
Boris memulai perjalanannya dengan santai, ia telah berjalan beberapa mil jauhnya dari wilayah Dobi.
Walaupun awalnya tidak selancar ini, karena tepat pada saat ia keluar dari wilayah Dobi, ia baru sadar bahwa ia lupa menanyakan lokasi keberadaan si tua Sam.
Untung saja Dobi tahu bahwa Boris pasti akan sangat bersemangat sampai sampai lupa menanyakan hal yang sangat penting, yaitu lokasi keberadaan si tua Sam. oleh karena itu, ia sengaja meletakkan selembar kertas yang
berisikan,
"Hey anak bodoh ! kau pasti lupa menanyakan dimana lokasi si tua Sam, oleh seba itu aku meletakkan surat ini didalam kantung yang kuberikan kepada mu untuk berjaga jaga, Si tua Sam biasanya melakukan meditasi di 3 tempat berbeda Tebing ular beracun, Gunung elang suci, dan lembah Kadal merah. Oooh ya, aku ada saran untuk mu, pilihlah dengan benar jangan sampai kau menyesal :3"
setelah membaca surat itu, Boris penasaran dengan saran yang Dobi berikan, tapi ia masih tidak mengerti.
Boris pun segera memulai perjalanannya, ia memutuskan pertama tama untuk pergi ke tebing ular beracun.
Ia melewati berbagai macam tempat yang indah, selama perjalanan ia menyadari betapa indahnya alam.
ada sedikit penyesalan yang tertinggal di dalam hati Boris, karena dikehidupan sebelumnya ia tidak menyempatkan diri untuk menikmati alam.
ia mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan barunya sebagai seekor singa, dan mungkin... mulai menyukainya.
ditengah tengah perjalanan, ia melewati padang rumput yang sangat sangat luas. ia beristirahat sejenak disana untuk mengisi energi,
Kruyuk..
Kruyuk.....
*suara perut Boris*
rupanya selama masa hidupnya sebagai seekor singa ia tidak pernah makan sedikitpun, ia pun mulai mencari makanan seperti buah buahan. kebetulan didekat tempat beristirahatnya terdapat beberapa pohon buah
"ahh... lapar sekali setelah perjalanan yang panjang, aku akan mengambil beberapa buah yang segar disebelah sana" ucap boris sambil mengelu perutnya.
ia pun menghampiri pohon itu untuk mengambil buah buahan, ia pun segera memanjat pohon itu dan mengambil buahnya. setelah mengambil beberapa buah ia sadar bahwa ia sedang diperhatikan oleh sesuatu, ia pun segera menoleh kebelakang, tidak sempat untuk turun dari pohon sesuatu itu segera menerjang tubuh Boris dan ia terpelanting kebawah pohon.
"Arghh... sialan apa tadi itu !?" keluh boris sambil menoleh kekanan dan kekiri, tetapi ia tidak menemukan apa pun. lalu tiba tiba,
__ADS_1
"Arghh...!! apa itu !" teriak boris
rupanya ekor boris digigit oleh seekor anak singa, ahh... rupanya sesuatu yang menerjang boris tadi adalah seekor anak singa.
Boris pun segera melepaskan anak singa itu dengan ekornya,
"Hey anak bodoh, ekorku bukanlah mainan yang bisa kau gigit seenak jidat !" ucap Boris sambil melepaskan gigitan singa kecil itu,
Boris pun segera memungut buah buahan yang terjatuh dan membawanya kembali ke tempat ia istirahat.
*nyam nyam nyam*
"ahhh... aku masih belum kenyang, bukan kah seekor singa harunya memakan daging ? ewww.... itu menjijikan untuk membayangkan aku memakan daging mentah." ucap Boris sambil memegang perutnya,
Sniff..
snifff...
*Boris sedang mencium aroma yang enak*
ia pun mengikuti aroma manis itu, dan kemudian ia melihat bangkai seekor rusa yang masih segar, ia pun langsung mengerutkan alisnya dan melangkah perlahan mendekati bangkai itu.
"Ewww.... kenapa bangkai ini ada disini ? tapi anehnya bangkai ini bukannya mengeluarkan aroma yang busuk, melainkan aroma yang manis ! <3" ucap boris dengan mata yang berkilauan,
"Tidak tidak tidak, ini sangat menjijikkan !"
Boris ragu ragu untuk memakannya, karena dulu ia selalu memakan makanan yang sudah matang.
"Tapi kalau aku tidak makan, jangan kan bertemu dengan si tua Sam, Meninggalkan tempat ini saja tidak kuat ! baiklah."
"aku seekor singa"
"aku seekor singa"
"AKU SEEKOR SINGAA..!!!"
__ADS_1
Boris pun langsung menerkam rusa itu, belum sempat menggigit tiba tiba ada seekor singa yang melompat dari balik bangkai itu, dan ternyata Bangkai itu Dibawakan oleh Singa kecil tadi.
Boris pun kaget dan berhenti sejenak.
"hey nak apakah kau yang membawakan ku rusa ini ? jika iya terimakasih banyak."
"lihat lah, kurasa aku mulai gila berbicara dengan seekor singa kecil"
ucap boris sambil tersenyum kecil.
Setelah mendengar ucapan Boris singa kecil itu mengangguk seakan mengerti apa yang Boris katakan.
"Ehhh... kau mengerti kata kata ku !?"
"mungkin itu hanya perasaanku saja, baiklah aku tidak akan sungkan lagi. MARI MAKAN !!!" ucap boris sambil membuka mulut singanya lebar lebar
setelah beberapa saat mereka pun selesai makan, Boris tidak menyangka ternyata daging mentah rasanya tidak terlalu buruk.
"wow, aku tidak mengira rasanya akan senikmat ini" ucap boris dengan puas.
setelah itu boris pun segera meninggalkan tempat itu dan melanjutkan perjalanannya, tapi singa kecil sepertinya ingin mengikutinya, tetapi Boris menolak.
"Hey nak, kau masih muda, umur mu masih panjang jangan sia siakan hidup mu untuk ikut dengan ku, karena aku bukanlah orang yang baik"
"cih ku rasa aku benar benar gila"
Boris pun perlahan menjauh dari singa kecil dan meninggalkannya di Padang rumput itu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai kakak kakak semuaaaa ! :D
Dikarenakan ini novel pertamaku,
Jadi mohon maaf kalo masih berantakan dan gk jelas :)
__ADS_1
aku juga berharap kakak kakak semua mau memberikan saran, agar kedepannya novel ku bisa lebih baik lagi. Terimakasih atas supportnya kak :D