
//Scene di tebing disekitar Kuil Zodiak//
Shun yang pada awalnya akan dihabisi oleh Haemus, diselamatkan oleh Saga. Kini Saga berhadapan dengan Haemus.
Shun: "Huh? ... Sa-Saga ..."
(Shun berbicara dengan lemas)
Haemus: "Gemini Saga, bagaimana kau bisa kembali?! Seharusnya para Dewa Olympus telah ..."
Saga: "Ini kekuatan dari Saint, kekuatan keadilan"
Haemus: "Keadilan katamu ... Kau yang dulu pernah dikuasai oleh iblis, tidak berhak berbicara tentang keadilan!"
Saga: "Kau benar, aku tidak dapat menyangkal apa yang telah kulakukan di masa lalu ... Iblis ya, itu mengingatkanku akan sesuatu"
Haemus: "Huh?"
Saga: "Berserker dan Fallen-Angel, aku jadi ingin bertemu dengan orang yang memerintahkan kalian ..."
(Raut wajah Haemus berubah menjadi serius)
Saga: "Ini bukan perintah dari Olympus kan, apakah Dia yang memerintahkan kalian? Apa yang kali ini dia rencanakan? ... Aku ingin tau itu"
Haemus: "Apa maksudmu?!"
Saga: "Dialah orang yang telah menjadikanku iblis di masa lalu. Dengan diriku yang dikendalikan olehnya, akulah orang yang paling mengenalinya"
Haemus: "Tchhh!"
Saga: "Kali ini aku akan benar-benar mengakhiri urusanku dengannya"
Haemus: "Sayang sekali ... Itu tidak akan terjadi!!"
Haemus maju untuk memukul Saga. Saga berhasil menahan pukulan Haemus dengan tangannya. Lalu diatas mereka muncul cahaya berbentuk pedang, cahaya tersebut mengarah kepada Saga.
Saga: "?!"
(Saga berhasil menghindar)
Saga: "Cahaya 'Surga' ... Jadi itu kekuatan kalian para Angel ya ..."
Haemus: "Ini belum apa-apa, terima ini!!"
(Haemus melancarkan pedang dengan jumlah yang lebih banyak)
Saga: "Sepertinya kau mulai kehilangan ketenanganmu ya ..."
Haemus: "Apa katamu?! ..."
Saga: "Aku telah melihat jurus itu berkali-kali, apa kau pikir itu akan berhasil untuk kesekian kalinya? ..."
Saga maju dari depan menuju ke arah serangan Haemus, dan Saga mampu menghindari pedang-pedang cahaya tersebut dengan mudah. Haemus pun terkejut.
Haemus: "Apa?!!"
Saga: "Sepertinya kau butuh merasakan kekalahan dahulu ..."
(Saga berhasil memukul Haemus, dan Haemus terpental jauh menabrak tebing-tebing disekitarnya)
Haemus: "Ughhh!! Ku-kuat sekali ..."
(Saga menyerang kembali Haemus dengan serangan jarak jauh)
Saga: "Kita lihat dengan ini ..."
Haemus: "Itu tidak akan berhasil!"
Haemus menjajarkan pedang didepannya sebagai perisai untuk menahan serangan Saga. Tetapi serangan Saga lebih kuat, pertahanan Haemus pun hancur, dan Haemus terkena serangannya.
Haemus: "Tidak mungkin!"
Saga: "Dengan ini sudah jelas, kau kalah"
Haemus: "Ini belum berakhir!"
(Haemus terbang ke langit)
Saga: "... "
Haemus: "Aku ini dapat bergerak dengan cepat dilangit, seranganmu tidak akan bisa mengenaiku!"
Saga: "Hmph. Dengan kau yang terbang dilangit, apakah ini artinya bahwa kau ketakutan menghadapiku secara langsung??"
Haemus: "Diam kau!! Kali ini kaulah yang akan mendapat hukuman!"
Saga: "??"
Haemus: "*HEAVENS RING*!!!"
(Lingkaran cahaya dengan jumlah banyak mengarah pada Saga dari langit)
Haemus: "Rasakan! Rasakan! Rasakan!!"
(Saga bergerak kesana kemari untuk menghindari Lingkaran cahaya itu)
Haemus: "Teruslah berlari! Dihadapan para Dewa, kalian manusia hanya bisa berlari! Itulah takdir kalian!"
Saga yang mendengar perkataan Haemus langsung diam ditempat. Dan seluruh lingkaran cahaya itu mengenai dan mengikat tubuh Saga
Haemus: "Hahaha! Seperti itulah! Jika kalian sudah tidak bisa berlari, kalian hanya bisa menyerah!"
(Saga tersenyum)
Haemus: "Kenapa kau tersenyum?!"
Saga: "Takdir ya, dulu aku pun berpikir begitu ... Dimana yang lemah hanya bisa tunduk pada yang kuat, tetapi ..."
Haemus: "Huh??"
Saga: "Setelah melihat Seiya dan yang lainnya, aku jadi tau, bahwa tidak ada yang tidak mungkin! ... Mereka memperlihatkan semangat pantang menyerah dan juga, ... Bahwa kita tidak bertarung sendirian!"
Dari tempat mereka berada, terlihat sebuah cahaya emas dari atas Menara Jam di Kuil Zodiak. Haemus yang melihatnya penasaran akan itu.
*Note: menara jam itu jam besar di kuil Zodiak yang menunjukan waktu 12 jam, dengan api.
Haemus: "Cahaya apa itu?! ... Cosmo ini, ini seperti Cosmo Saga ... Cosmo Gold Saint!!"
//Scene diatas Menara Jam//
Aiolia & Aiolos memegang busur Sagitarius bersamaan.
__ADS_1
Aiolos: "Kau siap Aiolia?"
Aiolia: "Ya"
Aiolos: "Target kita adalah musuh yang dapat terbang, dengan kekuatanmu kita bisa mengenainya ... Ayo Aiolia!"
Aiolia: "Baik, Kakak"
Aiolia&Aiolos: "*PLASMA ARROW*!!!"
(Aiolia dan Aiolos menggabungkan kekuatan pada panah yang ditembakannya)
//Scene ditebing disekitar kuil Zodiak//
Haemus melihat sebuah cahaya mengarah padanya dari atas Menara Jam, dan dia terkejut melihatnya.
Haemus: "Apa itu?! Panah?! Cepat sekali mengarah kemari!, tapi itu tidak akan berhasil padaku!!"
Haemus mencoba menghindari panah tersebut, tetapi panah itu berbelok-belok mengikuti Haemus. Anak panah itu mengenai Haemus secara beruntun dan membuat sayap Haemus terluka, dan dia terjatuh.
*Note: Serangan panahnya mirip seperti Lightning Plasma Aiolia
Haemus: "Ugghhh!!! Ini tidak mungkin!!"
Saga: "Inilah yang kudapatkan dari Seiya dan yang lainnya. Kami akan menang, karena kami bertarung bersama"
//Scene didaerah disekitar Sanctuary//
Pasukan Berserker(Fire) berada disini untuk menyerang Sanctuary dengan serangan jarak jauh. Tetapi mereka terlihat kebingungan
Berserker(Fire): "Apa yang terjadi di Sanctuary?! Dari tadi aku merasakan Cosmo kuat datang ke Sanctuary"
????: "Apakah kami yang kalian maksud??"
(Para Berserker(Fire) terkejut tiba-tiba ada seseorang ditengah-tengah mereka)
Berseker(Fire): "Siapa kau?!! Sejak kapan kau disini?!!"
????: "Aku adalah Saint Athena, Aries Mu"
Berserker(Fire): "Apa?!! Itu adalah Gold Cloth! Dia adalah Gold Saint!!"
Mu: "Yap, kau benar"
Berserker(Fire): "Habisi dia!!"
(Para Berserker(Fire) mencoba menyerang Mu, tetapi tiba-tiba Mu menghilang)
Berserker(Fire): "Kemana dia?!!"
Mu: "Permisi, ..."
Berserker(fire): "Dia disana!!"
(Mu berpindah kebelakang pasukan Berserker)
Mu: "Ada satu temanku yang ingin memberi salam pada kalian"
(Para Berserker(Fire) melihat ke arah lain, dan melihat seseorang)
Berserker(Fire): "Huh?! Ada satu orang lagi disana"
Aldebaran: "Kalian semua akan kubuat terjatuh"
Aldebaran: "*GREAT HORN*!!"
(Serangan Aldebaran membuat tanah bergetar, lalu membuat para Berserker terpental dan terjatuh)
Mu: "Sekarang Aldebaran!"
Aldebaran: "Iya!"
Mu dan Aldebaran memegang senjata Libra dan maju menyerang semua Berserker yang terjatuh dengan senjata Libra tersebut. Para Berserker(Fire) tersebut mati dan menghilang seketika.
Mu: "Roushi benar, senjata Libra ini sangat ampuh untuk melawan para Berserker"
Aldebaran: "Tapi kita belum selesai bukan?"
Mu: "Ya, kita harus membereskan mereka semua"
//Scene digerbang masuk menuju Kuil Zodiak//
Para Berserker(Flame) mencoba masuk ke Kuil Zodiak dari gerbang masuk.
Berserker(Flame): "Hahaha, para Saint Athena pikir mereka telah menghabisi kita semua?! Sekarang kita akan mengejutkan mereka dengan serangan dari depan ini!!"
(Tiba-tiba para Berserker(Flame) merasakan hawa dingin)
Berserker(Flame): "Huh? Hawa dingin apa ini? ... Badanku tidak dapat bergerak!"
????: "Kalian yang berkekuatan api, apakah kalian tidak pernah merasakan kesejukan dari es??"
(Seseorang berdiri diatas pilar)
Berserker(Flame): "Kau!! ..."
????: "Aku adalah Saint Athena, Aquarius Camus"
Berserker(Flame): "Aquarius!! Jangan kira ini sudah berakhir"
Camus: "Tapi sayangnya ini sudah berakhir ... Baiklah, ini giliran kalian"
(Dua orang terlihat maju dari depan ke arah para Berserker(Flame))
Shura: "Rasakanlah tebasan dari pedang suciku ini!!"
Milo: "Ya ampun, kau ini memang selalu tidak sabaran"
Shura: "*EXCALIBUR*!!"
Milo: "Rasakan ini!!"
Dua serangan pedang berhasil membelah para Berserker(Flame) dan mereka mati seketika.
Berserker(Flame): "Ti-Tidak mungkin!!"
Milo: "Shura, mengapa kau tidak menggunakan senjata Libra yang diberikan oleh Roushi??, Ini akan membantu"
Shura: "Jika begitu kau saja yang pakai, dengan Excaliburku ini sudah cukup"
Camus: "Kalian bisa berdebat nanti, kita masih punya banyak urusan dengan mereka"
__ADS_1
Shura: "Ya kau benar"
Milo: "Kita harus membereskan mereka segera"
//Scene disisi lain tebing disekitar Kuil Zodiak//
Terlihat para Berserker(Flame) memanjat tebing untuk menuju ke Kuil Zodiak.
Berserker(Flame): "Dengan memanjat seperti ini, kita dapat sampai ke atas dengan cepat tanpa mereka ketahui ... Sebelumnya 5 orang dari kita berhasil sampai ke tempat setelah Kuil Scorpio"
(Tiba-tiba para Berserker(Flame) melihat sebuah kelopak bunga berjatuhan)
Berserker(Flame): "Huh? Ini kelopak bunga merah ... Darimana datangnya??"
????: "Halo kalian, bagaimana dengan perjalanan kalian? Apa kalian kelelahan? "
(Terlihat seseorang diatas tebing)
Berserker(Flame): "Siapa kau?!"
Aphrodite: "Aku akan membuat kalian beristirahat"
Berserker(Flame): "Kenapa ini? Badanku menjadi lemas ... Apa yang kau lakukan?!"
Aphrodite: "Aku hanya membantu kalian ... Oyy Deathmask, bagaimana dengan disana?"
(Deathmask berdiri disisi lain tebing)
Deathmask: "Ya, sudah kulakukan ... Kalian para Berserker bisa melihat ke bawah kalian"
Berserker(Flame): "?!!! ... Lubang apa itu?!!"
Deathmask: "Itu adalah portal dimensi menuju Yomotsu Hirasaka, jika kalian terjatuh kalian tidak akan bisa kembali!"
Berserker(Flame): "Apa?!!"
Para Berseker(Flame) terjatuh satu persatu karena efek mawar merah Aphrodite, dan mereka jatuh kedalam portal yang dibuat oleh Deathmask.
Berserker(Flame): "Sialan kalian!!!"
Deathmask: "Selamat menikmati perjalanan kalian ..."
Aphrodite: "Selamat tinggal"
Deathmask: "Akhirnya aku bisa beristirahat"
Aphrodite: "Ini belum saatnya beristirahat, kita masih punya pekerjaan"
Deathmask: "Tchh, baiklah aku mengerti"
//Scene disebuah dimensi lain//
Disebuah dimensi, terdapat pasukan Berserker lain, pasukan Berserker(Terror). Mereka berencana menyerang Sanctuary diam-diam.
*Note: Divisi Terror, pasukan Berserker dengan serangan bertipe psikis (hanya menyerang jiwa, Mental, indera). Tidak memiliki wujud fisik, hanya berwujud jiwa.
Berserker(Terror): "Heh, ini terlalu mudah"
Berserker(Terror): "Tidak kusangka para Saint Athena tidak menyadari kehadiran kita"
Berserker(Terror): "Dengan ini kita bisa menyerang mereka tanpa ada yang menghalangi"
????: "Jadi benar apa yang kurasakan ini ..."
(Para Berserker(Terror) terkejut mendengar suara seseorang pada dimensi itu)
Berserker(Terror): "Siapa itu?!!"
????: "Tidak kusangka ada pasukan Berserker dengan kemampuan seperti ini ... Ini akan sangat berbahaya jika kita diserang dari dimensi lain"
(Orang tersebut menampakan dirinya)
Berserker(Terror): "Siapa kau?!! Bagaimana kau bisa masuk ke dimensi ini?!!"
????: "Namaku adalah Shaka, aku akan melindungi mereka dari sisi lain"
Berserker(Terror): "Apa kau Saint Athena?! ... Kau membuat kesalahan dengan datang kemari sendirian!"
Shaka: "???"
Berserker(Terror): "Ini adalah dimensi kami, dengan kata lain kamilah yang menguasai dimensi ini!"
Shaka: "...."
Berserker(Terror): "Kaulah yang akan menderita disini, rasakan ini Shaka!! ... *BLACK MIST*!!!"
Serangan Berserker(Terror) tersebut mengenai Shaka, dan terlihat tubuh Shaka dikelilingi kabut hitam.
Berserker(Terror): "Hahaha, dengan ini jiwamu akan pergi ke sebuah tempat penyiksaan abadi! ... Rasakanlah penderitaannya!!"
Shaka: "Dimensi kalian?? Kalian harus melihat sekitar kalian lebih teliti lagi"
Berserker(Terror): "Huh?!! Dimana ini?!!"
(Tiba-tiba dimensi disekitar mereka berubah, terlihat 6 pintu besar disekeliling mereka)
Shaka: "Diantara keenam pintu ini, salah satunya adalah tempat yang paling cocok untuk kalian, berdasarkan perbuatan kalian selama ini"
Berserker(Terror): "Apa?!! Bagaimana bisa, seharusnya kau terkena seranganku!!!"
Shaka: "Jiwaku akan pergi katamu?? ... Aku yang saat ini menguasai Eighth Sense bisa mengendalikan jiwaku dan juga kau tidak bisa memanipulasiku di dimensi ku sendiri"
Berserker(Terror): "Cahaya apa itu dibelakangnya?!! Sangat menyilaukan!!!"
(Terlihatlah sosok Budha yang sangat besar dibelakang Shaka)
Shaka: "Sekarang bagaimana jika kita lihat, tempat mana yang cocok bagi kalian ..."
(Para Berserker(Terror) ketakutan)
Shaka: "Tempat yang cocok bagi orang yang suka bertarung dan membunuh adalah ... Tempat dimana kalian akan terus bertarung dan membunuh untuk selamanya"
Budha mengangkat dan mengadahkan telapak tangannya kedepan. Lalu satu pintu dibelakang para Berserker terbuka.
Berserker(Terror): "!!!!"
Shaka: "*RIKUDOU RINNE*"
Sebuah aura dari telapak tangan Budha mendorong semua Berserker(Terror) ke arah pintu tersebut. Dan para Berserker(Terror) itu masuk kedalamnya. Pintu tersebut pun tertutup.
Shaka: "Serangan yang berpengaruh pada jiwa ya, sepertinya kita harus berhati-hati ... Tapi, dia yang sudah membangkitkan kekuatan itu tidak perlu bantuanku ..."
__ADS_1
🔸Para Gold Saint ... Masing-masing dari mereka bertarung melawan musuh yang menyerang Sanctuary ... Akan seperti apakah akhir pertempuran ini? ...
▪️▪️▪️ To Be Continue