutnya, ia tidak sanggup lagi berjalan. sadar akan hal itu Boris langsung menggendong Doris, walaupun ia tahu bebannya akan menjadi 2x lipat ia tidak peduli karena ia tidak mau kehilangan temannya lagi.
"Boss.. ma..maafkan aku menyusahkan mu" ucap Doris dengan tergagap gagap
"Diamlah, Simpan tenagamu untuk pertarungan kita nanti" balas Boris
mereka pun melanjutkan berjalan, dan akhirnya mereka sadar kalau mereka hanya berputar putar saja dirumah itu dan tidak berpindah ruangan,
"Arghh.... Keluar kau Keparat Busuk !!!" Teriak Jehan Dengan ekspresi marah
"Tenanglah Jehan simpan tenaga mu untuk bertarung" Balas Boris
*Wooshh...*
angin pun berhembus kencang dan seketika muncul seseorang, tampangnya samar samar tertutup bayangan seakan akan bayangan yang mengikutinya, bersamaan dengan munculnya orang tersebut tekanan yang selama ini menyiksa Boris dan kawan kawannya pun seketika menghilang.
"Asal kau tau aku paling benci dipanggil Keparat" ucap orang misterius itu.
"Siapa kau !" tanya Jehan
"aku hanyalah dewa yang tidak sengaja lewat"
__ADS_1
balas orang itu dengan nada sombong.
"Dewa !? Hahahaha ! kalau mimpi jangan disini, dirumah saja sana !" Balas Jehan dengan nada nyolot.
"Jehan diamlah ! Tuan, apakah kau tahu dimana keberadaan Berna Musyrid ?" tanya Boris kepada orang misterius itu
"aku tidak akan menjawab pertanyaan mu ! karena teman mu itu telah memanggil ku keparat, dan tidak mempercayai aku adalah seorang dewa" Balas orang itu dengan nada marah.
"hah ! kau memang bukanlah seorang dewa ! tidak ada yang namanya dewa didunia !" Balas Jehan Dengan nada nyolotnya yang semakin manjadi jadi.
"Beraninya kau...!" orang tersebut pun langsung Mengeluarkan aura membunuh yang sangat luar biasa,
"arghh.... tekanan ini lagi" ucap Jehan
"diamlah ! ini semua terjadi karena kau dan mulut bodoh mu itu !" Ucap Boris sambil menahan beban yang berat
"Hahahahahaha bahkan kalian tidak dapat bertahan dari aura ku saja, dasar makhluk fana matilah kalian !" ucap orang itu
orang itu mengarahkan jarinya pada kelompok Boris, dan seketika keluar cahaya Ungu yang melesat keluar dari jarinya dan menghantam tubuh mereka semua
Booomm..!
(ledakan)
"Hahahahaha ! lihatlah betapa menyedihkannya kalian sekarang" ucap orang itu sambil tertawa puas.
Boris dan teman temannya tidak dapat berkata apa apa lagi mereka sudah berada diujung tanduk, mereka merasa sangat tersiksa karena tubuh mereka terbakar hidup hidup.
"arghh..... sakit sekali, maafkan aku teman teman aku terlalu lemah. Ben, Jehan, Doris ku harap kita bisa menghabiskan waktu lebih banyak lagi." ungkap Boris dalam benaknya
"Arghhh.... sakit sekali, aku ingin langsung mati saja !!!" Keluh boris dalam hati karena tubuhnya tidak berfungsi lagi.
"Hahahaha ! itu lah yang kalian rasakan jika menghina dewa, aku masih ingin menyiksa kalian lagi tapi bagaimana ya..."
orang itu berfikir cara paling menyakitkan untuk menyiksa mereka
"ohh... yaa bagaimana kalau kusiksa kalian di neraka saja ? Hehehehe" ucap orang itu sambil tertawa keras.
Woooshh....
(berkabut)
tiba tiba muncul kabut mengisi seluruh rumah dan sekitarnya, dari dalam kabut tersebut muncul seseorang lagi.
"Hey Bodoh ! kenapa kau menyiksa makhluk lemah lagi?" ucap orang itu
"Gu..guru... !? mengapa kau mendatangi tempat ini !?"
"Dasar bodoh! saat kembali akan ku hukum kau cepat balik !"
"Baik guru" ucap orang itu kepada gurunya dengan wajah cemberut.
"Maafkan murid bodohku ini, ia sangat mudah emosi. jadi sebagai balasannya kalian akan kuberi kesempatan untuk bereinkarnasi, tetapi karena kekuatan ku sedang tidak stabil aku tidak dapat menentukan kalian menjadi apa saat hidup kembali, jadi berhati hatilah"
sekejap kedua orang misterius itu menghilang bersamaan dengan kabut yang mengelilingi mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai kakak kakak semuaaaa ! :D
Dikarenakan ini novel pertamaku,
Jadi mohon maaf kalo masih berantakan dan gk jelas :)
aku juga berharap kakak kakak semua mau memberikan saran, agar kedepannya novel ku bisa lebih baik lagi. Terimakasih atas supportnya kak :D
__ADS_1