Dewa Makhluk Hidup

Dewa Makhluk Hidup
Eps:13 Senior Elang


__ADS_3

Setelah membentuk Kelompok barunya, Boris pun menyuruh mereka untuk mengumpulkan tumbuhan herbal sebanyak yang mereka bisa, tapi rupanya mereka sudah mengumpulkan tumbuhan herbal pada saat mendaki gunung ini,


"Kak, mereka ternyata sudah mengumpulkan semua obat herbal di gunung ini pada saat mendaki" ucap Jhon


"Hmmm.. kalau begitu suruh mereka memisahkan tumbuhan itu sesuai jenisnya dan masukkan kedalam tempat yang berbeda" balas Boris kepada jhon.


"Baiklah kak" ucap Jhon sambil meninggalkan Boris.


"Ooohh.. ya satu lagi, aku akan meninggalkan tempat ini selama 2 hari, kau berjagalah disini dan awasi mereka." balas Boris mendadak.


"Baiklah kak, aku akan menjaga tempat ini." ucap Jhon dengan yakin.


Boris pun meninggalkan gua itu dan pergi mendaki gunung, melihat akan hal itu Boyle dan Jake, memanfaatkan momen ini untuk membuat rencana untuk menjatuhkan Boris.


"Jake, singa itu sudah pergi, mari kita kumpulkan para gorila yang masih setia kepada ku dan menyergap Jhon pada malam hari, bagaimana ?" bisik Boyle kepada Jake.


"Hmm.. itu ide yang bagus ketua, mari kita temui mereka semua" balas Jake tersenyum licik.


Mereka pun menghampiri para anggota Jubah Hitam yang sedang melakukan tugasnya, mereka menghasut para gorila itu untuk bersatu melawab Boris dan Jhon.


"Hey kalian semua, apa kalian semua tidak bosan bekerja seperti ini ? lebih baik ikut dengan ku untuk menjatuhkan mereka." ucap Boyle kepada para anggota Jubah Hitam.


"Hey Boyle, jangan mempermalukan dirimu sendiri, bahkan dibanting sekali oleh Boris kau langsung tepar, dan sekarang kau mau melawannya lagi bersama kami ? Hmph ! jangan harap" Balas salah seorang anggota Jubah Hitam.


Tak sesuai rencana, ternyata semua gorila tersebut sudah terlanjur takut dengan kekuatan Boris dan berencana tetap setia kepadanya, sadar akan hal itu, Boyle pun pasrah tapi tidak dengan Jake.


"Ketua, jangan menyerah ! kita berdua pasti bisa mengalahkannya," ucap Jake menyemangati Boyle.


"Sudahlah Jake, Boris tidak bisa kita tangani, lebih baik aku menjadi pengikutnya saja dari pada dihajar lagi." balas Boyle sambil meninggalkan Jake sendiri dan ikut mengerjakan pekerjaan yang diberikan oleh Boris.


"Hey.. ada yang bisa kubantu ?" ucap Boyle kepada para anggota Jubah Hitam


"Ooohh... kau sudah memutuskan untuk tunduk pada Ketua Boris rupanya, mari bantu kami memisahkan herbal ini." balas salah seorang anggota Jubah hitam.


"Terimakasih" ucap Boyle sambil mulai memisahkan herbal.


"Tak apa, Ketua Boris pasti menerima mu juga" balas salah seorang anggota Jubah Hitam.


"Cih !, bahkan ketua sudah mulai memihak pada singa itu, tapi jangan harap aku akan menyerah." ungkap Jake dalam benaknya.


Pada ahri itu juga, Jake memutuskan untuk pergi dari tempat itu untuk mengembara sendirian.

__ADS_1


Sementara itu, Boris pun mulai mendaki gunung itu. Ia mendapat banyak sekali halangan, pada saat pertama kali mendaki ia langsung diserang oleh beberapa hewan buas yang kuat.


Nyaris saja Boris tidak selamat dari serangan diam diam itu, kemudian beberapa saat kemudian ia merasa tekanan disekitar mendadak kuat, mengetahui betapa lemahnya ia saat ini ia pun mencari tempat untuk berlatih.


Siang pun berganti malam, dan begitulah hari pertama terlewati.


Pagi harinya, Boris melanjutkan latihannya dengan kembali ketempat dimana tekanan kuat itu berada, ia pun melatih auranya sendiri untuk melawan tekanan yang kuat, ia melapisi seluruh tubuhnya dengan aura yang ia miliki, perlahan ia pun mulai terbiasa dengan tekanan itu,


"Huftt... melatih aura ternyata cukup melelahkan, baiklah mari lanjut mendaki, waktu ku tidak banyak." ucap Boris,


ia senang dengan pencapaiannya dan mulai melanjutkan pendakian.


Tak lama setelah ia melanjutkan perjalanannya, tanpa disadari tiba tiba ia berpindah ke suatu ruangan yang sangat luas dan dipenuhi dengan begitu banyak harta melimpah. ia pun melihat lihat sekitar dengan tatapan kagum melihat begitu melimpahnya harta ditempat itu.


"Wow... tempat ini sungguh indah, andai semua harta ini menjadi milik ku, aku pasti akan membuat kerajaan milik ku sendiri hahahaha" ucap Boris tertawa kecil.


Duk !


*tersandung*


"Aduhh... siapa yang meletakkan beton ditengah tengah ruangan !?" ucap Boris sambil berdiri dan mengusap usap kepalanya.


Ternyata yang membuat Boris tersandung bukanlah sebuah pilar beton, melainkan kuku binatang buas yang sangat besar,


"Hmmm..? siapa yang berani mengganggu tidur dewa ini !" suara elang itu bergema ke seluruh penjuru tempat itu


"keluar lah kau pencuri kecil, jangan paksa aku memakan mu secara kasar" lanjut elang itu sambil mengepakkan sayapnya.


Seketika seluruh harta disekitarnya, ikut tersapu bersama angin kencang yang berasal dari kepakkan sayapnya. Tempat persembunyian Boris pun ikut tersapu,


"Ehehehehehe, tuan dewa elang jangan marah yaaa, aku tidak sengaja masuk ke sini, jadi biarkan aku pergi." ucap Boris sambil memberi hormat kepada elang itu.


"Tidak sengaja katamu !? mati saja kau !"


elang itu langsung terbang kearah Boris dengan kecepatan tinggi.


"sial tidak sempat menghindar, kalau begini aku akan mati dimakan elang itu, Tidak ini tidak bisa dibiarkan !" ungkap Boris dalam benaknya


Duar !


*suara ledakan*

__ADS_1


Mendadak Boris menjadi kuat, ia berhasil menahan serangan elang itu dengan seluruh tenaganya.


"Hooohh... kau memiliki darah singa kuno yang mengalir dalam tubuh mu, kau beruntung, aku tidak akan memakan mu karena aku memiliki hutang dengan leluhur mu" ucap elang itu sambil perlahan mengecil dan berubah menjadi manusia setengah elang.


"Woww..! senior, kau bahkan bisa berubah menjadi setengah manusia !? kau sungguh hebat senior" balas Boris terkagum kagum.


"Cukup omong kosongnya, buat apa kau kesini ?" ucap elang itu dengan ketus.


"Aku juga tidak tahu ketua, tiba tiba saja aku berpindah ke ruangan ini" jelas Boris kepada elang itu.


"Hmmm...."


"Kalung apa yang kau pakai itu ?" ucap elang itu sambil mengerutkan dahinya.


"Ooohh.. kalung ini ? ini adalah hadiah dari teman ku" balas Boris sambil menunjukkan kalungnya.


Elang itu mengambil dan melihat kalung itu dengan tatapan kaget.


"Nak, kau sangat beruntung, apakah kau tau kalung apa itu ?" ucap elang itu sambil mengembalikan kalung Boris.


"Hmmm..? kalau saya boleh tahu memang apa yang spesial dari kalung ini senior ?" tanya Boris dengan sopan.


"Dulu kalung ini dibuat oleh seorang misterius, ia mengatakan, siapa pun yang memiliki kalung ini dapat memutar balikkan dunia. oleh karena itu banyak sekali pejuang dari berbagai ras memperebutkan kalung ini, kalung ini sudah banyak berganti pemilik, tetapi tidak pernah satupun pemiliknya dapat mengeluarkan potensi sebenarnya dari kalung ini, itu lah mengapa kalung ini dianggap kalung biasa" jelas elang itu kepada boris.


"Jadi kalung ini benda yang sangat berharga, baiklah terima kasih senior aku akan pergi dari tempat ini," ucap Boris sambil memberi hormat kepada elang itu.


" Anak muda tunggu dulu, aku akan memberikan mu beberapa pil penguat jiwa, beberapa buku bela diri tingkat tinggi, dan kau bebas memilih senjata sihir disini" balas elasng itu sambil memberikan pil dan bukunya.


"Terimakasih banyak senior, tapi kalau masalah senjata. bisakah aku memilih dengan bebas ?" tanya Boris ragu.


" ya tentu saja, aku sudah berjanji kepada mu" jawab elang itu.


"kalau begitu aku ingin dua buah palu yang berada di dekat sumber air suci" pinta Boris.


"Oohh.. sudah lama aku tidak melihat orang dengan mata sebagus diri mu" puji elang itu kepada Boris.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai kakak kakak semuaaaa ! :D


Dikarenakan ini novel pertamaku,

__ADS_1


Jadi mohon maaf kalo masih berantakan dan gk jelas :)


aku juga berharap kakak kakak semua mau memberikan saran, agar kedepannya novel ku bisa lebih baik lagi. Terimakasih atas supportnya kak :D


__ADS_2