
"Palu ini bernama Palu Raja Kembar, dahulu kala hiduplah dua orang raja bersaudara, salah satunya adalah maniak perang, dan seorang lainnya pecinta damai. pada suatu ketika, raja yang cinta damai ingin membuat sebuah senjata sihir yang dapat mengendalikan ke-5 elemen dasar, api, air, udara, tanah, dan petir. tapi karena sang saudara iri, ia pun meminta kepada penempa yang sama untuk membuatkan senjata yang sama pula. tapi sayangnya karena sang penempa tahu bahwa sang raja ini maniak perang, ia takut senjata buatannya akan disalah gunakan, oleh sebab itu ia sengaja membatasi penggunaan elemen menjadi 3 yaitu api, air, dan bumi saja. karena merasa ditipu, sang raja memaksa penempa itu melengkapi elemennya, tapi penempa itu menolak dan akhirnya ia dibunuh oleh raja itu. karena tidak puas, ia ingin merebut senjata milik saudaranya secara paksa, dan akhirnya kedua saudara itu berperang dan meninggal dalam perang mereka dikubur bersamaan dengan kedua senjata sihir mereka, dan kuburan mereka berada di gunung ini, jadi tempat sumber air suci itu berada adalah makam kedua raja itu." jelas Elang itu kepada Boris.
"Tapi bagaimana cara mengambilnya ? kedua palu itu sangat besar dan terlihat seperti bongkahan batu yang rapuh" tanya Boris kepada sang elang.
"Kau hanya cukup mengalirkan aura mu kedalam palu kembar itu untuk mengubah ukurannya sesuka hati, dikarenakan ini adalah senjata sihir, kau harus memiliki kontrak darah dengan kedua senjata sihir ini agar bisa memakainya." Jawab elang itu sambil mengulurkan tangannya kepada Boris dan seketika ia berpindah tempat lagi ke lokasi sebelum ia berpindah.
"Hmmm.... senior elang sungguh misterius, tapi lebih misterius lagi kedua palu itu, aku akan mengambilnya setelah menemui guru" gumam Boris
"Ah sial ! sudah berapa lama aku di tempat itu !? jangan sampai aku gagal ujian karena keasikan mengobrol." lanjut Boris sambil menambah kecepatan mendakinya.
Tak terasa, tersisa 1 jam lagi sebelum tes itu berakhir. Tapi Boris tidak kunjung datang, 30 menit pun berlalu tapi tak ada tanda tanda Boris mendekat.
Akhirnya setelah berusaha sekuat mungkin, Boris berhasil sampai ke puncak tepat pada waktunya.
"Hahahahaha ! aku berhasil !" ucap Boris sambil tertawa lemas.
Gubrak !
*terjatuh*
Seketika Boris pun tepar karena kehabisan energi untuk berlari sepanjang malam.
"Hmph.. kau lumayan juga anak muda, istirahatlah kau sudah lulus" ucap di tua Sam sambil perlahan menggendong Boris dipundaknya.
Setelah beberapa hari, Boris pun akhirnya siuman. ia melihat kekanan dan kekiri, rupanya ia sedang berada di sebuah gubuk milik si tua Sam.
"Ahh.. dimana ini ? apa aku pingsan ?" gumam Boris sambil perlahan berdiri dan keluar dari gubuk itu.
Begitu keluar, Boris disambut dengan pemandangan yang begitu indah, tumbuhan dan pepohonan tumbuh subur. air sungainya sangat jernih, dan disana juga ada air terjun. tempat itu bagaikan surga yang tersembunyi.
" Ahhh ! anak muda, kau sudah bangun rupanya, sepertinya tidur mu sangat nyenyak." ucap si tua Sam sambil bermeditasi diluar.
__ADS_1
"Wow ! tempat apa ini guru ? ini sungguh indah." balas Boris terkagum kagum.
"Ini adalah tempat yang tidak sengaja kutemui, karena aura disini melimpah, dan juga banyak tumbuhan herbal, aku membuat sebuah tempat untuk bermeditasi." ucap Sam sambil melanjutkan meditasinya.
"Guru, apakah aku boleh membawa saudara dan bawahan ku menetap untuk sementara disini ?" tanya Boris kepada Sam.
"Hmmm... baiklah tapi mereka harus mengurus diri mereka masing masing, dan jangan berbuat onar disini" jawab Sam.
"Baiklah, terimakasih guru, aku akan segera turun dan memberitahukan kepada mereka." ucap Boris sambil memberi hormat.
Setelah mendapat izin, Boris pun segera menghampiri Jhon dan anak buahnya. ia memberitahukan pada mereka bahwa mereka dapat tinggal di puncak gunung.
"Baiklah kak, Semuanya ! mari berkemas dan ikuti kak Boris untuk mendaki gunung ini, kita akan tinggal di puncak gunung !" perintah Jhon kepada anggotanya.
Mereka pun segera mengemasi barang barangnya dan mulai mendaki gunung itu, begitu pun seperti saat Boris mendaki, mereka mendapat hambatan yang sama seperti saat Boris mendaki, tapi karena sekarang mereka sudah bersatu dan saling melindungi satu sama lain, segala hambatan dapat terlewat dengan mudah dan sampai di puncak dengan selamat.
"Wow !! tempat ini adalah surga ! aku ingin memiliki rumah disini !" ucap Boyle terkagum kagum.
"Ide yang bagus boyle ! kak mengapa tempat ini tidak kita jadikan tempat kita saja ? lokasi ini sangat indah, dan juga sangat susah untuk disergap" ucap Jhon semangat.
"Tapi kak.."
"Hmmphh"
"Hmmphh"
*suara mulut Jhon*
"Sudah.., diam dan menurut saja !" ucap Boris sambil menutup mulut Jhon dengan cepat.
"Hahahahaha aku suka cara berfikir anak itu" ucap Sam tiba tiba.
__ADS_1
"Maafkan adik bodoh ku ini senior, dia tidak tahu apa apa" balas Boris sambil membungkuk kepada Sam
"Bagaimana jika kita membuat perjanjian ? jika kau dapat membuatku bergerak dari tempatku bermeditasi, kau dapat memiliki gunung ini. kuberi kalian waktu 1 setengah hari" ucap Sam kepada Boris.
"Baiklah, kau harus menepati janjimu guru, hehehehehe" ucap Boris sambil tertawa senang,
"Huh dasar kakak munafik, sepertinya semua orang pelit seperti ini" gumam Jhon dengan ekspresi merasa ditipu.
Duak !
*suara hantaman*
"Sudah berapa kali aku bilang, aku tidak suka dipanggil pelit !" ucap Boris sambil menghampiri Jhon.
"Aduhh... sakit kak" balas Jhon sambil memegang kepalanya yang benjol besar.
Boris pun berulang kali berusaha menjatuhkan Sam, tapi usahanya selalu gagal karena, Sam memakai medan pelindung yang terbuat dari aura, medan pelindung itu sangat kuat sampai membuat tangan boris kesakitan walau tubuhnya telah ditempa sampai tingkat master langit.
Sadar betapa lemahnya kekuatan serangannya, ia pun pergi melatih tubuhnya di tempat ia menemukan tekanan yang kuat saat ujian.
Tapi kali ini ia berlatih tanpa menggunakan pelindung aura, Dengan push up 100 kali, sit up 100 kali, dan skuat 100 kali setiap jamnya, ia yakin kekuatannya akan berkali kali lipat melampaui pelindung milik Sam.
Melihat usaha keras Boris, Jhon menyuruh bawahannya untuk ikut berlatih bersama agar kekuatan mereka bertambah.
Sam pun melihat usaha, dan kekompakan mereka. ia berharap ia dapat menghabiskan sisa hidupnya bersama mereka, tapi sayang.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai kakak kakak semuaaaa ! :D
Dikarenakan ini novel pertamaku,
__ADS_1
Jadi mohon maaf kalo masih berantakan dan gk jelas :)
aku juga berharap kakak kakak semua mau memberikan saran, agar kedepannya novel ku bisa lebih baik lagi. Terimakasih atas supportnya kak :D